NovelToon NovelToon
Cleaning The Thorne'S Empire

Cleaning The Thorne'S Empire

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Penyesalan Suami / Action
Popularitas:726
Nilai: 5
Nama Author: Chi Chi chantika

Alistair Thorne, bos mafia London yang kaku dan perfeksionis, bertemu dengan Sloane Sterling, gadis jalanan galak yang ahli bersih-bersih tapi ceroboh luar biasa. Pertemuan mereka terjadi di tengah baku tembak, di mana Sloane justru memarahi Alistair karena mengotori lantai yang baru ia pel.

Terpikat oleh keberaniannya, Alistair membawa Sloane pulang sebagai asisten rumah tangga. Hidup sang bos dingin pun berubah jadi kacau: ia terus diteriaki karena menaruh jaket sembarangan dan terpaksa turun tangan ke dapur setiap kali Sloane hampir membakar rumah saat memasak. Di antara desingan peluru dan omelan sehari-hari, dimulailah kisah cinta yang lucu, kaku, dan penuh aksi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chi Chi chantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Raja Abu dan Ancaman Sang Penguasa Tua

Jika kedatangan Lady Eleanor dan Beatrice adalah sebuah badai kecil yang berisik, maka kedatangan sosok ini adalah sebuah musim dingin yang mematikan. Mansion Thorne mendadak kehilangan kehangatannya ketika sebuah mobil Bentley hitam berlapis baja berhenti di depan gerbang utama tanpa pemberitahuan.

Alistair yang sedang berada di ruang kerja, baru saja akan memeriksa laporan pengiriman di dermaga, tiba-tiba berdiri tegak. Instingnya menangkap kehadiran aura yang sangat ia kenali—aura yang membentuknya menjadi pria kaku seperti sekarang.

"Dia di sini," bisik Alistair, wajahnya berubah menjadi sepucat kertas.

Di lantai bawah, Sloane sedang sibuk menyikat pegangan tangga dari kuningan agar mengkilap sempurna. Ia sedang bersenandung kecil ketika pintu depan terbuka dengan dentuman yang sangat berat. Tidak ada bel. Tidak ada ketukan. Hanya otoritas mutlak yang melangkah masuk.

Seorang pria tua dengan rambut perak yang disisir rapi ke belakang, mengenakan setelan jas wol abu-abu gelap dan mantel panjang hitam, melangkah masuk. Ia membawa tongkat berkepala perak dan sebuah cerutu yang masih menyala di mulutnya. Matanya tajam, dingin, dan tidak memiliki sedikit pun binar kemanusiaan.

Dia adalah Lord Silas Thorne, ayah Alistair, sang pendiri asli The Obsidian Order.

Silas melangkah masuk tanpa melepas sepatunya yang masih kotor karena tanah makam—ia baru saja pulang dari "kunjungan paksa" ke salah satu musuhnya. Dan yang lebih parah, ia menjatuhkan abu cerutunya tepat di atas karpet Persia yang baru saja divakum oleh Sloane.

Sloane Sterling membeku. Matanya melotot menatap abu cerutu yang mendarat di atas serat karpet putih krem itu. Ia tidak peduli siapa pria tua menyeramkan ini. Di matanya, pria ini hanyalah "Pencemaran Lingkungan Berjalan".

"HEI! TUAN TUA BERAMBUT PERAK!" teriak Sloane, suaranya menggelegar di aula yang sunyi itu.

Silas Thorne berhenti melangkah. Ia menoleh perlahan, menatap Sloane dengan pandangan yang seolah-olah sedang melihat seekor serangga yang menjijikkan. "Siapa kau? Dan kenapa ada sampah sepertimu di rumah putraku?" suaranya berat, parau, dan sangat kasar.

Sloane berjalan mendekat dengan langkah menghentak, tangannya memegang sikat kuningan dan botol semprotan. "Sampah?! Aku asisten rumah tangga di sini! Dan kau! Kau baru saja menjatuhkan abu di atas karpet ini! Apa kau tidak punya mata?! Dan matikan cerutu itu! Ini ruangan ber-AC, bukan cerobong asap pabrik!"

Silas menyipitkan mata. Ia belum pernah melihat ada orang yang berani berteriak di depan wajahnya. "Alistair benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya. Membiarkan gadis kampung yang tidak beradab ini menghuni kediamannya."

Silas mengangkat tongkatnya, ujung peraknya menekan dada Sloane dengan kasar. "Dengar, Gadis. Di dunia ini, ada orang yang memerintah dan ada orang yang merangkak. Kau berada di kasta merangkak. Singkirkan sikat konyolmu itu sebelum aku mematahkan tanganmu."

Sloane tidak mundur satu inci pun. Ia justru memegang tongkat itu dan mendorongnya menjauh dari dadanya. "Dengar ya, Kekek Tua! Aku tidak peduli kau siapa! Di rumah ini, aku yang mengatur kebersihan! Jika kau ingin bicara dengan Alistair, silakan. Tapi setelah kau mematikan cerutu itu dan membersihkan sepatumu di luar!"

"NONA STERLING, CUKUP!"

Alistair muncul di puncak tangga. Langkahnya cepat namun kaku. Ia segera turun dan berdiri di antara Sloane dan ayahnya. Alistair menatap ayahnya dengan rasa hormat yang dicampur dengan ketakutan masa kecil yang mendalam.

"Ayah. Saya tidak tahu Anda akan datang hari ini," kata Alistair, suaranya sangat formal dan tegang.

Silas menatap putranya dengan hina. "Aku datang untuk melihat apakah rumor itu benar. Rumor bahwa putraku, pewaris The Obsidian Order, telah dijinakkan oleh seorang gadis jalanan yang berisik." Silas melirik Sloane. "Dan ternyata kenyataannya lebih memuaskan dari dugaanku. Kau membawa tikus ke dalam istanamu, Alistair."

"Dia bukan tikus, Ayah. Dia adalah Sloane Sterling, asisten saya," jawab Alistair, suaranya bergetar namun tetap teguh.

Sloane menarik lengan jas Alistair. "Alistair, siapa kakek-kakek tidak sopan ini? Dia mengotori karpetmu dan menaruh abu di mana-mana! Usir dia sekarang!"

Alistair menutup matanya sejenak. Ia merasa kepalanya akan meledak. "Nona Sterling... dia adalah Ayah saya. Lord Silas Thorne."

Sloane terdiam sejenak. "Oh... Ayahmu? Pantas saja sifat kaku dan membosankanmu itu menurun darinya. Tapi tetap saja! Ayah atau bukan, dia tidak boleh membawa abu ke dalam rumah!"

Silas tertawa, namun tawanya terdengar seperti gesekan pisau di atas logam. "Dia punya nyali, Alistair. Nyali yang akan membuatnya mati dengan cepat di dunia kita. Kau tahu hukum kita, bukan? Wanita seperti ini hanyalah beban. Dan beban... harus dibuang sebelum menenggelamkan kapal."

Silas melangkah maju, wajahnya hanya beberapa sentimeter dari wajah Alistair. "Buang dia hari ini, atau aku yang akan memastikan dia menghilang dari muka bumi ini. Aku tidak ingin garis keturunan Thorne ternoda oleh gadis pembersih kotoran seperti dia."

Alistair Thorne berdiri tegak. Ia merasakan keringat dingin di punggungnya, namun saat ia melirik Sloane yang masih menatap ayahnya dengan berani (meskipun tangannya sedikit gemetar), Alistair merasakan sebuah kekuatan baru.

"Dia tetap di sini, Ayah," kata Alistair, suaranya kini dingin dan setajam silet. "Dia adalah bagian dari mansion ini. Dan siapa pun yang mencoba menyentuhnya, termasuk Anda, akan berhadapan dengan seluruh kekuatan Iron Crest di bawah komando saya. Secara administratif... kekuasaan Anda sudah berakhir saat saya mengambil alih takhta."

Silas Thorne terdiam. Ia menatap putranya dengan tatapan yang sangat berbahaya. "Begitu ya? Kau memilih mawar jalanan ini daripada ayahmu sendiri? Baiklah, Alistair. Mari kita lihat seberapa lama kau bisa melindunginya."

Silas berbalik, menjatuhkan cerutunya yang masih menyala tepat di atas karpet—sebuah tindakan penghinaan terakhir—lalu melangkah keluar tanpa menoleh lagi.

Begitu pintu tertutup, suasana mendadak sunyi dan sangat tegang. Alistair segera membungkuk dan memungut cerutu itu dengan tangannya sendiri, mengabaikan panasnya bara api.

"Alistair! Tanganmu!" Sloane segera menyambar tangan Alistair, membuang cerutu itu, dan melihat telapak tangan Alistair yang memerah. "Kenapa kau bodoh sekali?! Pakai tisu atau sapu, jangan pakai tangan!"

Alistair menatap telapak tangannya, lalu menatap Sloane. Ia menarik Sloane ke dalam pelukannya secara tiba-tiba, memeluknya dengan sangat erat seolah-olah Sloane bisa menghilang kapan saja.

"Sloane... jangan pernah keluar rumah sendirian tanpa pengawasan saya," bisik Alistair, suaranya penuh dengan kecemasan yang mendalam. "Ayah saya... dia bukan orang yang memberikan peringatan kedua."

Sloane tertegun di pelukan Alistair. Ia bisa merasakan tubuh Alistair yang bergetar. Ia menyadari bahwa pria tua tadi bukanlah sekadar tamu yang menyebalkan, tapi ancaman nyata. Sloane menghela napas, lalu membalas pelukan Alistair, menepuk-nepuk punggung pria kaku itu.

"Tenanglah, Tuan Kaku. Aku tidak takut padanya. Lagipula, kalau dia kembali lagi, aku sudah menyiapkan cairan pemutih dosis tinggi untuk menyiram jasnya!"

Alistair tidak tertawa. Ia semakin erat memeluk Sloane. Di dalam benaknya, ia mulai menyusun rencana pertahanan paling besar dalam sejarah hidupnya. Ia baru saja mendeklarasikan perang terhadap ayahnya sendiri, dan target utamanya adalah melindungi satu-satunya cahaya yang pernah masuk ke dalam dunianya yang gelap dan kaku.

"Alistair?" panggil Sloane pelan.

"Ya?"

"Tanganmu sakit? Ayo ke dapur, aku akan mengompresnya. Dan jangan berani-berani menaruh jaketmu di kursi saat aku sedang mengobatimu!"

Alistair Thorne akhirnya tersenyum tipis di balik bahu Sloane. "Saya akan... mematuhi protokol Anda, Nona Sterling."

Namun di luar sana, di dalam mobil Bentley-nya, Silas Thorne menatap ke arah mansion dengan tatapan predator. "Cari tahu segalanya tentang gadis itu," perintahnya pada asistennya. "Dan siapkan unit pembersih. Kita akan menyingkirkan 'noda' itu dari kehidupan Alistair."

To be continued...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!