NovelToon NovelToon
Secret Marriage

Secret Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ifra Sulistya

Bagi dunia luar, Reihan Arta Wiguna adalah sosok "Ice King" di lantai bursa—dingin, tak tersentuh, dan selalu kalkulatif. Namun, di balik kemewahan hidupnya, ia terikat oleh janji konyol kakeknya puluhan tahun silam. Ia dipaksa menikahi Laluna Wijaya, seorang gadis yang ia anggap hanya sebagai "beban" tambahan dalam hidupnya yang sudah sibuk.
Laluna sendiri tidak punya pilihan. Menikah dengan Reihan adalah satu-satunya cara untuk melindungi apa yang tersisa dari nama baik keluarganya. Mereka sepakat pada satu aturan main: Pernikahan ini harus menjadi rahasia. Tidak ada cinta, tidak ada kemesraan di depan publik, dan tidak ada campur tangan dalam urusan pribadi masing-masing.
Namun, tinggal di bawah satu atap perlahan meruntuhkan tembok yang dibangun Reihan. Laluna bukan sekadar gadis penurut yang ia bayangkan; ia adalah api yang hangat di tengah musim dingin Reihan. Saat satu per satu rahasia keluarga dan pengkhianatan bisnis mulai terkuak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ifra Sulistya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: DARAH YANG TERBELAH

Udara di dalam gedung tua di pelabuhan itu mendadak menjadi lebih dingin daripada angin laut yang menyelinap masuk.

Reihan berdiri mematung, senter di tangannya sedikit bergetar, membiarkan cahayanya jatuh tepat di wajah pria bernama Adrian tersebut.

Kemiripannya dengan foto ayah Reihan yang baru saja mereka lihat bukan sekadar kebetulan; itu adalah sebuah kebenaran biologis yang menampar realitas mereka.

"Putra rahasia?" desis Reihan.

Suaranya terdengar seperti gesekan logam yang tajam.

"Kau pikir aku akan percaya pada cerita picisan seperti ini, Baskoro?"

Baskoro melangkah maju ke dalam lingkaran cahaya, wajahnya yang biasanya kaku kini tampak penuh kemenangan.

"Darah tidak berbohong, Reihan. Selama bertahun-tahun, kakekmu, Surya, membayar tunjangan bulanan ke sebuah rekening di Swiss untuk menyembunyikan 'kesalahan' ayahnmu ini. Adrian tumbuh di pinggiran London, jauh dari kemewahan Arta Wiguna, sementara kau menikmati segalanya. Tidakkah kau merasa itu tidak adil?"

Laluna merasakan cengkeraman tangan Reihan di bahunya mengencang. Ia bisa merasakan kemarahan, namun juga ada guncangan hebat di dalam diri suaminya.

Bagi Reihan, ayahnya adalah sosok suci yang tewas sebagai korban, mengetahui bahwa ayahnya memiliki rahasia lain adalah pengkhianatan terhadap memori yang ia jaga selama dua puluh tahun.

"Apa maumu?" tanya Laluna, mencoba tetap tenang di tengah badai emosi ini.

Adrian, yang sejak tadi diam, akhirnya melangkah maju. Suaranya halus, namun memiliki intonasi yang sangat mirip dengan Reihan.

"Aku tidak menginginkan kerajaan ini, Nyonya Arta Wiguna. Aku hanya menginginkan pengakuan. Dan tentu saja, bagian yang seharusnya milik ibuku sebelum dia diusir oleh Surya seperti sampah."

"Ibumu?" Reihan menantang mata Adrian.

"Namanya Elena. Dia adalah sekretaris ayahmu jauh sebelum dia bertemu ibumu, Ratna.

Mereka saling mencintai, namun Surya tidak mengizinkan mereka bersatu karena Elena bukan berasal dari keluarga berpengaruh," Adrian tersenyum pahit.

"Surya mengatur kecelakaan itu untuk menyingkirkan ayahmu, tapi dia tidak tahu bahwa Elena sedang mengandung aku."

Laluna tersentak.

Tuduhan Adrian jauh lebih berat. Jika Surya benar-benar sengaja membiarkan kecelakaan itu terjadi atau bahkan merencanakannya untuk menutupi skandal keluarga, maka seluruh fondasi Arta Wiguna dibangun di atas kuburan massal kejujuran.

"Jangan percaya padanya, Reihan," bisik Laluna saat mereka akhirnya berhasil meninggalkan gedung tua itu setelah perdebatan sengit yang hampir berujung kontak fisik.

Reihan memacu mobilnya kembali ke pusat kota dengan kecepatan gila. Ia tidak mengucapkan satu kata pun hingga mereka sampai di apartemen.

Sesampainya di sana, Reihan langsung menuju bar kecil di ruang tengah dan menuangkan wiski ke dalam gelas dengan tangan gemetar.

"Baskoro memegang dokumen aslinya, Luna," ucap Reihan akhirnya, suaranya terdengar hancur.

"Jika Adrian benar-benar putra ayahku, maka dia memiliki hak waris yang sama kuatnya denganku. Secara hukum, dia bisa menuntut pembatalan semua keputusan direksi yang kubuat selama ini."

Laluna menghampirinya, mengambil gelas wiski dari tangan Reihan dan meletakkannya di meja. Ia memaksa Reihan menatap matanya.

"Dengarkan aku. Baskoro adalah orang yang memberitahuku tentang saham 15% itu. Dia bermain di dua kaki. Dia menggunakan aku untuk menjatuhkan Malik, dan sekarang dia menggunakan Adrian untuk menjatuhkanmu. Dia ingin Arta Wiguna dalam keadaan kacau agar dia bisa menjadi pengendali di balik layar,"

Laluna menangkup wajah Reihan.

"Kita tidak boleh membiarkan dia menang."

"Tapi bagaimana jika Adrian benar? Bagaimana jika ayahku... bagaimana jika-"

"Sttttt ! Kita akan mencari tahu kebenarannya, bukan dari mulut Baskoro, tapi dari sumbernya sendiri," jawab Laluna mantap.

"Kita akan menemui kakek besok pagi. Dan kali ini, tidak boleh ada lagi rahasia."

Keesokan paginya, suasana di rumah sakit jauh lebih tegang.

Penjagaan di depan kamar Kakek Surya ditingkatkan dua kali lipat. Namun, saat Reihan dan Laluna sampai di sana, mereka menemukan kamar itu kosong.

"Di mana Kakek?" tanya Reihan pada perawat yang sedang merapikan tempat tidur.

"Tuan Surya meminta dipindahkan ke kediaman pribadi di Bogor tadi subuh, Tuan. Beliau bilang beliau ingin menghirup udara pegunungan," jawab perawat itu dengan takut-takut.

Reihan dan Laluna segera berangkat ke Bogor. Perjalanan dua jam itu terasa seperti selamanya. Sesampainya di kediaman Surya, sebuah rumah tua yang megah namun tersembunyi di lereng gunung. Mereka disambut oleh keheningan yang mencekam.

Surya duduk di kursi roda di balkon belakang, menatap hamparan kebun teh yang berkabut. Ia tidak menoleh saat mereka datang.

"Kakek, siapa Adrian?" tanya Reihan tanpa basa-basi.

Surya menghela napas panjang, sebuah suara yang terdengar seperti gesekan daun kering.

"Dia adalah hantu masa lalu yang kuharap tidak akan pernah bangkit, Reihan."

"Jadi itu benar? Ayah memiliki anak lain?"

"Ya," Surya berbalik perlahan.

Matanya tampak berkaca-kaca.

"Tapi tuduhan bahwa aku membunuh ayahmu adalah fitnah yang diciptakan Baskoro untuk menghasut Adrian. Aku mencintai ayahmu lebih dari nyawaku sendiri. Kecelakaan itu murni karena kelalaian yang kupelihara dengan rasa malu, bukan karena rencana pembunuhan."

Surya kemudian menatap Laluna.

"Laluna, dokumen di pelabuhan itu... ada satu lembar yang kau lewatkan. Sebuah surat pernyataan dari Elena, ibu Adrian, yang menyatakan bahwa dia telah menerima kompensasi dan setuju untuk tidak pernah muncul lagi demi keamanan anaknya sendiri."

"Keamanan dari siapa?" tanya Laluna.

"Dari musuh-musuh bisnis ayahmu yang saat itu mengincar kelemahannya,"

Surya memegang tangan Reihan.

"Reihan, Adrian tidak datang sendiri. Dia dibawa oleh konsorsium asing yang ingin mencaplok Arta Wiguna. Baskoro hanyalah pion mereka."

Tiba-tiba, suara helikopter terdengar di atas kediaman tersebut. Beberapa mobil hitam masuk melalui gerbang utama dengan kecepatan tinggi.

Laluna melihat dari balkon. Adrian turun dari mobil pertama, diikuti oleh Baskoro dan sekelompok pria berseragam hitam yang tampak seperti tentara bayaran.

"Sepertinya waktu untuk bersembunyi sudah habis, Kakek," ucap Reihan sambil menarik Laluna ke belakang punggungnya.

Ia mengeluarkan ponselnya dan menekan satu tombol cepat.

"Dimas, aktifkan protokol keamanan tingkat tiga. Sekarang."

***

1
Rini Hasmira
keren thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!