Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.
Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.
Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.
Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3.2: Kencan!?
Diterima di alam yang mana? Surga tentunya. Kalau tidak, Neraka juga boleh sepertinya, hehehe.
Beberapa saat kemudian, Haruka Inoue membuka matanya perlahan begitupun keempat sisanya.
“Pertama-tama, maaf karena kami mengikat anda berdua. Bodyguard! Tolong lepaskan tali mereka!”
“Laksanakan, Haruka-sama.”
Wohoho! Semakin menarik saja dan sepertinya doa kami terkabul. Harus berterimakasih pada siapa ini?
Tuhan, terimakasih banyak telah membuat kami orang-orang yang beriman padamu dibebaskan dari hal buruk yang kemungkinan bisa terjadi.
Baiklah, tak perlu ku lanjutkan dan sekarang tali kami berdua sudah lepas. Yamada nggak kelihatan sedih lagi serta dirinya meletakkan kedua tangannya di atas meja.
“Kedua, ada tugas untuk kalian berdua, wahai para agent rahasia yang sedang menyamar.”
Apanya yang sedang menyamar? Sejak kapan kami berdua agent? Aku menatap Yamada dan mengedipkan mata.
Dia mengangguk dan ini menandakan bahwa aku dan dia akan berpura-pura di situasi ini.
Kalau tidak berpura-pura, kayaknya hidup kami bisa berakhir dengan cepat oleh orang-orang ini.
Hahaha, nasib kami sepertinya belum sebaik itu ya! Karena kurang beriman kah? Ahaha, terserahlah yang manapun itu, karena tidak penting-penting banget soalnya.
Lalu... Yamada memulai obrolan. “Apa yang bisa kami bantu hari ini, Haruka-sama?”
Keren! Itu baru Yamada dan aku diam saja deh. “Kematian seseorang menurut kalian menarik atau tidak?”
Kematian?. “Menurutku hal tersebut sangat mengerikan. Dalam hal menarik, jika tentang penguburannya, harusnya iya. Soalnya banyak bentuk kerennya, hehehe.”
“Bukan ke sana arah tujuannya lho, wahai Nomor 001 yang bagusnya masih sama seperti sebelumnya begitupun Nomor 002. Kukira kalian mati oleh ‘Black Evil’, untungnya masih hidup. Diriku sangat bersyukur sekali, hahaha.”
Dia ini bodoh atau apa? Memangnya kami berdua semirip itu dengan Nomor 001 dan 002 yang dimaksud olehnya?
Ahaha, terserahlah. Semoga saja ini hanya tentang permainan kata-kata. Karena masih diteruskan, menurutku belum selesai serta semakin seru saja.
Jadi pengen tahu kelanjutannya hingga akhir. Kira-kira kami akan ketahuan bohong atau tidak? Pastinya tidak.
Lalu... “Apa itu ‘Black Evil’? Aku lupa seperti biasa, hahaha.”
Diriku ini bodoh atau apa? Hehehe, terserahlah. Semoga saja nggak ketahuan. “Hah!!?? Kau masih saja lupa sia*an! Ku kira penyakitmu sudah nggak kambuh lagi lho, Tuan Takeuchi! Tuan Yamada, cepat beritahu dia!”
“Eh? O-oke.”
Yamada akan memberitahuku? Hahaha. Jadi seru banget! Kalau begini, sandiwara dilanjutkan kayaknya aku nggak masalah.
Hahaha, bisa menipu asyik juga ternyata. Kira-kira, Yamada bakal jawabnya kayak gimana? Semoga saja dirimu tidak membeberkan bahwa kita nggak lagi menipu mereka.
“A-anuu... I-itu... Ka-kalau tidak salah... Y-ya... Organisasi jahat pastinya, hahaha.”
Lu-lucu banget, hahahahaha!! Aduhh...! Kau ini bagaimana Yamada? Ternyata lebih jago aku daripada kau.
Ketahuan kah? Ini akhir kami kah?. “Sepertinya Tuan Yamada tidak sehat dan hal itu normal.”
Bisa gitu ya!. “Baiklah. Biar kami kasih tahu lagi. Jadi... ‘Black Evil’ adalah organisasi jahat asal pemerintahan yang mau membunuh kami para orang baik yang ingin menghancurkan rezim bobrok ini.”
Bawa-bawa pemerintah sekarang. Makin keren saja dan ini itu syuting atau apa dah? Kalau hanya akting, kalian semua terlalu berlebihan.
Aku juga akting dan bisa-bisanya masih saling sambung-menyambung menjadi satu. Oh benar! Yang ngomong itu bergiliran.
Untuk saat ini pria di sebelah kiri dekat Haruka Inoue yang berbicara. Kalau sebelumnya perempuan ke sebelah kirinya lagi pria yang berbicara.
Entah kenapa jadi ribet ya! Baiklah, singkatnya... Nomor 030 setelah Haruka Inoue, selanjutnya Nomor 061.
Lalu, di sebelah kanan kami ada Nomor 077 dan Nomor 099. Haruka Inoue sendiri Nomornya adalah 000.
Jumlah anggotanya lebih dari 77 orang kayaknya. Mungkin ratusan atau entahlah. Mereka yang ada di sini orang-orang penting kah! Y-yaa... Te-terserahlah.
“Begitu ya. Tugas kami selanjutnya apa? Menggulingkan pemerintahan atau apa?”
Hahaha, Yamada benar-benar memainkan perannya dengan sangat baik. Kau tadi gugup, sekarang tidak. “Tugas Tuan Yamada dan Tuan Takeuchi sayangnya berbeda.”
“Padahal kalian berdua adalah rekan bisnis yang keren dan maaf banget ya! Hahaha, tapi tenang saja. Karena... Masih ada rekan lain yang akan bersama kalian berdua.”
Rekan lain ternyata. Tiba-tiba malah main agent. Hahaha, lucu banget hari ini. “Oke, pertemuan hari ini dicukupkan dan kalian berdua bisa pulang ke rumah masing-masing. Semoga selamat sampai tujuan.”
1 jam kemudian...
“Akhirnya kita sampai di kuburan tempat klient terakhir berada. Tempat lainnya kayaknya tipuan dan kebagiannya di sini. Aku nggak mau lagi kembali ke tempat cewek aneh atau Haruka Inoue berada.”
“Ahaha, aku sependapat denganmu, Yamada. Lalu... Sekarang kita harus bagaimana? Karena sudah terlanjur menipu mereka, haruskah dilanjut atau tidak usah?”
“Tidak usah. Lupakan saja dan kau tak perlu khawatir Takeuchi-kun, calon istrimu ini akan menjagamu dengan baik.”
Ngomong apa lagi kau ini!?. “A-ahaha. Te-terserahmu saja, Yamada. Aku tidak terlalu mengerti maksudmu. Intinya, di kuburan ini harus menemui siapa?”
“Namanya Takada. Hanya itu saja yang tertera dan gender juga usianya tak tercantum di data kita. Penampilannya sangat berbeda dari yang lain.”
Wohoho! Yang terakhir sepertinya lebih menarik daripada sebelum-sebelumnya. Semoga saja nggak tiba-tiba jadi semacam agent lagi.
“Penampilannya berjubah abu tua, bertopeng hitam legam, dan suaranya sangat imut, namun sayangnya bukan cewek. Berarti dia ini cowok kah?”
“Harusnya iya dan di mana dia sekarang?”
Kami berdua melihat ke sekeliling dan tidak menemukan tanda-tanda Takada berada.
Kalau dari namanya cowok, harusnya cowok kan!? Dia bukan cowok yang menyamar jadi cewek walau suaranya imut kan!?
“Halo semuanya! Selamat datang di kuburanku. Namaku Takada, jenis kelaminku bisa laki-laki atau perempuan. Senang bertemu kalian berdua, Takeuchi Hideki dan Ryugami Yamada.”
Kemunculannya tidak mengagetkan karena ada di hadapan kami berdua ketika dirinya sedang berjalan pelan dari arah kiri atau tempat Yamada berdiri.
“Be-begitu ya. Untuk sekarang, bagaimana kalau langsung ke intinya saja? Aku pengen cepat-cepat pulang ke rumah soalnya, hehehe.”
Perkataanku tidak salah kan? Pastinya. “Oh benar juga! Kalian berdua sudah mengalami banyak sekali perjalanan panjang. Untuk singkatnya, bisa tolong galikan kuburan untukku! Diriku pengen merasakan rasanya dikubur soalnya.”
Bukankah ini namanya pembunuhan yang diinginkan korban? Kami berdua akan menjadi pelaku tak bersalah kan!
Karena ini permintaan klient, kami berdua awalnya ragu, namun karena ditawarkan sesuatu yang menarik, jadinya terima-terima aja.
Sesuatu yang menarik itu apa? Miliaran uang untuk perusahaan tempat kami kerja dan ribuan untuk masing-masing.
Saling support sabi kali ya😉