Ada apa dengan istriku?
Tak seperti biasanya istriku terlihat diam tak banyak bicara lagi, seolah bukan orang yang kukenal selama ini.
Diam bukan berarti tak mengerti apapun - Luna.
Maafkan, sungguh diriku menyesali semua itu - Akbar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MS.Tika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Cukup lama Luna berada di posisi yang sama seperti tadi, meringkuk lututnya diatas ranjang dan memenjamkan matanya.
Drrrt..ddrrrt..
Suara bunyi ponsel Luna berdering membangunkannya, dilihatnya nama yang tertera disana 'Kak Edward' lalu ia pun mengangkat tanpa mengeluarkan suara jawaban hanya mendengarkan apa yang diucapkan kakaknya ke dirinya.
"Halo Luna.."sapa Edward.
"Are you okay? jawab kakak jangan diam saja, kamu dimana sekarang kakak jemputnya. Sudah jangan bersedih lagi kakak akan membawamu pergi dari sana."kata Edward beruntun tanpa mendengar jawaban dari Luna.
Luna yang malas menjawabnya langsung memutuskan panggilannya dan menonaktifkan ponsel agar tak ada siapapun yang bisa menghubungi dirinya saat ini. Suasana hatinya masih sangat sakit dan belum bisa menerima kenyataan yang ada.
Sejak hari dimana semua terbongkar dan pembicaraan terakhirnya dengan Edward dan Akbar, Luna menghilang dirinya tidak pulang ke rumah.
"Lebih baik aku pergi dari ini jauh dari hal-hal yang membuatku sakit"gumam Luna.
- -
Setelah beberapa hari Luna tak pulang kerumah tak membuka ponsel memberitahu siapapun keberadaannya ia memilih menutup akses untuknya dan menenangkan diri dulu di butik sambil menyibukkan dirinya dengan pekerjaan untuk melupakan segala kesedihan di dalam hatinya. Setiap ada yang mencari dia ,pasti memberitahu bawahannya untuk tak menjelaskan keberadaannya.
Luna memutuskan untuk tidak lagi bersedih dengan nasibnya sekarang, ia memilih bersama dengan keadaan dan mencoba menerima segala yang sudah tuhan tentukan untuknya. Saat ini Luna sedang mengendarai mobilnya menuju rumah tempatnya dan Akbar berumah tangga.
Ruma yang diperuntukkan untuknya setelah menikah, dirinya pulang untuk mengambil beberapa pakaian dan memilih keluar dari rumah itu. Dirinya memilih tinggal terpisah dengan suaminya, tinggal di salah satu apartemen yang dimiliki meskipun kecil akan tetapi apartemen itu menjadi tempat tinggal ternyaman untuknya sekarang.
Tadi siang Luna sudah menghubungi Akbar untuk meminta agar mereka bisa bertemu dan berbicara berdua di rumah. Akbar yang memang sudah beberapa hari ini tidak bisa bertemu istrinya tentu sangat senang dan langsung menyetujui permintaan Luna. Ternyata Luna sampai lebih dulu ia berjalan menuju dalam rumah dengan sedikit ragu.
Luna mengedarkan pandangannya pada seluruh isi rumah yang telah memberikan kenangan indaj bersama dengan Akbar meskipun sering kali menerima penolakan dari suaminya. Setiap foto yang ia lihat seperti bercerita mengingatkannya pada setiap kejadian dan kisah yang terjadi.
Pandangannya beralih pada sebuah bingkai di antara bingkai yang tersusun rapi di atas buffet sebuah foto akad nikah sepasang suami istri yang terlihat sangat mesra dan romantis tapi kenyataannya senyum yang dipasang suaminya sebenarnya senyum palsu untuk menutupi permainan selingkuh dibelakangnya.
Tidak ada lagi air mata yang menetes Luna, ia hanya menatap datar foto itu lalu berlalu menuju dapur untuk menyiapkan makan malam. Yah.. sejak saat ia terbangun pagi tadi, ia sudah memutuskan untuk tidak lagi menangisi semua yang sudah terjadi pada dirinya.
Sudah cukup ia menangis untuk orang yang sudah memberikan luka untuk dirinya, dan meratapi nasib yang sudah tuhan tetapkan untuknya. Kali ini Luna akan berusaha untuk menerima dan berprasangka baik kepada sang maha pengatur hidup seseorang. Luna yakin dibalik cobaan yang tuhan berikan untuknya akan ada hikmah yang bisa Luna petik di sana.
Luna sedang sibuk memasak di dapur saat terdengar suara mobil berhenti di halaman rumah. Luna langsung mematikan kompor dan menyiapkan makanan yang telah dimasaknya untuk di hidangkan di atas meja makan.
Akbar yang mendengar ada suara di meja makan lalu dirinya berjalan menuju arah itu, dirinya duduk di meja makan seakan tidak terjadi apapun pada rumah tangga mereka. Akbar menautkan alisnya bingung dengan tingkah Luna.
"Mas sekarang mandi dulu, baru kita makan malam bersama ada hal yang ingin ku sampaikan pada mas."ucap Luna tanpa melihat ke arah suaminya.
Lagi-lagi Akbar dibuat terkejut dengan perkataan lembut Luna, ia mendengar seperti biasa istri lakukan padanya. Akbar hanya mengangguk dan berlalu menuju kamar tidur mereka di lantai dua sedangkan Luna kembali ke dapur untuk meneruskan menyiapkan makanan yang sudah dimasaknya tadi.
Setelah Akbar selesai membersihkan diri. ia dan Luna lanjut untuk makan malam. Dan kembali dibuat terkejut dengan makanan yang tersaji diatas meja makan itu semua adalah makanan kesukaannya, mulai dari tumis bayam,ikan goreng dan sop ayam.
"Ayo duduk mas, kita makan bersama"ajak Luna yang baru saja datang dari dapur dengan membawa dua buah gelas di tangannya.
Akbar duduk di tempat biasa, ia masih terlihat canggung dan bingung melihat perubahan istrinya. Luna yang kemarin terlihat marah dan sangat menyedihkan kini sudah tampak baik-baik saja bahkan sekarang Luna sudah melayaninya seperti sebelumnya, Akbar menatap menyelidik penampilan Luna yang sedang menyiapkan piring untuknya dari atas sampai bawah. Yah ada yang berbeda dengan penampilan Luna saat ini, Luna memakai pakaian lebih tertutup tidak seperti biasanya yang telihat seksi dimatanya tapi sekarang Luna bahkan memakai gaun panjang yang tertutup sampai dibawah lutut 10 cm dan berlengan pendek walaupun terlihat sederhana tapi ini cukup membuat Akbar bertanya-tanya.
"Aku akan tinggal di apartemenku mulai besok."ucap santai Luna sambil menyedok sayur yang berada di atas meja.
Deg..
Akbar yang kembali terkejut mendengar istrinya mengatakan akan tinggal terpisah darinya. Apa istrinya sedang bercanda ini.
"Apa yang kamu katakan? jangan berbicara asal seperti itu." ucap Akbar yang tak terima dengan keputusan Luna.
"Besok aku akan tidak akan tinggal dirumah ini, aku memilih tinggal di apartemenku saja."kata Luna.
Saat ini Akbar menatap tak percaya ke arah istrinya.
"Aku sudah mengambil keputusan lebih baik kita berpisah saja tak usah lagi melanjutkan pernikahan penuh luka ini."ucap Luna datar.
Ekspresi Luna terlihat serius tak ada main-main dengan apa yang sudah diputuskannya.
"Tapi Luna, mas tidak ingin berpisah denganmu. Mas tidak akan pernah menceraikanmu!"ucap tegas Akbar kepada istrinya.
"Aku hanya ingin melepaskan ikatan suci ini yang sudah tak suci lagi penuh noda kotor yang sulit untuk dibersihkan kembali."kata Luna.
"Mas tidak akan pernah menceraikanmu, kamu mau tinggal terpisah denganku aku tak masalah tapi untuk berpisah itu tak akan pernah terjadi."kata tegas keluar dari mulut Akbar.
"Kamu egois mas!! terserah apa katamu tapi satu hal terpenting aku tak ingin lagi bersamamu."ucap Luna.
Jangan kira Luna itu wanita yang lemah, Luna bahkan sudah di hadapkan dengan kerasnya kehidupan sejak dirinya tinggal pergi ibunya untuk selamanya. Sejak kecil Luna sudah dihadapkan dengan berbagai masalah dan bagaimana Luna bisa menjalani semua itu dan meraik kesuksesannya seperti sekarang jika dirinya orang yang lemah.
Luna adalah seorang anak yang dipaksa menjadi dewasa sebelum waktunya dan berjuang untuk tetap hidup hingga dirinya seperti saat ini.
se BADAS apa kamu luna
apa mau berbagi lendir dengan mereka lun OMG
biar kamu ga sama Kaya yg lain cuma mewek doang 🤦