NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Ratu,Dari Buruk Rupa Menjadi Penguasa

Reinkarnasi Sang Ratu,Dari Buruk Rupa Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Reinkarnasi / Time Travel
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Fitrika Shanty

​Di kehidupan sebelumnya, Li Hua adalah wanita yang dihina, dikucilkan, dan dianggap "buruk rupa" oleh dunia. Ia mati dalam kesunyian tanpa pernah merasakan cinta. Namun, takdir berkata lain. Ia terbangun di tubuh seorang Ratu agung yang terkenal kejam namun memiliki kecantikan luar biasa, mengenakan jubah merah darah yang melambangkan kekuasaan mutlak.
​Kini, dengan jiwa wanita yang pernah merasakan pahitnya dunia, ia harus menavigasi intrik istana yang mematikan. Ia bukan lagi wanita lemah yang bisa diinjak. Di balik kecantikan barunya, tersimpan kecerdasan dan tekad baja untuk membalas mereka yang pernah merendahkannya. Apakah merah jubahnya akan menjadi lambang kemuliaan, ataukah lambang pertumpahan darah di istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitrika Shanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu dari Negeri Matahari Terbit

​Kebahagiaan di Istana Cahaya seolah tak terusik sejak kelahiran Pangeran Tian Shu dan Putri Li Mei. Namun, di dunia politik kekaisaran, kedamaian sering kali hanyalah jeda sebelum badai baru datang. Kali ini, ancaman tidak datang dari pedang atau sihir hitam, melainkan dari sebuah persekutuan lama yang terlupakan.

​Suatu pagi, sebuah armada kapal megah dengan layar emas bersandar di pelabuhan ibu kota. Mereka membawa panji Kerajaan Solis, negeri seberang lautan yang kaya raya dan dikenal sebagai sekutu militer terkuat Kerajaan Li sejak zaman leluhur.

​Rombongan itu dipimpin oleh Putri Aruna, putri tunggal Raja Solis yang kecantikannya disebut-sebut mampu meredupkan cahaya rembulan.

​Kedatangan sang Saingan

​Li Hua, yang masih dalam masa pemulihan setelah melahirkan, duduk di samping Tian Long saat Putri Aruna memasuki aula utama. Aruna melangkah dengan keanggunan yang sempurna, mengenakan gaun sutra emas yang memeluk tubuhnya dengan indah.

​Namun, yang membuat suasana mendadak dingin adalah cara Aruna menatap kaisar Tian Long. Matanya penuh dengan kerinduan yang dalam, seolah-olah ia sedang melihat kekasih yang telah lama hilang.

​"Lama tidak berjumpa, Yang Mulia Kaisar," suara Aruna lembut namun memiliki tekanan yang kuat. "Sepuluh tahun lalu, saat kita berlatih pedang bersama di pegunungan Utara, kau berjanji bahwa jika negeriku membutuhkannya, kau akan membuka pintu istanamu untukku."

Kaisar ​Tian Long sedikit mengernyit, mencoba mengingat masa remajanya. "Putri Aruna, kau selalu disambut sebagai tamu kehormatan. Tapi janji masa kecil itu adalah tentang aliansi militer, bukan?" putri

​Aruna tersenyum tipis, lalu matanya beralih ke Li Hua. Tatapannya berubah menjadi dingin dan menyelidik. "Dan ini pasti... Permaisuri yang legendaris itu? Wanita yang bangkit dari kematian dan kabarnya memiliki 'mata emas'?"

​"Saya Li Hua," jawab Li Hua dengan nada tenang namun tegas. "Selamat datang di Kerajaan Li, Putri Aruna. Semoga perjalanan jauhmu membawa maksud yang baik."

​"Maksudku sangat baik," jawab Aruna sambil mendekat ke arah takhta. "Negeriku sedang menghadapi ancaman pemberontakan. Ayahku mengutusku ke sini untuk menagih janji pertalian darah. Sesuai perjanjian leluhur kita, jika salah satu kerajaan dalam bahaya, maka jalan terbaik untuk memperkuat aliansi adalah melalui Pernikahan Politik."

​Aula mendadak sunyi senyap. Kaisar Tian Long langsung berdiri, wajahnya mengeras. "Aku sudah memiliki Permaisuri, dan aku tidak memiliki niat untuk mengambil selir atau istri kedua."

​Aruna tidak tampak gentar. Ia mengeluarkan sebuah gulungan kuno yang ditandatangani oleh ayah Tian Long. "Ini bukan tentang perasaan, Yang Mulia. Ini tentang hukum kuno. Jika kau menolak, maka Kerajaan Solis akan menganggap aliansi kita batal, dan seluruh pasokan besi serta bantuan militer kami akan ditarik. Apakah kau siap membiarkan rakyatmu terancam demi egomu?"

​Intrik di Balik Keramahan

​Malam itu, jamuan makan malam diadakan. Putri Aruna dengan sengaja duduk cukup dekat dengan kaisar Tian Long, membicarakan kenangan masa kecil mereka, tentang bagaimana mereka dulu sering berburu bersama. Ia mencoba mengucilkan Li Hua dari percakapan dengan menggunakan istilah-istilah militer dan politik yang hanya diketahui oleh bangsawan tinggi.

​Namun, putri Aruna meremehkan Li Hua. Sebagai mantan pengemis yang pernah hidup di jalanan, Li Hua ahli dalam membaca gerak-gerik manusia. Ia melihat bahwa di balik kecantikan Aruna yang sempurna, ada kegelisahan yang disembunyikan.

​"Putri Aruna," sela Li Hua dengan anggun. "Jika memang ada pemberontakan di negerimu, mengapa kau tidak membawa jenderal atau menteri, melainkan membawa peti-peti berisi perhiasan dan wangi-wangian?"

​Aruna tertegun sejenak. "Itu... itu adalah upeti untuk menunjukkan kesungguhan aliansi kita."

​"Atau mungkin," Li Hua menatap tajam ke arah Aruna, "kau tidak datang untuk meminta bantuan, tapi kau lari dari sesuatu di negerimu dan mencoba menjadikan Tian Long sebagai tamengmu?"

​Ancaman di Kamar Bayi

​Ketegangan mencapai puncaknya saat tengah malam. Li Hua, yang memiliki firasat buruk, bergegas menuju kamar bayi kembarnya. Di sana, ia menemukan putri Aruna sedang berdiri di samping ranjang Pangeran Tian Shu dan Putri Li Mei. Putri

​Aruna tidak membawa senjata, tapi tangannya memegang sebuah botol kecil berisi minyak aromaterapi.

​"Apa yang kau lakukan di sini?!" desis Li Hua, segera menghalangi akses ke anak-anaknya.

​Aruna berbalik, wajahnya tidak lagi lembut. "Anak-anak ini sangat cantik. Sayang sekali jika mereka harus tumbuh dalam kerajaan yang hancur karena ayah mereka menolak aliansi yang sah."

​"Jangan berani menyentuh mereka, Aruna," ancam Li Hua. "Kau pikir aku tidak tahu? Kau bukan datang untuk menikah. Kau datang karena kau telah membunuh ayahmu sendiri untuk takhta Solis, dan sekarang pamanmu sedang mengejarmu. Kau butuh perlindungan Tian Long agar kau bisa menguasai dua kerajaan sekaligus."

Putri ​Aruna tertawa sinis. "Kau memang pintar, pengemis kecil. Tapi kepintaranmu tidak akan bisa melawan armada Solis yang sudah ada di pelabuhan. Besok pagi, kaisar Tian Long harus memilih: Menikahiku dan menjadi penguasa dua dunia, atau melihat ibu kota ini terbakar."

​Li Hua mengepalkan tangannya. Penyakit di kakinya yang terkadang masih terasa berdenyut kini seolah memberinya kekuatan baru—amarah seorang ibu.

​"Kau salah besar, putri Aruna. Di kerajaan ini, kami tidak memerintah dengan rasa takut. Dan kau... kau baru saja menyatakan perang pada wanita yang pernah mengalahkan kematian."

1
EF Shahna
kaya nya bakal seru cerita selanjutnya
Dedeh Dian
Hem sangat sangat bagus sekali ceritanya... apalagi bagi AQ yg cepat tersentuh... makasih author
Rika Ashanty: sama-sama ka🙏👍terus jadi pembaca setia ya,maksih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!