NovelToon NovelToon
Saat Takdir Menautkan Hati

Saat Takdir Menautkan Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rani Ramadhani

Sejak bangku taman kanak-kanak, sekolah dasar, menengah, hingga ruang kuliah, mereka selalu dipertemukan, seolah takdir tak ingin memisahkan langkah keduanya. Namun perbedaan watak dan sifat menjadikan mereka dua kutub yang selalu berlawanan, sering berselisih paham atas hal-hal kecil, dan saling memandang dengan dingin. Kini, dua jiwa yang dulu saling menjauh dan penuh pertikaian, terpaksa disatukan dalam satu ikatan pernikahan. Di atas janji yang tertulis di atas kertas, tersembunyi sebuah tanya besar: mungkinkah benci yang lama terjalin perlahan meleleh, berubah menjadi rasa cinta yang tumbuh diam-diam di tengah perbedaan dan perselisihan yang selama ini ada di antara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persiapan Hari spesial

Tanpa terasa, kalender sudah menunjuk ke akhir bulan. Angin malam yang mulai bertiup lebih sejuk seolah ikut mengabarkan bahwa tanggal spesial itu telah tiba. Hari ulang tahun Vira.

Farzhan Ibrahim, yang biasanya tidak terlalu peduli dengan tanggal-tanggal perayaan atau momen istimewa, kali ini justru diam-diam bersemangat luar biasa. Ia berniat merayakannya. Tidak perlu pesta besar atau mewah yang mengundang banyak orang, melainkan suasana yang hangat, akrab, dan penuh kebahagiaan. Dan yang paling penting baginya adalah ia ingin melihat senyum bahagia terpampang jelas di wajah istrinya.

Untuk memastikan rencananya berjalan lancar, Farzhan punya strategi khusus. Ia mengundang dua orang yang ia anggap sebagai bintang tamu utama selain dirinya sendiri: Meisya dan Haikal.

Pagi itu, di ruang kerjanya yang beraroma kopi dan kertas dokumen, Farzhan sedang berbicara di telepon. Wajahnya tampak serius dan dingin seperti biasa, namun ada sedikit kilatan senyum tipis yang tersembunyi di sudut bibirnya.

"Halo? Meisya? Iya, ini Farzhan. Bagaimana kabarmu?"

Di seberang sambungan telepon, Meisya — sepupu sekaligus sahabat dekat Vira — terkejut setengah mati hingga suaranya melengking kaget.

"Hah?! FARZHAN?! Kenapa kamu yang menelepon?! Aneh sekali! Biasanya kan Vira atau Bibi Shaffa yang menghubungi! Apa kamu mau menagih utang, atau mau memarahiku lagi karena ingin mengajak Vira pergi berjalan-jalan?!"

Farzhan terkekeh pelan, suara rendanya terdengar tenang. "Bukan begitu. Santai saja. Aku ingin mengundangmu. Besok adalah hari ulang tahun Vira, bukan? Aku berniat mengadakan acara makan malam kecil di rumah. Kamu dan Haikal wajib datang. Bawakan kado yang bagus, jangan barang yang murahan atau asal jadi saja."

Meisya masih terdengar syok dan tidak percaya. "HAH?! Kamu yang berniat mengadakan acara?! Kamu yang biasanya anti keramaian dan pesta?! Serius, Zhan?!"

"Tentu saja serius. Nanti datanglah tepat waktu. Dan ada satu hal penting..." Farzhan berbicara lebih pelan, nadanya sedikit berhati-hati. "Tugas kalian berdua adalah membuat suasana menjadi hidup dan ramai, membuat Vira tertawa, dan menjadi teman yang menyenangkan. Jangan sampai membuatku merasa malu atau kaku, ya."

"Siap, Bos! Siap! Kami pasti datang! Hahaha! Luar biasa, kamu berubah cepat sekali rupanya! Baiklah, kami berjanji, aku dan Haikal akan menjadi tim penghibur nomor satu untuk malam ini!"

Sambungan telepon diputus. Farzhan meletakkan ponselnya di meja, lalu tersenyum puas. Meisya dan Haikal memang pasangan yang seru. Mereka adalah sepupu kembar yang ucapannya selalu jenaka, tingkahnya kocak, dan selalu mampu membuat suasana menjadi hidup, sedikit berantakan, namun sangat menyenangkan. Mereka adalah keluarga terdekat dan teman paling akrab bagi Vira.

Tak lama kemudian, Farzhan kembali menekan nomor telepon berikutnya.

"Zikri! Kamu juga bersiap-siap. Malam ini aku mengadakan acara di rumah, dan kamu diundang secara resmi."

Zikri di seberang sana langsung terdengar antusias dan bersemangat. "Wih! Asik sekali! Acara apa, Pak? Apakah ada rapat mendadak lagi di luar kantor?"

"Bukan rapat bisnis. Ini acara ulang tahun istriku. Kamu datang, bawakan kado yang pantas, dan bawa suasana hati yang gembira. Kamu kan orangnya cukup pandai bercanda, bantu aku agar suasana tidak menjadi kaku dan canggung."

"Siap, Pak! Wah, seru sekali rupanya! Akhirnya Bapak mau bersenang-senang juga! Pasti akan seru sekali kalau Meisya dan Haikal juga datang, bukan? Tim komedi legendaris itu pasti hadir, kan?"

"Iya, mereka akan datang. Karena itu kamu juga harus ikut serta, supaya ada teman mengobrol untukku. Jangan sampai kamu kalah seru dibandingkan mereka."

 

Waktu yang ditunggu pun tiba.

Malam itu, langit bersih dan bertabur bintang. Angin berhembus lembut, membawa kesejukan yang menyelinap masuk lewat jendela-jendela besar yang terbuka. Kediaman keluarga Ibrahim dihias dengan sederhana namun terlihat sangat indah dan menyentuh hati. Lampu-lampu gantung kecil digantung di sekeliling ruang tamu, balon-balon berwarna cerah menghiasi sudut ruangan, dan di atas meja makan yang lebar sudah tersaji beraneka ragam hidangan lezat serta sebuah kue ulang tahun yang cantik dan elegan.

Farzhan berdiri di depan cermin besar di kamarnya, membetulkan kerah kemeja berwarna biru mudanya yang membuat penampilannya tampan, tenang, dan terasa hangat. Ia merapikan sedikit rambutnya, lalu menatap bayangannya sendiri dengan napas panjang.

"Tenang, Zhan... ini hanya acara santai. Hanya dihadiri dirimu sendiri dan teman dekat. Jangan merasa gugup," bisiknya pada diri sendiri, berusaha menjaga ketenangannya yang biasa.

Tiba-tiba bel pintu berbunyi nyaring, memecah keheningan sejenak.

Ting-tong! Ting-tong!

"SELAMAT ULANG TAHUN UNTUK TEMAN KAMI YANG PALING CANTIK DI DUNIA!!!"

Suara teriakan dua orang sudah terdengar keras dari luar pagar, bahkan sebelum pintu terbuka. Itulah ciri khas mereka yang selalu penuh semangat dan berisik.

Farzhan berjalan tenang membuka pintu depan.

Benar saja, Meisya dan Haikal sudah berdiri di sana dengan wajah berseri-seri, tangan penuh membawa bungkusan kado dan kantong berisi camilan.

"Wah! Tuan rumah makin tampan saja rupanya!" seru Haikal sambil menepuk bahu Farzhan dengan cukup keras dan akrab. "Teruslah berjuang, jangan menyerah membahagiakan istri, ya, Bro!"

"Dasar mulutmu manis sekali," ucap Farzhan sambil tersenyum tipis, mempersilakan mereka masuk dengan gerakan tangan tenang. "Masuk saja. Vira sedang sebentar bersiap, sebentar lagi akan keluar."

Meisya langsung melangkah masuk dan memandangi seluruh ruangan dengan takjub, matanya berkeliling melihat setiap sudut hiasan.

"Wih! Wah! Luar biasa, Zhan! Dekorasinya indah dan rapi sekali! Sangat romantis dan menyentuh hati! Dulu kan kamu orangnya sangat kaku dan dingin, sekarang malah pandai menjadi pria romantis begini. Vira pasti akan sangat bahagia melihat semua ini!"

"Biasa saja... tidak ada yang istimewa," jawab Farzhan sambil membuang muka sedikit, menyembunyikan rasa malunya yang jarang muncul. "Yang terpenting bagiku adalah dia merasa senang."

Belum lama mereka berbincang, pintu depan kembali terbuka. Kali ini Zikri datang dengan langkah riang dan gaya yang dibuat-buat seolah menjadi tamu paling penting.

"Permisi, permisi! Utusan dan hadiah dari kantor telah tiba! Hahaha! Wah, ternyata sudah ramai rupanya! Hai Meisya! Hai Haikal! Lama tidak bertemu, kamu makin gemuk saja rupanya, Kal!"

"Apa-apaan kamu ini, Zik! Kepalamu sendiri malah makin terlihat sedikit botak, lho!" balas Haikal tertawa lepas, tidak mau kalah menyindir.

Suasana ruangan langsung berubah menjadi riuh dan penuh canda, namun terasa sangat akrab dan menyenangkan. Tawa mereka bergema memenuhi ruangan yang indah itu.

Meisya dan Haikal benar-benar menjalankan tugas mereka dengan baik sebagai Tim Komedi Pengiring.

"Eh, Zhan! Kamu tahu tidak, dulu waktu kami masih kecil, Vira itu sangat banyak peminatnya, lho! Banyak anak laki-laki yang menyukainya, tapi mereka semua takut padamu karena wajahmu yang selalu dingin dan galak!" cerita Haikal sambil duduk santai sambil membuka bungkus keripik.

"Aku sudah tahu hal itu," jawab Farzhan dengan nada sedikit sombong namun tenang. "Karena itu pula dia akhirnya menjadi milikku sampai sekarang."

"Tapi dulu kamu sangat galak sekali, Zhan! Ingat tidak? Dulu Vira pernah menangis lama sekali gara-gara kamu memarahinya hanya karena dia salah mengerjakan tugas kelompok!" timpal Meisya ikut bercerita, sambil tertawa menatap Farzhan.

Farzhan yang sedang meminum air teh langsung tersedak sedikit. Ia berdeham untuk menenangkan diri. "Ehem! Itu adalah masa lalu! Hal yang sudah berlalu! Sekarang kan aku sudah berubah menjadi suami teladan yang baik dan lemah lembut!"

"Halah! Suami teladan katamu? Padahal aku sering mendengar cerita kalau kamu sering minta dipijat di tengah malam, kan?" goda Zikri ikut menyela sambil tertawa menahan geli.

"HEH ZIKRI! DIAM KAMU!"

Semua orang tertawa terbahak-bahak mendengar bantahan Farzhan yang wajahnya mulai memerah menahan malu. Suasana malam itu terasa sangat hangat, akrab, dan penuh canda tawa. Tidak ada jarak pangkat, tidak ada aturan ketat, dan tidak ada sapaan kaku seperti 'Bos' atau 'Nyonya'. Yang ada hanyalah sahabat dan keluarga yang berkumpul untuk bersenang-senang bersama.

Farzhan menatap wajah mereka satu per satu: Zikri yang setia dan jenaka, Meisya yang cerewet namun tulus, serta Haikal yang selalu membawa keceriaan. Merekalah orang-orang yang membuat kehidupan rumah tangganya dan Vira menjadi lebih berwarna dan berarti.

"Baiklah, baiklah, diam sejenak semuanya!" seru Farzhan dengan suara lantah namun nada bersahabat. "Sepertinya Vira akan segera keluar dari kamar. Siapkan suara kalian dan wajah terbaik!"

Mereka semua langsung berhenti berisik, berdiri tegak, dan bersiap di tempat masing-masing dengan senyum lebar yang mengembang di bibir. Mereka menanti dengan antusias kedatangan sang pemilik hari ulang tahun, yang sama sekali tidak menyangka akan disambut dengan kejutan seindah dan sehangat ini.

1
Pich
kenapa ga di cium sekalian haeh🥱
Rocean: masih kicik🤣
total 1 replies
Sheer
asikkk ada yg cemburu🤣🤭
Sheer
boleh juga vira . diam diam 🤭
Rocean: diam diam menghanyutkan ya
total 1 replies
Sheer
demen bnget kalo cerita yang sangai gini.
Rosella
lucu bangets yaampun🤣
Pich
ihh gemas deh sama mereka🤭
Pich
dia pikir mau ngapain🤣
Rocean: 🤣🤣🤣🤣
entahlah
total 1 replies
Seai
🥴
Rosella
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!