NovelToon NovelToon
Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di Benua Langit Sembilan, Xiao Yuan adalah jenius tak tertandingi yang memegang Sumsum Naga Suci. Namun, di malam pernikahannya, ia dikhianati oleh tunangannya, Ling’er, yang meracuninya dan membedah tulang naganya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya. Xiao Yuan dibuang ke Jurang Keputusasaan dalam kondisi cacat.
Namun, takdir tidak berhenti. Roh Naga Kuno yang tertidur di dasar jurang menyatu dengan jiwanya yang hancur. Dengan bantuan Yun’er, gadis misterius dari klan terbuang, Xiao Yuan merangkak naik dari neraka. Kali ini, ia tidak akan menjadi pelindung dunia, melainkan Dewa Naga yang akan menghancurkan siapa pun yang pernah menginjaknya. "Jika langit menghalangi jalanku, aku akan merobek langit!".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: Bangkitnya Naga Kerangka

Gemuruh yang keluar dari perut bumi Dunia Antara bukanlah suara gempa biasa. Itu adalah suara tulang-belulang raksasa yang bergesekan, sebuah simfoni kematian yang telah tertidur selama ribuan tahun di bawah tumpukan dosa para dewa. Xiao Yuan berdiri mematung di atas tanah yang merekah, sementara para prajurit langit yang tersisa yang tadinya begitu angkuh kini tunggang langgang, bahkan melupakan perintah komandannya untuk menangkap sang buruan merah.

"Apa yang telah kau lakukan, bocah gila?!" Baraka berteriak, suaranya tenggelam oleh raungan yang memecahkan gendang telinga.

Dari celah tanah yang dalam, sebuah moncong raksasa yang hanya menyisakan tulang-belulang putih mengkilap muncul ke permukaan. Api hijau zamrud menyala di dalam rongga matanya, memancarkan aura kebencian yang begitu murni hingga membuat udara yang sudah tipis di tempat itu menjadi semakin menyesakkan. Itulah Naga Kerangka, penjaga penjara bawah tanah yang kini terbebas karena tebasan Gerbang Dunia Bawah milik Xiao Yuan telah merusak segel penahannya.

"Yuan! Menjauh dari sana!" Yun’er berteriak dari pintu pondok, tubuhnya yang masih lemah dipaksa berdiri demi melihat keadaan Xiao Yuan.

Xiao Yuan tidak mundur. Sebaliknya, ia merasakan getaran aneh di dalam Sumsum Naga Suci-nya. Ada rasa persaudaraan yang menyakitkan, seolah-olah tulang-tulang di depannya itu menangis meminta penebusan.

"Dia tidak ingin membunuh kita," bisik Xiao Yuan, lebih kepada dirinya sendiri. "Dia hanya ingin menghancurkan apa pun yang berbau Alam Atas."

Naga Kerangka itu melompat keluar sepenuhnya dari dalam tanah. Panjangnya mencapai ratusan meter, melilit di antara rusuk-rusuk naga purba yang menjadi pemukiman warga buangan. Dengan satu kibasan ekor tulangnya, kereta perang milik prajurit langit hancur berkeping-keping menjadi debu perak. Sang komandan jubah emas, yang tadi begitu sombong, kini terjepit di bawah cakar tulang sang naga, berteriak memohon ampun sebelum akhirnya hancur menjadi bubur darah.

Namun, mata naga itu kemudian tertuju pada Xiao Yuan. Api hijau di matanya berdenyut, seolah-olah sedang memindai jiwa pemuda di depannya.

"Keturunan... Naga Suci..." sebuah suara parau bergema di pikiran Xiao Yuan. "Kau membawa bau pengkhianat... tapi kau juga membawa rasa sakit yang sama dengan kami."

"Aku adalah korban dari mereka yang mengurungmu di sini!" Xiao Yuan membalas, suaranya lantang menantang aura sang naga. "Jika kau ingin darah langit, aku akan membantumu mendapatkannya. Tapi jangan sentuh orang-orang yang tidak bersalah di sini!"

Baraka dan para penduduk desa hanya bisa menonton dengan napas tertahan. Seorang pemuda yang baru saja terdampar sedang bernegosiasi dengan bencana berjalan.

Naga Kerangka itu mendekatkan kepalanya yang besar ke arah Xiao Yuan. Hawa dingin kematian menerpa wajah Xiao Yuan, namun ia tidak berkedip. Tiba-tiba, naga itu mengeluarkan raungan panjang yang lebih tenang dan mulai mengecil. Cahaya hijau menyelimuti tulang-belulangnya, hingga perlahan sosok naga raksasa itu menyusut menjadi sesosok pria tua dengan jubah abu-abu yang compang-camping.

Pria tua itu memiliki wajah yang sangat pucat, dengan tato rantai yang melilit di lehernya. "Sudah lama sekali sejak seseorang berani menatap mataku tanpa gemetar. Namaku adalah Long Chi, mantan jenderal perang dari Klan Naga yang dibuang ke neraka ini karena menolak membantai rakyatku sendiri."

Xiao Yuan menurunkan pedangnya, namun kewaspadaannya tidak berkurang. "Kenapa kau berhenti menyerang?"

"Karena 'Tanda Buruan' di dadamu adalah bukti bahwa kau bukan lagi bagian dari mereka," Long Chi menatap ke langit abu-abu yang kini mulai dipenuhi oleh titik-titik cahaya balas dendam Alam Atas pasti akan segera tiba setelah kematian sang komandan. "Dunia Antara ini akan segera menjadi lautan api. Jika kau ingin bertahan hidup, kita harus segera menuju Lembah Kesunyian, tempat di mana energi naga yang tersisa bisa kau serap untuk memulihkan kekuatanmu yang sesungguhnya."

Xiao Yuan menoleh ke arah Yun’er. Gadis itu berjalan tertatih mendekatinya, wajahnya menunjukkan kekhawatiran yang mendalam. Melalui ikatan jiwa mereka, Xiao Yuan bisa merasakan bahwa Yun’er sedang menanggung rasa sakit fisik akibat lonjakan energi yang baru saja dilepaskan Xiao Yuan.

"Maafkan aku, Yun'er. Aku melibatkanmu dalam kekacauan ini lagi," ucap Xiao Yuan sambil memeluk bahu Yun’er.

"Selama kita bersama, aku tidak peduli di mana kita berada, Yuan," jawab Yun’er lembut. "Tapi pria tua ini... aku merasakan kesedihan yang luar biasa darinya. Dia tidak berbohong."

Baraka mendekat dengan wajah muram. "Lembah Kesunyian? Itu adalah wilayah terlarang bahkan bagi kami para buangan. Tapi melihat apa yang baru saja terjadi, menetap di sini adalah bunuh diri. Para Dewa Langit tidak akan membiarkan kematian prajurit mereka berlalu begitu saja."

"Lalu tunggu apa lagi? Kita pergi sekarang," perintah Xiao Yuan.

Perjalanan dimulai. Long Chi memimpin di depan, bergerak dengan kecepatan yang tidak wajar meski ia tampak seperti kakek tua yang rapuh. Xiao Yuan menggendong Yun’er di punggungnya, menggunakan energi sisa-sisanya untuk melindungi gadis itu dari angin kencang Dunia Antara yang mengandung partikel debu tajam.

Di sepanjang perjalanan, Xiao Yuan mulai menyadari betapa hancurnya Dunia Antara. Ini adalah kuburan masal bagi segala sesuatu yang indah. Hutan yang terdiri dari pohon-pohon yang membatu, sungai-sungai yang berisi air raksa, dan langit yang tidak pernah menjanjikan pagi.

"Paman Long Chi," Xiao Yuan memecah kesunyian setelah beberapa jam berjalan. "Kau bilang aku harus menyerap energi naga di Lembah Kesunyian. Tapi Baraka bilang tidak ada Qi di tempat ini."

Long Chi tertawa kecil, suara tawanya terdengar seperti gesekan batu. "Bagi manusia biasa, memang tidak ada Qi. Tapi bagi kita keturunan naga, dunia ini adalah tempat penyimpanan esensi yang sangat besar. Dewa-dewa itu membuang musuh-musuh mereka di sini, namun mereka lupa bahwa tulang-tulang naga yang mereka buang masih mengandung sumsum yang bisa membangkitkan kehancuran bagi mereka. Kau memiliki wadah naga yang sempurna, Xiao Yuan. Kau hanya perlu kunci untuk membukanya."

Tiba-tiba, Yun’er yang berada di punggung Xiao Yuan menegang. "Yuan... ada sesuatu yang mengikuti kita dari balik awan."

Xiao Yuan mendongak. Di balik kabut abu-abu, ia melihat siluet burung-burung mekanis raksasa dengan mata merah menyala Elang Pengintai Surga.

"Sial, mereka sudah mengirim unit pelacak!" Baraka menghunus tombaknya.

"Jangan menyerang mereka!" Long Chi memperingatkan. "Elang itu terhubung langsung dengan penglihatan para Jenderal di Alam Atas. Jika kau menghancurkannya, mereka akan mendapatkan koordinat tepat kita."

Namun, sudah terlambat. Salah satu elang mekanis itu menukik tajam, melepaskan tembakan cahaya panas ke arah Yun’er. Xiao Yuan dengan cepat berputar, menangkis serangan itu dengan Pedang Keruntuhan Abadi.

BANG!

Xiao Yuan terlempar beberapa meter. Meskipun ia berhasil melindungi Yun’er, lengannya kini gemetar hebat. Pedang hitamnya seolah-olah menangis, meminta asupan energi yang lebih besar untuk bisa melawan teknologi langit tersebut.

"Mereka sudah tahu kita di sini," desis Xiao Yuan. Matanya kembali berkilat emas-hitam. "Baraka, bawa Yun’er dan penduduk lainnya ke depan bersama Long Chi. Aku akan menahan mereka di sini."

"Yuan, tidak! Kau belum pulih!" Yun’er mencoba turun dari punggung Xiao Yuan.

Xiao Yuan memegang wajah Yun’er, menatap matanya dengan penuh kasih namun tegas. "Yun'er, ingat ikatan jiwa kita? Jika aku merasa dalam bahaya besar, kau akan mengetahuinya. Percayalah padaku kali ini. Aku tidak akan mati sebelum aku meratakan istana mereka."

Dengan berat hati, Yun’er mengikuti Long Chi dan Baraka memasuki celah sempit di antara gunung batu. Xiao Yuan berdiri sendirian di tengah dataran abu-abu, menatap ke langit saat belasan Elang Pengintai Surga mulai mengepungnya.

"Datanglah, anjing-anjing langit!" raung Xiao Yuan. Ia melepaskan tudung jubahnya, memperlihatkan Tanda Buruan yang kini menyala merah darah di dadanya. "Pajak yang kalian minta tadi belum lunas. Hari ini, aku akan membayarnya dengan kehancuran kalian!"

Xiao Yuan menghujamkan pedangnya ke tanah, bukan untuk bertahan, tapi untuk memancing energi Naga Kerangka yang tadi sempat bersentuhan dengannya. Ia mulai menarik esensi kematian dari bumi Dunia Antara, mengubah dirinya menjadi pusat pusaran energi yang mengerikan.

Saat para Elang Pengintai Surga melepaskan tembakan serentak, tubuh Xiao Yuan mendadak tertutup oleh zirah tulang putih yang muncul dari bawah tanah. Namun, dari arah berlawanan, sebuah portal emas terbuka dan sesosok wanita dengan gaun putih perak keluar dengan anggun. Bukan Ling’er, melainkan saudari tiri Ling’er yang selama ini dikenal sebagai 'Dewi Keadilan' di Alam Atas, Yue Er. Ia menatap Xiao Yuan dengan pandangan penuh keraguan. "Jadi, kau adalah putra Ye Ling yang diramalkan itu?" Yue Er mengangkat tangannya, dan sebuah rantai suci meluncur untuk mengikat Xiao Yuan.

1
Rebeka Saja
keren ka...
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
Nur Aini
lanjut terus Thor
christian Defit Karamoy: siap kak 🙏
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku surgaku😍
christian Defit Karamoy
mantap
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku Surgaku😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!