NovelToon NovelToon
Aku Ternyata Putra Kaisar Wanita Dinasti Zhou

Aku Ternyata Putra Kaisar Wanita Dinasti Zhou

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah sejarah
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RRS

Yudi seorang pria dari dunia modern terlempar ke Tahun 700 masehi di pulau Buton, saat ayahnya meninggal Ayahnya mengatakan Bahwa ibunya ada di Bumi bagian utara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 26: Penyatuan Matahari dan Rembulan ​

​15 Desember 700 Masehi — Istana Agung Islamabad

​Islamabad tidak pernah terlihat semegah ini. Kota yang baru sebulan lalu merupakan hamparan tanah di Potohar, kini telah menjelma menjadi metropolis futuristik yang memadukan arsitektur Islam klasik dengan estetika teknologi tinggi. Di pusat kota, Istana Kepresidenan Rahmad berdiri dengan kubah-kubah emas yang dilapisi panel surya transparan, berkilauan di bawah sinar matahari musim dingin yang sejuk.

​Hari ini adalah hari yang akan dicatat oleh sejarah: Pernikahan Agung antara Kaisar Yudi Rahmad, Sang Penakluk dari Utara, dengan Putri Yue Qing dari Dinasti Zhou. Ini bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan penggabungan dua kekuatan terbesar di dunia—Dinasti Rahmad yang memiliki kekuatan militer mutlak dan Dinasti Zhou yang memiliki pengaruh politik luas di Timur.

​Pesta Pernikahan yang Melampaui Zaman

​Pesta pernikahan ini dihadiri oleh para raja vasal dari seluruh India, utusan khusus dari Khalifah Abbasiyah di Bagdad, serta seluruh pejabat tinggi Dinasti Zhou yang dipimpin langsung oleh Maharani Wu Lin. Di lapangan luas Islamabad, rakyat berpesta dengan makanan yang berlimpah, sementara jet-jet tempur melakukan manuver flypast dengan melepaskan asap berwarna-warni yang membentuk simbol cinta di langit.

​Di dalam aula utama istana, suasana terasa begitu sakral. Yudi berdiri di atas pelaminan dengan pakaian kebesaran Islamabad—sebuah jubah putih sutra dengan bordir benang perak berbentuk geometri, dipadukan dengan tanda pangkat emas yang menunjukkan posisinya sebagai Panglima Tertinggi. Tak lama kemudian, pintu aula terbuka lebar. Yue Qing melangkah masuk, didampingi oleh Wu Lin yang menatap putranya dengan binar mata penuh kebanggaan.

​Yue Qing terlihat luar biasa cantik. Ia mengenakan gaun pengantin yang memadukan gaya hanfu Zhou dengan sentuhan modern. Gaunnya berwarna merah marun gelap dengan hiasan permata yang bercahaya berkat teknologi mikro-LED yang disematkan secara halus, membuatnya tampak seperti dewi yang turun dari langit bertabur bintang. Matanya yang merah delima berkaca-kaca saat menatap Yudi yang telah menunggunya dengan senyum tenang.

​Setelah prosesi akad nikah yang khidmat, Yudi melangkah maju ke tengah aula untuk menunjukkan kemampuan sastranya—sebuah tradisi yang sangat dihargai di lingkungan istana. Yudi memejamkan mata sejenak, mengakses nuraninya, dan merangkai kata-kata yang tulus bagi permaisurinya.

​Syair untuk Yue Qing: Takdir di Balik Salju

​"Dahulu aku adalah pengelana di antara puncak bersalju,

Membawa beban baja dan mimpi yang beku,

Hingga matamu yang delima memecah sunyi,

Membakar dingin menjadi api yang abadi.

​Bukan pedangku yang menaklukkan Bharat,

Bukan tankku yang meruntuhkan benteng-benteng kuat,

Melainkan bayanganmu yang menari di setiap fajar,

Membuat langkahku tak pernah gentar.

​Hari ini, Islamabad menjadi saksi,

Dua dunia menyatu dalam satu janji,

Engkau adalah pelabuhan dari segala pertempuran,

Tempatku pulang, tempatku menemukan ketenangan."

​Suara Yudi yang berat namun lembut menggema, membuat para tamu terpaku. Yue Qing menutup mulutnya dengan tangan, terharu mendengar bait-bait romantis dari pria yang biasanya memerintah sejuta pasukan. Yudi kemudian melanjutkan dengan sebuah puisi pendek:

​Puisi: Rembulan di Atas Islamabad

​"Matahari membakar gurun, Bulan mendinginkan malam,

Dua jiwa bertemu dalam takdir yang terpendam.

Tak perlu lagi aku mencari surga di balik awan,

Sebab di sampingmu, seluruh duniaku telah terselamatkan."

​Tepuk tangan bergemuruh. Maharani Wu Lin tersenyum bahagia melihat putranya kini telah menemukan pendamping hidup yang sepadan di singgasana yang ia bangun sendiri.

​Malam Pertama: Penyatuan di Puncak Keintiman

​Setelah pesta berakhir, Yudi membimbing Yue Qing menuju kamar pengantin mereka di menara tertinggi istana. Kamar itu memiliki jendela kristal besar yang memperlihatkan gemerlap lampu Islamabad di bawah naungan rembulan. Di dalam kamar, aroma minyak gaharu dan mawar menyambut mereka. Yudi menutup pintu secara perlahan, menciptakan dunia yang hanya milik mereka berdua.

​Yudi mendekati Yue Qing yang berdiri menatap rembulan. Ia melingkarkan lengannya di pinggang ramping Yue Qing dari belakang, mendaratkan kecupan hangat di tengkuk leher istrinya. Yue Qing mendesah pelan, menyandarkan tubuhnya ke dada bidang Yudi yang kokoh.

​"Akhirnya kita hanya berdua," bisik Yudi lembut.

​Yue Qing berbalik, menangkup wajah Yudi dengan kedua tangannya. "Aku milikmu sekarang, Yudi. Sepenuhnya. Aku adalah istrimu."

​Yudi menatap dalam ke mata merah delima itu sebelum menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang penuh kerinduan. Ciuman itu dimulai dengan kelembutan yang dalam, sebuah eksplorasi rasa yang penuh romansa, sebelum perlahan berubah menjadi lebih menuntut dan panas seiring detak jantung mereka yang semakin cepat.

​Yudi mengangkat tubuh Yue Qing dengan ringan, membawanya menuju ranjang besar berselimut sutra. Dalam temaram cahaya yang hangat, Yudi perlahan melepaskan kancing-kancing rumit pada gaun pengantin Yue Qing. Setiap inci kulit putih Yue Qing yang tersingkap disambut dengan kecupan hangat, membuat Yue Qing menggeliat dalam kenikmatan yang memabukkan.

​Gairah di antara mereka meluap bagaikan ombak yang menghantam karang—kuat, tak terbendung, namun penuh dengan kasih sayang yang dalam. Di dalam keheningan malam, hanya terdengar napas yang memburu dan bisikan-bisikan cinta yang intim. Yudi memperlakukan Yue Qing dengan kelembutan luar biasa, seolah ia sedang menjaga permata paling berharga di alam semesta, sementara Yue Qing membalas setiap sentuhan dengan gairah dan cinta yang meluap-luap.

​Penyatuan mereka malam itu adalah puncak dari segala badai peperangan yang telah mereka lalui. Di puncak keintiman mereka, Yudi berjanji untuk menjaga wanita ini dengan seluruh kekuatannya. Saat fajar mulai menyingsing di cakrawala Islamabad, mereka berbaring berpelukan di bawah selimut sutra, lelah namun dipenuhi kebahagiaan yang sempurna.

​Statistik Kerajaan Dinasti Rahmad (Pasca Pernikahan)

​Ibu Kota: Islamabad (Pusat Pemerintahan & Teknologi).

​Total Luas Wilayah: 5.200.000 Kilometer Persegi.

​Total Populasi: 72.000.000 Jiwa.

​Penduduk Muslim: 13.875.600 Jiwa.

​Status Kaisar: Menikah (Permaisuri: Yue Qing).

​Aliansi Utama: Aliansi Bulan-Matahari (Rahmad-Zhou) & Aliansi Sabit (Rahmad-Abbasiyah).

1
anggita
ikut dukung like👍, iklan☝☝aja, moga novelnya lancar.
Aisyah Suyuti
good
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua kedua itu thor
Fajar Fathur rizky
update yang banyak thor bikin mcnya membuat Kekaisaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!