NovelToon NovelToon
Tak Lagi Mencintaimu

Tak Lagi Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Pelakor jahat
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Badai datang pelan namun mematikan, menggoyahkan komitmen lima tahun yang Risa yakini abadi. Di bawah langit malam yang sunyi, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri suaminya, Raga, sedang bermesraan dengan wanita lain di dalam mobil mereka.

‎Setelah bertahun-tahun membangun rumah tangga dengan penuh pengorbanan, meninggalkan karir impian untuk mendukung karir suaminya, Risa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta yang dia anggap tulus telah dipermainkan.

‎Pengkhianatan itu menjadi pukulan terberat bagi hatinya.

‎"Selama ini aku menutupi kekuranganmu demi menjaga harga dirimu, tapi balasanmu adalah pengkhianatan. Mulai hari ini, aku tidak mau lagi menjadi orang yang selalu mengalah." ~ Risa Anindita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

Tangan Raga mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih, kertas surat di genggamannya nyaris robek terlipat.

‎‎"Dia berani… benar-benar berani melangkah sejauh ini tanpa bicara sepatah katapun padaku lebih dulu," geramnya, matanya menyala penuh rasa tidak terima. "Selama ini aku kira dia hanya marah sesaat, masih bisa dibujuk, masih ada kesempatan untuk kembali seperti dulu. Tapi ternyata dia sudah mempersiapkan semuanya di belakangku."

‎‎Ia melangkah mundur sedikit, lalu duduk dengan kasar di sofa, matanya terus menatap baris demi baris tulisan resmi itu seolah tidak percaya apa yang dibacanya. Disana tertulis jelas alasan gugatan, bukti yang akan diajukan, hingga tanggal sidang pertama yang sudah ditetapkan.

‎‎"Risa... apa kamu lupa? Jika selama ini aku yang selalu ada untuk menjaga dan melindungimu disaat semua orang memandang rendah dirimu karena kamu memiliki kekurangan. Hanya aku yang bisa menerima kamu apa adanya tanpa mempermasalahkan jika kamu mandul. Tapi inikah balasanmu padaku, hah? Kamu membuangku begitu saja hanya karena aku memiliki hubungan dengan wanita yang bahkan mungkin bisa memberikan kita anak." Raga terus berbicara sendiri, seolah Risa bisa mendengar semua yang ia katakan.

‎‎Bi Ani hanya berdiri di tempat dan menatapnya dengan iba. Tidak pernah menduga jika hubungan majikannya yang selama ini selalu terlihat harmonis meski belum dikaruniai anak akan berakhir dengan seperti ini.

‎‎-

‎-

‎-

‎‎Suara hujan yang masih turun di luar membuat suasana di dalam ruangan terasa makin tenang dan akrab. Risa beranjak dari tempat duduknya, tersenyum tipis ke arah Regan.

‎‎"Bapak tunggu disini sebentar, biar saya buatkan kopi," ucapnya sopan.

‎‎"Terimakasih. Jangan terlalu repot," jawab Regan sambil mengikuti pergerakannya dengan pandangan lembut.

‎‎Tak lama kemudian Risa kembali membawa dua cangkir kopi panas serta sepotong kue buatan sendiri. Ia meletakkannya di meja, lalu duduk kembali di hadapan Regan.

‎‎"Silakan dicoba. Kalau kurang enak bilang saja, Pak." ucapnya sambil menatap cangkirnya sendiri.

‎‎Regan mengangkat cangkir itu, mencium aromanya sebentar, lalu menyeruput sedikit. Rasa kopinya pas, tidak terlalu pahit dan tidak terlalu manis.

‎‎"Rasanya sangat enak. Lebih nikmat daripada kopi yang biasa saya minum di kafe," pujinya tulus.

‎‎Wajah Risa memerah samar mendengar pujian itu, lalu ia tersenyum lebih lebar. "Bapak terlalu pandai memuji,"

‎‎Regan menyeruput kopinya lagi, lalu menatap ke sekeliling sebelum pandangannya jatuh pada Risa lagi.

‎‎"Ngomong-ngomong, apa kamu tinggal sendirian disini? Apakah kamu tidak punya keluarga atau saudara yang bisa menemanimu?"

‎‎Mendengar pertanyaan itu, senyum di wajah Risa perlahan memudar. Ia menunduk, jari-jarinya memutar pinggiran cangkir kopi di hadapannya dengan gerakan lambat. Keheningan menyelimuti ruangan cukup lama, cukup untuk membuat Regan sadar bahwa ia mungkin telah menyentuh topik yang menyakitkan.

‎‎Ia hendak menarik kata-katanya kembali, namun sebelum sempat berbicara, Risa mengangkat wajahnya perlahan.

‎‎"Saya masih punya keluarga, Pak. Ada Papa, Mama, dan seorang adik laki-laki yang masih duduk di bangku kuliah."

‎‎Ia berhenti sejenak, menarik napas panjang untuk menahan sesak di dadanya.

‎‎"Hanya saja hubungan kami tidak seperti dulu lagi. Sejak saya berniat berpisah dari suami saya, Papa saya justru memutuskan ikatan dengan saya. Beliau merasa saya telah mengecewakannya dan merusak nama baik keluarga."

‎‎Regan mendengarkan setiap kata dengan hati yang terasa terenyuh. Matanya menatap Risa dengan rasa iba sekaligus kekaguman yang semakin mendalam. Ia baru menyadari bahwa wanita ini telah menanggung beban seberat itu tidak hanya dari pihak suami dan mertua, tapi juga dari keluarga kandungnya sendiri.

‎‎"Maafkan saya jika pertanyaan ini membuka luka lama bagimu," ucap Regan lembut, "Kamu masih sangat muda. Tapi beban yang kamu jalani sudah lebih berat dari saya."

‎‎Risa menggeleng pelan, "Tidak apa-apa, Pak. Saya justru merasa lebih lega bisa menceritakannya pada seseorang. Selama ini saya menyimpannya sendirian, dan rasanya sangat sesak."

‎‎"Kalau begitu jangan sungkan untuk bercerita," jawab Regan, menatapnya dengan pandangan yang menenangkan.

‎‎Pembicaraan mereka terhenti sejenak saat rintik hujan terakhir jatuh di atap, diikuti dengan heningnya suasana. Regan menoleh ke jendela, melihat langit yang mulai sedikit terang dan jalanan yang sudah tidak lagi tergenang air deras.

‎‎"Sepertinya hujannya sudah reda," ucapnya lembut sambil berdiri perlahan. "Sudah cukup larut juga, saya harus pamit pulang supaya tidak mengganggu waktu istirahatmu."

‎‎Risa segera berdiri mengiringinya, "Terimakasih banyak sudah mau berteduh dan mengobrol sebentar, Pak. Maaf kalau rumahnya sederhana dan percakapannya tadi membahas hal-hal yang mungkin terasa berat."

‎‎Regan menggeleng pelan, "Saya yang berterimakasih karena kamu sudah menerima saya dengan baik. Istirahatlah lebih awal, supaya besok terlihat lebih segar."

‎‎Ia melangkah menuju pintu dengan diiringi oleh Risa. Udara segar setelah hujan langsung terasa masuk, membawa aroma tanah basah yang menenangkan.

‎‎"Kalau begitu selamat malam, Risa." lanjut Regan sebelum melangkah keluar.

‎"Selamat malam, Pak Regan." jawab Risa dengan senyum hangat. "Hati-hati di jalan, semoga perjalanannya lancar."

‎‎Regan mengangguk, lalu mulai melangkah. Baru beberapa langkah dia berjalan, langkahnya tertahan dan dia menoleh kembali pada Risa yang masih berdiri disana.

‎‎"Risa. Saat diluar kantor, bisakah kita tidak terlalu formal?" tanyanya.

‎‎Risa tertegun sejenak, matanya sedikit membelalak mendengar permintaan itu. Wajahnya memerah samar diterangi cahaya lampu teras yang redup, namun senyumnya perlahan kembali terukir lembut.

‎‎Ia mengangguk perlahan, suaranya terdengar lebih lunak dan tidak lagi terasa kaku.

‎‎"Ba… baiklah, kalau begitu. Tidak masalah," jawabnya sedikit gugup.

‎‎Regan tersenyum lega, senyum yang terasa lebih lepas dan akrab dibanding sebelumnya.

‎‎"Baiklah. Kalau begitu, sampai ketemu lagi besok, Risa," ucapnya sekali lagi, kali ini terdengar jauh lebih hangat dan pribadi.

‎‎"Iya, sampai ketemu lagi. Hati-hati di jalan," jawab Risa dengan nada yang kini terasa lebih akrab.

‎‎Regan mengangguk kecil, lalu berjalan menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari situ. Ia masuk, menyalakan mesin, dan sebelum melaju pergi, ia sempat tersenyum sekali lagi dari balik kaca jendela.

‎‎Risa tetap berdiri di teras sampai mobil itu menghilang dari depan pagar rumahnya, baru kemudian ia menutup pintu dan masuk kembali ke dalam rumah dengan perasaan yang jauh lebih ringan dan hangat dari biasanya.

-

-

-

‎Keesokan harinya, suasana di kantor RTF Corp berjalan seperti biasa. Risa duduk fokus di mejanya, matanya tertuju pada layar laptop sambil menyempurnakan sketsa desain yang sedang dikerjakannya. Wajahnya terlihat tenang, masih terbayang percakapan hangat semalam yang membuat hatinya terasa lebih ringan dari biasanya.

‎‎Tiba-tiba, nada dering ponselnya berbunyi memecah konsentrasinya. Ia meraihnya dari saku tas, dan seketika jantungnya berdegup kencang saat melihat nama yang tertera di layar.

‎‎Risa segera mengangkat panggilan itu, namun suara di seberang sana terdengar tergesa dan bergetar.

‎‎"Kak Risa… cepat datang ke rumah sakit! Mama dilarikan kesini tadi pagi karena pingsan!"

-

-

-

Bersambung...

1
°RhaiKen™
ehh.. jangan dulu pak dokter 🤣🤣 biar sidang nya selesai dulu resmi bercerai nah baru deh kasih kesaksian 🤣🤣🤣✌️
🔥Violetta🔥: Mulut pak dokter sudah gatel pengen ngomong 😂😂😂
total 1 replies
Rizky Manik
lanjut thor🤗
🔥Violetta🔥: Asiap 🙏😁
total 1 replies
nayla tsaqif
Klo amelia tau raga mandul sblm mrk nikah,, amelia pasti kabur thor,, berubah haluan ngejar regan,,, 😌
🔥Violetta🔥: Depak aja dia kalau berani deketin pak Bos, kak 😂😂😂
total 1 replies
partini
mantap , menunggu berapa bab lagi sidang nya Thor
🔥Violetta🔥: Betul Kakak.. biar cepat cerai 😁
total 1 replies
vj'z tri
ahayyyy jreng jreng jreng
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ icik bos dah salting berat ini
🔥Violetta🔥: Udah cenat-cenut dia 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
kamu nanya.. kamu bertanya-tanya....,

secara g langsung km udah siap ni ditinggalin raga.. km kan nyuruh cek, terus tau kenyataan pahit asam manisnya kyk apa.... ya jelas nanti raga bakalan ngejar balik lg risa.. ya nerima apa adanya kan cm dia.... siap² deh mimpi terindah menikah dengan raga hanya tinggal khayalan belaka... 🤣🤣🤭
〈⎳ FT. Zira
coba cekk. di lihat..diraba.. di...🤭🤭
〈⎳ FT. Zira
kesempatan noh Re .. ambilll🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
jodoh ka Re🤭
〈⎳ FT. Zira
kamulah orangnya🤭
〈⎳ FT. Zira
cieeee cieee🤭🤭🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
deg deg ser gak ris🤭
〈⎳ FT. Zira
jodoh emag gak kemana yaa🤭
Rizky Manik
lanjut thor🤗
Rizky Manik
ayo periksa lagi kalo berani🤭
Anonim
awokawok mending baca seishun buta yarou Bunny girl senpai wo yume wo minai
MamDeyh
Nah nah nah kan.... Eng ing eng
Kusii Yaati
kamu terlalu memandang rendah orang mel,di bandingkan dengan kamu Risa lebih baik dari segi manapun, sedang kamu apa perlu di banggakan selain pandai merebut suami orang alias pelakor... punya cermin nggak 😒
Anonim
JONTOL
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!