NovelToon NovelToon
Tumbal Pengantin

Tumbal Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Misteri
Popularitas:67.7k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Aldo pulang merantau dari kota karena mendengar kabar bahwa sebentar lagi Airin akan segera menikah, Kakak kesayangannya itu akan menikah sehingga dia harus segera pulang.

tanpa dia tahu bahwa sesuatu telah terjadi dan Aldo sama sekali tidak mendengar kabar tentang hal itu, bahkan hal yang begitu buruk akan segera menghampiri dia karena kedatangan dia ke desa ini hanya akan mengungkap apa yang telah terjadi kepada Airin yang telah lama menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Gaun berdarah

"Do, ngapain kamu berlari-lari seperti itu?" Airin menegur Aldo ketika adik dia berlari ketakutan setelah melihat sesuatu di pohon sawit.

"Eh enggak, Kakak mau ke mana malam-malam seperti ini?" Aldo agak kaget ketika bertemu dengan Airin di tengah malam.

"Kakak mau beli sesuatu dulu di warung sana, Kakak senang akhirnya kau pulang." Airin tersenyum manis ketika melihat Aldo yang tampan itu.

"Ya saja aku harus pulang karena Kakak sebentar lagi akan menikah." Aldo juga tersenyum.

"Do, nanti tolong jaga ibu dengan baik bila kamu sudah pulang ke rumah ya." Airin menatap Aldo dengan pandangan begitu sendu sekali.

"Ya tentu saja aku akan menjaga ibu dengan baik, bahkan Kakak juga tetap akan aku jaga walau sudah memiliki suami." jawab Aldo dengan sangat lantang.

"Semoga kamu hidup bahagia dan tidak ada masalah yang akan datang untuk ke depannya nanti, tidak perlu dicari dan tidak perlu membalas dendam." Airin menatap Aldo dengan pandangan yang semakin tajam.

Aldo sebenarnya tidak mengerti arah pembicaraan Airin mau menuju ke mana, namun ketika dia akan bertanya kembali Airin sudah bergegas pergi untuk menuju warung dan ingin membeli sesuatu, jadi Aldo tidak paham sehingga dia hanya bisa terbengong dengan kepergian Airin yang secara mendadak itu.

Sama sekali tidak ada firasat di dalam hati Aldo ketika dia berjalan pergi meninggalkan kawasan tersebut, dan ketika sampai di rumah dia harus mendapat kabar yang jauh lebih buruk ketika Hartini mengatakan bahwa Airin yang sudah tidak ada lagi di dalam rumah ini, sebab gadis itu menghilang ketika pernikahan akan dilakukan beberapa waktu lagi.

Aldo tidak bisa mempercayai ucapan dari Bu Hartini walau itu adalah orang tua dia sendiri, sebab dengan jelas mata kepala dia menyaksikan bahwa Airin masih hidup dan bertegur sapa dengan dia saat itu ketika dirinya akan menuju pulang ke rumah, maka tentu saja Aldo tidak bisa percaya dengan ucapan Bu Hartini.

Hartini juga segera mengejar Aldo karena dia tidak percaya bahwa sang anak baru saja bertemu dengan Airin, Airin saja sudah menghilang selama sebulan lebih jadi mana mungkin bisa bertemu dengan Aldo begitu saja, di dalam hati dia juga berharap bahwa Airin memang masih hidup dan tidak masalah bila gadis itu hanya akan pergi saja.

Sebagai orang tua tentu saja Hartini lebih baik untuk kehilangan anak ditinggal minggat seperti itu, dari pada harus kehilangan karena nyawa yang telah tiada. Hartini juga bingung kenapa mendadak saja Airin menghilang dari desa ini, kalau mau di bilang meninggal maka mayat juga tidak pernah di temukan.

"Warung mana yang Kakak tuju tadi?" Aldo bingung sendiri karena setelah dia mendatangi tempat itu sama sekali tidak ada warung.

"Kemana kamu akan pergi ini, Do?" Hartini ikut mengejar dan dia terkena hujan juga.

"Ibu diam saja di rumah biar aku yang mencari Kakak!" Aldo tidak mau bila Hartini nanti justru akan sakit.

"Do tolong dengar ibu sekarang, bagian sini tidak ada warung karena ini adalah area perkebunan sawit!" Hartini agak berteriak karena mulai sedih dan kesal.

"Tapi kakak tadi menuju arah sana dan mengatakan mau pergi ke warung untuk membeli sesuatu." Aldo tetap bersikeras.

"Aldo cukup!" bentak Bu Hartini Karena dia sudah tidak sanggup menahan kesedihan ini lagi.

Aldo menoleh dengan cepat dan mengusap wajah yang terkena oleh air hujan ini, baru sekarang Dia mendapat bentakan keras dari Bu Hartini karena selama ini wanita itu selalu saja diam dan tidak pernah banyak tingkah, bicara pun selalu lemah lembut bila terhadap anak dan baru sekarang dia membentak Aldo dengan suara yang menggelegar.

Hartini sendiri dia kebingungan karena tidak tahu harus menjelaskan bagaimana kepada Aldo, di sisi lain dia juga berharap bahwa Airin masih ada dan ketika Aldo malah menuju perkebunan sawit ini maka harapan untuk melihat Airin sudah lenyap di dalam diri wanita tersebut.

"Ayo kita pulang dan ibu akan tunjukkan semua bukti yang mengarah bahwa kakak mu itu sudah menghilang selama sebulan lebih." ajak Bu Hartini menarik tangan sang putra.

"Ta..tapi.

"Tidak ada kata tapi Dan tolong menurut apa yang Ibu katakan sekarang." Hartini tidak ingin dibantah.

Maka Aldo sudah tidak bisa menolak sama sekali sehingga dia memutuskan untuk menurut saja pulang ke rumah dan mengikuti apa kemauan dari Hartini ini, apa mungkin bila memang mereka memiliki pikiran masing-masing dan Aldo terkena sesuatu sehingga dia tetap percaya bahwa Airin tadi memang ada di hadapan dia.

Bahkan sepanjang perjalanan Aldo hanya terdiam saja karena pikiran dia Tengah berkecamuk dengan masalah yang sedang dia hadapi sekarang, melihat Hartini yang terus menangis dan seolah dia tidak berbohong sama sekali bahwa Airin telah menghilang lama dan tidak pernah bisa ketemu sampai saat ini.

Namun ketika akan percaya dengan fakta tersebut, batin Aldo terus membantah karena dia sendiri sudah bertemu dengan Airin ketika dalam perjalanan kemari. bila memang Airin menghilang lalu kenapa bisa bertemu dengan Aldo malam ini, bahkan dia juga sempat berbicara beberapa patah kata untuk meninggalkan pesan terhadap sang adik sehingga Aldo semakin ragu dengan pikiran yang muncul di dalam otak.

"Duduk dan Ibu akan memperlihatkan pada dirimu." Hartini membuka lemari yang ada di dalam kamar milik Airin.

"Ini kamar Kakak." Aldo berkata pelan dan tubuh dia saat ini basah karena terkena air hujan.

"Ini gaun pengantin milik dia, kami sekampung menemukan gaun ini ada di tengah jalan dan berlumuran dengan darah." Hartini membuka lemari kaca.

"Darah?!" Aldo kaget sekali mendengar ucapan dari Hartini.

"Ya, Ibu seakan mau pingsan ketika melihat gaun itu sudah berlumuran dengan darah dan penuh juga dengan robek ke sana dan kemari." Hartini berkata dengan pelan.

"Bu, apa arti ini semua? apa kakak sudah meninggal dunia!" Aldo mulai gemetar karena tidak bisa menerima fakta tersebut.

"Ibu juga tidak tahu saat ini Airin ada di mana dan bagaimana nasib dia, setiap hari Ibu menunggu dan menunggu agar dia segera pulang namun itu semua hanya harapan saja." lirih Bu Hartini dengan hati yang begitu perih sekali.

Aldo tertegun karena tidak tahu harus berkata apa lagi untuk menjawab masalah tersebut, apa memang Airin ini sudah meninggal dunia dan tidak ada lagi di dunia ini, kalau tadi siapa yang sudah berbicara dengan dia dan menitipkan Bu Hartini agar Aldo menjaga wanita tersebut dengan sangat baik dan penuh kasih sayang.

Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.

1
ρυтяσ kang'typo✨
belum di datangin maka'y Jamil kekeh ngemeng gitu sama Yoga
Eli Rahma
sampai ujung dunia pun Airin akan mengejar kalian berdua untuk bls dendam
Sekar Sekar
selingkuh dngan senina sahabat nya sendiri
MiilaaManurung
lagi dong kak 🤣
Ayuk Witanto
lebih baik katakan saja yoga daripada kau merasa bersalah
Ayuk Witanto
tunggulah giliran mu
neni nuraeni
lnjuttt
Ayuk Witanto
salsa nya Davin
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
semoga dengan yoga mengaku nanti kamu aman dari kematian 🙏🙏
Nurr Tika
kau tunggu gilaranmu mil
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Aditya hp/ bunda Lia
biarin ajah Ga si Jamil mah bentar dia juga bakalan mati sama Airin
ρυтяσ kang'typo✨
takut kan Yoga😏😏mana teman'y sudah metong 1
ρυтяσ kang'typo✨
mereka kan ka" beradik g ada yang waras Nit, kalo beneran lagi waras mah emang tenang🤣🤣🤣
ρυтяσ kang'typo✨
👍👍👍👍cakeeeep... terus teror mereka 1/1 Airin
Ela Jutek
gak caya kau Mil, paling ntar kau target selanjutnya
Ayuk Witanto
apa kau masih mau bungkam yoga...liatlah temanmu sudah mati
Ayuk Witanto
karna Judit sudah ketemu malaikat maut
Raffaza Direzky87
makhlum kakak nya ratu ular, adiknya aja kadang² juga gila apalagi kakaknya 😁
Eli Rahma
ngomong Ga..sebelum didatangi Airin lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!