NovelToon NovelToon
TURUN RANJANG : ANTARA BENCI DAN OBSESI ADIK IPAR

TURUN RANJANG : ANTARA BENCI DAN OBSESI ADIK IPAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Bad Boy / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Regazz

"Apa-apaan sih loe, pincang! Jangan sok kecantikan deh. Lebih baik pakai baju loe sana! Loe pikir gue bakalan tertarik apa sama loe!" ujar Zayn berkata kasar pada istrinya saat malam pertama mereka.

Varisha Salsabilla Jannah.

Gadis pincang yang baru saja kehilangan suami sekaligus calon anaknya.
Ia bahkan terpaksa harus menikah dengan adik iparnya sendiri, yaitu Zayn Alkautsar.
Adik ipar yang membenci dirinya.

Apakah pernikahan terpaksa ini akan berakhir mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Regazz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 benci karna menikahi Adam

Bab 23—

Flashback...

Varisha baru saja tiba di depan sebuah minimarket yang ia kunjungi tadi.

"Apa? Sudah tutup?!" Varisha melihat minimarket tersebut sudah tutup.

"Aku harus cari ke mana minimarket malam-malam begini?" Varisha akhirnya mendudukkan dirinya di bahu jalan. Ia pun memijat pelan kaki kanannya.

Kakinya yang cacat begitu sakit sekali karena seharusnya ia tidak berjalan terlalu jauh ke sana kemari.

"Kamu tega, mas.”lirihnya lagi sambil menyeka cepat air matanya yang mendadak ingin keluar.

"Nona cantik kenapa keluar malam-malam?" tanya seorang pria dengan wajah menakutkan dan pakaian yang berantakan. Bahkan, di tubuhnya tercium bau alkohol.

Bukan hanya satu orang melainkan tiga sekaligus. Mereka menatap Varisha dengan tatapan tidak menyenangkan.

Varisha langsung menoleh dengan tatapan takut.

"Kakinya sakit ya? Mau kami pijitin nggak? Kebetulan disekitar sini ada hotel kecil-kecillan, muat kok untuk kita berempat hehehe~" sahut pria lainnya.

Perasaan Varisha mulai tidak enak. Ia langsung bangkit dan segera mengambil tongkatnya. Namun, salah satu pria itu langsung mengambil tongkat tersebut dan membuangnya ke seberang jalan.

"Tongkatku!" seru Varisha panik.

"Gak perlu tongkat deh kayaknya. Kalau aku gendong aja gimana?" tanya pria asing itu lagi semakin mendekat.

"Jangan mendekat! Atau aku akan teriak kencang!" ancam Varisha dengan tatapan tajam. Tak dipungkiri juga ia merasa takut sekali.

"Hahaha... coba saja~" ejek mereka. Seolah mereka tahu jika Varisha berteriak akan percuma saja. Jalanan sudah sangat sepi sekali, ditambah tak ada satu pun lagi kendaraan yang lewat.

Salah satu dari mereka langsung menggapai tangan Varisha.

"Tidak! Tolong lepaskan aku!" teriak Varisha.

"Suaranya bagus juga, ya. Gimana kalau langsung ku cium saja."

Varisha mulai memberontak mencoba melepaskan diri. Namun, jumlah mereka terlalu banyak.

"TOLONG!" teriak Varisha sekuat tenaga.

Tak lama...

Bugh!

Varisha kaget melihat ketiga pria yang mengganggunya kini dihajar oleh seseorang.

Zayn?

Ia mengira itu adalah Zayn. Namun, saat wajahnya terlihat di bawah pantulan cahaya lampu jalanan, baru ia sadar.

Ia adalah Brian.

"Brian!"

"Kamu gak apa-apa, kan?"

Varisha masih ketakutan, ia melihat mereka bertiga sudah babak belur dihajar oleh Brian.

"Aku gak apa-apa." jawab Varisha yang sontak langsung menangis ketakutan.

Buru-buru Brian membawa Varisha ke dalam pelukannya.

"Tenang, kamu sudah aman sekarang. Ayo aku antar pulang."

Varisha mengangguk. Brian langsung mengambil tongkat kayu milik Varisha yang berada di seberang jalan.

"Makasih Brian. Kalau tidak ada kamu, entah apa yang akan terjadi padaku." ucap Varisha dengan wajah masih ketakutan.

Brian tersenyum tipis.

"Ayo aku antar. Di mana hotelmu?" tanya Brian.

••••

Kini, Brian dan Varisha sedang berjalan di koridor kamar hotel. Brian yang merangkul pundak Varisha dari samping. Sebab, saat berjalan ia melihat Varisha yang nampak kesusahan.

Varisha awalnya menolak. Takut akan ada yang salah paham melihat mereka begini.

"Tidak apa-apa, Varisha. Daripada kamu jatuh, lagian kondisimu saat ini sangat genting." ujar Brian.

"Baiklah," Varisha akhirnya pasrah.

"Oh ya, kenapa kamu keluar malam-malam begini? Mana suamimu?"

Varisha langsung panik, apa yang harus ia katakan?

Apa ia harus mengatakan segalanya?

Akh, tidak mungkin.

Bagaimanapun ini adalah urusan rumah tangganya.

"Dia—dia—" wanita itu terlihat gugup.

"VARISHA!"

Varisha mendongak dan dari kejauhan ia melihat Zayn yang berdiri di ambang pintu dengan wajah murka. Tak hanya dia, Brian juga kaget.

Brian langsung mengantar Varisha dengan cepat.

"Kenapa suamimu berteriak begitu?" tanya Brian bingung.

Varisha hanya diam saja. Ia menundukkan kepalanya. Tatapan tajam milik Zayn sungguh membuat dirinya takut.

Kenapa Zayn terlihat begitu marah?

Apa karena melihat ia berjalan dengan pria lain?

Tidak mungkin.

"Maaf pak Zayn, tadi istri anda—"

Belum sempat Brian berkata, Zayn langsung menarik tangan Varisha dengan paksa.

"Jangan peluk istri gue dan jangan dekati dia lagi." tegas Zayn menatap Brian dengan tajam dan marah.

Brian merapikan kacamata miliknya.

"Tapi, saya tidak bermaksud. Tadi saya hanya—"

"Gue gak butuh penjelasan dari lu, sekarang pergi!" usir Zayn dan langsung menutup pintu.

Varisha semakin takut. Bahkan, ia lebih takut pada Zayn daripada ketiga pria asing tadi. Aura Zayn begitu gelap saat ini. Bahkan, setelah menutup pintu pria itu masih bergeming di sana.

"Mas~" lirih Varisha pelan sekali.

Zayn langsung berbalik. Matanya merah, rahangnya mengeras dan tatapan matanya berlipat kali lebih tajam.

"Gue nyuruh loe pergi ke minimarket. Bukannya jalan dan pelukan sama cowok mata empat igy!" Zayn langsung menarik ujung jilbab Varisha ke belakang.

Jarak wajah mereka begitu dekat sekali. Varisha menatap Zayn dengan tatapan takut serta menahan perih di bagian ujung jilbabnya.

Ia mencoba menahan tangan Zayn.

"Sakit mas. Aku bisa jelaskan semuanya."

Zayn langsung membawa tubuh Varisha dengan masih menarik ujung jilbabnya. Ia bahkan mengambil tongkat Varisha dan melemparnya ke sembarang arah.

Membuat Varisha jadi tersungkur jatuh ke lantai. Tubuhnya begitu sakit menghantam lantai keras tersebut.

"Dasar tukang selingkuh!" hardik Zayn.

Varisha menggeleng cepat dengan posisi terduduk, mencoba menjauhi Zayn.

"Aku gak selingkuh,mas. Kamu salah paham, Brian hanya ingin—"

"Ingin apa hah?!"

Varisha menggeleng dengan cepat. Air matanya turun semakin deras saja.

Hal itu membuat adinda yang sedang asyik tidur nyenyak di atas ranjang milik Zayn seketika langsung bangun.

"Ada apa ini Zayn? Eh, dan loe ke mana aja dari tadi?" tanya adinda saat melihat Varisha sudah kembali.

Posisi wanita itu begitu menyedihkan sekali. Hal itu semakin membuat adinda tersenyum senang.

Zayn masih memunggungi adinda.

"Kamu kembalilah ke kamar. Aku akan membuat perhitungan dengan si pincang ini dulu." titah Zayn pada adinda.

"Tapi, Zayn—"

"Dengarkan perkataanku."

Melihat nada bicara Zayn yang berbeda, adinda langsung dengan cepat bergegas pergi.

Cklek!

Pintu kamar hotel tertutup rapat.

Melihat hal itu Zayn langsung menarik tangan Varisha dengan kasar. Membawa tubuh wanita itu ke dalam kamar mandi.

"Ampun mas, sakit!" Varisha mencoba melepaskan tangannya.

Zayn tak peduli.

Ia seolah tuli saat ini.

Zayn langsung memasukkan tubuh Varisha ke dalam bak mandi. Pakaian Varisha langsung basah kuyup.

Bukan air hangat melainkan air dingin.

Dingin sekali.

"Dingin, mas~" Varisha mulai menggigil.

"Ini pelajaran untuk cewek tukang selingkuh macam lo!" tegas Zayn menunjuk tepat di wajah Varisha.

Varisha mengenggam kedua tangannya yang menggigil, menatap Zayn dengan tatapan nanar.

"Apa salahku padamu, mas? Kenapa kamu jahat padaku?" tangis Varisha.

"Gue jahat? Bukankah, loe ya yang jahat sama gue?" tanya Zayn balik sembari mencengkeram kedua pipi Varisha dengan satu tangan.

Varisha memberontak. Cengkeraman tangan Zayn begitu sakit sekali.

"Apa salahku? Apa karena aku cacat dan miskin, kamu jadi begini?”

"Iya. Iya. Gue benci karena loe cacat dan miskin. Dan gue makin benci karena loe menikah dengan Adam.”ucap Zayn dengan penuh emosi.

Varisha terkejut mendengar ucapan Zayn barusan.

'Apa dia masih...'batin Varisha.

"Dasar cewek matre!" potong Zayn.

"Aku gak matre! Dan aku tulus sayang sama kamu, mas."

"Oh ya?" Zayn malah menarik ujung rambut Varisha.

"Sakit,mas." lirih Varisha sambil menangis.

"Kalau loe memang mencintai gue. Buktikan! Buktikan! Buktikan loe bisa bertahan dengan ini."

Ia langsung melepaskan rambut Varisha dengan kasar.

"Hiks... hiks..." Varisha kembali menangis.

Ucapan Zayn seolah adalah tantangan untuk dirinya.

Zayn langsung turun dari atas bak mandi. Ia menuju pintu kamar mandi dan membukanya, hingga terdengar suara pintu terkunci dari luar.

Tentu saja hal itu membuat Varisha kaget.

"Mas! Mas zayn!" panggilnya sembari membuka knop pintu yang memang dikunci sengaja oleh Zayn.

"Mas buka pintunya,mas!" teriaknya. Tubuhnya sudah basah kuyup dan ia menggigil hebat.

Zayn terlihat berdiri di balik pintu kamar mandi.

"Kalau loe beneran cinta sama gue, buktikan loe tidur di sana malam ini." kata Zayn lalu pergi.

Varisha masih mengedor pintu.

"Mas zayn buka! Aku kedinginan mas!" panggil Varisha yang mengedor pintu dengan posisi terduduk di lantai.

Ini tantangan atau cara agar Zayn bisa menyiksanya secara perlahan?

"Brrr~ dingin~"

Varisha mencoba memeluk erat tubuhnya sambil menggosok kedua tangannya. Lantai kamar mandi ini juga semakin terasa dingin menusuk tubuhnya.

To be continue...

1
Emi Sudiarni
gemesin bngat zayn. ktanya ngah suka vrisha tpi lihat varisha dkat dgn laki 2 lain kok mrah😄😄😄
Emi Sudiarni
lanjut
.. smangat untuk kak author .. sdah ngh sbar nungu bab berikutnya
Regazz: terimakasih🙏☺️
total 1 replies
partini
jajat bngt BUCIN nanti kamu
Emi Sudiarni
senang de lihat zayn cemburu
Tamirah
Jadi wanita jangan bodoh bodoh amat, walau kamu cacat sedikit saja punya harga diri lu disiksa diperkosa ngapain gk pergi dr rumah itu....!
Emi Sudiarni
lanjut kak seru bngat
Emi Sudiarni
kok cuma satu bab kak,,
Emi Sudiarni
yg sabar varisha. entar zayn bucin ama kamu..
6690
awas aja kalau Zayn udah bucin
Emi Sudiarni
mantap kak, lanjut..
Emi Sudiarni
Brian cemburu🤣🤣
Emi Sudiarni
buat mantan ny ngejar varisha. biar zayn ngah pnya ksempatan dgn adinda🤣adinda
Emi Sudiarni
buat zayn cemburu di sana... semisal varisha ketemu mantan🤭🤭
Emi Sudiarni
keterlaluan bangat zayn
Emi Sudiarni
lanjut kak 💪💪
Emi Sudiarni
ngemesin bngat zayn..
Emi Sudiarni
hadirkan kak pria yg pnya perasaan ama varisha, biar zayn terbakar cemburu 🤣🤣🤣
Emi Sudiarni
tega nya adam
Emi Sudiarni
bgus novelnya kak. smga tambah suksez
Regazz: makasih☺️
total 1 replies
Emi Sudiarni
kasihan bngat varisha, klw zayn Sring hina. kmu. ya cuekin aj. ngah perlu kasih 2 perhatian.. nanti dia akn sdar jga.. 😄😄Lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!