NovelToon NovelToon
GAURI, PENGANTIN PILIHAN DEVAN

GAURI, PENGANTIN PILIHAN DEVAN

Status: tamat
Genre:Dokter / Anak Yatim Piatu / Teen School/College / Romantis / Cintamanis / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Devan kaget saat tiba-tiba seseorang masuk seenaknya ke dalam mobilnya, bahkan dengan berani duduk di pangkuannya. Ia bertekad untuk mengusir gadis itu, tapi... gadis itu tampak tidak normal. Lebih parah lagi, ciuman pertamanya malah di ambil oleh gadis aneh itu.

"Aku akan menikahi Gauri."

~ Devan Valtor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perkara liburan

"SMA kita akan adain reuni, liburan tiga hari di Bangkok!"

Gino berseru kencang dengan penuh semangat. Ia baru saja membaca grup whatsapp alumni sekolahnya, khususnya kelas mereka. Pandangannya berpindah-pindah dari Devan dan Agam yang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Agam dengan data pasiennya, dan Devan dengan buku tebal matematikanya.

Gino menarik nafas panjang. Inilah yang dia alami karena bersahabat dengan dua laki-laki serius yang tampaknya lebih tertarik pada karya-karya ilmiah.

Gino menghentakkan tubuhnya ke sofa, masih menunggu reaksi dari kedua sahabatnya itu. Namun, seperti biasa, Agam hanya mengerjap pelan sambil mengetuk-ngetuk pena di atas berkas pasien, sementara Devan bahkan tidak mengangkat wajah dari bukunya.

"Bangkok, bro! Tiga hari! Reuni! Liburan! Kenapa kalian kayak patung lilin gitu sih?" Gino akhirnya meledak. Rasanya dia benar-benar salah memilih circle persahabatan.

Lihat? Dua laki-laki itu tetap tidak peduli.

"Mau pergi atau tidak?" ia akhirnya bertanya walau sudah tahu jawabannya.

"Tidak."

Tuh kan, bahkan jawaban mereka diucapkan secara bersamaan. Rasanya Gino ingin menendang keduanya. Ia menghembuskan nafas kasar, pandangannya tidak sengaja jatuh ke salah satu kamar yang berada tak jauh dari ruang santai apartemen Agam. Pintu kamar itu terbuka, tampak jelas Gauri yang tertidur manis di sana.

Gadis itu sudah hampir sebulan ini rajin bertemu dengan dia juga, karena mereka bertiga sering berkumpul semenjak dia dan Devan balik dari luar negeri. Tidak selalu, tapi sekali dua kali dalam seminggu pasti adalah. Dan Agam selalu bawa Gauri bersamanya.

Kalau bukan di apartemen Devan, mereka akan kumpul di apartemen Agam ini. Gauri juga selalu menempel pada Devan. Sampai Gino pun jadi dekat dengan gadis itu. Awalnya Gauri tidak suka sama dia, tapi sekarang gadis itu mulai menerima dia. Bisa di bilang mereka dekat sekarang. Sekalipun Gauri gak nempel kayak dia nempel sama Agam, Ares, terutama Devan.

Melihat Gauri, langsung muncul ide di kepala Gino.

Aku tahu bagaimana membuat dua orang gila ilmu itu mau ikut.

Gino tersenyum jahat lalu berdiri dan diam-diam mendatangi Gauri yang masih asyik ketiduran, seperti bayi tanpa dosa.

"Gauri ..." Gino memanggil nama gadis itu dengan pelan. Sangat pelan, takut ketahuan Devan atau Agam. Bisa-bisa dia di lempar nanti.

"Gauri maniss ..." Gino menepuk lembut pipi Gauri.

Tidak bangun juga. Gino berpikir keras, kemudian mengeluarkan mengeluarkan permen wangi rasa stroberi dari kantong hoodie-nya, Gauri suka stroberi, pasti suka permennya juga.

Gino menyeringai, mengangkat permen itu ke dekat hidung Gauri, lalu menggoyang-goyangkannya perlahan.

“Ayo bangun, nona kecil ..." bangun dulu sebentar," bisiknya.

Hidung Gauri bergerak sedikit. Gino hampir tertawa karena responsnya begitu cepat. Detik berikutnya, kelopak mata gadis itu membuka setengah, masih buram dan bingung. Ia menatap Gino dengan mata bulatnya yang bengkak karena baru bangun tidur.

"Gauri mau permen nggak? Rasa stroberi." ucap Gino pelan.

Gauri mengucek matanya, lalu bangun dari posisinya yang berbaring. Matanya terus menatap ke permen di tangan Gino.

"Mau?" tanya Gino lagi.

Gauri pun mengangguk. Gino tersenyum dan dengan cepat membukakan permen tersebut lalu memberikan isinya pada Gauri. Kantuk gadis itu sudah hilang sepenuhnya. Ia tampak menikmati permen pemberian Gino.

"Gauri," Gino mulai beraksi.

"Kak Gino pengen ajak Gauri ke tempat ini." ia menunjukkan salah satu gambar tempat wisata paling indah menurutnya yang ada di Bangkok dari hapenya.

"Di sini tempatnya indah banget. Gauri pasti seneng banget jalan-jalan ke sini. Ada toko cokelat sama toko roti yang enak banget juga. Mau ke sana nggak?"

"Mau!" angguk Gauri langsung.

"Kak Devan, kak Agam, Ares ikut juga?" pertanyaan itu yang di tunggu-tunggu oleh Gino.

"Kita harus nanya. Kalo mereka nggak pengen ikut, Gauri paksa mereka ya? Bilang kalo Gauri pengen banget liburan ke sana. Tuh, kak Devan sama kak Agamnya lagi di luar, kita paksa mereka yuk."

Gauri mengangguk lagi lalu turun dari kasur dan segera berlari keluar. Ia langsung duduk di samping Agam, memeluk lengan pria itu.

"Kakak, Gauri pengen ke liburan ke tempat yang ditunjukin sama kak Gino!"

Baik Agam maupun Devan yang tadinya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing langsung terbagi perhatiannya. Hanya Gauri memang yang mampu membuat perhatian keduanya teralihkan.

Gauri masih memeluk lengan Agam erat-erat, wajahnya penuh antusias, pipinya memerah karena semangat yang tiba-tiba meledak begitu saja. Agam menatapnya singkat, lalu menoleh ke arah Gino yang sudah berdiri di belakang Gauri dengan senyum yang terlalu polos untuk ukuran seseorang yang sedang berencana menipu dua sahabatnya.

"Liburan…?" Agam mengulang pelan,

"Ke Bangkok?"

"Iya!" Gauri mengangguk cepat, terlalu cepat sampai rambutnya bergoyang.

"Gauri mau ke toko cokelat. Sama… sama toko roti enak! Terus tempatnya indah banget! Kayak di foto!"

Mata Agam menyipit halus, jelas ia menganalisis situasi.

"Foto dari mana?"

"Dari Kak Gino!" seru Gauri bangga, seolah itu bukti sah dan kuat.

Agam dan Devan sama-sama menoleh ke Gino. Tatapan mereka dua-duanya tajam. Mereka langsung tahu Gini adalah si pembuat ulah yang menggunakan Gauri untuk tujuannya.

Gino tersenyum lebar.

Devan akhirnya menutup bukunya, menaruh bulpen di atas meja, dan menatap Gauri yang meraih tangannya juga.

"Kamu pengen banget?"

Gauri mengangguk lebih lembut kali ini, matanya berkilat penuh harapan.

Gino menjulurkan leher sedikit, ingin memastikan mimik dua sahabatnya. Mereka jelas mulai goyah.

Agam menghela napas.

"Gauri, Bangkok itu jauh. Capek. Kamu kuat?"

"Kuat!" jawab Gauri mantap.

Agam kemudian merapikan berkasnya, seolah mulai mempertimbangkan opsi yang sebelumnya ia tolak mentah-mentah.

"Kapan?"

"Reuni SMA tiga hari, akhir bulan ini," sahut Gino cepat sebelum Gauri keburu menjawab yang aneh-aneh.

Agam diam. Devan juga diam.

Tapi Gauri tiba-tiba menautkan kedua tangannya ke lengan Devan dan Agam bersamaan, menatap mereka dengan mata besar yang mematikan pertahanan siapa pun.

"Gauri mau ke sanaa... Mau ke sana ..."

Agam mengusap wajahnya.

"Gauri… kakak ada operasi besar akhir bulan ini. Gak bisa di tinggalin. Kita cari hari lain aja ya?'

"Nggak mau, mau ke sana!"

Rasanya Agam ingin menendang Gino. Tapi dia benar-benar ada operasi besar tanggal segitu. Dan dia tidak mungkin membiarkan Gauri pergi berdua dengan Gino, dia tidak percaya Gino bisa jaga adiknya dengan baik. Ares? Bisa. Tapi kalau Gauri tiba-tiba tantrum, susah dibujuknya kalau tidak ada dia. Pilihannya hanya satu,

Devan.

Agam menatap Devan. Dan Devan langsung tahu arti tatapan itu. Ia menghembuskan nafas panjang lalu berbicara.

"Baiklah, aku pergi. Gauri aku yang jaga."

Gauri langsung berseru senang, begitu pula Gino. Setidaknya satu di antara kedua sahabatnya ikut. Senyumnya segera hilang ketika mendapatkan tatapan mematikan dari Devan maupun Agam.

1
tutut wahyuningsih
👍👍👍👍
irma hidayat
rasain lu gino kamu lengah padahal udah gunain akal akalanmu agar devan ikut
irma hidayat
pede banget kamu diana bilang ga cocok, mau nya kamu ya yg cocok
irma hidayat
cerita nya bagus,semangat berkarya thor
irma hidayat
kena juga tuh di akalin gino
irma hidayat
diana jangan marah kamu sedang menuai hasil dari perbuatanmu
irma hidayat
pelampiasan cemburu tuh s diana,ares kena
Qaisaa Nazarudin
Padahal yah dengan kejadian berlaku dan setelah kecelakaan itu, Sesiapa juga bisa MENEBAK apa yg sebenarnya terjadi,Setelah kejadian itu dengan Tiba2 Ibnu langsung berkuasa dan hidup mewah,Siapa juga akan mikir apa yg sudah terjadi..Lha ini malah PASRAH gitu aja,Aneh...
Qaisaa Nazarudin
Padahal diawal Agam mengenalkan Siapa Gauri ke Gino dan Devan, Perasaan ku Agam menyebut nama Tunangannya Gretta,Kok bisa berubah jadi Iriana..🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Move on Agam,Kamu juga berhak bahagia, Orang yg meninggal Roh akan nyangkut selagi orang yg dia Sayang belum mengikhlaskan dia PERGI, Jadi DIA belum bisa TENANG diatas sana..
Qaisaa Nazarudin
Aku takut aja ada yg merakam perbuatan mereka,Ia sih sekolah ini milik Gauri,tapi gak ada CONTOH YG BAIK,Apalagi Devan yang notabene nya SEORANG PENDIDIK,Tidak mencerminkan jiwa seorang pendidik,Kalah dengan Nafsu..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Devan..Devan kan sudah di peringatin juga sama tante Victoria dirumah saat dimeja makan,Kenapa dilakukan juga ckk..
Qaisaa Nazarudin
Hareudang... Akhirnya Jebol juga Gauri,Tahan nafas aku baca bab ini 🤭🤭🤭
Qaisaa Nazarudin
Nah akhirnya Gauri SEMBUH sendiri, Semoga Gauri gak lupa kalo Devan itu SUAMINYA ya..
Qaisaa Nazarudin
Semoga setelah mimpi ini Gauri SEMBUH ya..🤲🤲🤲 Gak sabar aku nunggu Gauri sembuh..
Qaisaa Nazarudin
kok IRINA??Bukan GRETTA ya nama kakak nya?? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Aku takut nya ntar Gauri cerita ke orang lain apa yang sudah Devan lakukan ke dia..😂😂🤭🤭
Qaisaa Nazarudin
Itu mah buah Terong bukan anggur ya Gauri 🤣🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
Padahal aku udah takut banget kalau Keluarga Devan gak setuju dan gak restuin karena keadaan Gauri yg sakit.. Alhamdulillah ternyata diluar Ekspektasi aku..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah tdk ada DRAMA tdk restu dan memandang RENDAH dan MENGHINA Gauri dari sang kakek..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!