NovelToon NovelToon
Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.

Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.

Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

Dua hari berlalu bagaikan kedipan mata di Ibu Kota Naga Hitam.

Di bawah perlindungan Formasi Segel Sembilan Naga dan limpahan obat spiritual dari Cincin Spasial Zhao Xuan, Kekaisaran Zhao memulihkan diri dengan kecepatan yang menentang nalar.

Di pelataran Istana Utama, angin pagi berembus tenang. Zhao Xuan berdiri di puncak anak tangga giok, jubah hitamnya berkibar pelan. Di bawahnya, kelima penguasa fana yang kini bersenjatakan Pusaka Tingkat Dewa berbaris rapi, memancarkan aura Soul Transformation yang luar biasa solid.

"Waktu istirahat telah usai," ucap Zhao Xuan, suaranya mengalun tenang namun membawa otoritas mutlak yang membuat udara di pelataran itu menjadi khusyuk.

Jue Ying, Jian Yi, Tie Ba, Mu Bai, dan Xin'er menundukkan kepala mereka dengan hormat yang tak terhingga.

"Aku akan pergi ke Alam Iblis untuk menagih sebuah janji lama," lanjut sang Asura, matanya yang sedalam jurang kosmik menatap kelima muridnya satu per satu. "Selama kepergianku, kalian berlima adalah hukum mutlak di benua ini. Jaga kekaisaran. Asimilasi pusaka dewa kalian hingga menyatu dengan Hati Dao kalian."

"Mu Bai," Zhao Xuan melirik sang ahli strategi.

"Hadir, Guru!" Mu Bai melangkah maju sambil menggenggam Kuas Pencipta Dimensi-nya.

"Gunakan jaringan bayangan Asura. Kumpulkan setiap serpihan informasi tentang anomali ruang yang mengarah ke Dunia Immortal Kuno. Tujuh Penghancur Surga sedang menyembunyikan diri untuk membuka gerbang ke sana. Saat aku kembali dari neraka, aku ingin tahu di mana tepatnya tikus itu bersarang."

"Sesuai perintah Guru! Nyawa hamba sebagai jaminannya!" seru Mu Bai tegas.

Zhao Xuan mengangguk pelan. Ia menoleh ke arah Long Chen yang berdiri di kejauhan. Raksasa perunggu itu telah melepas perbannya. Otot-ototnya kembali mengkilap layaknya baja yang baru ditempa, memancarkan vitalitas naga yang luar biasa berkat seratus tong arak spiritual dan, tentu saja, perawatan tanpa ampun dari sang dewi es.

"Long Chen, angkat senjatamu. Waktunya kita pergi," titah Zhao Xuan.

"Hahaha! Tulangku sudah gatal, Rajaku!" raung Long Chen, memanggul pilar hitamnya ke atas bahu.

Namun, tepat sebelum Long Chen melangkah menaiki tangga menuju posisi Zhao Xuan, sebuah hawa dingin yang tak asing mengunci langkahnya.

Xin'er melangkah keluar dari barisan kelima murid. Wajahnya yang cantik sedingin pualam es, namun jika diperhatikan lebih teliti, ada semburat merah tipis di kedua pipinya.

"Tunggu sebentar, Raksasa Bodoh," panggil Xin'er pelan, namun nadanya mengisyaratkan bahwa jika Long Chen tidak berhenti, kakinya akan dibekukan ke lantai.

Long Chen menelan ludah, buru-buru menoleh dengan cengiran kaku. "A-Ada apa, Gadis Es? Apakah aku melupakan sesuatu?"

Tanpa memedulikan tatapan menggoda dari Tie Ba dan senyum simpul dari Jian Yi di sebelahnya, Xin'er berjalan mendekati Long Chen. Ia berdiri tepat di depan dada bidang raksasa itu. Jauh di lubuk hatinya, Xin'er tahu betul betapa berbahayanya Alam Iblis. Itu adalah dimensi pembantaian mutlak di mana bahkan seorang kultivator tingkat puncak bisa lenyap tanpa jejak.

Xin'er mengangkat tangan kanannya. Di telapak tangannya yang seputih salju, tergeletak sebuah jimat kecil berbentuk kelopak teratai yang terbuat dari es hitam pekat. Namun, di pusat es hitam itu, mengalir seuntai cairan merah menyala yang memancarkan esensi kehidupan yang luar biasa murni.

Itu adalah Jimat Pelindung Es yang ditempa langsung menggunakan Esensi Darah Jantung milik Xin'er!

Melihat jimat itu, mata Zhao Xuan di atas tangga sedikit menyipit, namun Zhao Xuan memilih untuk diam dan membiarkan momen fana itu terjadi.

"Ambil ini," desis Xin'er, secara paksa mengalungkan tali jimat itu ke leher tebal Long Chen. Tangan gadis itu sedikit gemetar saat kulitnya bersentuhan dengan dada Long Chen yang hangat.

"Gadis Es... kau memberikan Esensi Darahmu padaku?" Mata merah Long Chen terbelalak tak percaya. Bagi seorang kultivator, memberikan Esensi Darah adalah bentuk sumpah perlindungan tingkat tertinggi yang bisa melukai fondasi kultivasi pembuatnya jika hancur.

"Jangan banyak bicara, atau aku akan membekukan mulutmu," potong Xin'er cepat, menatap lurus ke dalam mata liar Long Chen dengan tatapan mematikan yang menyembunyikan kekhawatiran yang sangat dalam.

"Dengarkan aku baik-baik. Jimat ini akan menahan satu serangan fatal yang mengancam jiwamu. Alam Iblis bukanlah tempat untuk memamerkan otot bodohmu itu. Jika jimat ini sampai pecah..." Xin'er menggigit bibir bawahnya sejenak, lalu melanjutkannya dengan nada ancaman absolut, "...jika kau berani mati di sana dan tidak kembali ke mari, aku sendiri yang akan turun ke sungai reinkarnasi untuk mencambuk jiwamu."

Mendengar ancaman sadis namun luar biasa manis itu, Long Chen terdiam. Raksasa yang biasa tertawa di hadapan kematian itu merasakan dadanya tiba-tiba terasa sesak oleh kehangatan yang asing.

Long Chen mengangkat tangannya yang besar dan kasar, lalu dengan sangat canggung dan lembut, ia menepuk puncak kepala Xin'er.

"Aku janji, Gadis Es," bisik Long Chen, cengirannya kini tidak lagi liar, melainkan dipenuhi ketulusan seorang pria yang telah menemukan rumahnya. "Bahkan jika Sembilan Raja Iblis mencoba menahanku, aku akan meremukkan kepala mereka untuk kembali ke sini. Seseorang harus membiarkanmu marah-marah setiap hari, bukan?"

Xin'er mendengus keras, menepis tangan Long Chen dari kepalanya, lalu membalikkan badan dengan cepat berjalan kembali ke barisan saudara-saudaranya agar tidak ada yang melihat matanya yang mulai berkaca-kaca.

"Sudah selesai dramanya?" Suara datar Zhao Xuan memecah suasana.

Long Chen tertawa canggung, berlari menaiki tangga dan berdiri di samping Zhao Xuan. "Siap, Rajaku! Maaf membuatmu menunggu!"

Zhao Xuan hanya menggelengkan kepalanya pelan. Sang Asura kemudian mengeluarkan Plakat Giok Darah milik Pangeran Iblis Ye Sha dari Cincin Spasialnya.

Plakat itu berdenyut panas, memancarkan aura keputusasaan dari dimensi lain. Ye Sha benar-benar berada di ujung tanduk.

"Buka," titah Zhao Xuan.

Ia meremas plakat giok itu hingga hancur!

KRAAAAAAAK!

Energi iblis murni meledak dari pecahan giok tersebut. Hukum ruang di pelataran istana terkoyak seketika, membentuk sebuah gerbang dimensi pusaran raksasa yang memancarkan api ungu gelap dan bau belerang bercampur darah.

Lolongan ribuan jiwa yang tersiksa terdengar samar dari seberang gerbang.

"Kita berangkat," ucap Zhao Xuan.

Tanpa ragu sedikit pun, sang Tiran melangkah masuk ke dalam pusaran api ungu tersebut, ditelan oleh kegelapan Alam Iblis. Long Chen menyusul tepat di belakangnya, menggenggam pilar hitamnya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya menyentuh jimat es di dadanya.

WUUUUUSSSSH!

Gerbang dimensi itu tertutup rapat, menyisakan keheningan di pelataran Istana Naga Hitam. Kelima Asura berdiri tegak, memandang titik di mana Guru mereka menghilang, bersumpah dalam hati untuk menjaga singgasana ini hingga langit runtuh sekalipun.

Di Seberang Dimensi – Alam Iblis (Demon Realm).

Suhu udara luar biasa panas hingga bisa melelehkan baja biasa. Langit di atas berwarna ungu pekat tanpa matahari, hanya diterangi oleh sungai-sungai lava yang mengalir terbalik di udara.

Zhao Xuan dan Long Chen melangkah keluar dari robekan dimensi dan mendarat di atas sebuah tebing batu obsidian raksasa.

Pemandangan yang menyambut mereka adalah sebuah lautan api dan darah.

Di lembah bawah tebing, sebuah pertempuran berskala epik sedang berlangsung. Puluhan ribu pasukan iblis dengan sayap kelelawar, tanduk patah, dan zirah magma saling membantai dengan kejam.

Namun, mata Zhao Xuan langsung tertuju pada pusat medan perang.

Di sana, sesosok pemuda berambut perak yang memegang tombak trisula yang patah sedang berlutut di atas tumpukan mayat pasukannya sendiri. Pemuda itu adalah Ye Sha. Tubuhnya dipenuhi luka tikaman, dan auranya luar biasa lemah.

Ia sedang dikepung secara brutal oleh dua sosok raksasa yang memancarkan aura iblis tingkat Raja (setara Ascendant Puncak), yang tertawa merendahkan melihat pangeran iblis itu tak berdaya.

"Akhirnya kita tiba," gumam Zhao Xuan, Niat Tirani Asuranya seketika meledak, menutupi hawa panas neraka dengan hawa dingin. Matanya mengunci kedua Raja Iblis itu layaknya menatap dua bongkah daging mati. "Waktunya membayar hutang, Ye Sha."

1
Ahmad Nasir
katanya dah jadi dewa... dikit-dikit kalah, dikit-dikit mau mati...🙄😏😏😏
saniscara patriawuha.
sikattttt....
saniscara patriawuha.
sikattttt.,
saniscara patriawuha.
serappppp sampeeee keringggg...
saniscara patriawuha.
sikatttty manggg guuuu,, tunjukann kejantananmuuu...
saniscara patriawuha.
sikattttt dannn serapppppppp....
saniscara patriawuha.
mangapppp manggg otorrrr,,, gasssss
eka suci
syafakillah Thor, semoga cepat sembuh 🤲🏻 biar bisa beraktifitas normal n crazy up lagi💪
eka suci
semakin naik ranah yg dibutuhkan pun semakin sulit tapi bukan berarti tidak bisa💪
saniscara patriawuha.
zrasssdsssss....
saniscara patriawuha.
gasssddd deuiiii...
saniscara patriawuha.
jarahhhh harta sektenya...
saniscara patriawuha.
hancurrrkannnn sudahhhhh
saniscara patriawuha.
istirahat dulu....
saniscara patriawuha.
gassddd pokokerr
Sang_Imajinasi
2 BAB UNTUK HARI INI YA PARA READER, KARENA AUTHOR DEMAM JADI TIDAK FOKUS UNTUK MEMBUAT LANJUTAN NYA. DOAKAN AUTHOR CEPAT SEMBUH SUPAYA BISA CRAZY UP 🤭
saniscara patriawuha.
gasssdd polllll...
saniscara patriawuha.
sikatttty dan hsncurrrrksnnn sudahhhh
saniscara patriawuha.
gasss pollll pokokeee manggg...
saniscara patriawuha.
serappppp kabehhhhh...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!