" Gue suka sama lo...lo harus jadi pacar gue!!" Suara berat seorang pria membuatnya cukup gugup.
"Maaf, tapi gue suka nya sama orang lain." Mirra dengan penuh keberanian menolak pria tinggi tegap yang berada di hadapannya.
"Nggak bisa, lo harus jadi pacar gue, titik!!!" Tegas pria itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mirra.
Mirra Afessya, gadis belia yang baru saja duduk di bangku kelas satu SMA itu harus dihadapkan dengan pria yang ternyata diam-diam dan pura-pura mengagguminya.
Akankah Mirra menerima pengakuan paksa itu? Ataukah Mirra akan menolaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Kylla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ajun dan FAZIAN
Bel pulang sekolah sudah di bunyikan, semua siswa dan siswi berhamburan keluar kelas, sementara Mirra, dia masih sibuk merapikan beberapa bukunya di dalam tasnya.
Dan di tempat lain...
@Kelas 11 IPA 2.
"Eh Sat...mau balik bareng gak?"
Ya...ini adalah kelas Satria, pria yang di jumpai Mirra pagi tadi di dalam bus.
Satria berbalik menoleh ke arah asal suara." Nggak Jun, lo sama Zian aja, gue mau naek busway, biar bisa ketemu sama ade kelas cantik yang pagi tadi gue temuin." Jawabnya yang berharap bisa kembali bertemu dengan Mirra di dalam bus.
Arjuna dan Fazian, teman serta sahabat Satria itupun langsung saling bertatap-tatapan. Mereka sedikit heran karena Satria tidak biasanya terlihat begitu senang menemui seorang wanita, biasanya dia hanya ramah tamah saja dan kemudian tidak memperdulikan wanita yang baru di kenalnya atau di temuinya.
"Kelas mana?" Tanya Ajun penasaran.
"Rahasia, kalo gue kasi tau ntar di embat sama lo..."
" Lah...gue cuma mau mastiin sama nggak sama cewek anak kelas 10 yang pagi tadi gue temuin di depan kelas 10 IPA 1, kalo sama, ya berarti ntar lo saingan sama gue." Tuturnya sambil mengingat jika pagi tadi dirinya juga sempat berpapasan dengan Mirra saat ingin mengambil bola basket yang terlempar ke arah depan Mirra.
Deg...'10 IPA 1, itukan kelasnya Mirra, jangan-jangan si Ajun udah ketemu Mirra.' Batin Satria.
"Woi, kok diem?" Ajun yang sudah berada di samping Satria langsung menepuk punggung Satria, sehingga Satria sedikit terperangah.
"Udah ah, gue duluan..."Tanpa menjawab pertanyaan dari Ajun, Satria pun langsung berlari begitu saja meninggalkan kedua sahabatnya itu.
"Wah jangan-jangan beneran cewek anak kelas 10 IPA 1 itu..." Gumam Ajun setelah melihat Satria yang sudah pergi meninggalkannya.
"Kalian ngerebutin satu cewek? Kek nggak ada cewek lain aja..malu-maluin aja lo!!!" Sindir Zian yang memang sangatlah cuek dengan wanita lain selain mantan kekasihnya yaitu Sandra.
.....
Arjuna Rezarwa, sering di panggil Ajun, dia adalah pria periang dan juga sedikit ceroboh, Ajun memang kerap sekali bersaing dengan Satria di segala bidang, walaupun mereka bersahabat, namun adakalanya mereka berdua saling bertaruh untuk mendapatkan sesuatu. Tubuh Ajun lebih tinggi dari Satria, wajahnya sangat putih dan kedua matanya yang sipit membuat nya sering di sebut seperti aktor korea.
Sementara Fazian Alexandro, Zian adalah pria yang cool, berbeda jauh dengan kedua sahabatnya yang notabenenya sangat ramah dan periang. Zian terkenal sangat cuek dan sering sekali menolak wanita yang menyatakan perasaan kepadanya. Zian tidak terlalu mementingkan wanita-wanita yang ada di sekitarnya, dia hanya bisa mengaggumi satu wanita, dan wanita itu adalah mantan kekasihnya yaitu Sandra Laura, Sandra saat ini berada di Singapura, dan semenjak Sandra pergi, mereka sudah tidak pernah berhubungan lagi, namun Zian masih saja belum bisa melupakan sosok Sandra di dalam hatinya.
Fazian memiliki wajah yang sangat tampan dan tegas, tatapan matanya juga begitu tajam, dan banyak wanita yang menyukainya karena Fazian bukanlah tipekal pria yang mudah di dapatkan. Dia ketus dan sangat sinis ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan dari wanita-wanita yang menyukainya, namun itu malah menjadi pesona utama Fazian.
.....
Setelah menyindir Ajun, Fazian kemudian berjalan mendahului Ajun, dia juga terlihat sangat acuh.
"Zi...tunggu!!! Zian!!!" Teriak Ajun sambil berlari menyusul langkah Fazian, dan begitu Fazian sudah melewati pintu kelasnya, tiba-tiba saja.
Bruuuugghhh!!! "Awwwhhhh...." Rintih Mirra yang tanpa di sengaja menabrak tubuh tegap tinggi Fazian, sehingga Mirra merasakan sakit pada pundak nya.
Bahkan Raya yang memang sempat bercanda dan mengejar Mirra pun menjadi terdiam terpaku melihat wajah sinis Fazian.
Fazian tanpa bergerak hanya memandang sinis Mirra, lalu Mirra mendongak dan menatap wajah sinis Fazian yang baru saja di tabraknya itu." Ah, maaf kak...maaf..." Ucapnya meminta maaf.
"Lo??" Ajun yang baru saja berada di samping Fazian itu begitu terkejut saat mendapati Mirra sudah berada di hadapan Fazian. "Lo yang tadi pagi hampir kena bola basket gue kan? " Tanyanya.
Mirra melihat ke arah Ajun dan mengabaikan Fazian yang memang sama sekali tidak merespon permintaan maafnya." Ah...iya kak..."
"Oh...jadi dia???" Ucap Fazian lalu setelah menatap Mirra dengan dingin, dia pun mulai kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Ajun.
"Iya...eh...kok lo malah ninggalin gue lagi...Zi!! Zian!!!" Pekik Ajun. " Sorry ya, gue duluan, besok kita ngobrol-ngobrol ya..." Lanjut Ajun sambil tersenyum ke arah Mirra lalu kemudian dia kembali mengejar Fazian.
"Mirr, lo kenal sama kakak-kakak kelas itu? Yang satu keliatan ramah, tapi yang satunya serem banget." Tanya Raya kemudian.
Mirra pun hanya menggelengkan kepalanya, dan dia kembali berjalan.
Sementara Fazian dan Ajun, kini mereka mulai masuk ke dalam mobil Fazian. "Zi, lo ya...gara-gara lo gue jadi nggak punya kesempatan buat ngobrol sama cewek tadi." Keluh Ajun kesal.
"Jadi cewek itu yang mau lo rebutin sama Satria? " Fazian bertanya sambil menyalakan mesin mobilnya.
"Gue nggak tau cewek yang di maksud Satria dia apa bukan, tapi feeling gue sih kayaknya sama kayak cewek yang gue maksud. "
"Gue kira secantik apa dia, nggak taunya biasa aja, feminim juga nggak."
"Nah itu nilai plus nya, walau dia nggak feminim, tapi dia keliatan cantik banget, apalagi kalo dia feminim, rambutnya di gerai terus pake apa gitu di atas kepalanya, pasti tambah cantik banget. "
"Ya...ya...ya...terserah lo aja dah..."
"Yang ada dipikiran lo cuma Sandra, Sandra dan Sandra, jadi nya lo nggak bisa liat cewek cantik selain Sandra, padahal menurut gue, adek kelas kita yang tadi jauh lebih cantik dibandingin Sandra, ya cuma dia kurang di tinggi nya aja sih."
"Nggak usah banding-bandingin sama Sandra, gue nggak suka ya..." Fazian mulai memberikan tatapan tajam nya kepada Ajun.
"Sorry...kelepasan...tapi emang iya kok."
"Jun, gue turunin lo di sini ya!!! " Geram Fazian.
"Iya gue diem deh."
Lalu keheningan pun mulai terjadi sampai mereka tiba di rumah Ajun, dan Fazian pun kembali melajukan mobilnya untuk menuju rumahnya.
Sedangkan Mirra, dia kembali menunggu busway untuk pulang, sementara Raya, Raya sudah di jemput kakak nya terlebih dulu.
Satria memang sengaja belum menaiki beberapa busway yang lewat, dia sengaja menunggu Mirra, dan benar saja, saat dirinya tengah menunggu, Mirra pun mulai berdiri tepat di sebelahnya.
"Hai kak...nunggu bus? " Sapa Mirra pada Satria.
Dengan senyuman yang sudah sangat mengembang, Satria mengangguk bersemangat." Iya...lo juga kan? Rumah kita searah."
"Iya...eh...itu bus nya. "
Lalu mereka mulai naik ke dalam busway, keduanya juga duduk bersebelahan.
"Gimana hari pertama? Pelajaran nya susah-susah nggak?" Satria mulai berbasa-basi untuk memulai percakapan.
"Mppph, nggak sih kak...masih biasa aja..."
"Berarti lo pinter juga ya, padahal pelajaran di sekolah kita tuh materinya termasuk susah di bandingin di sekolah lain."
"Emang iya?"
"Iya...dan lo udah punya temen?"
"Udah kak."
"Berapa?"
" Satu, tapi tadi siang pas istirahat gue dapet temen lagi dua kak."
"Oh, bagus deh, kalo ada apa-apa, atau ada yang coba-coba bully lo, bilang aja sama gue, biar gue yang turun tangan."
Mirra sedikit tersenyum. "Thanks kak..."
"Betewe...lo mau temenan sama gue?"
Mirra sedikit menatap Satria sejenak lalu kemudian kembali melihat ke arah depannya. " Tiba-tiba banget kak? "
"Lo mau nggak? Biar gue bisa ngelindungin lo."
Lalu Mirra pun mengangguk." Iya boleh kak...lumayan punya temen kakak kelas, biar gue juga ada backingan nya." Jawab Mirra dengan senyuman yang mengembang dan saat Mirra tersenyum dia terlihat semakin manis dan juga cantik karena kedua lesung pipinya.
Deg...deg...deg...jantung Satria terus saja berdegup saat melihat senyuman Mirra, dan itu membuatnya cukup frustasi sehingga Satria memilih untuk mengalihkan pandangannya dari Mirra sesaat.
'Duh...manis banget senyum nya...cantiknya nggak ada obat...'Batin nya.