"hai Anisa aku tidak mencari menantu yang hanya kerja jadi pelayan restoran,kamu sangat tidak pantas untuk anakku yang seorang polisi kamu hanya gadis miskin dari keluarga berantakan jangan harap kamu jadi istri benalu Bangi anak ku" itulah yang di katakan Bu ibunya mas Kaffa yang selalu ku ingat Sampai kapanpun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 35 Deal sawah Bu Sarmi jadi milikku
Sekitar satu jam mereka yang mengukur datang mas Bayu pakde sama mas Kaffa naik mobil bareng mas Bayu dan pak Slamet naik sepeda motor sendiri kata mas Bayu tadi membayar saksi dua orang dua ratus ribu dan ukuran sesuai dengan sertifikat yang ada dan atas nama Bu Sarmi
" Ok neng Nisa bisa bayar sekarang kami akan kasih kwitansi pembayaran yang di tanda tangan Bu Sarmi" kata pak notaris
" Siap pak saya minta nomer rekening yang ada m banking nya buat segera tahu kalau uang sudah masuk" kata ku
" punya ibu saja kan ada m bankingnya" jawab mas Kaffa sambil memberikan nomer rekening kemudian kau transfer pas 200 juta dan sudah masuk pak notaris segera memberikan kwitansi pembayaran dan surat suratnya akan segara di urus oleh notaris Alhamdulillah notaris pilihan pak Slamet ini amanah sawah yang aku beli tiga bulan lalu sudah selesai dan surat sudah di ambil oleh ibu
Proses surat menyurat memang lama aku ijin sholat magrib di kantor notaris mas Bayu dan yang lain sholat di masjid hanya aku dan ibu yang sholat di tempat sholat kantor notaris selesai sholat mas kaffa datang duluan
" Dek Nisa juga ibu Kaffa minta maaf selama ini semua ibu yang mengatur kaffa dan Kaffa tidak bisa berkutik juga masalah selly mas nggak tahu tiba tiba Selly sudah dilamar saja dan selalu agresif sama kaffa" kata mas Kaffa
" Nggak apa apa kan sudah ada surat perjanjiannya mas lupa waktu di mall itu" jawabku
" sudah duduk sana jangan dekat dekat nanti ibu dan pacarmu salah paham" kata ku
Ibu melirikku setelah tanda tangan yang banyak rangkapnya aku selesai kemudian pihak penjual yang yang tanda tangan yaitu Bu Sarmi yang di dampingi mas kaffa ku lihat Selly cemberut saja tidak ada senyum dan tidak berani mengejek Ku seperti semalam karena urusan selesai kami semua pamit pulang ke notaris dan aku sudah bayar administrasi nya jadi kalau sudah selesai nanti di hubungi
Aku minta ke pak Slamet mengikuti mobil Kemi karena kami lapar kami menuju warung lesehan yang menjual ayam goreng lalapan ya aku mencari yang ayam kampung mas Bayu memarkirkan mobilnya Kami semua masuk dan pesan di situ termasuk pak Slamet si sini terkenal enak ayam nya empuk dan nasinya bebas mengambil sendiri mereka senang banget kalau aku nasi sedikit saja tapi ayam nya dua potong dada dan paha mumpung ke sini kan ini ayam goreng terenak di kecamatan Alhamdulillah juga bisa traktir bude dan pakde
" Nis uang mu sekarang banyak terima kasih kamu traktir bude dan pakde" kata pakde
" Kan gantian dulu yang sering ngasih uang jajan Nisa siapa pakde dan bude kan" kata ku sambil terkekeh
"Nis ini pakde kasih uang saku jangan bilang bude dan mbak Novi ya siapa yang sering begitu" kata ku ke pakde
" Hem kalian ternyata bekerja sama ya bude nggak tahu" kata bude
" Iya Bu sekarang hasilnya nyata pakde sering di kasih uang saku Anisa juga bekerja mengharap sawah Anisa" kata pakde bangga
" Iya pak aku juga terima kasih kamu perduli kepada keponakan ku dulu dia kasihan sekali sekarang sudah sukses" kata bude sambil menyatakan air mata
" Nis kamu ada perjanjian apa sama Bu Sarmi kok ibu nggk tahu" tanya ibu dengan serius
Aku pun akhirnya bercerita tentang kejadian cincin waktu di mall dan juga isi perjanjian nya mereka semua mendengarkan dengan serius dan ibu sedih sampai meneteskan airmata mata pak Slamet marah pakde dan bude terbawa emosi
" Kamu itu kejadian sebesar itu kok nggk mau cerita sama ibu" kata ibu
" Takut kalau ibu sedih saja dan sama mas Bayu aku juga nggak cerita hanya mbak Maura dan paman nya yang tahu" kata ku
" Berarti Bu Sarmi tadi malu banget dong pantesan begitu tahu kalau yang mau beli mbak Anisa dia berusaha membatalkannya tapi kalah sama notaris karena dia sudah setuju sebelumya" kata pak Slamet sambil geleng geleng kepala
" Bapak respect sama mbak Anisa di beri rejeki sama Alloh dan di beri kesempatan buat balas dendam kepada mereka yang menghina nya hormat yang tinggi kepada mbak Anisa" kata pak Slamet bersemangat
" pesanan datang ayo semua makan kalau kurang bisa nambah donatur tidak pelit" kata ku
Mereka pun makan pak Slamet aku bungkuskan dua porsi biar untuk anak dan istrinya juga aku kasih uang ucapan terima kasih karena dia sudah menjadi perantara sebenarnya dia kan dapat dari Bu Sarmi biarlah dia pasti senang dapat tambahan dari aku dan katanya mau di ambil besok di Bu sumi
kamu pulang bersama mas Bayu yang mengemudi aku duduk di belakang sendiri kenyang banget
" Di situ ayam goreng terenak daerah sini dulu Anisa hanya mendengar ceritanya akhirnya ibu pelihara ayam dan selalu di sembelih buat Anisa" kata ku
" Iya dulu ibu nggk kuat belikan kalian di situ, lebih irit pelihara ayam sendiri dan di sembelih di makan bareng dan kamu suka banget sama telor ayam kampung " kata ibu
" Tapi ayam masakan ibu lebih enak mbak Maura dan paman saja mengakui" jawabku
" Ya kalau ibu yang masak kan gratis jadi enak e pol" jawab mas Bayu
" Bude kok diam saja kenapa kekenyangan ya" tanya ku
" Iya nis bude kenyang tapi bude sekarang ini berfikir Bu Sarmi pasti lagi tantrum panas dalam pusing malu semalu malunya dan kejang kejang syukuri makanya jadi orang sombong banget judes dan arogan rasanya bude puas pasti dia merasa tertampar" kata bude
"Sudahlah bude jangan lah bahagia di atas penderitaan Bu Sarmi yang sebentar lagi dapat mantu anak tiri ayah" jawabku
" Jadi itu calon istri kaffa anak tiri ayah mu" kata bude
" Iya kemarin malam sebelum pulang ke sini kami ketemu dia bangga di lamar bu Sarmi dan menghina aku kerena aku pakai sepeda motor sama mas Bayu" jawabku
" Tadi lansung membalas dua orang yang menghina mu mana tatapan Kaffa nggak bisa bohong sepetinya dia masih cinta sama kamu" kata bude
" Bude jangan berlebihan dong mana ada tatapan mas Kaffa yang ada tatapan benci Selly dan Bu Sarmi" jawab ku
" Pakde tadi perhatikan kaffa selalu mencuri pandangan pada mu nis tapi kelihatanya dia takut sama ibunya teryata ada insiden di balik nya ya" kata pakde menambahkan
" Tahu cerita nya kayak gitu tak timpuk dia beraninya sama anak kecil" kata bude
" Aduh bude jangan keluarkan galaknya dong malu atuh nanti aku kasih uang saku" kata ku
" Aduh terima kasih keponakan ku sudah di traktir dan mau di kasih uang saku" kata dia sambil terkekeh
Perjalanan dengan bercanda pun sampai aku segera turun dan bude aku kasih 200 ribu pakde aku kasih 500 ribu karena pakde juga dapat bonus dari pak Slamet sebagai pembawa pembeli mungkin lebih banyak
Kami semua masuk ke rumah karena tadi lupa tidak menyalakan lampu jadi gelap sama ibu segera di nyalakan kami sholat isya dulu karena semua sudah mengantuk jadi kami segara tidur.
Bersambung