NovelToon NovelToon
My Possessive Husband

My Possessive Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:81.8k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Setelah kepergian Ayahnya, hidup Keysa begitu menyedihkan. Di mana perlakuan Ibu dan Adiknya yang semakin menjadi-jadi, bahkan mereka sampai menjual Keysa ke salah satu klub untuk dilelang.

Saat pelelangan, seorang pria menawar Keysa dengan harga dua miliar dan membuat Keysa menjadi milik pria itu. Keysa pikir hidupnya akan hancur setelah dibeli pria asing itu, namun justru sebaliknya. Keysa diperlakukan dengan penuh kasih sayang dan pria itu tidak membiarkan siapapun menyakiti Keysa, pria itu memanjakan Keysa hingga membuat banyak orang merasa iri dengan hidup Keysa.

Bagaimana kelanjutannya? Siapa pria yang membeli Keysa? Apa alasan pria itu membeli Keysa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lanjutkan, Carlo

​Suasana di ruang tamu itu mendadak menjadi tegang dan Lucas yang semula tampak santai, kini berdiri tegak dengan tatapan yang menajam. Ia memberi isyarat pada Bastian untuk meninggalkan mereka berdua, lalu ia melangkah menuju sofa dan duduk dengan tenang, meski auranya memancarkan kewaspadaan tinggi.

​"Katakan padaku apa yang sebenarnya direncanakan si rubah itu?" tanya Lucas.

​Carlo duduk di hadapan Lucas, ia mengeluarkan sebuah dokumen dari dalam tasnya dan melemparkannya ke atas meja, "Bara tidak hanya bermain dengan wanita dan harga murah, Lucas. Dia sudah merambah ke ranah politik, aku mendapat info dari orang dalam di kementerian bahwa Sein Group sedang melobi beberapa pejabat tinggi untuk merevisi aturan zonasi lingkungan di lahan yang baru saja kau rebut dari Wijaya," ucap Carlo.

​Lucas menaikkan sebelah alisnya, "Zonasi lingkungan? Lahan itu sudah bersih secara hukum," ucap Lucas.

​"Dulu memang bersih, tapi Bara mencoba meniupkan isu bahwa lahan tersebut berada di atas jalur resapan air kritis yang baru dipetakan ulang. Jika pemerintah mengeluarkan surat keputusan pembekuan izin konstruksi atas dasar kepentingan lingkungan nasional, maka proyek super-blokmu akan mangkrak bertahun-tahun. Di saat itulah, Sein Group akan datang sebagai penyelamat dengan menawarkan teknologi eco-foundation milik mereka sebagai syarat agar izinnya keluar kembali," ucap Carlo.

​Lucas terdiam, jemarinya mengetuk-ngetuk sandaran sofa. Ini adalah langkah yang licik, memanfaatkan birokrasi untuk mencekik musuh adalah strategi yang butuh biaya besar dan koneksi kuat.

​"Jadi, mereka ingin aku berlutut dan memohon pada mereka agar proyek itu tetap jalan?" gumam Lucas dengan senyum miring yang meremehkan.

​"Bukan hanya berlutut, mereka ingin memegang kendali penuh atas rantai pasokmu, Bara tahu A2 Group sedang mempertaruhkan reputasi besar di proyek ini. Jika proyek ini gagal, sahammu akan terjun bebas," ucap Carlo.

​Tiba-tiba, percakapan mereka terhenti saat mendengar suara langkah kaki dari tangga dan Lucas refleks menoleh ke arah tangga. Ia melihat Keysa berdiri di sana, mengenakan dress yang ia pakaikan tadi. Wajah Keysa tampak masih mengantuk, namun ada gurat kecemasan saat melihat tamu asing di rumahnya.

​"Lucas?" panggil Keysa pelan, suaranya sedikit serak.

​Tatapan dingin Lucas seketika melunak, ia berdiri dan berjalan mendekati tangga sebelum Keysa sempat turun lebih jauh. "Kenapa bangun? Kenapa nggak istirahat hem?" tanya Lucas lembut, sambil meraih tangan Keysa dan membimbingnya turun.

​Carlo yang melihat pemandangan itu melongo, ia belum pernah melihat Lucas selambat itu pada manusia manapun. "Jadi... ini alasan kenapa pemimpin A2 Group tidak masuk kantor hari ini? Luar biasa," gumam Carlo dengan nada kagum sekaligus menggoda.

​"Diam, Carlo," desis Lucas tanpa menoleh dan menatap sang pujaan hati.

"Kembali ke kamar ya," ucap Lucas dan diangguki Keysa.

"Aku ke kamar dulu, tunggu disini," ucap Lucas pada Carlo.

Melihat Lucas yang menuntut Keysa, Carlo pun tersenyum samar. "Ternyata Lucas sudah berubah karena wanita," gumam Carlo.

Disisi lain, Lucas membimbing Keysa kembali ke lantai atas dengan satu tangan melingkar posesif di pinggang istrinya. Sesampainya di kamar, ia mengecup dahi Keysa dengan lembut.

​"Tidur lagi, ya. Aku hanya perlu menyelesaikan urusan dengan pria berisik itu sebentar, jangan turun lagi, aku pasti akan kembali," bisik Lucas.

Keysa mengangguk patuh, meski matanya sempat melirik ke arah Lucas dengan rasa penasaran. Ia merasa ada sesuatu yang serius sedang dibicarakan, namun melihat tatapan Lucas yang menenangkan, ia memilih untuk membenamkan dirinya di balik selimut yang masih menyimpan aroma tubuh suaminya.

Setelah memastikan pintu kamar terkunci, Lucas kembali menuruni tangga. Wajah lembutnya seketika menguap, digantikan oleh garis wajah yang kaku. Ia duduk kembali di hadapan Carlo dan menyalakan cerutu, mengembuskan asapnya ke udara dengan gerakan lambat yang mengancam.

​"Lanjutkan, Carlo. Dan jangan sekali-kali kau berani menggoda istriku lagi jika masih ingin melihat matahari besok," ucap Lucas datar, namun penuh penekanan.

​Carlo mengangkat kedua tangannya sebagai tanda menyerah sembari tertawa kecil, "Tenang, Lucas. Aku tahu batasanku, sekarang kembali ke bisnis, rencana Bara sudah mencapai tahap final. Besok pagi, tim ahli lingkungan bentukan Sein Group akan datang ke lokasi lahanmu untuk melakukan sidak yang sudah diatur dengan media," ucap Carlo.

​Lucas menyandarkan punggungnya, matanya berkilat. "Mereka pikir mereka bisa menggunakan birokrasi untuk melawanku? Mereka lupa siapa yang memegang kendali atas suplai energi untuk gedung-gedung pemerintahan mereka," balas Lucas.

​"Apa rencanamu?" tanya Carlo serius.

​"Sederhana," jawab Lucas sambil mematikan cerutunya di asbak kristal.

"Jika mereka bermain dengan isu lingkungan, aku akan bermain dengan isu integritas. Bastian!" panggil Lucas dan seketima Bastian muncul dari balik pilar.

"Iya, Tuan," balas Bastian.

​"Hubungi kontak kita di Komite Etik, aku ingin semua catatan suap yang pernah dilakukan Bara kepada pejabat kementerian lima tahun terakhir ada di mejaku malam ini. Dan satu lagi, pastikan Mawar merasa dia berhasil mendekatiku, berikan dia akses ke draf proyek yang sudah kita palsukan," perintah Lucas.

​Carlo menyeringai ketika mendengar rencana Kucas, "Double agent dan informasi palsu. Klasik, tapi mematikan. Kau benar-benar tidak memberi mereka nafas," ucap Carlo.

​"Mereka yang mulai mengusik ketenanganku dan sekarang mereka harus membayar harganya dengan kehancuran total," ucap Lucas dingin.

.

Malam harinya, Lucas berada di ruang kerjanya dan menatap layar monitor yang menampilkan pergerakan saham Sein Group yang mulai goyah akibat isu internal yang sengaja ia embuskan melalui pihak ketiga.

​Pintu ruang kerja terbuka pelan, Keysa masuk dengan membawa segelas susu hangat dan ja sudah merasa jauh lebih baik setelah beristirahat seharian, meski cara jalannya masih sedikit kaku.

"Belum selesai?" tanya Keysa lembut sembari meletakkan gelas itu di meja kerja Lucas yang penuh dengan dokumen rahasia.

​Lucas mendongak, ketegangan di bahunya seketika luruh ketika melihat sang istri. Ia pun menarik tangan Keysa dan mendudukkan wanita itu di pangkuannya, sebuah posisi favorit baru bagi Lucas.

​"Hampir selesai, hanya beberapa serangga yang harus dibasmi," jawab Lucas sembari menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Keysa dan menghirup aroma ketenangan yang hanya dimiliki istrinya.

"Kamu pasti capek banget ya," ucap Keysa yang merasa kasihan dengan Lucas.

"Ya, lumayan. Tapi, aku tidak masalah," ucap Lucas.

"Kamu juga harus istirahat, jangan kerja terus," ucap Keysa.

Lucas menatap wajah Keysa, kelembutan di mata istrinya itu seperti oase di tengah padang pasir yang selama ini ia lalui sendirian. Bagi dunia, Lucas adalah tembok karang yang tak bisa ditembus, namun di depan Keysa, ia hanyalah seorang pria yang merindukan rumah.

​"Baiklah, aku menyerah. Istriku sudah memberi perintah dan aku tidak punya pilihan selain patuh," bisik Lucas dengan senyum tipis yang jarang ia tunjukkan pada siapa pun.

Lucas segera mematikan monitor komputer yang sedari tadi menampilkan grafik saham dan laporan, Lucas berdiri lalu menggendong Keysa dan keluar dari ruang kerja yang dingin itu menuju kamar utama.

.

.

.

Bersambung.....

1
Felycia R. Fernandez
kata orang sih gtu,ketika ketuban pecah rasa sakit semakin bertambah kuat dan intens...
sayang aku gak merasakan nya,cuma mentok di bukaan 3 selama 2 hari,SC jalan terakhir nya...
Melia Gusnetty
semoga cpt hamil biar semakin lengkap kebahagian mereka
Melia Gusnetty
bodooohhh..
Karo Karo
menantunya 🫨
Karo Karo
itu betul karena menjadi terlalu baik juga tdk baik 😀
erviana erastus
🤣🤣🤣🤣🤣 kena kau lucas
Melia Gusnetty
mudah2an keysa cepat hamidun...
Melia Gusnetty
gituu dong..👍👍.jgn tau nya mewk aja...
ini br aku suka cara mu menyingkir kn hama👍
Melia Gusnetty
belajar jujur dn terbuka dgn suami mu...jgn dikit2 d pendam sendiri lalu mewek ..😏
Karo Karo
kucas=Lucas ya Thor 🤭🤭
elaretaa: Iya Kak, typo itu🙏 L sama K deketan sih, jadi salah kan author🤭
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Keysa ngerjain Lucas ini mah 🤣🤣🤣🤣
Karo Karo
mau donk 🤭
mamayasna
🤣🤣
Ariany Sudjana
Keysa meskipun istri bos dan sedang ngidam, tidak berubah jadi angkuh dan harus dapat prioritas utama, tetap mau antre makanan juga
Melia Gusnetty
mak tiri kyk nya tuu....
Eva Tigan
Aku Amin kan doa dan harapan mereka berdua 🙏
Felycia R. Fernandez
aku sampai search di Mbah pengen tau gimana masakannya 😆😆😆
Hamseholic
walahh
Naufal Affiq
lanjut kak
Felycia R. Fernandez
Jadi ingat kalung si Rose Titanic 😆😆😆
The Heart of the Ocean
Felycia R. Fernandez: waaaah...
Ternyata fans nya Rose dan Jack ya kk 😆😆😆
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!