NovelToon NovelToon
Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Dokter / Tamat
Popularitas:276.6k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Betapa bahagianya Sekar ketika dinikahi oleh dokter yang bernama Ilham Caniago. Sekar yang bekerja sebagai perawat menyadari jika ia bukan gadis yang cantik. Kulit hitam gelap, wajah berjerawat tidak disangka jika akan dipinang oleh dokter tampan dan kaya raya. Tetapi dalam pernikahan itu, Sekar hanya mendapat nafkah batin malam pertama saja. Ilham selalu dingin dan cuek membuat hari-hari Sekar Ayu bersedih.

"Apa tujuan kamu menikah dengan aku, Mas?"

"Ya, karena ingin menjadikan kamu istri, Sekar."

Usut punya usut, Ilham menikah dengan Sekar karena ada maksud tertentu.


Tetapi walaupun hanya diberi nafkah sekali, Sekar akhirnya mengandung. Namun, sayangnya bayi yang Sekar lahirkan dinyatakan meninggal. Setelah bercerai dengan Ilham, Sekar bekerja kembali di rumah sakit yang berbeda membantu dokter Rayyan. Dari sekian anak yang Sekar tangani ada anak laki-laki yang menginginkan Sekar ikut pulang bersamanya.

Apakah Sekar akan menerima permintaan anak itu? Lalu apa Rahasia Ilham?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

"Sus, saya mau melihat jenazah anak saya," kata Sekar lirih. Walaupun anaknya sudah meninggal ia ingin menggendong untuk yang pertama dan terakhir. Setiap ingat bayinya, air mata Sekar mengalir deras di pipinya.

"Anak Mbak Sekar sudah dimakamkan oleh Dokter Ilham," jawab perawat hati-hati.

"Apa? Anak saya sudah dikuburkan tapi tidak memberi tahu saya?!" Sekar duduk dengan cepat di tempat tidur, rasa sakit bekas caesar masih lebih sakit hatinya kini. Ilham benar-benar mencari gara-gara, bayinya meninggal pun tidak diberi kesempatan untuk melihat.

"Saya tidak tahu, Mbak," Suster takut dengan tatapan mata Sekar.

"Panggil Dokter Ilham," ketus Sekar, ia sebenarnya tidak mau berbicara keras kepada suster tapi merasa dilangkahi.

"Ada apa?" Tanya dokter Siska yang baru tiba melihat ketegangan Sekar dan suster.

"Mbak Sekar marah Dok," Suster menceritakan apa yang membuat Sekar emosi.

"Mbak Sekar, Dokter Ilham tidak mengajakmu ke pemakaman karena ada alasan. Mbak Sekar baru selesai caesar tidak boleh banyak bergerak." dokter Siska menjelaskan perlahan-lahan.

"Walaupun saya tidak ikut ke pemakaman tidak bisakah Dokter Siska memperlihatkan kepada saya terlebih dulu?" Sekar akan melawan siapapun yang bersekongkol dengan Ilham.

"Tolong panggil Dokter Ilham, Sus!" Sentak Sekar, tidak menghiraukan alasan dokter Siska. Sekar pikir dokter Siska sama saja. Padahal dia seorang ibu seharusnya tahu bagaimana perasaannya jika tidak dianggap.

"Panggil Sus," perintah dokter Siska kepada suster, ia akhirnya mengalah. Siska mendekati Sekar hendak membantunya rebahan kembali, tapi Sekar menolak.

Tidak lama kemudian Ilham pun datang, minta dokter Siska dan suster keluar. "Sudah saya duga Sekar, kamu pasti mencari saya," ucap dokter Ilham tersenyum miring. Ia pikir Sekar tidak bisa hidup tanpa dirinya yang sudah biasa penuh kemewahan.

Sekar tiba-tiba bangun, tanpa Ilham sangka, tamparan kuat mendarat di pipinya.

Tangan Ilham mengusap pipinya, dengan tatapan tajam dan merah ke wajah Sekar. "Berani sekali, kamu!" Ilham maju menekan dua sisi rahang Sekar dengan tatapan dingin. Ia pikir Sekar sekarang sudah berani melawannya.

Bukan hal yang sulit Sekar melepas tangan Ilham. "Siapa takut?! Selama ini saya selalu mengalah walaupun kamu tidak menganggap saya Istri, tapi semua itu saya lakukan hanya demi anak yang saya kandung. Sekarang anak saya sudah meninggal dan kamu penyebabnya. Saya tidak akan lemah lagi di hadapan pria sepertimu!" Sekar menyerang Ilham dengan kata-kata yang pedas.

Ilham diam menatap selang infus yang mengalir ke tubuh Sekar. Tanpa menjawab, ia hendak meninggalkan tempat itu. Begitulah Ilham, jika ada masalah dengan Sekar tidak pernah berusaha menyelesaikan justru pergi begitu saja.

"Tunggu!" Pekik Sekar tidak mau melepaskan Ilham begitu saja yang menurutnya seenaknya.

Ilham pun akhirnya berhenti dan berbalik ke arah Sekar.

"Ada hak apa kamu menguburkan bayi yang saya kandung? Tidakkah Anda sadar jika selama ini mengabaikan darah daging kamu sendiri hingga dia tidak betah tinggal di dunia?" Sekar membangkit keburukan Ilham selama mengandung. Kehilangan anak, Sekar seperti diterpa badai, tapi mendengar kelancangan Ilham hatinya terasa di obrak abrik angin topan. Ilham telah menguburkan bayi mereka tanpa memberi tahu terlebih dahulu.

"Apa kamu sudah gila Sekar, bayi yang sudah meninggal tentu harus segera dikuburkan, salah saya di mana?" Ilham membungkuk menatap lekat wajah Sekar sangat dekat.

Plak!!!

Lagi-lagi tangan Sekar melayang, membuat Ilham mengangkat kepala cepat lalu mundur dari tempat tidur pasien

"Bukan tidak boleh dikuburkan, seharusnya kamu izinkan saya untuk melihat," jawab Sekar dengan suara yang bergetar, tangannya menggenggam selimut hingga putih tulangnya terlihat. Wajahnya yang masih pucat karena kehilangan darah kini memerah karena kemarahan.

Ilham berdiri di depan ranjang dengan wajah yang tetap dingin, kali ini tidak menunjukkan rasa emosi. "Seharusnya kamu terima kasih, karena saya masih khawatir dengan kondisi kamu Sekar. Tidak usah repot-repot ikut mengantar karena tubuhmu masih lemah," lanjutnya.

"Tidak usah Sok perhatian!" Bantah Sekar, air matanya mengalir deras. "Itu bayi saya! Aku punya hak untuk tahu seperti apa wajahnya, bukan seperti ini caranya," Sekar menjawab di sela-sela isak tangis

Ilham terdiam sejenak, matanya menatap jauh ke jendela ruang rawat. Akhirnya dia berkata dengan suara yang lebih pelan, namun tetap datar dan dingin. "Ada kelainan pada bayi saat lahir yang tidak bisa saya tunjukkan kepadamu. Saya melakukan ini untuk kamu, Sekar. Supaya kamu tidak harus melihat hal yang bisa membuatmu lebih terluka."

"Omong kosong apa kamu Ilham?" Sekar tidak percaya alasan Ilham. "Jika bayi saya lahir cacat itu karena kamu selama ini mengabaikannya. Keluar kamu!" Usir Sekar, melempar bantal ke arah Ilham dan mengenai tubuhnya.

Ilham pun akhirnya pergi meninggalkan Sekar.

Seminggu kemudian, kondisi Sekar sudah membaik, sebelum pulang ke rumah, ia ke pemakaman bayinya di antar Suster yang membantu dokter Siska.

"Anakku..." Sekar memeluk gundukan tanah, tangisnya mengharu biru. Ia tidak menyangka jika bayinya yang biasa bergerak aktif di dalam perut tapi akhirnya meninggal.

Hingga beberapa menit Sekar menangis, terasa pundaknya ada yang membangunkan. Ia menoleh suster di belakangnya dengan mata yang masih bercucuran.

"Mbak Sekar, biarkan Dedek tenang di sana," kata suster itu.

Sekar pun menghapus air mata lalu berdoa untuk anaknya yang belum ada tanda batu nisan. Sekar pun akhirnya pulang. Keesokan harinya, ia datang lagi bersama pria yang mengantar batu nisan kecil dan di tulis nama. Dzaifullah, yang artinya; tamu Allah.

************

Tiga tahun kemudian di rumah sakit besar, wanita berseragam putih yang dulu wajahnya hitam dan berjerawat kini sudah menjadi wanita cantik mempesona. Dia adalah Sekar, suster yang membantu dokter Rayyan itu sekarang berjilbab panjang, wajah teduh dan religius.

...~Bersambung~...

1
aristi
jgn2 ini anak kandung Sekar, kyanya Ilham memanipulasi kematian anaknya, mungkin dia menikahi Sekar untuk mendapatkan penerus
Patrick Khan
trimakasih ceritanya kak😍😍😍
Buna Seta: Sama-sama
total 1 replies
Eka ELissa
minal aidzin walfaizin mohon maaf lahir dan batin juga Mak 🙏🙏🙏🙏
Ahir nya brahir bhgia.....😘😘
tamat....
mksih Yo Mak....🙏🙏🙏😘
Buna Seta: Sama sama say
total 1 replies
Eka ELissa
suka yg lebih garang di ranjang dn di luar klie dia ham...🤣🤣🤣lbih hot dri kmuu dia...🤣🤭mknya brtahn ma yg bertato itu...🤣🤭
Buna Seta: Kwek kwek kwek
total 1 replies
Eka ELissa
yeee Yyy.... tembakan ku bneran dia mo kasih undangan 🤣🤭
Eka ELissa
penjara bikin idup nya lebih baik Sekar....
semoga bneran yooo... bukan hoax
Eka ELissa
mo anterin undang pling Sekar 🤣🤭
Rohmi Yatun
maaf lahir batin juga Thor..
terimakasih udah kasih hiburan yg menarik.. ditunggu karya selanjutnya👍🙏
Buna Seta: Terima kasih juga Kak
total 1 replies
Atmita Gajiwi
/Kiss//Rose/
sunaryati jarum
Luna pasti
Marini Suhendar
Happy Ending...
Hatur Nuhun Thor Ceritanya Bagus banget...
Sukses Sll Buna🥰🥰🥰
Buna Seta: Terima kasih, Aamiin
total 1 replies
Lia siti marlia
dah tamat aja thorr di tunggu judul selanjutnya
Buna Seta: Siap kak
total 1 replies
Teh Yen
smoga luna jg bahagia dengan Willem yah
Buna Seta: Semoga yah
total 1 replies
Ita rahmawati
bagus ceritanya berakhir dg bagus juga 🤗
Buna Seta: Terima kasih sudah mendukung hingga akhir cerita
total 1 replies
Herman Lim
thanks cerita y Thor di tgg karya baru lain nya
hana roichati roichati: karya"nya selalu kami tunggu kak 👍👍🙏
total 2 replies
Lilik Juhariah
memaafkan bukan harus bersama ,
Patrick Khan
banyak tamu dadakan😂
sunaryati jarum
Luna sudah keluar penjara
Teh Yen
siap lagi itu Luna bukan sih?
Teh Yen
siapa.tuh ???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!