NovelToon NovelToon
Lelaki Yang Terbuang

Lelaki Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:258
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cobaan bertubi tubi

Pagi ini Mahendra yang benar benar terpuruk berniat menata masa depan dengan sang putri, untuk melupakan semua kenangan pahit nya di tempat ini dia berniat pindah dan menjual rumah sangat sederhana nya hasil dari kerja kerasnya selama ini tanpa sponsor dari orang tua dan tak di jual pun sebenarnya jika bulan depan dia tidak bisa melunasi hutangnya di bank terpaksa rumah ini juga bakal di sita..

Di lihatnya si Cecilia masih tertidur, anak ini sebenarnya sudah berumur empat tahun, waktunya masuk play group, tetapi biayanya terlalu mahal bagi Mahendra yang saat ini lagi berada di deretan paling bawah titik nadir hidupnya,tapi masih ada harapan bagi Hendra karena ada pepatah mengatakan akan ada pelangi setelah hujan, dia percaya itu, daripada suntuk dia bersih bersih rumah dan membuang barang yang tak berharga apalagi baju baju bekas istrinya, memandangnya pun bikin sakit hati dia berniat membakar nya.

Setelah semuanya bersih Hendra berniat mensortir kertas kertas di dalam laci lemari nya, dipilah pilah mana yang masih berguna dan mana yang sudah waktunya di buang, semua ijazah akta kelahiran si kecil dikumpulkan jadi satu, dia mencari lagi seperti ada yang hilang ,apa ya?

sertifikat rumah, tentu saja tidak ada karena masuk bank sebagai jaminan lalu apa ya, dia membolak balik semua surat surat berharga lainnya, dan baru ingat ya Tuhan kemana perginya sertifikat pegawai negeri nya sebagai seorang guru? Dia panik, apa mungkin hilang lalu hilang dimana, rumah ini selalu aman selama ini, lalu buat apa dicuri kalau hanya sertifikat pegawai negeri saja, dan dikala dia sangat kebingungan mencari surat itu ada panggilan dari sebuah nomor yang tidak di kenal, meskipun Mahendra tidak pernah mengangkat telepon dari nomor tak dikenal tetapi kali ini instingnya menyuruhnya untuk menerimanya, angkat saja siapa tahu penting.

"Hallo assalamualaikum". Sapa Hendra di telpon.

"waalaikumsalam,ini dengan bapak Mahendra Kalandra?" tanya si penelpon.

"iya benar, ini dari siapa?"

"kami dari Pegadaian syariah ingin mengingatkan bahwa pinjaman anda sudah telat empat bulan, jika tak dibayar maka kami berhak menyita sertifikat kepegawaian negeri anda serta meningkatkan denda bunga dan pastinya akan berdampak pada karier anda karena berselisih dengan hukum". Si wanita bersuara merdu dalam telpon itu membeberkan secara rinci akibat dan konsekwensi jika hutang tak di bayarkan.

"kok bisa, saya tidak pernah merasa berhutang dan menggadaikan sertifikat pegawai negeri saya, siapa yang telah melakukan nya?" tanya panik dari Mahendra

"Sebentar ya pak saya cek dulu". jawab suara merdu dari seberang.

"Hallo pak, ini atas nama bapak Wisman Nugroho dan ibu Yanti Prameswari dengan menggunakan surat kuasa yang telah di tanda tangani secara Syah oleh bapak". Suara lembut itu bagaikan meriam yang meledak dan tepat mengenai jantung Mahendra, kemarin sore sudah dapat hantaman musibah yang begitu dahsyat dan pagi ini pula dia mendapat kabar yang sama meski berbeda konteks, kabar yang sama sama membuat jiwa raganya remuk redam hancur berkeping keping tanpa daya.

Mahendra membiarkan ponsel ditangan nya jatuh begitu saja tak tahu lagi akan berbuat apa, meraung raung menjerit atau mengamuk meluapkan emosi? Entah lah jiwanya kini kosong, semalam setelah berdoa dia mempunyai secercah harapan untuk bertahan hidup, saat ini benar-benar benar kosong ibarat rumah tanpa penghuni tanpa cahaya, benar benar gelap gulita.

"kapan orang tuanya mencuri sertifikat pegawai negeri nya? Padahal selama ini komunikasi dengan mereka saja sangat jarang, dua orang tua yang sangat egois hanya memikirkan kesenangannya sendiri tanpa pernah memikirkan nasib anak dan cucunya?.

Mahendra terduduk memikirkan apa yang harus di lakukan sekarang, apa mendatangi rumah orang tuanya dan menanyakan kebenaran nya, tentu saja yang akan di dapat nanti adalah makian dan berakhir dengan hajaran dari sang ayah yang sangat temperamen itu, Hendra sungguh heran kenapa setiap apa kata bapaknya entah itu salah atau benar entah menyakiti atau merugikan orang lain ibunya selalu menuruti dan membelanya, Apakah ini yang namanya bucin akut? Mahendra sungguh heran dengan pemikiran orang orang seperti ini, rela menyiksa diri demi cinta padahal bukan kenyamanan yang iya dapatkan, tapi malah petaka.

Mahendra benar benar putus asa dan kosong, sudah benar-benar tidak ada lagi harapan untuk hidup, istrinya meninggalkannya dengan selingkuhannya, lalu meninggalkan hutang yang bagi Hendra sebagai orang kecil itu nilai terlalu tinggi, hampiri semiliar, kemudian orang tuanya menggadaikan surat berharga nya dengan nilai fantastic pula, bagaimana dia bisa hidup.

"ya Allah, jika engkau memberikan cobaan ini aku tak perduli neraka atau syurga yang kau berikan aku sungguh tak kuat ya Allah.

Disaat Mahendra termenung memikirkan keterpurukan hidupnya dua orang yang tadi jadi tersangka datang bukan dengan nada yang baik dan halus penuh penyesalan karena kesalahannya, tapi malah datang dengan menyalahkan Mahendra sebagai anak tak bisa balas budi.

"cuma membayar angsuran segitu saja kamu tidak mampu ha? Sebagai anak apa kontribusi mu terhadap orang tua, susah payah kami membesarkan mu tapi apa balasannya selama ini, kamu tak pernah membantu orang tuamu sedikitpun, anak orang lain selalu memberikan kehidupan yang layak terhadap urang tuamu tetapi kamu, bayar hutang orang tua yang tidak seberapa saja tidak mampu". Pak wisman seolah playing victim dengan mencari alasan untuk menjatuhkan putranya dan membenarkan dirinya yang benar-benar salah dengan mencuri sertifikat anaknya .

"Bapak datang datang marah marah seperti paling benar dan paling berjasa dalam hidupku, tak ingatkah bapak sejak SMP bapak telah menelantarkan aku dengan aku mencari biaya sendiri untuk hidupku? Lalu gunanya bapak untuk apa? Kenapa waktu aku lahir dulu kalian tidak pithes aku saja biar aku mampus sekalian, aku juga tidak meminta untuk dilahirkan oleh kalian". Balas Hendra dan itu membuat bapaknya yang seorang NPD akut itu marah bukan kepalang, langsung saja memukul pelipis Hendra sampai luka robek dan berdarah, sementara ibunya hanya diam tanpa membela dan tanpa melerai, ada sesuatu yang terlihat lelah di muka keriput ibu Yanti yang saat ini belum genap 50 tahun itu.

Hendra tak membalas pukulan dari bapak ya, percuma dibalas pun dia akan berdosa.

"sekarang kalian pergi dari rumahku, aku Mahendra Kalandra mulai saat ini memutuskan hubungan dengan keluarga bapak Wisman Nugroho, jika ada apa apa dengan kalian aku tak lagi tanggung jawab begitu juga sebaliknya, dan kamu ibu untuk yang terakhir kalinya aku berucap terimakasih telah melahirkan aku di dunia ini, meski hidupku terpuruk dan jatuh tapi aku tak lupa berdoa mohon pada illahi semoga hidup ibu di ridho i, sekali lagi pergi lah sebelum kesabaranku habis". Ucap terakhir Mahendra pada orang tuanya.

Kedua orang tua tak tau diri itu kemudian pergi begitu saja tanpa menghiraukan cucunya yang baru bangun dengan wajah bantalnya dan dengan rambut acak acakan penuh iler dan kotoran dimatanya, iya gadis cantik imut itu benar-benar seperti gadis yang tak terawat, kusam Kumal kucel dan kurang gizi.

🥹🥹🥹🥹

1
Kristiana Subekti
ayo Karina,,,, selidiki tuh si Ririn sm suami mu sewa detektif sekalian 😁
Mbak Cun: tunggu aja kejutan selanjutnya BESTie, terimakasih telah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!