NovelToon NovelToon
Selingkuh Terindah

Selingkuh Terindah

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Dark Romance / Konflik etika
Popularitas:36.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Tasya Prameswari hanya ingin Dicky, putranya bisa kembali ceria seperti dulu, namun sebuah kecelakaan merenggut kesehatan anak itu dan menghancurkan keharmonisan rumah tangganya bersama Setyo Wirayudha.

Sang mertua hanya mau membiayai pengobatan Setyo, namun tidak dengan Dicky. Tak ada yang mau menolong Tasya namun ​di tengah keputusasaan, Radit Kusumadewa datang membawa solusi. Pria kaya dan berkuasa itu menuntut imbalan: Tasya harus mau melayaninya.

Pilihan yang sulit, ​Tasya harus melacurkan diri dan mengkhianati janji sucinya demi nyawa seorang anak.

Bagaimana jika hubungan yang dimulai dari transaksi kotor itu berubah menjadi candu? Bagaimana jika Tasya merasakan kenyamanan dari hubungan terlarangnya?

Note: tidak untuk bocil ya. Baca sampai habis untuk mendukung author ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Diberi Kesempatan Untuk Memilih

Tasya masuk kembali ke dalam kamar sempit yang semalam seolah menjadi saksi banyaknya air matanya yang menetes. Koper yang ia bawa dari luar kota belum sempat ia rapikan. Kini, koper itu akan ia isi lagi dengan pakaian yang lain.

Air mata menetes dari pelupuk mata Tasya. Ia biarkan menetes begitu saja, tangannya terlalu sibuk mengambil pakaian di lemari kecil dan memasukkan ke dalam koper. Pakaiannya memang hanya sedikit di rumah ini, sisanya masih tersimpan rapi di rumah kontrakan.

Ucapan sang mertua memang sangat menyakiti hatinya. Dikatai kurang ajar karena tumbuh tanpa didikan orang tua, nyatanya menorehkan luka dalam untuk Tasya, apalagi yang mengatai adalah orang yang tak pernah ada saat titik terendahnya.

"Aku juga tak mau hidup tanpa kedua orang tuaku," batin Tasya lirih. "Andai aku bisa memilih, aku ingin mereka masih ada dan tetap berada di sampingku namun aku tak diberi kesempatan untuk memilih...."

Membayangkan wajah kedua orang tuanya, membuat Tasya kembali teringat hari malang itu. Hanya ingatan samar yang masih Tasya ingat, yang lain hilang bersama rasa trauma dalam yang ia rasakan.

.

.

.

Flashback

"Sya, hari ini adalah hari terakhir kamu bersekolah di sekolah ini. Besok, kita akan pindah." Ibu Asri dengan lembut berbicara pada putri kecil mereka yang berusia 5 tahun.

Tasya Prameswari pun bersedih mendengar ucapan Ibu Asri. Ia pernah tak sengaja mendengar tentang masalah yang saat ini menimpa kedua orang tuanya namun tak menyangka kalau dirinya sampai harus pindah sekolah. "Pindah? Kenapa harus pindah? Aku tidak mau pindah, Bu!" Air mata mulai menggenangi wajah cantik Tasya kecil.

"Ibu mengerti. Kamu pasti sudah nyaman dan dekat dengan teman-temanmu namun Ibu dan Bapak terpaksa harus mengambil keputusan berat ini. Bisnis Bapak sudah bangkrut, Nak. Kami tak sanggup lagi membiayaimu di sekolah mahal itu lagi. Sekolah itu khusus untuk anak-anak kelas atas. Kita pindah ke sekolah yang biasa saja ya, Nak," bujuk Ibu Asri.

Air mata Tasya kini mengalir deras. "Tidak mau. Aku tidak mau pindah sekolah," rengek Tasya.

"Maafkan Bapak dan Ibu ya, Nak. Kami ingin sekali menyekolahkanmu di tempat yang bagus namun apa daya, Bapak tak lagi punya uang. Rumah ini pun harus disita oleh bank. Hanya ada sedikit tabungan untuk kita pindah ke perbatasan kota. Tolong mengerti ya, Sayang." Ibu Asri terus membujuk Tasya yang menangis, menolak diajak pindah.

Hari terakhir Tasya di sekolah, ia terus menangis saat berada di kantor kepala sekolah. Ibu Asri dan Tasya bahkan tidak jadi masuk ke kelas untuk berpamitan. Pak Zakaria -suaminya- memintanya cepat bergegas karena rumah mereka akan segera dipindahtangankan.

Ibu Asri menggendong Tasya yang terus menangis dan membawanya pergi. Salah satu jepitan pink mickey mouse pemberian Radit terjatuh di depan ruang kepala sekolah, sementara satu lagi masih tetap berada di rambut Tasya.

Perubahan hidup Tasya dan keluarga begitu drastis. Dari keluarga kaya, anak pebisnis sukses yang tinggal di komplek mewah, kini hanya anak keluarga sederhana yang tinggal di perbatasan kota.

Tasya terus menangis sedih, ia terus mengatakan ingin kembali ke sekolah lamanya. Kesedihan Tasya terus berlarut sampai ia jatuh sakit. Tasya demam tinggi, bahkan sampai harus dirawat di rumah sakit. Saat sembuh dari sakitnya, Tasya seolah lupa dengan semua hal. Dokter mengatakan ini adalah efek traumatis karena rasa sedih mendalam yang ia rasakan. Salah satu cara melindungi dirinya adalah dengan menghapus kenangan masa-masa indahnya.

Tasya kembali menjadi sosok yang ceria sepulang dari rumah sakit. Keluarga Tasya juga lambat laun mulai terbiasa hidup sederhana. Dengan penghasilan Pak Zakaria yang pas-pasan, mereka berhasil menyekolahkan Ratih sampai lulus SMA.

Sayangnya, di hari perpisahan sekolah Ratih, kedua orang tua Tasya mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat. Tasya dan Ratih kehilangan tempat bergantung. Tasya yang masih kelas 6 SD harus menyandarkan hidupnya pada sang kakak.

Flashback off

.

.

.

"Sya, tolong buka pintunya!" Setyo mengetuk pintu kamar Tasya.

Tasya tersadar dari lamunannya. Ia masih ingat saat kedua orang tuanya pergi, masih ingat apa saja nasehat keduanya saat mereka masih hidup. Ia bukan anak tanpa didikan orang tua. Ia masih mendapatkannya, hanya waktunya saja yang tidak lama.

Tasya membuka kunci pintu lalu kembali memasukkan pakaian ke dalam koper. Matanya memerah karena menangis. Ia mengacuhkan Setyo yang mengajaknya berbicara.

"Sya, jangan pergi ya. Ibu bersikap seperti ini karena ucapanmu yang telah membuatnya marah. Kalau kamu meminta maaf lebih dulu, Ibu pasti akan luluh. Yuk, aku temani kamu meminta maaf pada Ibu," bujuk Setyo.

Tangan Tasya seketika berhenti memasukkan pakaian ke dalam koper. Ia menatap Setyo dengan tatapan marah bercampur kecewa yang dalam. "Kenapa aku harus minta maaf ya, Mas? Apa salahku?"

"Terlepas dari siapa yang salah atau apa salahmu, kita yang muda harus minta maaf pada yang lebih tua, apalagi pada Ibu. Sya, ingat jasanya, jangan ingat ucapannya. Kalau bukan karena Ibu, aku mungkin belum sembuh-"

"Apa, Mas?" Tasya memotong ucapan Setyo. "Ingat jasanya? Yang muda harus minta maaf? Mas, kenapa aku harus melupakan ucapan ibumu yang sangat menyakiti hatiku ini?"

"Iya, Mas tahu-"

"Apa yang Mas tahu? Mas tahu rasanya kehilangan orang tua lalu dihina orang lain karena tidak memiliki orang tua? Mas tidak tahu rasanya. Itu sangat menyakitkan, Mas. Siapa sih anak yang mau kehilangan orang tuanya? Tidak ada, namun takdir yang sudah menentukan seperti itu, kami tak bisa apa-apa. Tak bisa protes pada Tuhan, andai bisa kami lakukan, sudah kulakukan sejak dulu!"

"Iya, kamu tenang dulu dong. Kamu jangan selalu emosian. Dengarkan dulu ucapan Mas dengan pikiran yang lebih terbuka. Ibu itu sudah berjasa buat kita, Sya. Ibu yang menolong untuk membayar biaya pengobatan Mas sampai sekarang. Kamu jangan lupakan kebaikan Ibu. Jangan hanya karena ucapan Ibu kamu jadi emosional lalu bertindak egois seperti ini."

"Apa? Bertindak egois? Aku? Apa Mas tahu betapa sangat menyakitkannya ucapan yang dikatakan oleh Ibu? Sakit hatiku, Mas, sakit! Kalau Ibu membiayai pengobatan Mas, ya... itu memang sudah kewajibannya sebagai orang tua. Aku pun akan melakukan hal yang sama pada anakku tanpa diminta. Sekarang Mas bilang aku egois, Mas memaksaku harus terus menurut dan mengikuti semua keinginan Mas, aku tanya, yang egois aku atau Mas?"

Tasya mengipasi wajahnya yang serasa terbakar emosi kemudian melanjutkan lagi mengeluarkan emosinya yang selama ini ia pendam. "Sejak awal, aku tak mau tinggal di rumah ini namun aku mengalah. Aku harus mengesampingkan keinginanku demi Mas namun apa yang aku dapat? Aku terus mendapat hinaan, semua yang kulakukan nampak salah dan bahkan Ibu membiarkan wanita lain tinggal di rumah ini agar bisa dekat dengan Mas Setyo, apa itu pantas? Apa itu tidak menyakitkan bagiku?"

"Kamu jangan berlebihan, Tasya. Siska itu masih saudara sepupuku. Dia bukan orang lain." Setyo membela Siska.

"Tetap saja dia itu bukan mahram untukmu!" balas Tasya.

"Bukan mahram? Lantas, kamu pergi dengan laki-laki lain ke luar kota, apa dia mahram untukmu? Oh... aku paham sekarang." Setyo menatap Tasya dengan penuh kekecewaan. "Aku baru menyadari kalau kamu memang sudah berubah, Sya."

"Aku tidak berubah, Mas. Kalaupun aku berubah, Ibumu yang telah merubahku!" balas Tasya lagi, tak mau kalah.

Setyo tertawa mengejek. "Bukan. Bukan Ibuku yang telah merubahmu, Sya, melainkan laki-laki itu. Kamu berubah sejak mengenal dia. Katakan, siapa dia? Selingkuhanmu?"

****

1
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
EmakKece
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Mawar Hitam
Untung sdh dapT jatah ehm jadi papi Richard gak marah..
yeni NurFitriah
Tasya bakalan banyak ketawa juga kalo jadi bagian keluarga Kusumadewa yg pada sengklek,Tasya bakal ikut sengklek apalagi kalo bergaul sama Maya🤭
Eka Marliyani
diawal nyesek diakhir lucu
yeni NurFitriah
🤣🤣ah Aq terhibur kalo udah nyeritain keluarga Kusumadewa,masih mending Radit nyuri Singkong goreng Pi...lah istri orang juga di curi Pi..😅hukum tuh anakmu Papi..
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ ¢ᖱ'D⃤ ̐
ibumu menolong pengobatanmu ya sudah kewajibannya sebagai orang tua dari pihak laki2 lah, apalagi kamu anaknya
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ ¢ᖱ'D⃤ ̐
dari sini udah tahu klo Setyo anak yg takut ma orang tua
υɐnſɐnH🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
benar sya,banyak halangan di hubungan rumah tangga mu,mertua yang toxic dan adanya pelakorrr.. lebih baik pergi menjauh
Mommy'ySnowy 💕
jngankn singkong org,, bini org aja radit ajak kabur..🤭🤣🤣🤣
υɐnſɐnH🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
Mertua Lucknut memang
Nanysetyarsi24 Nanyse24
gantian rebutin singkong goreng
Wanita Aries
gak ank gk bpk sama tengilnya🤣

huhhh emaknya setyo pngen tak jitak
Dien Elvina
pasti ibunya s Setyo dan Siska bersorak gembira...pas Tasya pergi dari rmh nya 🤭
Dien Elvina
nah gitu Sya, pergilah dari rmh neraka itu ..carilah kebahagiaan mu ..tapi janganlah lupa ceraikan dulu s Setyo gendeng 🤣
Dien Elvina
wkwkwk rasain Lo Pi, singkong goreng nya d bawa kabur Radit 🤣
dari dulu keluarga Kusumadewa anggota keluarganya pada sengklek 🤣 tapi aku suka, keliatan nya jadi hangat ..antara anak dan ortu gak ada jaim nya 🤣
tehNci
Hahaha....lucu banget Icad sama Radit. Keluarga yg sangat hangat. Konglomerat yg lagi rebutan singkong goreng🤣🤣🤣🤣
Irma
good job sya mingat dari rumah mertua yg seperti meraka ,urus surat ceraimu dan kembali kepelukan Radit pasti mendapatkan kebahagiaan mempunyai mertua yg baik hati dan suami penyayang seperti radit
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Apa kabar dengan keluarga Leo ya...kangen sama mereka
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!