NovelToon NovelToon
JERAT GAIRAH DI BALIK KABUT

JERAT GAIRAH DI BALIK KABUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Misteri / Fantasi
Popularitas:839
Nilai: 5
Nama Author: nazla bibah

Di Lembah Shrouded yang selalu dikepung oleh kabut magis beracun, Mayang, seorang gadis desa dengan kecantikan memikat namun menyimpan rahasia darah kuno, terpaksa melanggar aturan malam demi mencari obat untuk ibunya. Di tengah pekatnya kabut, ia tersesat dan diselamatkan oleh Dion, seorang pemburu bayaran tangguh yang ditakuti karena memiliki kekuatan mengendalikan kabut.
Pertemuan di pondok terisolasi malam itu menyalakan api gairah yang tak tertahankan di antara keduanya. Namun, hubungan mereka bukan sekadar romansa biasa. Ada misteri besar yang menyelimuti asal-usul mereka: kutukan kabut yang perlahan mulai memakan korban di lembah ternyata berkaitan erat dengan masa lalu Dion yang kelam dan kekuatan tersembunyi di dalam tubuh Mayang.
Unsur-Unsur Utama dalam Cerita:
Sisi Fantasi: Keberadaan Lembah Shrouded, makhluk-makhluk mistis yang bersembunyi di balik kabut, klan kabut kuno, serta sihir elemental yang dimiliki oleh Dion dan kekuatan penyembuhan/mistis dari Mayang.
Sisi Misteri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazla bibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: KILATAN FAJAR DAN PEMUTUS RANTAI KUTUKAN

Udara di depan gerbang barat Desa Shrouded terasa membeku, bukan hanya karena hawa dingin ekstrem yang dibawa oleh kereta perang Penguasa Gorgan, melainkan karena ancaman maut yang kini mencekik leher Rhea. Gadis muda berambut perak itu tampak sangat rapuh di dalam cengkeraman tangan besi Gorgan, rantai berduri yang menembus kulitnya terus memancarkan pendaran merah darah yang pekat—tanda bahwa nyawanya bisa dilenyapkan dalam satu hentikan jari sang tiran.

Dion berdiri kaku di garis depan, rahang tegasnya mengencang hingga mengeluarkan suara gemertak halus. Kabut ungu yang menyelimuti tubuh kekarnya bergolak liar, tidak stabil karena amarah yang bercampur dengan ketakutan luar biasa akan kehilangan adik satu-satunya. Di belakangnya, ratusan warga desa menahan napas, tidak berani menggerakkan senjata mereka karena tahu satu kesalahan kecil saja akan membuat pahlawan mereka hancur secara batin.

Gorgan tertawa terbahak-bahak melihat keputusasaan Dion. "Lihat dirimu, Dion! Kau pikir kekuatan kuno yang bersatu di dalam rahim pelacur cahaya itu bisa mengalahkanku? Kau tetaplah bidak kecil yang tidak berdaya di hadapan kontrak darah adiknya!" bentak Gorgan, mempererat cengkeramannya hingga Rhea terbatuk memuntahkan uap darah tipis.

Namun, di tengah kebuntuan yang mencekam itu, Mayang perlahan melangkah maju. Ia tidak membiarkan rasa takut menguasai akal sehatnya. Melalui ikatan jiwa dewasa yang baru saja mereka segel di atas ranjang fajar, Mayang bisa merasakan setiap debaran panik di dalam dada bidang Dion. Ia meletakkan telapak tangan lentiknya di atas punggung tegap Dion, menyalurkan kehangatan murni yang seketika menenangkan gejolak kabut ungu pria itu.

"Dion... percayalah padaku. Tatap mataku," bisik Mayang, suaranya terdengar begitu lembut namun sarat akan otoritas magis yang mutlak.

Dion menoleh sejenak, dan ketika sepasang mata abu-abu badainya bertemu dengan mata emas murni Mayang, ia melihat sebuah rencana cerdik yang terpancar di sana. Mayang tidak berniat menyerang Gorgan secara langsung; ia akan menggunakan karakteristik langka dari Aethelgard yang sempat dijelaskan oleh Aki Sarman secara menggantung tadi—bahwa cahaya murni ini bertindak sebagai penyeimbang dan pemutus segala bentuk ilusi serta belenggu kegelapan.

"Gorgan!" Mayang berseru lantang, suaranya bergaung membelah malam, mengalihkan perhatian sang tiran sepenuhnya dari sosok Dion. "Kau menginginkan inti cahayaku, bukan? Ambil ini jika kau sanggup menahan panasnya!"

Sebelum Gorgan sempat mencerna arti dari kalimat tersebut, Mayang langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada, lalu menghentakkan kaki kanannya ke atas tanah berlumpur.

WUUUUUUSSSSSHHHHH!

Bukan lagi sekadar gelombang cahaya biasa, melainkan sebuah ledakan kilatan fajar universal—The Blind Solar Flare—meledak dari seluruh pori-pori tubuh mungil Mayang. Cahaya itu begitu menyilaukan, murni, dan tebal, hingga dalam sekejap mata mengubah malam yang sehitam jelaga di seluruh lembah menjadi seputih siang hari yang benderang. Kekuatan murni Aethelgard ini tidak melukai fisik, namun membutakan seluruh pandangan mata makhluk kegelapan secara mutlak. Ratusan monster The Stalker menjerit histeris sambil menutupi mata mereka yang terbakar oleh kesucian fajar, bahkan Penguasa Gorgan sekalipun terpekik keras, melepaskan cengkeramannya dari leher Rhea untuk melindungi wajahnya dari silau yang ekstrem.

"Sialan! Mataku!!!" raung Gorgan dengan murka.

Momentum satu detik kebutaan musuh itu adalah apa yang ditunggu-tunggu oleh Dion. Tanpa perlu aba-aba verbal, tubuh tinggi menjulang sang pemburu langsung melesat maju menembus badai cahaya putih keemasan. Gerakannya tidak lagi manusiawi; ia bergerak secepat kilat, menyisakan bayangan asap naga ungu yang membelah bumi.

SREEEETTT!

Dalam sekejap mata, Dion sudah berada di atas kereta perang besi hitam milik Gorgan. Belati peraknya berkilat tajam di bawah sisa cahaya fajar, diayunkan dengan akurasi mutlak seorang predator tertinggi.

CRAAAASSHHH!

Bukan untuk menebas leher Gorgan, melainkan untuk memotong rantai besi berduri yang mengikat tubuh Rhea. Sihir kabut ungu Dion yang telah menyatu dengan sisa energi emas Mayang bertindak sebagai gergaji gaib yang super tajam; begitu belati perak itu menghantam rantai kutukan, suara denting keras bergema disusul dengan hancurnya belenggu magis tersebut menjadi serpihan karat yang tidak berharga. Kontrak darah yang mengikat Rhea selama dua tahun terakhir resmi putus berantakan!

Dion dengan sigap menangkap tubuh mungil adiknya yang terjatuh lemas, mendekapnya erat di dada bidangnya yang kokoh, lalu melompat mundur sejauh puluhan meter, kembali ke barisan pertahanan desa di mana Mayang sudah bersiap menyambut mereka dengan perisai cahaya pelindung yang hangat.

"Kakak... kau... kau berhasil..." rintih Rhea dengan sisa kekuatannya, air mata haru menetes di pipinya yang pucat sebelum akhirnya pingsan dengan aman di dalam pelukan kokoh kakaknya.

Dion menyerahkan tubuh Rhea yang telah bebas kepada Marta dan beberapa wanita tua desa untuk segera dibawa ke dalam kuil yang aman. Pria itu kemudian berbalik, berdiri tegak di samping Mayang dengan napas yang memburu seksi. Tatapan mata abu-abu badainya kini dilingkupi oleh kepuasan dewasa yang luar biasa; belenggu terakhirnya telah lepas, dan kini ia tidak lagi memiliki penahan untuk memusnahkan tirani di depannya.

Gorgan, yang pandangan matanya perlahan mulai pulih, menatap rantai peliharaannya yang telah hancur dengan rahang yang bergetar menahan amarah yang teramat sangat. Wajah di balik topeng besinya tampak merah padam oleh kehinaan karena telah dikelabui oleh sepasang remaja fana. "Kalian... kalian berani merusak mahakaryaku! Pasukan hitam, ratakan desa ini tanpa sisa!!!" raung Gorgan, mengangkat kapak raksasanya tinggi-tinggi ke udara.

Mendengar perintah itu, ratusan monster The Stalker yang tersisa kembali merangsek maju dengan liar, memicu perang terbuka yang sesungguhnya di garis depan gerbang desa. Namun, Dion dan Mayang tidak lagi gentar.

Dion menoleh ke arah Mayang, menjulurkan tangan kirinya yang besar dan kasar untuk menggenggam kembali jemari lentik sang gadis cahaya. "Mari kita tunjukkan pada bajingan itu bagaimana indahnya kehancuran yang dibawa oleh takdir kita, Cantik," bisik Dion dengan seringai liar penuh gairah posesif di bibirnya yang tegas.

Mayang menyambut genggaman tangan itu, membiarkan energi emas dan ungunya melebur menjadi satu pusaran naga cahaya-kabut raksasa yang siap menyapu bersih seluruh pasukan kegelapan. Perang akhir telah resmi pecah, dan takdir Lembah Shrouded akan ditentukan oleh tetesan darah dan amarah murni malam ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!