Angel mencintai Malvin dengan sepenuh hati. Sampai dia menghabiskan waktunya hanya untuk mendapatkan perhatian Malvin. Dia bahkan memaksa orang tuanya untuk menjodohkan mereka. Pernikahan yang dia impikan bisa berakhir bahagia nyatanya berakhir tragis.
Dia terbunuh di tangan Malvin dan sepupunya sendiri. Arwah nya keluar dari tubuh nya. Rahasia - rahasia yang tidak di ketahui perlahan terungkap. Bahkan dia melihat seseorang yang mencintainya dengan tulus padahal dulu dia menghina pria itu demi seorang Malvin.
---------
"Maafkan aku yang tidak bisa melindungi mu! Aku bersumpah jika aku akan membalas mereka semua. " --- Langit Al Ghassal.
"Jika aku di berikan kesempatan kedua, aku berjanji akan mencintaimu." --- Angelina Chloe Dominic.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
FLASHBACK ON
FLASHBACK ON....
Mobil Alena pergi meninggalkan halaman rumah mewah nya, berjalan berbelok kiri dan mobil melaju dengan kecepatan sedang. Tanpa sadar jika sepasang mata yang berada di balik helm melihat kepergian Alena.
Bola mata yang memancarkan sebuah keinginan. Dia menancap gas pada motor sport berwarna hitam nya. Mengikuti mobil yang di naiki oleh Alena. Selama dalam perjalanan sebisa mungkin pengendara motor itu memberi jarak agar tidak di curigai. Hingga setelah 20 menit perjalanan mobil itu berhenti di sebuah Restoran yang cukup mewah.
Apakah dia masuk? Tentu tidak.. Pengendara motor itu justru memantau dari luar. Setelah beberapa menit Alena masuk ke dalam Restoran. Sebuah pria ber masker dan bertopi mengetuk kaca mobil. Supir yang berada di dalam sedang menunggu majikan nya menurunkan sedikit kaca mobilnya.
Tapi siapa sangka tangan pria ber masker itu seperti melakukan sesuatu hingga pintu terbuka. Dan benar saja pria ber masker itu justru mengeluarkan supir keluarga Shiva dan membuka bagasi mobil lalu memasukkan nya. Kemudian dia masuk ke dalam mobil menggantikan supir itu.
Alena berada di Restoran selama Tiga jam. Selama itu pengendara bermotor tetap setia menunggu sampai Alena keluar bersama dengan seorang wanita yang seusia dengan nya.
"Aku masih penasaran.. Kenapa kamu tidak setuju jika anak mu di jodohkan dengan putriku?" pertanyaan itu sampai ke telinga seseorang yang berada disana.
"Bukan aku membenci putraku, Aryani.. Tapi jika aku boleh jujur hubungan ku dengan putraku tidak terlalu akrab. Entahlah, sejak Malvin mulai beranjak dewasa aku seolah merasa asing dengan nya.. Padahal aku yang melahirkan nya.. Dan untuk Angel, dia wanita yang baik tapi Malvin bukanlah pria yang cocok untuk nya. Aku hanya tidak ingin masa depan nya hancur karena putraku."
Aryani yang merupakan salah satu sahabat Alena diam - diam tersenyum tipis. Sebenarnya dia hanya bercanda mengenai perjodohan itu. Dia hanya ingin tau saja hubungan sahabat nya dengan putra nya ini. Pernah beberapa kali Aryani dan Alena berjalan bersama dan tanpa sengaja berpapasan dengan Malvin. Tapi mereka tidak pernah bertegur sapa. Membuat nya bertanya - tanya tentang hubungan keduanya yang seperti orang asing.
Jika boleh jujur Aryani juga tidak menyukai Malvin sekalipun putrinya sempat memaksa untuk di jodohkan dengan pria itu. Sebagai seorang Ibu jelas Aryani memiliki firasat jika Malvin bukanlah pria baik.
Setelah sempat berbincang sebentar, Alena membuka pintu mobil dan masuk. Dia sempat menurunkan kaca mobil dan melambaikan tangan nya pada Aryani sebelum mobil meluncur meninggalkan area Restoran.
Pengendara bermotor kembali mengikuti mobil Alena. Tanpa sadar jika ada sepasang mata yang justru menatap kepergian motor yang lewat di depan nya.
"Itu kaya motor nya Azam? Ah.. Tapi nggak mungkin, Azam kan jarang banget keluar pake motor." Aryani berlalu pergi dengan mobil nya.
00000000000000
Alena terus bermain dengan ponsel nya tanpa sadar jika bahaya sedang mengintai di depan sana. Dia tidak sadar jika orang yang sedang mengemudikan mobilnya bukanlah supir yang biasa selalu mengantar nya.
Dan saat Alena memasuki ponsel nya dan melihat keluar jendela. Dia baru menyadari ada yang aneh, jalan yang mereka tuju bukanlah jalan ke arah Mansion keluarga Shiva.
"Wildan.. Kenapa kita lewat sini?" tanya Alena baru sadar. Wildan tidak menjawab karena yang mengemudi memang bukanlah Wildan.
"Wildan, Saya bertanya sama kamu." tetap tidak ada jawaban membuat Alena memiliki firasat buruk.
Tiba - tiba mobil berhenti di jalanan yang sangat sepi. Alena kembali di landa rasa curiga dan takut. Dia ingin keluar tapi pintu nya justru terkunci. Dan tiba - tiba sebuah asap mengepul yang entah dari mana. Itu gas beracun! Alena mulai sesak nafas, dia memukul - mukul kaca mobil berharap ada yang menolong nya. Pengendara motor yang mengikuti mereka masih bersikap santai meskipun dia tau apa yang terjadi di dalam mobil itu.
Pria itu mengeluarkan sebuah jarum di balik jaket hitam nya. Jarum suntik dengan sebuah cairan yang hanya dia saja yang tau apa itu. Di sisa - sisa setengah kesadaran nya, Alena baru sadar bahwa pria yang sejak tadi menyetir mobil nya bukanlah supir pribadinya.
Setelah Alena pingsan, dia keluar dari mobil dan membuka pintu di sebelah Alena. Bersiap untuk menyuntikkan cairan itu. Tapi belum sempat jarum itu menembus kulit Alena Sebuah tangan sudah mencekal nya.
Pria itu terkejut dan menoleh, senyum menyeringai datang dari gadis berambut panjang yang langsung menendang tubuh nya.
Brak..
Pria itu jatuh terjerembab ke aspal. Gadis yang tidak lain adalah Angel tersenyum tipis di balik wajah cantik nya. "Jarum itu.. " menunjuk ke arah jarum suntik yang di pegang pria tersebut. "Apa bisa membunuh orang?"
Hening!
"Siapa kamu? Jangan ikut campur!"
Angel menatap pria itu seolah menantang. "Kalo aku ikut campur.. Kamu mau apa?"
Pria itu justru mengeluarkan pisau dari dalam jaket nya dan menyerang Angel. Dengan cepat Angel memiringkan tubuh nya menghindari pisau itu dan memutar tubuh nya, mengangkat satu kaki dengan kaki lain yang bertumpu pada tanah. Mengarahkan sebuah tendangan hingga mengenai belakang leher pria itu dan langsung membuatnya terjatuh.
Pria itu ternyata menyimpan sebuah pistol api di belakang celananya. Dia mengarahkan pistol itu berniat menembak Angel. Tapi sesuatu yang tidak terduga membuat matanya melotot. Peluru yang dia lepaskan berhenti di udara. Pria itu bahkan mengucek matanya dan memang tidak ada yang salah. Dengan tangan gemetar dia kembali meluncurkan beberapa peluru tapi semua peluru itu hanya menggantung di udara. Detik kemudian peluru - peluru itu terjatuh ke tanah. Angel menyeringai puas melihat ekspresi terkejut pria tersebut.
"Jadi mau ngajak duel nih? Oke..Lo jual gue beli." Angel masih dengan sikap santainya. Pria itu tersadar dari keterkejutan nya. Dia kembali mengambil pisau meskipun tubuh nya agak gemetar setelah melihat nasib semua peluru itu.
Namun saat pria itu ingin kembali menyerang sesuatu yang aneh kembali terjadi. Tubuh nya menjadi kaku dan tidak bisa di gerakkan dengan posisi satu tangan yang memegang pisau terangkat tapi hanya menggantung di udara. Jelas saja karena Angel mengendalikan tubuh pria itu dengan sihirnya.
Pisau yang berada di tangan nya justru tanpa bisa di kendalikan dia arahkan sendiri pada lehernya. Angel mendekat beberapa langkah. "Kamu tau ini hanya masalah permainan? " Angel tertawa sinis. "Dead Or Die.. Mati atau mati.. Tapi bagiku arti dari dua kata itu berbeda.. Bagiku artinya adalah.. Membunuh atau di bunuh. Jika kamu ada di posisiku apa yang akan kamu lakukan? Membiarkan kamu di bunuh atau..Membunuh?" pria itu menggeleng suaranya tercekat di tenggorokan.
Angel tersenyum sinis, dia melangkah maju kemudian mendekatkan bibirnya ke telinga pria itu dan membisikkan sesuatu. "Bukankah bertahan lebih baik dari pada di bunuh. " pria itu kembali menggeleng pelan. Angel melangkah mundur tatapan nya berubah tajam. Detik itu juga pisau yang berada di tangan penjahat itu menembus leher nya sendiri.
Darah mengalir deras membasahi aspal jalanan, pria itu mati seketika. Tapi Angel mengetahui sebuah rahasia. Dia mendekat lalu berjongkok membuka topi dan masker pria tersebut lalu melepaskan sesuatu yang ternyata kulit sintetis. Di balik wajah nya yang seorang pria ternyata dia adalah seorang wanita berambut panjang.
Mantan anggota Mafia yang pernah di penjara dan keluar beberapa bulan yang lalu. Bertemu dengan Malvin dan menjadi salah satu tangan kanan Malvin. Angel pernah melihatnya di kehidupan sebelum nya.
"Selamat tinggal.. Kimberly ! Anggap saja ini hukuman dari ku karena kamu telah membunuh Kak Azam di kehidupan sebelum nya."
•
•
•
BERSAMBUNG