NovelToon NovelToon
Sekretaris Kesayangan Bos

Sekretaris Kesayangan Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Perjodohan / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Jalur mature book, yang masih piyik jangan masuk 📌🙏🏻

Kenzo yang di khianati kekasih di masa lalu membuat dia tak mau dekat dengan wanita manapun. mantan kekasihnya adalah ibu tirinya saat ini.
Bagi Kenzo cinta adalah omong kosong, cinta cuma bisa di buktikan di atas ranjang, setelah itu tak ada ikatan apapun.

Kenzo Eko Armanta saat ini adalah sosok dingin, arogan, cuek, semaunya dan kejam.
Tiba-tiba saat seorang gadis bernama Vinda yang menjadi sekretaris baru masuk ke lingkungan hidupnya, gadis itu bisa memporak-porandakan kebekuan Hati Kenzo, saat itu lah dia baru sadar jika cinta itu masih ada.
Kenzo bisa kembali bersikap manusiawi dan mempercayai cinta lagi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Larasati seperti pengganggu.

Kenzo mengusap wajah kesal. Kalau yang bicara bukan sohibnya, mungkin sudah dia hajar sejak tadi. Dasar Rangga, seenaknya saja menganggap Vinda seperti wanita malam yang sudah sering disentuh laki‑laki lain.

Rangga sialan!

"Ada apa, pak? Sudah lapar? Mau saya belikan makanan di luar?" Vinda melirik jam dinding. Kenzo sedari tadi melamun sambil berdecak kesal, padahal sudah waktunya makan siang. Biasanya dia akan minta dibelikan pizza, ayam goreng, atau lasagna—tapi kali ini Kenzo cuma geleng kepala sambil memijat pelipis.

"Aku kesal sekali, sama Rangga yang mulutnya nggak ada remnya, dan sedikit marah padamu juga." Vinda tertawa pelan. Dia makin paham watak pria ini, selain agak nakal, emosian, mudah meledak-ledak, Kenzo juga arogan dan kejam. Tapi Kenzo juga sosok manja, mudah cemburu, posesif dan paling parah, dia suka merajuk jika di tolak Vinda.

"Tiga hari kemarin aku harus ke Surabaya, baru pulang semalam dan kita baru bisa bertemu pagi ini. Tapi sejak pagi kamu sibuk sendiri, kenapa seperti malas masuk ke ruanganku?"

Vinda tersenyum geli lalu duduk di pangkuan Kenzo, dia merangkul lehernya, membelai rambut hitam sehalus sutra itu, lalu mengusap rahang tegasnya.

"Maaf ya, memang sibuk sekali, Kamu tahu kan mas urusan izin cabang outlet baru di Surabaya agak rumit. Jadi jangan marah lagi ya." Di depan orang lain dia tetap panggil “pak Kenzo”, atau bos, tapi saat berdua saja seperti ini berubah jadi panggilan "Mas”. Awalnya malu‑malu, tapi Vinda perlahan terbiasa, terutama karena Kenzo sangat suka dipanggil begitu.

Kenzo melingkarkan kedua lengan di pinggang ramping itu, memeluk Vinda erat lalu menyandarkan kepalanya di dada empuk gadis itu, menghirup aroma mawar bercampur Peony parfum gadis itu yang menenangkan.

"Tapi apa… kamu gak kangen sama aku, Sayang?" Bohong kalau tidak. Tiap hari dia selalu merindukan pria ini. Tiga hari tanpa melihat wajah Kenzo dan tingkahnya yang absurd di kantor terasa hampa sekali.

"Tentu saja kangen mas. Tapi kan aku juga harus bekerja baik. Kalau terus bermanja‑manja, nanti malah tak selesai tugasku." Kenzo terkekeh, mencuri ciuman sebentar, tak melepaskan Vinda dari pangkuannya.

"Sudah, aku turun dulu ya. Nanti Kenan marah kalau berkasnya tak segera aku antarkan."

"Nggak mau… nanti saja. Aku masih kangen kamu."

"Astaga, kok kamu jadi manja sekali begini?"

"Baiklah kamu boleh pergi, tapi janji malam ini kita kencan? Aku rindu masakanmu juga, Vin."

Pria ini benar‑benar saja, bisa‑bisa bicara hal seperti itu di jam kerja di kantor.

"Aduh, ini baru Rabu. Bagaimana kalau hari Sabtu saja?"

"Nggak bisa, aku bisa mati kalau harus menunggu kencan sampai Sabtu. Kamu tega sekali, Sayang."

"Nanti Ayahku marah kalau aku pulang terlalu malam lagi. Ingat kan minggu lalu aku makan malam di apartemenmu baru pulang jam sebelas malam? Ayah sampai tanya banyak hal. Untung saja aku bikin alasan logis soal rapat persiapan cabang baru. Kalau ayah tahu aku ‘diculik’ bos sendiri, dikurung di situ dan dimanja‑manja seperti guling, Ayah pasti langsung ngomel panjang lebar seperti guru di depan kelas."

"Nanti aku yang urus soal itu. Pokoknya malam ini aku mau makan masakanmu dan jalan berdua saja. Setuju?" Usul Kenzo tak mau di tolak.

"Dasar pemaksa. Lama‑lama aku jadi kesal kalau kamu terus‑terusan mau menang sendiri mas."

"Terserah saja… aku serius, rasanya bisa mati kalau kamu bilang tidak."

"Cih, mati kepalamu saja! Selalu saja merajuk kalo gak di gubris." Kenzo tertawa lepas, mencolek bibir merah menggemaskan yang mengerucut kesal, lalu tak tahan kembali mengecupnya.

"Baiklah, setuju. Kita kencan nanti malam. Tapi sekarang biarkan aku pergi dulu, pekerjaanku masih banyak, bos." Vinda memanggil formal lagi sambil berusaha melepaskan lengan kokoh yang melingkar di pinggangnya.

Aduh Sayang… belum puas nih… mph."

Vinda tersenyum dan menyumpal bibirnya dengan ciuman kilat, lalu berusaha berdiri. Namun Kenzo malah makin erat menahan pinggangnya, langsung melumat bibirnya tanpa aba‑aba, tangan kanan menahan tengkuk sampai Vinda kaget dan sedikit memberontak.

"Mass… lepas…geli, mmph…"

"Nanti saja, salah siapa duluan yang mintak di cium tadi?" Vinda memejamkan mata, membiarkan bibir mereka saling beradu. Jari‑jemari Kenzo bergerak halus mengelus lehernya, menggelitik dengan sentuhan lembut, lalu membuka tiga kancing blousenya sampai bra putih yang tak cukup muat menampung gundukan montok itu terlihat menonjol keluar, dia memainkan ptg coklat itu dengan penuh nafsu.

"Pintu sudah dikunci sayang…?"

"Sudah mas ahh… sst…" Jawabnya setengah berbisik menikmati tangan Kenzo yang lihai memànjakan tubuhnya.

Ciuman makin panas, lidah mereka saling bertaut dan membelit, napas makin berat dan suara ciuman terdengar jelas memenuhi ruangan. Vinda sudah tahu, setiap kali Kenzo sedikit saja bersentuhan dengannya pasti akan berakhir begini.

"Sekarang sudah mas ahh stop" Kenzo takkan berhenti sebelum puas. Keperkasaannya mulai terasa menegang karena terus bersentuhan dengan paha gadis itu, gairahnya cepat sekali berkobar.

"Sebentar lagi saja… enak banget rasanya…"

Vinda mendongak, dadanya naik turun karena geli dan rangsangan. Kenzo mulai menciumi menyedot dan meremas gundukan yang kini terbebas dari penutup, seolah bayi kelaparan dia langsung mengisap lembut ptg yang berwarna kemerahan itu.

Tok… tok… tok

Keduanya tertegun. Ketukan di pintu membuat Kenzo kesal setengah mati, kenapa saja ada orang yang suka mengganggu momen langka begini. "Mas ya ampun… ada orang…"

"Diam saja, biarkan mereka mengetuk. Paling Henry atau Kenan" Kenzo tak berhenti, blouse Vinda makin berantakan, tangan Kenzo sibuk memainkan gundukannya dan membasahi ptg dengan jilatannya.

Tok… tok… tok…

"Aish, siapa sih di luar sana?!" Kenzo akhirnya terpaksa melepaskan Vinda dengan wajah bete. Gadis itu langsung melompat turun dari pangkuan, bergegas masuk kamar mandi kecil di ruangan itu untuk merapikan pakaian yang kusut.

Cklek…

Kenzo membuka pintu dengan wajah masam, kesal setengah mati kegiatannya dan Vinda di recoki, namun dia terkejut melihat Larasati berdiri di sana, matanya bengkak merah sehabis menangis hebat.

"Mau apa ke sini, kak?" tanyanya ketus sambil melipat lengan.

"Ayahmu… Hardi Armanta tega sekali padaku… hiks…"

"Masalah rumah tanggamu nggak usah dibawa‑bawa ke sini, buat apa kasih tau aku?" Kenzo malas menanggapi, kembali berjalan ke kursi kerja dan duduk santai.

"Kenzo! Kenapa kamu tak punya rasa iba sedikit pun?!" Seru Larasati makin marah, mendekat ke arahnya. "Lalu aku harus bersikap bagaimana? Harus bilang ‘wah, kasihan sekali’ begitu? Aish, yang benar saja!"

"Kamu gak peduli ya?! Hiks… Ayahmu berniat menceraikanku! Ayahmu dan kamu sama saja, Kalian puas kan sekarang?!" Kenzo terkejut sekali namun dia berusaha tenang, toh ini bukan urusannya.

"Pergilah! Tak pantas sama sekali kamu datang ke sini sekarang!"

Mata Larasati melotot basah oleh air mata, tangannya meremas dada yang terasa sesak, lalu dia melangkah makin dekat ke arah Kenzo.

1
Ananda Boy
next ka🤭
Ananda Boy
benci aku sama mantan nya Kenzo
Ananda Boy
vjnda km beruntung
Ananda Boy
next ka😍😍
Ananda Boy
wahh makin seru 😍
Ananda Boy
huhhh😭😭
Ananda Boy
lucu 🤣🤣
Ananda Boy
sabar pak Ken 🤣
Ananda Boy
beneran bikin ngakak, Vina itu lucu banget 😄🤣
Ananda Boy
🤣🤣🤣🤣🤣
Ananda Boy
lucu banget buku ini Kenzo yang nakal dan Vina yang lugu
Ananda Boy
maaf kak, aku bengek 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!