NovelToon NovelToon
Second Half: Velix The Next Legend

Second Half: Velix The Next Legend

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Sistem
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Wawan wan

Velix Purnama umur 26tahun seorang pekerja kantoran tanpa sengaja kembali ke masa lalu saat dia masih menduduki bangku SMP.

"Dengan sistem aku akan mengejar apa yang menjadi mimpiku", ujar Velix

bagaimana kisah Velix menjadi legenda sepakbola mari kita saksikan bersama sama!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23 Mentalitas Baja di Ruang Ganti

BAB 23: Mentalitas Baja di Ruang Ganti

Atmosfer di dalam ruang ganti Tim Merah Marun terasa sangat kontras dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya. Tidak ada lagi ketegangan yang mencekam atau wajah-wajah pucat yang dirayapi rasa cemas. Kegembiraan yang meledak-ledak menyelimuti seisi ruangan setelah mereka berhasil menutup babak pertama dengan keunggulan telak 2-0 atas sang raksasa, SMP 21.

"Gila! Dua kosong, woi! Kita beneran unggul dua kosong dari timnya Reyhan!" Ryan berteriak heboh sambil memukulkan botol air mineral kosong ke bangku kayu, wajah gempalnya memerah karena terlalu bersemangat.

"Umpan lu yang kedua tadi bener-bener di luar nalar, Vel! Gua cuma tinggal lari, bolanya kayak nyamperin kaki gua sendiri!" timpal sang striker utama dengan mata berbinar-binar penuh rasa kagum yang mutlak.

Di tengah kegaduhan remaja itu, Velix sedang duduk tenang di sudut ruangan. Sifat ramah dan hangatnya keluar saat dia menyambut tos dan pelukan dari teman-temannya dengan senyuman renyah. Namun, begitu dia memejamkan mata sejenak, kedewasaan mental seorang pria berusia 26 tahun di dalam dirinya langsung mengambil alih. Mode seriusnya kembali terkunci.

'Unggul dua gol di babak pertama adalah posisi yang sangat rawan. Jika anak-anak ini mulai jemawa dan kehilangan fokus di sepuluh menit awal babak kedua, SMP 21 punya kapasitas mental untuk membalikkan keadaan dalam sekejap,' analisis Velix logis.

Pak Joko masuk ke ruang ganti dengan langkah lebar. Wajah berkumis tebalnya tampak berseri-seri, namun beliau segera berdeham keras untuk menenangkan ruang ganti yang hampir lepas kendali.

"Tenang semuanya! Dengarkan Bapak!" seru Pak Joko tegas, mengetuk papan strategi dengan spidol. "Bapak sangat bangga dengan perjuangan kalian di babak pertama. Taktik mid-block kita berjalan sempurna berkat kedisiplinan lini tengah yang dipimpin Velix dan Danu. Tapi ingat! Pertandingan belum selesai. SMP 21 adalah juara bertahan; pelatih mereka pasti akan melakukan perubahan ekstrem di babak kedua!"

Velix menegakkan tubuhnya, melirik ke arah Danu yang sedang meneguk air. "Pak Joko benar," potong Velix dengan suara baritonnya yang mantap dan penuh wibawa dewasa, membuat atensi seluruh pemain kelas 1 hingga kelas 3 langsung terpusat padanya.

"Di babak kedua, mereka pasti bakal main all-out attack. Reyhan bakal makin frustrasi dan permainannya akan jauh lebih kasar. Kalau kita kepancing buat main terbuka atau meremehkan mereka, dua gol kita ini nggak akan ada artinya," lanjut Velix dengan pandangan sedingin es yang menyapu wajah rekan-rekan setimnya satu per satu.

Mendengar ucapan Velix yang begitu tenang namun sarat akan kebenaran taktis, euforia anak-anak Merah Marun seketika padam, digantikan oleh kesadaran mental yang kokoh. Mereka teringat bahwa jenderal lapangan tengah mereka ini belum pernah salah dalam membaca jalannya laga.

Danu mengangguk mantap, meletakkan botol minumnya. "Velix bener. Jangan ada yang santai! Anggap skor masih nol-nol. Gua bakal tetep tabrak siapa pun yang coba lewatin garis tengah!"

Sebelum melangkah kembali ke terowongan pemain, Velix memfokuskan pikirannya untuk memeriksa menu Sistem yang melayang samar di sudut matanya.

[Kondisi Fisik Tuan Rumah: 85% (Mengalami kelelahan mikro akibat benturan fisik)]

[Efek Ramuan Pemulihan Premium: Menjaga stabilitas otot kaki dari risiko kram sebesar 70%]

[Tingkat Sinkronisasi "Sentuhan Pertama Sutra": 12% -> 14%]

[Kalkulasi Sisa Waktu Misi Utama: 40 Menit Menuju Penentuan]

Velix merasakan otot paha dan betis tubuh 163.5cm nya sedikit berdenyut. Benturan-benturan fisik dan sliding tackle krusial di menit-menit akhir babak pertama tadi mulai memberikan tekanan pada tubuh remajanya. Namun, struktur ototnya yang telah dipadatkan oleh Sistem membuatnya jauh lebih tangguh daripada anak-anak seusianya.

Saat berjalan keluar menuju lapangan yang kembali diterangi terik matahari sore, Velix berpapasan dengan skuad SMP 21. Suasana di kubu lawan tampak sangat tegang. Reyhan berjalan di barisan paling depan dengan rahang yang mengeras dan tatapan mata yang dipenuhi amarah yang membara.

Reyhan melirik Velix, matanya menyipit tajam. "Nikmatin empat puluh menit terakhir lu, bocah. Babak kedua bakal jadi neraka buat tim lu."

Velix menghentikan langkahnya sejenak. Alih-alih terintimidasi, efek pasif Cold-Blooded Mentor milik Lampard menjaga detak jantungnya tetap tenang di angka 74 BPM. Velix menatap lurus ke mata sang monster dengan senyuman hangat yang penuh misteri.

"Gua udah pernah ngerasain neraka yang lebih parah dari ini, Rey. Siapkan kaki lu, karena gua nggak bakal kasih lu napas," balas Velix tenang, lalu berjalan melewatinya menuju lingkaran tengah.

Peluit babak kedua akan segera dibunyikan. Cetak biru menuju gelar juara kecamatan kini memasuki babak penentuan yang sesungguhnya.

1
Riyanganz
semangat thor💪
Riyanganz
bagus 👍
Riyanganz
ringan ceritanya mengalir, semoga aja kedepannya ga boring ceritanya
Alia Chans
lanjut🌹✍️🤭
Wawan
Salam kenal buat Velix✍️
aldo
seru sekali 🙏🙏🙏🙏
aldo
ayo lanjut author 🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏
NoxVeil
Ayok like dan komen guys biar tambah smngt up nya💪😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!