"Apakah kamu kira tempurung pantas merangkai permata? Mana mungkin anakku pantas bersanding dengan gadis miskin tak berpunya seperti dirimu!"
Runi ternhenyak menahan segala rasa akit di hatinya atas hinaan yang di lontarkan oleh nenek dari bayi yang di kandungnya.
"Mas, kamu akan bertanggung jawab 'kan?" tanya runi pada lelaki yang telah menodai dirinya. meskipun ia sangat mencintai lelaki itu, tetapi tak pernah ada niat sedikitpun untuk melakukan perbuatan dosa. semua yang terjadi karena paksaan oleh lelaki itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
History Tuan saga
"Mas, kamu yakin tidak akan menimbulkan masalah?" tanya Amira pada suaminya. Pasalnya sang suami memang tidak pulang kerumah adik madunya. sebenarnya malas sekali berurusan dengan Emeli.
"Sudahlah, kamu tenang saja. Aku pastikan Emeli tidak akan menyalahkanmu," jawab tuan saga menanggapi dengan santai.
"Aku nggak mau jika Emeli datang kesini cari masalah denganku ya, Mas. jangan sampai kesabaranku habis, bisa-bisa cekek tuh orang," timpal wanita baya itu membuat sang suami terkekeh.
"Sepertinya masih ada kesan yang tidak lepas terhadap Emeli?" ledek papa saga.
"Tentu saja. Andai dia tidak masuk kedalam rumah tangga kita. mungkin saat ini kita sudah bahagia tanpa adanya orang ketiga," sahut wanita itu dengan wajah kesal.
"Sudahlah, Mom. Semua sudah terjadi. Jika waktu bisa di ulang kembali, maka aku juga tidak menginginkan semua itu," jawab lelaki baya itu.
"Sampai sekarang aku masih curiga. Aku sangat yakin Emeli sudah merencanakan semuanya untuk menjebak papa. Mungkin memang dia yang telah menaruh obat lucknat itu ke dalam minuman papa," ujar mommy mengingat kembali kejadian dua puluh delapan tahun yang lalu.
Papa saga hanya menghela nafas dalam. Ia tak ingin kembali mengingat masalalu itu. Karena akan membuat hati Amira sakit. Sebenarnya memang tidak ada niat untuk menduakan sang istri, tetapi kejadian malam itu membuatnya tidak bisa mengendalikan diri, karena dirinya dalam pengaruh obat perangsang. Insiden malam itu membuat Emeli hamil, maka tuan saga tidak bisa mengelak.
Ya, asalnya Emeli adalah seorang pembantu di rumah tuan saga. Nyonya Amira yang terlalu baik dan tidak pernah menaruh curiga, maka ia sangat percaya dengan Emeli. Hingga suatu hari nyonya Amira harus pulang ke kampung halamannya di karenakan ibundanya sedang sakit, maka saat itulah Emeli mengambil kesempatan untuk menjerat tuan saga. Tak bisa di pungkiri lelaki itu pada zamannya nyaris sempurna. Tampan, dan pengusaha muda yang sukses.
Tuan saga merangkul pundak istrinya. Ia tidak ingin membuat wanitanya kembali bersedih.
"Ayo kita istirahat sekarang. Jangan di ingat lagi hal yang telah lalu. Sekarang kita harus memikirkan bagaimana caranya agar Emeli bisa menjadi lebih baik lagi. Kamu juga harus bersikap tegas padanya," ujar lelaki itu.
"Nanti jika aku terlalu tegas, maka papa akan menyalahkan aku. Papa kan suka begitu," ucap wanita itu memberengut. Karena dulu pernah terjadi pertengkaran antara dirinya dan Emeli. Papa yang termakan fitnah atas drama yang di buat Emeli, maka dirinya terkena ultimatum.
Papa tersenyum seraya mengecup pipi mommy Amira. "Papa minta maaf, habisnya mama tidak berusaha menjelaskan. Di tambah saat itu papa sedang kacau karena ada masalah di pabrik."
Mommy Amira menatap lekat wajah lelaki yang amat ia cintai. "Pa, andai saja seluruh hatiku tidak aku berikan untuk papa, maka aku tidak akan pernah rela di duakan. Mungkin aku akan memilih mundur. Tidak ada wanita yang rela di madu. Namun, aku menyadari semua yang terjadi bukanlah papa sengaja. Maka dari itu aku berusaha ikhlas menerima Emeli sebagai adik maduku," ungkap wanita itu dengan netra berkaca-kaca.
Papa saga membawa mommy Amira dalam dekapan. Sadar sekali ia telah merusak janji suci yang pernah ia ucapkan. Namun, ia tak kuasa lari dari kenyataan, karena saat itu Emeli sudah hamil. Ia harus bertanggung jawab.
"Terimakasih sudah mencintai aku sedalam ini. Dan sekali lagi maafkan aku," lirih lelaki itu mendekap erat.
Nyonya Amira mengangguk dan membalas pelukan lelaki kesayangannya. "Aku sangat mencintai kamu, Mas," ucapnya dengan suara tercekat.
"Aku juga sangat mencintaimu." tuan saga mengecup puncak kepala wanita itu berulang kali.
Bersambung....
Syukurlah mommy orangnya baik pada Yandra 🥰🥰