NovelToon NovelToon
Dipinang Dosen Killer

Dipinang Dosen Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ana fatih

"Astangfirullah Pak, ini bukan hukuman tapi menindas namanya!" Pekik Nabila kala menatap bukuu setebal tembok di depannya.
"kalau tidak mau silahkan keluar dari daftar Siswi saya!" jawab pria yang amat di kenal kekillerannya.
huff!
Nabila tak dapat membantah selain pasrah ia tidak mau mengulangi mata kuliah satu tahun lagi hanya demi satu kesalahan.
Tetapi Nabila pikir ini bukan kesalahan yang fatal hanya dosennya memang rasa sensitiv terhadap dirinya, Nabila tidak tahu punya dendam apa Pak Farel sehingga kesalahan kecil yang Nabila perbuat selalu berujung na'as.

Yuk lanjut baca kisah Nabila yang penuh haru dan di cintai oleh dosennya sendiri secara ugal-ugalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana fatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Tolong bantu supportnya semoga naskah ini terus berlanjut....

terima kasih banyak.

___________

Nabila masih termangu karena rasa malu dan canggung terhadap mertuanya yang tiba-tiba datang, beruntung tak lama Alka keluar dari kamar mandi dan sialnya Alka justru sengaja keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk seolah ia sengaja memamerkan dirinya yang baru saja melakukan itu.

"Abi, tumben datang ke sini, ada apa?" tanya Alka santai sambil mengambil kaos putihnya di atas shofa.

Nabila terbelak karena suaminya benar tidak tahu malu di depan sang Abi melakukan itu, Nabila berusaha menarik suaminya agar masuk lagi untuk memakai baju.

"Ada apa sih sayang, aku mau nemui Abi," ucap Alka santai memanggil sayang.

Mata Nabila makin terbelalak,"orang ini sakit apa ya," batin Nabila.

"Pak, itu kamu belum sempurna memakai bajunya," bisik Nabila sambil melirik ke arah Alka.

"Memangnya kenapa, bukankah Abi tidak masalah lihat aurat saya, kamu itu lucu ya, kamu mempermasalahkan baju saya coba kamu lihat diri kamu itu," ucap Alka tersenyum tipis, ternyata istrinya tidak sadar kalau pakaiannya sendiri berantakan.

Nabila menyerngit, lalu ia menatap pada dirinya dan alangkah paniknya Nabila saat tahu dirinya ternyata.

Nabila langsung menarik tubuh Alka untuk menutupi dirinya, Nabila benar malu di depan mertuanya.

"Ya ampun kenapa gue bisa ceroboh sih, pantesan Abi dari tadi berusaha menunduk pasti karena ini, Nabila bego sekali kamu!" batin Nabila ingin rasanya ia tenggelam sekarang juga.

"Pak, saya malu," cicit Nabila pada Alka.

Alka tersenyum ia merasa kasian sama istrinya, tapi gimana lagi.

"Sekarang masuk ke kamar mandi sana mandi, biar saya yang bicara sama Abi," kata Alka mengelus pucuk kepala sang istri.

Nabila mengangguk patuh, sebab ia sudah terlanjur malu sama Abi ibrahim tapi ya apa buat sudah terjadi dan semua itu gara-gara suami mesumnya itu.

"Abi silahkan duduk, maaf tadi ada insiden, hehe," ucap Alka terkekeh.

"Kamu itu ternyata ya, tapi nggak papa, itu artinya Abi sebentar lagi bakal punya cucu," sahut ibrahim mengalah tidak mau berdebat soal itu walau ia ingin sekali menegur Alka karena melakukan di kantor tapi ia sadar ini masih ruangan pribadi Alka.

"Insyaallah, Abi do'akan saja, bukannya mamang ini kalian mau."

"Iya, Abi hanya tidak menyangka saja kamu bisa secepat itu menaklukkan Nabila atau jangan-jangan memang sudah jatuh cinta sama dia dari dulu," Alka hanya tersenyum.

"Ya sudah, Abi ke sini tadi hanya kebetulan lewat. Ummi mu meminta kamu untuk bawa istrimu pulang ke rumah karena kami mau mengadakan acara tasyakuran, setelah urusan kalian dan istrimu selesai."

"Siap, insyaallah akhir pekan Alka pulang." Ibrahim mengangguk, lalu ia pamitan karena tidak mau mengganggu putranya yang tahu sedang sibuk.

Ceklek!

Alka menoleh ke arah kamar mandi dan heran kenapa istrinya kok belum mandi juga.

"Kok kamu belum mandi?" tanya Alka sambil menyerngitkan dahi.

"Saya nggak bawa baju Pak, jadi percuma." sahut Nabila.

"Udah sana mandi, di lemari itu ada baju ganti," sahut Alka.

"Hah! Maksud Bapa di sini ada baju saya?" tanya Nabila yang belum mengerti ucapan suaminya.

"Kalau saya bilang ada yang ada, kenapa masih banyak protes, kebiasaan!" kesal Alka.

"Ya jelaslah saya protes, saya kan tidak merasa bawa baju ke sini oh atau jangan-jangan Bapak yang sudah menyiapkan ini semua?" delik Nabila tak habis pikir suaminya punya rencana untuk melakukan itu di sini.

"Memangnya kenapa, salah seorang suami menyiapkan baju untuk istrinya seharusnya kamu berterima kasih karena saya sudah perhatian sama kamu."

"Ini mah bukan perhatian, bilang saja situ memang mesum!" batin Nabila.

"Kenapa diam! Baru sadar kalau suami mu ini baik?" ucap Alka yang memang ingin sekali Nabila mengkaui kebaikannya.

"Idih! mana ada orang baik mintak di akui," sewot Nabila masuk ke kamar mandi lagi.

Dan saat Nabila berada di dalam kamar mandi, sebenarnya ia terhanyut oleh perhatian Alka. Gimana tidak, semua kebutan dirinya Alka siap kan seperti sabu dan alat mandi Nabila yang lain juga sudah ada di sini.

"Huh! Sebenarnya mau dia apa sih, kadang bikin gue meleyot dangan sikapnya yang manis tapi kadang mulut pedasnya itu buat gue emosi," gumam Nabila, ia tidak tahu saja kalau suaminya itu sebenarnya cuma gengsi yang unggulkan lebih dulu.

Selesai mandi Nabila merasa segar tubuhnya karena ia mandi air dingin, dan dengan santai Nabila keluar kamar mandi dengan hanya memakai handuk selutut berjalan menuju lemari kecil yang katanya ada pakaiannya.

Mata Nabila terbelalak saat membuka lemari di itu tidak hanya satu bajunya tapi sudah ada kurang lebih tiga potong baju ganti.

"Dia memang niat banget ya, mau ngelakuin itu di sini," batin Nabila sambil bergidik ngeri mengingat suaminya tak kenal waktu dan tempat.

Selesai berganti Nabila merasa rambutnya masih basah karena memang rambut Nabila panjang dan lebat.

"Hm! kalau begini gue mana bisa langsung pulang, rambut gue masih basah," gumam Nabila dan itu di dengar oleh Alka. Walau ia sibuk tapi telinganya sempurna mendengar ocehan sang istri.

"Nabila," panggil Alka tanpa menoleh.

Nabila terkesiap,"iya, Pak?" tanya Nabila.

"Sini, duduk!" pinta Alka saat dirinya pindah ke shofa bukan lagi duduk di kursi kerjanya.

"Ada apa ya, Pak?" heran Nabila seraya memicingkan matanya.

"Duduk!" titah Alka lagi dengan nada lebih keras sebab Nabila susah.

"E-h iya, Pak," seru Nabila takut Alka semakin marah.

Setelah Nabila duduk, Alka mengambil paksa handuk yang Nabila pegang untuk mengeringkan rambutnya.

Tak ada ucapan, hanya saja tangan Alka bergerak cepat ia mengeringkan rambut istrinya memakai handuk tersebut, dengan telaten dan lembut Alka berusaha mengeringkan rambut sang istri.

Dan lagi-lagi Nabila di buat meleleh sama sikap Alka yang berubah-rubah itu.

Gimana tidak, ia merasa seperti memilik suami yang baik dan perhatian bahkan Nabila begitu bahagia seolah ia menjadi pemeran seperti film Drakor yang ia tonton, memiliku suami bucin.

"Ah andai suami gue begitu, eh tapi ini kan Pak Alka sudah seperti yang ada di film-film itu," batin Nabila sejenak ia begitu bahagia tapi sayang kebahagian itu lenyap seketika kala mulut cabe Alka kembali berkomentar pedas.

"Saya kira punya istri itu saya yang di manjakan eh malah yang saya yang repot!" ucap Alka bercanda.

Sedang Nabila menganggapnya serius sampai ia terkesiap saat mendengar ucapan Alka dan membuat darahnya kembali mendidih padahal tadi sudah sangat senang seolah ia tengah menjadi pemeran drakor romantis.

Nabila segera menepis tangan Alka agar tak lagi mengeringkan rambutnya, hatinya sudah terlanjur sakit hati.

"Maaf kalau Bapak mengira saya manja! Tapi saya rasa suami mamang punya kewajiban memanjakan istrinya kalau memang dia sadar hal itu, tapi sayang suami saya tidak begitu, karna dia hanya mau enak-enak saja!" semprot Nabila kesal banget sampai berani menyentil Alka dan baginya wajar sebab Alka sudah sangat terlaluan.

"Dan saya berjanji mulai hari ini tidak akan membuat Bapak repot lagi dan saya harap Bapak juga tidak menganggu saya lagi!" ucap Nabila sambil menatap nyalang ke arah Alka.

Kemudian ia pergi meninggalkan ruangan yang sudah di nodai itu setelah memakai hijabnya.

Bug!

1
Aditya hp/ bunda Lia
ck, ... nih dosen atu bawaannya nyokot Mulu 😂
Aditya hp/ bunda Lia
siksa terus Nab ... 😂
Aura kasih
gacor Nabila 🤣😄😄
Zara Fatimah
seru banget bikin skit peeut
Zara Fatimah
🤣🤣 kapok kamu Alka
Zara Fatimah
ampun dech Pak Alka 😂😂
Zara Fatimah
Lucu 😂
Aura kasih
awww. aku tidak kebayangyang di lakukan pak dosen 😂😂
Aditya hp/ bunda Lia
wkwkkk .... pak dosen lagi solo karier senam 5 jari? 😂😂
Aditya hp/ bunda Lia
balas dendam nih Nabila
Aditya hp/ bunda Lia: banyak juga gak apa-apa tuman wae suami galak 😂
total 2 replies
Aura kasih
buat Alka cemburu kejang-kejang Thor 🤣
Ana fatih: 🤣🤣 biar tahu Rasak ya kak
total 1 replies
hasatsk
cie cie yang mulai tidak mau berjauhan dengan dosen killernya...
Aura kasih
aduh kak ayolah buat Alka bucin. eh tapi aslinya dia itu sudah bucib 🤣
Aura kasih
Adakah cowok model Alka
Aditya hp/ bunda Lia
apa jangan2 ada masalah yah sama rahimnya Nabila ada miom atau kista mungkin? 🤭
Aditya hp/ bunda Lia
masa iya sih Nabila keguguran ... 🤭
Aditya hp/ bunda Lia: aku nya orangnya suka sotoy 😂😂✌️
total 3 replies
Aditya hp/ bunda Lia
emang si pak dosen ini bunglon yah kadang baik kadang jahat nyebelin pake banget ...
Aditya hp/ bunda Lia: masukin oven ajah biar meleleh 😂
total 2 replies
Nia Juniawati
bagus bagus banget ceritanya/Smile//Smile//Smile//Smile/
Aura kasih
Abi anak mu mintak di jitak kepalanya 🤣
Aditya hp/ bunda Lia
mulut si Alka ini kayaknya harus ditaplok dulu pake ulekan cabe 7kg deh dower - dower
Aditya hp/ bunda Lia: heran soalnya dosen tapi ngomong ke istri asal jeplak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!