NovelToon NovelToon
Jalan Pedang Xiao Chen

Jalan Pedang Xiao Chen

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Di tengah kehidupan yang penuh hinaan dan kesulitan, Xiao Chen kecil hanya memiliki satu mimpi—menjadi pendekar pedang terhebat di dunia.

Tanpa bakat luar biasa maupun latar belakang kuat, ia menapaki jalan pedang dengan tekad yang tak pernah padam. Bagi Xiao Chen, pedang bukan sekadar senjata, melainkan guru yang mengajarkannya tentang rasa sakit, pengorbanan, dan arti kehidupan.

Namun di dunia tempat kekuatan menentukan segalanya, mampukah seorang anak dari keluarga buruk mengukir namanya hingga mengguncang langit dan bumi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Pembagian Tim

Namaku Gu Tian," ucapnya malas, menguap pendek sebelum melanjutkan. "Aku adalah orang yang paling benci dengan keributan dan hal-hal yang merepotkan. Jadi... jika bisa, aku minta tolong kepada kalian semua untuk jangan mati di dalam sana dan menyusahkanku."

​Di sekeliling mereka, tim-tim pesaing lain sudah mulai berkumpul dan menunjukkan taring mereka:

​Tim 1: Dipimpin oleh seorang murid luar senior yang memiliki catatan perkelahian sadis, terkenal gemar menyiksa lawan hingga menyerah.

​Tim 2: Terdiri dari murid-murid pintar yang ahli dalam memasang jebakan formasi spiritual di alam liar.

​Tim 3: Sekelompok murid luar yang bergerak dalam keheningan, mengandalkan serangan mengendap-endap dari balik kegelapan.

Dan dua tim sisanya​.

Saat persiapan akhir sedang dilakukan, salah satu kandidat kuat dari Tim 1 melangkah melewati kelompok Xiao Chen.

Pria bertubuh kekar dengan bekas luka melintang di pipinya itu menghentikan langkah, lalu menatap Xiao Chen dengan pandangan sedingin es penuh intimidasi.

​Ia mencondongkan tubuhnya ke arah Xiao Chen, lalu berbisik dengan nada mengejek yang tajam. "Nikmati kemenangan turnamenmu selagi bisa, Bocah Juara. Di dalam Lembah Seribu Roh nanti... aku sendiri yang akan mematahkan lehermu dan mengambil seluruh token yang kau miliki."

​Xiao Chen tidak membalas provokasi tersebut. Ia hanya menatap kepergian pria itu dengan mata yang tenang namun menyimpan kedalaman yang pekat.

​Malam terakhir sebelum keberangkatan, suasana di bukit belakang sekte terasa sangat sunyi.

Xiao Chen duduk seorang diri di atas batu besar, mengasah pedang besi berkarat yang ia bawa dari Hutan Kabut dengan sebuah batu asah kecil. Suara gesekan logam yang konstan menemani keheningan malam.

​SREK... SREK...

​Roh Pedang muncul di atas udara, melayang dengan posisi bersila dan menatap Xiao Chen dengan raut wajah yang teramat serius.

​"Ujian di Lembah Seribu Roh kali ini... tingkat bahayanya jauh melampaui apa yang kau alami di Hutan Kabut dulu, Nak," suara Roh Pedang terdengar berat.

​Xiao Chen menghentikan gerakan tangannya, menatap bilah pedangnya yang mulai berkilat tajam di bawah cahaya bulan. "Karena monster di dalam sana jauh lebih kuat, Kakek Roh?"

​Roh Pedang menggelengkan kepala perlahan, lalu memberikan sebuah senyum pahit yang penuh dengan kebenaran gelap dunia kultivasi.

​"Bukan, Xiao Chen. Monster buas di alam liar bertindak murni karena insting lapar mereka. Namun manusia... manusia bertindak berdasarkan keserakahan, iri hati, dan kekejaman yang terencana. Ingat baik-baik kata-kataku ini: di dalam dunia kultivasi, monster paling mengerikan dan paling beracun yang akan pernah kau hadapi... adalah jenis yang berjalan dengan dua kaki dan memakai jubah manusia."

​Di saat yang bersamaan, jauh di dalam sebuah ruang paviliun rahasia yang gelap di area faksi Murid Dalam, Feng Lin sedang berdiri di depan sebuah meja kayu.

Di seberang meja tersebut, seorang pria misterius yang mengenakan jubah hitam bertopeng perak sedang berdiri diam seperti bayangan mati.

​Feng Lin meraba sebuah kantong kain berukuran besar yang diletakkan di atas meja. Saat ia membukanya sedikit, kilatan kuning keemasan dari keping koin emas murni berkilau di dalam kegelapan ruangan.

​Feng Lin mendorong kantong emas yang teramat berat itu ke hadapan sang pembunuh bayaran dengan ekspresi wajah yang dipenuhi oleh kebencian yang mendalam.

​"Aku sama sekali tidak peduli bagaimana cara yang akan kau gunakan di dalam sana," suara Feng Lin bergetar karena amarah yang tertahan, matanya berkilat kejam.

​"Gunakan racun, jebakan, atau robek tubuhnya berkeping-keping. Pastikan saja satu hal... bocah bernama Xiao Chen itu tidak akan pernah bisa kembali dalam keadaan hidup dari Lembah Seribu Roh agar tidak pernah menjadi murid dalam!"

​Pria bertopeng perak itu tidak mengeluarkan suara sedikit pun.

Ia hanya mengulurkan tangannya yang bersarung kulit hitam, mengambil kantong emas tersebut, lalu melangkah mundur ke dalam kegelapan dan menghilang tanpa meninggalkan jejak sedikit pun, seolah-olah ia adalah bagian dari bayangan malam itu sendiri

1
Maul
👍👍
Maul
latihan keras 😢
Maul
/Panic//Panic/
Maul
/Scare//Scare/
Maul
kenapa nih🤔
Maul
Benar-benar membingungkan Patriark itu🤭
Maul
/Smile/
Maul
Sepertinya Patriark baik🤔
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
Agen One
Bab 37 sabar guys/Sleep/
Agen One
Kakek roh/Whimper/
Agen One
jadi juga murid dalam/Frown/
Agen One
🤕🤔
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees boos 🌽🔥
Maul
keputusan apa ituh
Maul
takut itu wajar Qianer
Maul
/Frown/
Agen One
selamat Idul Adha ya semuanya/Smile//Pray/
Agen One
Bab 35 sabar ya/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!