NovelToon NovelToon
SERIBU JARUM EMAS

SERIBU JARUM EMAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Di dunia persilatan yang luas, pedang dan tombak dianggap sebagai raja senjata.

Namun, bagi Mo Fei, benda terkecillah yang paling mematikan.

Tidak menggunakan golok raksasa, tidak mengandalkan kekuatan otot. Senjatanya hanyalah jarum-jarum emas seukuran biji padi.

Siapa pun yang ditandanya... pasti mati sebelum sempat berkedip.

Dikenal sebagai Pengamat Malam, ia datang tanpa suara, pergi tanpa jejak, hanya meninggalkan kilatan cahaya emas dan mayat yang tertancap jarum di titik vital.

"Pedang hanya bisa memotong daging. Tapi jarumku... bisa menusuk jiwa."

Ketika ia ditugaskan melindungi putri cantik yang keras kepala dan terjerat dalam intrik istana, Mo Fei harus menghadapi sekte jahat dan pendekar-pendekar legendaris.

Bisakah seribu jarum emas ini mengubah takdir dunia?

Siap-siap terpukau dengan aksi bela diri tercepat dan paling elegan yang pernah ada! .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: PESTA PARA RAJA PEDANG

Beberapa hari kemudian.

Di sebuah dataran luas yang dikelilingi oleh pegunungan hijau, berdiri sebuah bangunan kuno yang megah dan luas. Itu adalah Aula Seribu Tahun, tempat yang biasa digunakan untuk pertemuan besar antar sekte dan aliran bela diri.

Hari itu, tempat itu dipenuhi oleh orang-orang dari seluruh penjuru dunia persilatan.

Di sana terlihat pendekar-pendekar gagah membawa pedang panjang, ahli tombak dengan senjata yang menjulang tinggi, hingga pendekar tangan kosong yang aura nya saja sudah membuat orang takut. Suara obrolan, tawa, dan denting senjata bercampur menjadi satu, menciptakan suasana yang hidup namun penuh persaingan.

"Wah... ramai sekali ya!" seru Lian Er takjub sambil memutar kepalanya ke kiri dan kanan. Mereka berjalan masuk menyusuri lorong utama.

Mo Fei berjalan santai di sebelahnya, tetap dengan baju putih bersih dan senyum santainya. "Iya dong. Ini ajang pamer kekuatan dan ajang cari musuh. Semua orang hebat pasti datang ke sini."

"Tapi lihat deh..." Lian Er menyenggol lengan Mo Fei pelan. "Mereka semua pakai baju bagus-bagus dan senjata yang mengkilap. Kau ini... cuma baju biasa dan tangan di masukkan ke lengan baju terus. Nanti dikira pelayan lho!"

Mo Fei tertawa kecil. "Hehe, biarin. Yang penting nyaman. Lagipula, orang hebat tidak perlu pake baju mencolok kok. Seperti kau tahu kan, gunung yang tinggi biasanya tenang."

Baru saja mereka berjalan beberapa langkah...

HEMM!

Sebuah aura berat dan dingin tiba-tiba menghantam mereka!

Di depan jalan masuk aula utama, berdiri dua orang pria bertubuh tinggi besar. Mereka adalah penjaga gerbang, dan aura yang mereka pancarkan setara dengan pendekar tingkat atas!

Salah satu dari mereka menodongkan pedangnya ke depan, menghalangi jalan Mo Fei dan Lian Er.

"Berhenti! Ini adalah tempat suci para pendekar! Bukan tempat main-main anak kecil!" serunya dengan suara keras. "Kalian lihat lambang di dada kami tidak? Ini wilayah Sekte Pedang Pembawa Maut! Siapa pun yang mau masuk harus membuktikan kekuatan atau menunjukkan surat undangan!"

Ia lalu menatap Mo Fei dengan sinis. "Dan kau... Bocah berbaju putih! Kau ini siapa? Anak buah yang tersesat? Atau pembawa barang bawaan si Nona manis ini?"

Lian Er langsung naik pitam. "Hei! Jangan sembarangan bicara! Dia itu..."

Belum sempat Lian Er menyelesaikan kalimatnya, Mo Fei sudah mengangkat tangannya pelan menyuruh gadis itu diam.

Mo Fei menatap dua penjaga gerbang itu dengan senyum yang sangat manis.

"Maaf ya Om Penjaga," ucapnya lembut. "Kami tidak bawa surat undangan. Tapi kami bawa ini..."

Tiba-tiba...

TING! TING!

Dua bunyi halus terdengar.

Tali pengikat pedang kedua penjaga itu putus seketika!

TRANG! TRANG!

Dua pedang besar yang gagah itu jatuh ke tanah dengan suara keras, membuat kedua pemiliknya terlonjak kaget dan melongo!

"Kalian mencari kekuatan kan?" ucap Mo Fei sambil berjalan mendekat, melewati mereka berdua dengan santai. "Kalau begitu masuklah dan lihat baik-baik. Karena hari ini... kalian akan menyaksikan bagaimana caranya benda kecil mengalahkan benda besar."

Mo Fei dan Lian Er pun berjalan masuk meninggalkan dua penjaga yang masih terpaku diam memegang gagang pedang yang kosong.

 

Di dalam Aula Utama, tempat itu sangat luas dan megah. Di atas panggung utama, duduklah para tetua dan pemimpin sekte.

Di salah satu sisi, terlihat Bai Yue si Pendekar Kipas Perak sedang duduk anggun. Matanya langsung berbinar saat melihat Mo Fei masuk, tapi ia hanya mendengus dan memalingkan wajah dengan cemburu.

Di sisi lain, terlihat Qing Long dengan wajah bengong melihat Mo Fei berjalan masuk dengan santai padahal ia sudah melaporkan bahayanya orang ini.

"Silakan duduk, silakan duduk!" seru seorang tetua yang memimpin acara. "Hari ini kita berkumpul bukan untuk berkelahi, tapi untuk membahas masalah besar! Belakangan ini banyak sekte yang diserang dan dihancurkan oleh kekuatan misterius!"

Suasana menjadi hening.

"Dan kabar terburuknya... ada desas-desus bahwa 'Pedang Iblis Penghancur Langit' telah muncul kembali! Senjata terkutuk yang bisa membunuh siapa saja hanya dengan satu tatapan!"

Semua orang terlihat gemetar. Itu adalah legenda paling menyeramkan dalam sejarah persilatan.

"Oleh karena itu, kita harus mencari pendekar terkuat yang akan memimpin kita melawan kejahatan!" teriak tetua itu. "Siapa yang berani maju menyatakan diri?"

Seketika, puluhan orang berdiri serentak!

"AKU! Aku dari Sekte Harimau Putih! Ilmuku tak tertandingi!"

"Tidak! Akulah yang pantas! Aku pernah membunuh serigala berkepala tiga!"

Suasana menjadi ricuh dan ribut. Semua orang menyombongkan diri mereka masing-masing.

Di tengah keributan itu, Mo Fei hanya duduk santai memakan kacang-kacangan yang ada di meja hidangan, seolah semua itu bukan urusannya.

"Hei Mo Fei, kau tidak mau maju gitu?" bisik Lian Er. "Kau kan paling kuat di sini?"

"Ah, nggak mau ah," Mo Fei menggeleng cepat. "Ribet. Lagipula mereka kan lucu, kayak anak kecil rebutan mainan. Biarin aja mereka ribut."

Namun, tiba-tiba...

WUSSSSS!!!

Angin di aula itu berubah drastis. Suhu turun drastis.

Semua orang berhenti bicara dan menoleh ke arah pintu masuk utama.

Di sana, di bawah sinar matahari yang memancar dari balik punggungnya, masuklah seorang pria.

Pria itu mengenakan jubah hitam panjang yang tertutup rapat. Wajahnya pucat dan dingin, tanpa ekspresi. Di punggungnya, tidak ada pedang panjang, tidak ada tombak. Hanya ada sebuah bungkusan panjang yang terbungkus kain kain lusuh berwarna merah darah.

Ia berjalan perlahan, tapi setiap langkahnya membuat lantai kayu berderit dan getar. Aura yang dipancarkannya... bukan aura manusia biasa. Itu aura pembunuhan yang begitu pekat hingga membuat beberapa pendekar lemah langsung muntah darah dan roboh!

Pria itu berhenti di tengah aula, lalu menatap tajam ke seluruh penjuru. Matanya merah menyala.

"Ribut sekali..." suaranya pelan namun terdengar sampai ke tulang sumsum. "Banyak sekali lalat yang berdengung. Siapa tadi yang bilang mau jadi pemimpin?"

Ia lalu menatap lurus ke arah Mo Fei yang masih duduk tenang.

"Dan kau... Bocah Seribu Jarum... Akhirnya ketemu juga. Aku Xie Wu, pembawa Pedang Iblis. Dan hari ini... aku akan mengambil matamu untuk hiasan dinding markasku."

GLEKK!

Seluruh ruangan menelan ludah serentak.

Bahaya terbesar... akhirnya muncul!

1
anggita
Mo Fei...👌 ikut ng👍like aja, ☝iklan. moga novelnya lancar.
putra ilham: ​"Amin! Terima kasih banyak atas dukungannya dan sudah kasih 'like'. Doa seperti ini sangat berarti buat saya sebagai penulis. Stay tuned terus ya!"
total 1 replies
Fwyz
ih apalah nih judul ngerii amatt, btw ceritanya epick sih, thc thor
putra ilham: ​"Hehe, judulnya memang sengaja dibuat bikin penasaran. Makasih ya sudah bilang epik! Tunggu saja bab-bab selanjutnya, bakal lebih seru lagi!"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!