Kisah Seorang wanita Angel Abraham yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya, laki - laki yang berjanji mencintai dia dengan tulus, ternyata di jodohkan dengan pilihan omanya karena luka lama omanya . Kenyataan pahitnya dia harus berpisah dengan suami karena nyawanya sebagai taruhan, disaat dia sedang mengandung anak dari buah cinta mereka. Bagaimanakah nasib cinta seorang Angel Abraham??? Apakah suaminya menyesal???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Korea
Pagi - pagi Angel dan Aaron serta Dion dan Rido sudah di pabrik pengolahan melihat proses pembuatan kosmetik. Di Korea ini sudah melewati ijin pakai seperti BPOM di Indonesia. Rencananya Dion yang akan membawa produk ini untuk di daftar merek dagangnya. Kemudian di lanjutkan dengan foto shoot.
Aaron begitu kagum melihat istrinya dengan gaya berbagai foto. Aaron sangat cemburu, namun dia berusaha menahan perasaannya.
"Aku cemburu sayang. Aku menyesal menyetujui rencana Dion ini."
"Kak,.... Adek suka."
"Kamu nakal sayang. Kakak akan hukum kamu. Biar ada ade lagi buat Teo."
"Sayang.... Teo masih kecil. Ade mohon maaf kemarin ade sudah pasang implan KB."
"Angel Abraham, bagus ya buat hal itu kakak ngak tau."
"Maaf sayang."
"Kamu akan di hukum sayang."
"Kak...."
"Sebentar di kamar penjelasannya. Biar kamu bisa tahu volume hukumannya."
Percuma Angel memberi alasan, karena hukumannya tetap akan di terima Angel hanya volumenya yang berbeda tergantung alasannya.
"Dasar Napsu." Aaron hanya tersenyum setelah memberi ciuman mesra di bibir istrinya.
Selesai foto, mereka sudah membahas disainya. Aaron sangat jago dalam hal ini karena dia teknik desain. Aaron sudah membuat dan Angel sangat senang dengan look final prodak mereka. Malam ini Dion akan berangkat duluan menuju Jakarta untuk mengurus ijin produksi dan pemasaran dengan membawa sampel produk M'Women. Dion sudah tidak mampir ke hotel lagi. Dia langsung ke bandara.
Di kamar hotel seperti apartemen. Sudah ada orangtua dan anak - anaknya. Hang She juga ada. Angel dan Aaron sangat berterima kasih kepadanya.
"Mami, suster juga pintar bahasa Korea."
"Kan suster dulu yang jaga Kaka Ethan dari bayi di Korea."
Angel bahagia sekali mendengar cerita mami dan papinya juga Ethan anak pertama.
"Papi, beli lagi rumah Ethan yang ada disini??"
"Ngak bisa sayang itu kan sudah jadi milik orang."
"Tetapi di situ dibawa bunga ada ari - arinya Ethan."
Anak - anak sudah tidur terlelap. Angel yang menemani mereka pun tertidur di kamar opa dan omanya. Karena anak - anak tidur dengan oma dan opanya juga suster di kamar yang besar. Aaron yanh mau tidur, ke kamar tidak mendapati istrinya. Dia langsung menuju ke kamar anak dan orangtuanya. Dan benar wanita yang dia cintai sudah tertidur lelap. Tanpa mengganggu yang lain Aaron langsung mengangkatnya.
"Kasihan sudah tidur, biarkan saja tidur disitu."
"Ngak pi, Aaron ngak bisa tidur kalau ngak sama dia."
"Alasannya kamu nak."
Aaron hanya tersenyum. Dia membawa istrinya ke kamar mereka. Dan di taruh di kasur mereka.
"Wanita nakal, jangan kamu kira bisa menghindar dari hukuman Angel Abraham."
Dicium istrinya yang sudah terlelap. Dia tahu hari ini, istrinya sangat kelelahan. Dan dia akui kerja keras istrinya. Aaron mencium bibir istrinya dan membelai rambutnya.
"Kamu hebat sayang. Hal ini yang membuat aku sangat mencintai mu, aku tidak bisa pisah darimu sayang."
Aaron pun kembali mencium dan langsung memeluk istrinya dan dia pun tertidur sambil memeluk istri yang sangat dia cintai.
Hari ini mereka kembali ke Bali, namun menggunakan pesawat jet pribadi punya Benaya Company. Dan semalam pesawat itu sudah ada di Korea. Pagi jam sepuluh waktu Korea mereka akan berangkat dan akan tiba jam dua siang waktu Bali.
Anak - anak sudah bangun. Rido sudah membeli cemilan dan kue serta makanan serta berbagai minuman buat di pesawat. Angel dengan bantuan mami dan suster sudah menyiapkan anak - anak.
"Pi, apa semalam Angel balik ke kamar Angel??"
"Suami posesifmu yang membawa kamu dalam keadaan tertidur lelap."
"Kenapa sayang??? Kamu keberatan??? Ingat kamu masih ada hutang hukuman yang belum di laksanakan."
"Jangan sering di hukum istrinya. Kasihan."
"Kasihan kenapa Mi??"
"Entar ada Teo punya adek lagi."
"Itu rencana Aaron mi."
"Ngak dulu ya kak. Jangan asal ngomongnya."
Aaron tertawa, papi Paul hanya tersenyum. Mami geleng - geleng kepalanya. Angel mukanya cemberut.
"Kakak ngak suka muka seperti itu." Aaron mencium di semua muka istrinya dan berakhir di bibir.
Mereka menikmati lima jam penerbangan di pesawat jet pribadi. Ada kamar, jadi Teo dan Ethan bisa tidur. Namun lima jam penerbangan ini. Ethan asik mengambar di ipadnya sedangkan Teo tertidur lelap. Kursi - kursi di pesawat jet ini, besar dan nyaman. Sehingga Angel bisa tertidur lelap di samping suaminya. Sedangkan di depan kursi mereka yang saling berhadapan ada Rido dan Ethan. Aaron mencium istrinya yang sudah tidur.
"Papi, sayang ya sama mami."
"Iya dong. Ethan dan Teo juga kalau sudah besar harus menyayangi mami. Ingat mami itu Wanita hebat yang sudah melahirkan Ethan dan Teo."
"Iya Ethan sangat sayang mami."
Mereka sudah tiba di Bali, pada pukul dua siang. Mereka langsung menuju restoran masakan Bali. Selesai makan mereka ke rumah. Kemudian Ethan berenang bersama papinya, begitu juga dengan bayi delapan bulan itu. Opa yang awalnya tidak mau berenang, akhirnya pun berenang. Tiga generasi ini berada di kolam. Mereka berempat sangat tampan.
Seperti biasa setelah satu minggu libur, Angel sudah kembali bekerja. karena seminggu cuti, maka hari ini, banyak sekali pasiennya. Di antara mereka ada kakaknya Kimberly bersama dengan dia di antrian pasien yang menunggu giliran bertemu dokter.
"Terima kasih dokter Angel, sudah menolong kakak saya."
"Sudah tanggung jawab saya sebagai dokter."
"Bagaimana luka operasi kakak saya."
"Karena sudah seminggu, berarti pasti jahitannya sudah kering."
Angel langsung mempersilahkan pasien berbaring dan Angel memulai tindakan. Setelah semua jahitan di lepaskan dia memberi obat salep dan atas bantuan Lita nersnya menutup luka itu. Angel meresepkan obat salep.
Ijin BPOM sudah keluar. Rido kembali ke Korea mengurus kedatangan produk yang bungkusannya sudah diberi nama. Baliho besar serta iklan di layar vidio tron. Peluncuran produk akan dilaksanakan dua hari lagi. Baju yang akan digunakan oleh Angel dan Aaron sudah disiapkan.
"Dokter cantik sekali. Aku lihat foto - foto dokter di vidio tron."
"Terima Lita."
"Itu usaha dokter???"
"Iya."
Angel memberikan satu paket produk baru yang baru di lucurkan besok buat Lita. Dan responnya sangat bersukacita. Tanpa tunggu lama - lama dia langsung menggunakan produk itu.
"Dokter lipstiknya keren. Warna kesukaanku. parfumnya juga, bedak dan handbody juga." Lita langsung memeluk dokter Angel. Karena besok Angel ada kegiatan. Maka sore ini dia mengunjungi pasiennya di ruangan - ruangan bersama Lita dan ners yang bertugas di ruangan mereka. Jelas penampilan Lita dan aroma tubuhnya harum. Selesai kunjungan Lita membantu ners di ruangan membuat laporan.
"Lit, kamu beda sekali. Lipstik kamu bagus."
"Ini dari dokter Angel." Lita memperlihatkan lipstiknya.
"Pasti ole - ole liburan dari luar negeri tuh."
"