NovelToon NovelToon
Istri Tak Dianggap

Istri Tak Dianggap

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dosen / Nikahmuda / Lari Saat Hamil / Berbaikan
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: antiloversn

"Dengar, saya menikahi kamu hanya untuk nama baik keluarga Avandher Smith agar tidak tercemar diluaran sana. Jadi gak perlu menganggap saya suami mu. Cukup urus diri masing-masing dan tetap berpura-pura di depan orang tua dan teman-teman saya."

Maurisha terdiam, dengan kepala menunduk tak berani mendongak menatap wajah dingin Alaska.

***

Radicha Maurisha, gadis cantik berusia 18 tahun. Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di kota, dimana kakak perempuannya tinggal.

Disanalah Risha kembali merasakan jatuh cinta, setelah sekian lama dia takut berdekatan dengan pria, karena suatu insiden di masa lalu yang membuat dia harus kehilangan orang tersayang dalam hidupnya. Trauma itu sampai sekarang masih ada, tetapi tidak separah dulu, dan dia bisa mengontrol dirinya.

Ketika bertemu dengan Alaska, yang ternyata salah satu dosen dikampusnya. Risha langsung mengagumi Alaska, mengklaim dosennya itu miliknya. Hingga kejadian tak terduga membuat dia harus berurusan dengan Alaska.

Pernikahan sah mereka, tidak bisa membuat Alaska menganggap Risha istrinya. Malah sebaliknya, kehadiran dia sama sekali tidak diinginkan Alaska.

.

Alaska Avandher Smith, pria tampan kaya raya, berusia 30 tahun. Alaska belum menikah, tetapi pria itu memiliki tunangan. Sifat dingin dan cueknya Alaska, malah membuat dirinya disukai salah satu mahasiswanya. Tak lupa sikap arogannya, seringkali merendahkan dan tidak menghargai, atau meremehkan orang lain.

Malam itu Alaska datang ke pernikahan sahabatnya, yang ternyata pengantin wanita itu adalah mantannya. Alaska mabuk berat di acara tersebut. Suatu accident, membuat dia terpaksa menikahi perempuan yang tidak dicintainya.

Sanggupkah Risha bertahan dalam menjalani kehidupan rumah tangga, saat pria yang dicintainya tak sedikitpun menganggapnya istri. Lalu, bagaimanakah pernikahan mereka yang baru seumur jagung, akankah bertahan atau bercerai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon antiloversn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

"Mas, Risha pingsan." Teriak Mesya panik

Alaska dan yang lainnya menatap ke arah Mesya. Tetapi Alaska tidak berniat menghampiri sahabatnya, karena dia yakin sahabatnya masih dalam keadaan emosi sekarang.

Tentu saja, Samudra langsung menguraikan pelukan agar dapat melihat wajah Risha. Dia mencoba tenang supaya istrinya tak semakin panik.

"Sha bangun." Samudra menepuk-nepuk pipi Risha, berharap adik iparnya sadar. Namun, sepertinya percuma, tidak ada tanda-tanda adiknya akan sadar.

"Mas, sebaiknya Risha dibawa pulang ke rumah kita disini saja dulu," kata Mesya yang dituruti Samudra.

Samudra mengangkat Risha ke dalam gendongannya, sedangkan Mesya menggendong Langit yang masih terlelap di pangkuan Jessy.

"Ndra perlu gue bantu," tawar Vion, saat Samudra melewati dirinya

"Gak usah yon, gue masih bisa," tolak Samudra, kemudian memasukan Risha di kursi penumpang belakang dengan penuh hati-hati.

Kini di lapangan olahraga, tinggal 8 orang yang masih berada disana. Harvey melirik ke arah Alaska yang tengah di obati Alexi.

Harvey menghela napas berat, mengamati wajah Abang pertamanya yang terlihat tidak merasa bersalah sedikitpun dengan apa yang terjadi.

"Hmm, Bang! Abang ngerasa gak sih, kalau sikap Abang terhadap Risha tadi keterlaluan," celetuk Harvey langsung mendapat tatapan tajam dari Alaska

"Apa maksud kamu Harv?" Tanya Alaska mendengkus

"Aku tau, Abang paling benci di pegang sama orang yang gak disukai. Tapi abang juga harus lihat dulu, orangnya sengaja atau engga, jangan langsung main pukul kaya tadi, Bang." Jelas Harvey, sungguh dia sangat merasa kesal melihat tampang tidak bersalah Abangnya.

"Jelas-jelas dia itu sengaja megang Abang, dan stop ngebela perempuan itu. Dia bukan pacar kamu, yang harus kamu lindungi," ujar Alaska datar, dia mengetahui bahwa Harvey menyukai perempuan itu.

"Bang---,"

"Harv, udah diem." sela Alexi menyuruh adiknya untuk tidak lagi bicara. Dia tak ingin kembarannya terpancing emosi, hingga memukul adik mereka.

Luka di wajah Alaska sudah selesai di obati, menyisakan bekas lebam yang masih terlihat. Alaska hendak buru-buru pulang ke rumah untuk beristirahat.

Namun, Alaska melupakan satu hal, yaitu Mommy nya. Audy pasti akan bertanya-tanya tentang wajahnya yang terdapat luka-luka. Alaska mengurungkan niatnya pulang ke rumah Daddy nya, dia memutuskan menginap dirumahnya sendiri. Meskipun besok pagi dia pasti akan bertemu Samudra, karena rumah mereka yang berseberangan.

"Lex, kalau Mommy tanya dimana gue. Bilang aja gue ke luar kota sama Tristan," kata Alaska berpesan pasa kembarannya, karena jika kembarannya mengatakan dia tidur dirumahnya sendiri, Mommy nya pasti curiga.

"Iya Bang," ucap Alexi

Semua orang meninggalkan gedung olahraga dan pulang ke rumah masing-masing. Alexi dan Harvey kembali ke rumah orang tua mereka, hanya Alaska yang tidur dirumahnya sendiri.

•••

Tengah malam, bukan sadar dari pingsan. Risha malah mengalami demam tinggi, Samudra dan Mesya tidak memiliki peralatan kesehatan yang lengkap dirumah mereka. Karena alat kesehatan mereka berada di rumah Sadewa, ayah Samudra.

"Mas, kayaknya Risha harus dibawa ke rumah sakit, biar dapat penanganan yang cepat," usul Mesya, tidak bisa membiarkan Risha begitu saja.

"Tapi Yang, Mas juga gak bisa biarin kamu berdua sama Langit dirumah," ujar Samudra kebingungan, sebab mereka tak bisa membawa Langit ikut ke rumah sakit.

"Gini aja Mas, Langit kita titipkan semantara ke Jessy, besok pagi aku jemput," ucap Mesya, dia juga cemas, jadi tak bisa harus berdiam diri, tidak ikut mengantar adiknya ke rumah sakit.

"Yasudah, kamu ke rumah Andrew. Biar aku yang gendong Risha ke mobil."

Mesya bergegas membawa Langit ke rumah Jessy. Dia harap Jessy bisa dititipkan putranya.

Alaska tidak bisa tertidur, memilih keluar dari rumah, berjalan ke arah rumah Andrew. Kebetulan sebagian sahabatnya tengah berkumpul disana.

"Lha, gue kira lo pulang ke rumah bokap lo, Al." ujar Vion menatap sekilas Alaska yang duduk disamping Andrew.

"Mana berani Al pulang dalam keadaan mukanya lebam," timpal Andrew, dia tau bagaimana sifat nyokap sahabatnya yang tidak biss melihat anaknya terluka.

"Hmm." Alaska menanggapinya dengan berdeham.

"Terus darimana lo tau kami kumpul di rumah Andrew," ujar Vion

"Gue yang ngasih tau," sahut Tristan, dia yang telah mengirimkan pesan lewat whatsapp. Karena yakin sahabatnya itu belum tidur.

Tiba-tiba kehadiran Mesya mengejutkan mereka semua. Karena Mesya datang sambil menggendong Langit yang tertidur pulas.

"Kak Andrew, bisa tolong panggilkan Jessy. Bentar aja, ada yang mau aku omongin," kata Mesya

"Sebaiknya lo masuk ke dalam dulu, biar gue panggil Jessy." Andrew masuk bersamaan dengan Mesya ke dalam rumah.

Mesya menunggu di ruang tamu, sedangkan di atas Andrew terpaksa membangunkan istrinya yang ternyata sudah tertidur.

"Yang, bangun dulu bentar. Di bawah ada Mesya nyariin kamu," ucap Andrew dengan lembut membangunkan istrinya. Cara terampuh membangunkan istrinya dengan mencium bibirnya.

'Cup'

Hanya dalam sekejap, Jessy langsung membuka mata dan mengalungkan tangan ke leher suaminya.

"Kamu pasti mau minta jatah ya, kalau iya besok pagi aja Yang. Sumpah mata ku ngantuk banget," ucap Jessy dengan mata yang kembali terpejam.

"Gak sayang, aku terpaksa bangunin kamu. Di bawah ada Mesya mau ngomong sama kamu," ucap Andrew

Jessy langsung bangun, terduduk. Ketika mendengar Mesya ada dirumahnya.

"Ngapain Mesya malam malam ke rumah kita, Yang?" Tanya Jessy

"Aku juga gak tau Yang, tadi Mesya cuman bilang ada yang mau dia omongin sama kamu. Kayaknya penting banget, sampe bawa bawa Langit ke sini," ujar Andrew

"Kalau gitu ayo kita temui." Jessy langsung beranjak dari ranjang, sembari di rangkul Andrew. Takut istrinya jatuh, karena masih dalam keadaan mengantuk.

Sampai di lantai bawah, Jessy dapat melihat Mesya duduk dengan gelisah menunggunya.

"Mey ada apa mencariku malam malam gini, mana kamu bawa Langit segala lagi," kata Jessy sembari menyentuh pipi Langit, sedangkan Andrew mengambil tempat duduk di samping istrinya.

"Jes, maaf aku ganggu kamu. Tujuan ku kesini, mau minta tolong. Buat nitip Langit sama kamu, aku sama Mas Samudra mau bawa Risha ke rumah sakit, adikku demam tinggi. Kami gak bisa merawatnya dirumah, karena gak ada alat kesehatan dan obat-obatan yang lengkap," jelas Mesya tanpa basa-basi, tidak mau mengulur waktu semakin lama.

"Kok bisa sampe demam Mey," ujar Jessy tak menyangka tamparan Alaska bisa menyebabkan Risha mengalami demam tinggi.

"Aku gak bisa menjelaskan detailnya Jes, yang pasti adekku harus segera dibawa ke rumah sakit," kata Mesya

"Sini Langit, biar sama kami. Lo dan Samudra gak usah khawatir, Langit kami yang jagain. Lebih baik kalian fokus pada kondisi Risha. Gue harap adek lo segera membaik."

1
partini
Al tangannya ringan bangt main gplk aja , nanti jadi suami macam mana gar" something merek menikah ga kebayang rasanya OMG
di sinopsis si Al tunangan bubar karena sesuatu tapi di bab lalu karena di ga mau jadi ibu rumah tangga Thor
partini: oh ok Thor, cerita bagus si Alaska alergi di sentuh ya Thor
sentuh dikit geplak 👍
main fisik ngilu euyy
total 2 replies
Aty
jgn lama2 thor up nya, lg seru nih. jgn lupa visualnya dong. 🙏🙏
Ria Yuliaa
seru ceritanya...
Ria Yuliaa
Crazy up dong ka..
seru ceritanya
antiloversn: halo ka, makasih dukungannya. Maaf blm bisa double up🙏
total 1 replies
🤍 rishayu 🤍
Lanjut yg byk ya thor….🤩🤩🤩
antiloversn: siap kak
total 1 replies
🤍 rishayu 🤍
Thor….up nya yg byk yaaa…..🤩🤩🤩
muna aprilia
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!