NovelToon NovelToon
Menyingkirkan Gundik Suamiku

Menyingkirkan Gundik Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Obsesi / Pelakor jahat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Di balik senyumnya yang lembut dan rumah tangga yang terlihat harmonis, Kiandra menyimpan luka yang tak kasat mata. Lima tahun menikah, pengorbanan dan cintanya pada Adam Mahendra, suaminya, seakan tak berarti.

Nadira, wanita manipulatif yang datang dengan sejuta topeng manis dan ambisi untuk merebut apa yang bukan miliknya.

Awalnya Kiandra memilih diam, berharap badai akan berlalu. Namun ketika suaminya mulai berubah, ketika rumah yang dibangunnya dengan cinta hampir runtuh oleh kebohongan, Kiandra sadar diam bukan lagi pilihan.

Dengan hati yang patah namun tekad yang utuh, Kiandra memulai perjuangannya. Bukan hanya melawan Gundik yang licik, tapi juga melawan rasa sakit yang suaminya berikan.

Di tengah air mata dan pengkhianatan, ia menemukan kekuatan baru dalam dirinya. Harga diri, dan cinta yang layak di perjuangkan.

Kiandra kembali membangun karirnya, membuat gundik suaminya semakin tidak setara dalam segala hal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Suasana di rumah Nayla tampak tegang. Aria mondar-mandir dengan wajah kusut, sesekali menghentakkan kakinya ke lantai seperti anak kecil yang keinginannya tidak dipenuhi. Ponsel masih berada di tangannya dia remas, seolah benda itu adalah sumber dari segala kekesalan yang kini ia rasakan.

“Bagaimana, Nay? Mama harus pakai mobil apa sekarang? Kamu harus bilang sama Adam supaya membelikannya lagi.” suara Aria meninggi, penuh tuntutan. Nada rengeknya terdengar jelas, sama sekali tidak menunjukkan rasa malu, seakan mobil mewah itu memang haknya.

Nayla yang sejak tadi duduk di sofa mengusap pelipisnya perlahan. Kepalanya terasa berdenyut, campuran antara kesal, lelah, dan panik. Ia menatap ibunya dengan sorot mata letih sebelum akhirnya menjawab.

“Tidak bisa, Ma, Perselingkuhan kita sudah diketahui oleh istri Adam. Sekarang rekening Adam juga diblokir sama istrinya.” ucapnya kesal.

Kalimat itu meluncur begitu saja, namun dampaknya membuat Aria terdiam sesaat. Alis wanita paruh baya itu langsung bertaut, wajahnya berubah tidak terima.

Dia mendengus kesal. “Kok bisa sih? Kamu ini kenapa ceroboh sekali, Nay! Mama kan sudah bilang, jangan terlalu terang-terangan. Biar istrinya Adam tidak curiga dengan hubungan kalian. Tunggu sampai Adam benar-benar jatuh cinta sama kamu, baru kamu rebut dia dari istrinya!” ucapnya dengan nada tinggi.

Aria terus saja berceloteh tanpa memberi kesempatan Nayla menyela. Tangannya bergerak-gerak emosional, seolah semua kesalahan itu murni ada di pundak putrinya.

Nayla mengembuskan napas kasar. Dadanya terasa sesak. Ia merasa disudutkan, padahal situasi ini juga membuatnya tertekan. Ibunya sama sekali tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi dengan mudahnya menyalahkan dirinya.

“Kita sudah berhati-hati, Ma, Aku juga tidak mau semua ini terjadi, tapi gimana lagi? entah dari mana istrinya Adam tahu tentang perselingkuhan kita" bantah Nayla akhirnya, suaranya tertahan.

Aria berhenti melangkah, menatap Nayla dengan sorot mata penuh perhitungan. Bukannya iba, justru ada kekhawatiran lain yang lebih besar. Dia takut semua fasilitas yang di berikan Adam akan hilang begitu saja.

“Terus bagaimana sekarang, Nay? Kamu jangan pasrah begitu saja dong. Mama nggak mau hidup serba terbatas lagi. Kamu harus cari cara supaya Adam tetap mempertahankan kamu.” tanya Aria dengan nada lebih rendah, tapi sarat tekanan.

"Aku tidak diam saja ma, Adam sudah memperingatiku untuk menjauh lebih dulu. Aku tidak boleh menghubunginya ataupun menemuinya" ucap Nayla.

Aria menghela nafas panjang, dia merasa yang di katakan Adam benar, dia harus menunggu sampai situasinya aman.

"Lalu bagaimana dengan kontrak kerjamu dengan perusahaan Adam?" tanya Aria.

"Aku tidak tahu ma, tapi sepertinya tidak terjadi masalah" jawab Nayla, karena dari pihak Agency atau perusahaan Mahendra belum memberitahu apapun.

Aria bernafas lega, dia berpikir gaji putrinya dari perusahaan itu masih tetap aman. Nominalnya tidak sedikit, masih cukup untuk mereka berfoya-foya.

"Baguslah kalau begitu, setidaknya masih mendapatkan uang dari Adam lewat perusahaannya" ucap Aria.

Nayla tahu, bagi ibunya Adam bukan sekadar pria yang ia cintai, melainkan sumber kemewahan untuk mereka. Sementara bagi Nayla sendiri, semuanya kini berubah menjadi jebakan yang sulit dilepaskan.

Ia menunduk, menatap jemarinya sendiri yang gemetar halus. Di satu sisi, ia takut kehilangan Adam. Di sisi lain, ia sadar bahwa posisinya kini rapuh, terancam, dan penuh risiko. Namun tekanan dari ibunya membuatnya tak punya banyak pilihan.

Dalam hati, Nayla tahu satu hal, apa pun yang ia lakukan selanjutnya, hidupnya tak akan pernah kembali sama. Dan langkah yang akan ia ambil… bisa jadi adalah awal dari kehancurannya sendiri.

*******

Kiandra pergi keluar rumah, memilih berkumpul dengan teman-temannya, meninggalkan Adam yang sibuk dengan pilihannya sendiri. Ia sengaja melakukan itu, bukan karena tak peduli, melainkan ingin memberi ruang untuk suaminya berpikir, dan ruang untuk hatinya juga agar tidak terus-terusan sesak.

Di sebuah kafe yang terdapat di mall, Kiandra duduk berhadapan dengan temannya yang bernama Gya dan Deasy. Senyum tipis terukir di wajahnya, memaksakan untuk tetap terlihat baik-baik saja.

“Tumben kamu sendiri, Ki. Di mana Zayyan?” tanya Gya sambil mengaduk minumannya.

“Di rumah sama daddy-nya. Semalam Adam baru pulang dari Jerman, jadi hari ini dia ingin melepas rindu dengan daddy nya" jawab Kiandra ringan, seolah tak ada beban di balik kalimat itu.

“Baguslah, Sesekali memang suami itu perlu dititipi anak. Biar dia tahu capeknya ngurus anak sendiri.” sahut Gya cepat.

“Iya, biar tahu rasa, ngurus anak yang super aktif itu nggak segampang kelihatannya.” timpal Deasy sambil terkekeh.

Kiandra hanya menggeleng pelan mendengar ocehan kedua temannya, padahal mereka menggunakan jasa baby sitter, tapi sok paling lelah mengasuh anak.

Bibir Kiandra tersenyum, tapi matanya redup. Ia tidak pernah dan tidak ingin menceritakan masalah rumah tangganya pada siapa pun. Bukan karena tak percaya, tapi karena tak semua luka perlu diumbar. Ada hal-hal yang cukup ia simpan sendiri, meski terkadang terasa berat.

Baginya, rumah tangganya adalah wilayah paling pribadi. Tempat di mana air mata jatuh tanpa saksi, dan kecewa dipeluk dalam diam. Teman-temannya tidak perlu tahu bagaimana dadanya terasa sesak setiap kali mengingat pengkhianatan itu. Cukup dirinya dan Tuhan yang tahu.

“Ayo, kita belanja, aku dengar tas Hermas keluaran terbaru sudah masuk.” ajak Gya tiba-tiba, seolah membaca suasana.

Mata Deasy langsung berbinar. “Serius? Aku mau lihat! Katanya warnanya bagus”

Kiandra ikut mengangguk. “Ya sudah, ayo.”

Mereka pun bangkit dari tempat duduk dan melangkah menuju butik Hermas yang terletak di lantai atas. Deretan tas mahal tersusun rapi di balik etalase kaca, berkilau di bawah lampu-lampu terang. Aroma kulit baru dan kemewahan menyambut mereka.

Kiandra menelusuri rak-rak tas itu dengan jemarinya. Sesekali ia tersenyum kecil, sesekali ia terdiam. Dalam hatinya, ia meneguhkan prinsip yang sejak tadi berputar di kepalanya.

Lebih baik belanja daripada menangis sendirian di kamar. Lebih baik mengalihkan luka dengan bersenang-senang, bukan meratapinya dalam diam.

Ia tahu, masalahnya tidak selesai hanya dengan tas mahal atau tawa bersama teman-temannya. Tapi setidaknya, untuk hari ini, ia memilih kuat. Memilih berdiri tegak, bukan runtuh. Memilih dirinya sendiri, meski hanya sebentar.

"Bagaian Ki? Kamu sudah menemukan tas yang ingin kamu beli belum" tanya Gya.

"Sudah, aku ambil dua tas ini" jawab Kiandra sambil menunjuk ke arah tas Hermas yang terpajang di etalase.

Gya dan Deasy langsung melongo, harga satu tas itu cukup fantastis, dan Kiandra membeli dua sekaligus.

"Kau yakin ingin membeli keduanya" tanya Gya memastikan. Dia tidak ragu dengan uang yang di miliki Kiandra, hanya saja dia merasa terkejut karena membeli dua tas sekaligus.

"Iya, setelah ini antar aku beli mobil" ucap Kiandra.

Belum sempat hilang keterkejutannya, kini Gya dan Deasy kembali terkejut. Temannya itu membeli barang mahal, seperti membeli kacang goreng.

1
pink blossoms
ini kowh ga lanjut2 pdhal seru lho thor
Sunarmi Narmi
lnjutt thor
Sunarmi Narmi
Fi blokir Adam...ngapain cuma dimatikan...🥴🥴
Sunarmi Narmi
Demi moment ini kita memang hrs berjuang bertahan Kiandra....Semangat hempaskan pelakor 💪💪💪💪
Sunarmi Narmi
Kiadra..klo kmu pngen menang permainan Ranjangmu hrs lebih binal dri pelakor..toh suami SAH..aman ngak usah malu " Gass kan....sampai menttok dn milik suamimu kebas dn kenyang ...ngak ada wktu melirik yg lain🤣🤣🤣
Sunarmi Narmi
Perjuangan yg amat berat bagi seorang berstatus istri dan seorang ibu..klo demi ego jelas males buat kembali sama suami..tpi klo demi anak dn keluarga hrs jdi prioritas..disitulah kdang kita merasa berat buat memilih..rata" EGO yg dominan..baca kisah ini jujur jiwa dn hatiku tersentuh Thor....pokoke karyamu is the best 👍👍👍👍♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sunarmi Narmi
Kata" tulisanya keren Thor...mengena di hati dn bermakna dlm...👍👍👍👍
louis
dasar gundik tak tahu malu dan tidak ada akhlak
louis
dasar laki2 bejat. lihatlah karma akan menimpamu karena telah mengkhianati istrimu.
Sunarmi Narmi
Blm mau Coment karena cerita ino terlalu bagus..cuma satu kata untukmu Thor LANJUTKAN💪💪💪💪
Isabela Devi
laki laki gitu buat dia menyesal seumur hidup aja thor, apa lagi ga menghargai wanita gitu
Isabela Devi
lanjut thor, buat laki laki itu jadi gembel aja thor
Bunda Kevin
Lanjut
Sunarmi Narmi
Wah keren karyamu Thor..kita di sini bila berhadapan dgn pelakor balasnya hrs elegan,cantik dn kontrol emosi....berat jg ya...lanjut thor 💪💪💪💪😘😘😘😘😘😘😘😘😘🤔♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!