NovelToon NovelToon
Ketika Musuh Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Musuh Menjadi Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Pengantin Pengganti / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:5.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mia

🏆JUARA 3 LOMBA YAAW PERIODE 3 2025🏆

Sharmila, seorang wanita cantik, sedang bersiap untuk hari pernikahannya dengan Devan, bos perusahaan entertainment yang telah dipacarinya selama tiga tahun.

Namun, tiba-tiba Sharmila menerima serangkaian pesan foto dari Vivian, adik sepupunya. Foto kebersamaan Vivian dengan Devan. Hati Sharmila hancur menyadari pengkhianatan itu.

Di tengah kekalutan itu, Devan menghubungi Sharmila, meminta pernikahan diundur keesokan harinya.

Dengan tegas meskipun hatinya hancur, Sharmila membatalkan pernikahan dan mengakhiri hubungan mereka.

Tak ingin Vivian merasa menang, dan untuk menjaga kesehatan kakeknya, Sharmila mencari seorang pria untuk menjadi pengantin pengganti.

Lantas, bagaimana perjalanan pernikahan mereka selanjutnya? Apakah pernikahan karena kesepakatan itu akan berakhir bahagia? Ataukah justru sebaliknya?

Ikuti kisah selengkapnya dalam

KETIKA MUSUH MENJADI PENGANTIN PENGGANTI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Garasi atau showroom

.

"Dewi, kamu lagi ngapain?" Sharmila mengambil ponselnya dan menghubungi sahabat baiknya, Dewi.

"Ya ampun, Mila! Aku kangen. Kamu ke mana aja sih?” Dewi berseru histeris.

"Temenin aku belanja, yuk! Bosen banget di rumah sendirian," pinta Sharmila.

"Wah, udah berapa hari gak nongol, dateng-dateng ngajakin belanja?”

"Mau, nggak?!’

"Mau buuangettt! Kapan?" tanya Dewi antusias.

"Sekarang! Aku jemput ya?"

"Oke deh! Aku langsung siap-siap ini!"

Setelah menutup telepon, Sharmila segera mengambil tas tangannya. Ia memastikan ponsel serta dompet berisi kartu dari Zayden tidak ketinggalan. Lalu, ia pun keluar dari kamar dan menghampiri Pak Rudi.

"Pak Rudi, saya mau pergi keluar sebentar," ucap Sharmila.

"Baik, Nyonya. Saya akan menyiapkan sopir untuk Anda," ucap Pak Rudi.

"Eh, tidak usah, Pak!" sahut Sharmila sebelum Pak Rudi berlalu. “Saya akan bawa mobil sendiri,” ucapnya.

“Tapi, Nyonya…” Pak Rudi tampak ragu. "Bagaimana jika Tuan …"

Sharmila mengangkat bahunya, tidak peduli. "Gak apa-apa, Pak. Kalau Arya nanya, nanti biar saya yang bicara," ucapnya lalu berlari kecil sebelum mendengar ceramah lebih panjang dari Pak Rudi.

Pak Rudi mempercepat langkahnya, berusaha menyusul Sharmila yang sudah hampir mencapai pintu utama. "Nyonya, biar saya antar sampai tempat penyimpanan mobil," serunya, membuat Sharmila menghentikan langkahnya.

Sharmila berbalik, meringis kecil. Ia lupa kalau dirinya sama sekali tidak tahu letak garasi di mansion sebesar ini. "Oh, iya, Pak Rudi. Aku lupa," ujarnya sambil terkekeh. Ia pun mengangguk dan mengikuti langkah Pak Rudi.

Mereka tiba di depan sebuah pintu besar yang menyatu dengan bangunan utama mansion. Pak Rudi berhenti dan memberi isyarat kepada dua orang pria berpakaian serba hitam yang berdiri di sana. Kedua pria itu mengangguk, lalu dengan sigap membuka pintu lebar-lebar.

Pak Rudi mengarahkan telapak tangannya ke dalam ruangan. "Silakan, Nyonya. Anda mau pakai yang mana?" tanyanya sopan.

Sharmila terbelalak. Ia menelan ludah melihat pemandangan di hadapannya. Aneka jenis mobil mewah berjejer rapi di dalam ruangan besar itu.

Ada Lamborghini Aventador berwarna merah menyala, Rolls-Royce Phantom yang elegan, Bentley Continental GT yang mewah, serta tiga Porsche 911 dengan berbagai warna.

Bahkan, ada juga SUV Range Rover dan Cadillac Escalade. Di antara deretan mobil-mobil maskulin itu, terselip juga beberapa mobil yang lebih feminin, seperti Mini Cooper dengan desain klasik, Mercedes-Benz C-Class Cabriolet berwarna putih, dan Audi TT Roadster yang sporty.

“Ini garasi atau showroom mobil?” batin Sharmila takjub. Ia pun melangkah masuk, diikuti oleh Pak Rudi, untuk memilih mobil mana yang akan ia gunakan. Matanya menelusuri setiap sudut ruangan, mencoba mencari yang paling sesuai dengan dirinya.

"Semuanya bagus-bagus, ya, Pak," gumam Sharmila, masih terpukau.

"Tuan memang gemar mengoleksi mobil, Nyonya. Setiap mobil memiliki keunikan dan ciri khasnya masing-masing," jawab Pak Rudi.

Setelah beberapa saat berkeliling, perhatian Sharmila tertuju pada sebuah mobil sport mewah berwarna biru metalik. Mobil itu tampak elegan namun tetap sporty, cocok untuk wanita karir yang ingin tampil percaya diri dan berkelas.

"Saya pakai yang ini ya, Pak?" ijin Sharmila.

"Nyonya, Porsche Macan itu adalah kesayangan Tuan Muda," jelas Pak Rudi.

"Wah, kesayangan Arya?" Sharmila menghampiri mobil itu dan mengelusnya dengan lembut. Ide jahil muncul di otak Sharmila. "Tapi saya paling suka yang ini."

Pak Rudi mengangguk. "Baik, Nyonya. Saya akan siapkan mobilnya." Ia memberi isyarat kepada salah satu pria yang tadi membuka pintu untuk menyiapkan Porsche Macan itu.

Tak lama kemudian, mobil itu sudah siap di depan pintu garasi. Sharmila masuk ke dalam mobil, merasakan jok kulit yang nyaman dan harumnya interior mobil mewah. Ia menyalakan mesin, dan suara mesin Porsche yang khas langsung memenuhi ruangan.

"Terima kasih ya, Pak Rudi," ucap Sharmila sambil tersenyum.

"Sama-sama, Nyonya. Hati-hati di jalan," balas Pak Rudi.

Sharmila mengangguk, lalu menginjak pedal gas dan melaju keluar dari garasi. Ia tersenyum licik, membayangkan betapa marahnya Zayden saat tahu ia menggunakan Porsche Macan miliknya.

"Siap-siap aja kamu, Arya," gumamnya sambil menyetir dengan semangat. "Aku akan membuatmu menyesal memberikan kartu ini padaku!”

Saat Sharmila menginjak pedal gas dan Porsche Macan mulai melaju menuju pintu gerbang mansion, Pak Rudi mengambil ponsel dari sakunya, mencari satu kontak dan mengetik pesan.

"Nyonya pergi bersama si Macan. Jaga dengan baik, pastikan jarak aman, jangan sampai ketahuan,” perintahnya.

"Dimengerti. Laksanakan."

Pak Rudi menutup ponsel dan mengamati mobil Sharmila yang semakin menjauh. Ekspresinya datar, namun tersirat kekhawatiran di matanya.

Saat mobilnya melewati gerbang, Sharmila melambaikan tangan kepada satpam yang berjaga. Satpam itu membalas dengan tersenyum dan menunduk hormat.

Ketika mobil mulai menjauh dari gerbang mansion, Sharmila menyetel lagu kesukaannya dan bernyanyi kecil mengikuti irama. Pikirannya sudah dipenuhi dengan rencana belanja bersama Dewi dan melupakan sejenak kekakuan yang ia rasakan di mansion mewah Zayden. Sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya sedang diikuti.

*

*

*

Tiga puluh menit berlalu, Sharmila akhirnya tiba di depan rumah Dewi. Dari kejauhan, ia sudah melihat sahabatnya itu duduk manis di teras, menunggunya dengan wajah bersemangat.

Mata Dewi terbelalak saat melihat mobil mewah yang terparkir di halaman rumahnya. Ia tampak terkejut dan kagum sekaligus.

Namun, Dewi segera menyadari bahwa itu adalah Sharmila ketika temannya itu membunyikan klakson dan membuka jendela mobil.

"Mila!" seru Dewi senang sambil melambaikan tangan dan berlari mendekat, mengagumi mobil Porsche Macan itu. "Mobil siapa yang kamu bawa ini, Mila? Keren banget!" tanyanya takjub.

Sharmila tersenyum lebar. “Udah buruan naik!" serunya.

Dewi pun membuka pintu dan masuk ke dalam mobil. Setelah menutup pintu dan duduk dengan nyaman, ia kembali menunjukkan kekagumannya pada Sharmila. "Ini beneran mobil kamu? Kamu beli mobil baru? Ish, katanya perusahaan kurang modal? Kamu bohong ya?" Dewi menatap sahabatnya dengan mata memicing.

Sharmila melajukan mobil itu dengan santai. "Ini mobil Arya. Aku pinjem," jawabnya enteng.

"Haaa…? Arya ngasih kamu pinjem mobil semewah ini?" tanya Dewi tak percaya.

Sharmila tertawa. "Nggak juga sih. Aku ambil aja. Biar aja dia marah kalau tahu mobilnya aku pake," ucapnya sambil terkekeh.

Dewi menggeleng-gelengkan kepala. "Dasar kamu memang jahil! Tapi, aku suka!" sahutnya sambil tertawa. "Eh, tapi kalau Zayden marah gimana? Dia kan orangnya perfeksionis banget."

"Biarin aja. Lagian, dia pakai nantangin aku pake kartunya. Jadi, sekalian aja aku pake mobilnya," balas Sharmila dengan nada cuek.

"Terserah kamu deh, Mila. Tapi kalo dia marah aku gak ikutan ya?"

"Udah tenang aja,” jawab Sharmila acuh. " Oh iya, hari ini aku traktir kamu. Pokoknya kamu boleh beli apapun yang kamu mau."

“Beneran?" sahut Dewi antusias. Sharmila hanya menanggapinya dengan tertawa renyah.

“Aduh, kok aku ngerasa kalo aku ini sugar baby kamu, ya?”

Dua sahabat yang kemudian tergelak bersama.

1
v_cupid
❤️❤️
Qaisaa Nazarudin
Kamu selalu aja kalah dari Sharmila, Makanya hidup itu ikuti aja Alurnya biar aman..
Qaisaa Nazarudin
Mungkin katanya itu mmg benar,Tapi sayangnya itu semua aset milik isterinya bukan miliknya kakek tua peyot itu...
Qaisaa Nazarudin
Dasar Jalang..
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: terima kasih 🙏🙏
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Pinter Zayden..ini baru namanya benar2 CEO,CERDAS dan PINTER,bukan kayak CEO dilapak sebelah,asal tangkap muat aja, hujung2 nya dia yg tertipu,Mencati istri kabur aja sampai belasan tahun tetap aja gak ietemu2..😅😅
Qaisaa Nazarudin
Andaikan Mila tau dia sekarang jadi bahan tontonan,pasti malu banget dia tuh..😂😂😂🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
Udah sekarat kayak gini masih aja mikir balas DENDAM,Awalnya kan kamu juga yg Mulai,Dari jaman sekolah lagi Sharmila harusnya milik Zayden,malah kamu yg MEREBUT nya dengan cara Licik.Dan sekarang kalau takdirnya Sharmila Milik Zayden tetap aja Milik Zayden..
Qaisaa Nazarudin
Puas hati aku..👏👏👏💃💃💃💃💃
Qaisaa Nazarudin
Ini lagi satu CEWEK BODOH dan gak Pekaan..
Qaisaa Nazarudin
wkwkwkkwkwk Mampos gak tuh..
Qaisaa Nazarudin
Dasar JALANG..
Qaisaa Nazarudin
Kamu bukannya tulus sama Sharmila,Tapi Ego mu Terlalu Tinggi karena gak mau KALAH dengan Zayden..
Qaisaa Nazarudin
Dasar Maniak,emang udah bagus Mila menghempaskan kamu,Kalau Perempuan dipanggil JALANG,Kalau COWOK di panggil Apa??
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: juling 🤣🤣🤣
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Harusnya dari sini kalau aku jadi Sharmila udah aku PUTUSIN Devan,Udah tau kayak gitu masih aja Bertahan,Kayak gak ada laki2 lain aja yg didekatin Vivian,itu pasti suruhan dari David yg mau hubungan Sharmila dan Devan putus,dan menyuruh Vivian mendekati Devan..
Qaisaa Nazarudin
Bararti Devan memang COCOK dengan VIVIAN,Punya penyakit IRI HATI yang sama2 kronik..
Qaisaa Nazarudin
Makanya Zayden mending JUJUR aja dengan perasaan kamu ke Mila,Agar gak ada kesalahpahaman lagi..
Qaisaa Nazarudin
NgeHALU ketinggian,Bangun Oii udah siang..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Mampos gak tuh, SENJATA MAKAN TUAN..Gak anak gak Bapak,sama2 LICIK, hujung2 mempermalukan diri sendiri..🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!