NovelToon NovelToon
Pewaris Yang Hilang 2

Pewaris Yang Hilang 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Perperangan / Dikelilingi wanita cantik / Action
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Edane Sintink

Jhon, bertarung demi kehormatan di medan perang. mengalami penyergapan yang terpaksa membuatnya harus meledakkan kekuatan terakhirnya. Dia kehilangan ingatan, kehilangan kekuatan, kehilangan identitas, bahkan nyaris kehilangan segalanya. Dari Jenderal bintang lima, Dari seorang pewaris keluarga William, seketika berubah menjadi bukan siapa-siapa dan bahkan dianggap lebih buruk dari sampah.
Mampukah Jhon menemukan kembali kekuatan yang pernah dia miliki, mampukah Jhon kembali menemukan jati dirinya? Ikuti kisahnya dalam karya saya yang berjudul 'PEWARIS YANG HILANG 2'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edane Sintink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jhon yang tidak berkutik

...Bab 03...

"Wah, cari mati kau!*

Melihat rekannya di serang, pengawal yang satunya lagi segera bertindak. Dia melakukan tendangan keras yang membuat lelaki tadi terpental. Akan tetapi sekuat apapun dirinya, lawannya terlalu ramai dan beberapa lama pertarungan, akhirnya pengawal itupun dilumpuhkan dengan kepalanya mengeluarkan darah.

"Wah. Ckckck.., ternyata ada gadis cantik di sini rupanya. Mimpi apa aku tadi malam ya?" Katanya sambil menjilati bibirnya yang retak-retak kering.

"Mau apa kalian?" Gadis cantik yang ketakutan itu memaksakan keberaniannya. Dia tidak pernah menduga bahwa perjalanannya kali ini akan mendapat masalah seperti ini. Andai dia tau, pasti dia tidak akan menempuh perjalanan dengan menjadi penumpang di bus. Inilah akibat dari rasa isengnya. Dia ingin merasakan sensasi menaiki bus dan membiarkan mobilnya dibawa oleh sopir keluarga menuju Canyon City.

"Silahkan keluarkan semua barang berharga yang anda miliki. Atau jika tidak, ingatlah bahwa teman-teman ku ini memiliki kebuasan seperti buaya darat," ancam lelaki sangar itu sambil kembali menjilati bibirnya.

"Kau... Sebelum kau ingin merampok ku, apa kau sudah memikirkan konsekuensi nya?"

"Berhentilah berbicara omong kosong! Kami tau pekerjaan kami ini memiliki banyak resiko. Apakah kami takut? Tentu saja tidak. Jika kau masih beromong kosong, hati-hati aku akan menyeret mu dan memperkosa mu beramai-ramai!"

Melihat tatapan sadis pada lelaki sangar itu, mau tidak mau gadis itu tidak berani menolak ketika beberapa lelaki menggeledah tas branded miliknya.

"Wah teman-teman. Bukankah ini adalah tas Hermes yang terkenal itu. Kalau di jual, tentu saja masih laku sekitar lima ribu Dollar,"

"Sudah sikat saja!" Kata temannya yang di samping.

Tanpa memperdulikan ekspresi gadis itu, para penjahat langsung menyita tas gadis itu beserta seluruh isinya.

Kini tiba lah giliran Jhon William yang diperiksa.

Seperti orang yang pengecut dan bodoh, Jhon membiarkan saja ransel buruk miliknya di geledah. Tidak ada ekspresi panik, perlawanan ataupun ketakutan pada raut wajahnya. Semuanya kosong seperti orang yang tidak memiliki jiwa.

"Wah nak. Tak ku sangka kau sangat miskin. Baiklah, aku tidak ingin mempersulit kalian," kata lelaki tadi melemparkan tas itu ke atas pangkuan Jhon. Dan sebelum pergi, dia sempat menepuk pipi pemuda itu sambil mencibir. "Sialan. Hanya ada belasan dollar. Benar-benar miskin," umpat nya.

Setelah para penjahat itu turun dari bus, baru lah gadis itu menatap sinis ke arah Jhon yang dia nilai terlalu pengecut. Hanya saja dia kembali berpikir. Jangankan pemuda di samping nya ini, sedangkan pengawalnya yang mantan tentara itu saja di buat keok oleh penjahat itu. Seketika dia merasa bersalah ketika melihat kembali ke arah wajah polos yang dimiliki oleh Jhon William.

"Hei. Kau mengapa hanya diam saja. Apakah kau bisu?" Tanya gadis itu memecah kesunyian. Dia sama sekali tidak perduli dengan tas nya yang dirampas. Baginya itu hanya setetes air dalam kolam. Yang penting dia masih selamat. Sedangkan pengawalnya yang sempat babak belur kini sudah bangkit sambil meminta maaf kepada wanita itu. Dan ketika dia tau bahwa majikannya tidak kenapa-kenapa, barulah mereka merasa lega.

Menanggapi pertanyaan gadis itu, Jhon menoleh sebelum tersenyum yang dipaksakan. "Ada apa nona?" Tanya nya singkat. Dia ingin memandang kembali ke luar jendela, tapi gadis itu kembali bertanya membuatnya mengurungkan niatnya.

"Siapa nama mu dan kemana tujuan mu?"

Jhon meraba-raba saku celananya kemudian mengeluarkan secarik kertas. Dalam hati dia bersyukur bahwa perampok itu tidak menggeledah sakunya. Jika tidak, kartu kredit yang diberikan oleh ayah angkatnya pasti akan di ambil. Lalu dia menjawab, "nama ku, Jhon. Dari wilayah pertanian. Tujuan ku ke Canyon City,"

"Oh. Apakah kau adalah pekerja migran atau mahasiswa? Kalau mahasiswa, pindahan dari mana? Karena aku tidak pernah melihatmu di kampus?" Tanya gadis itu seperti serentetan tembakan AK47 yang membuat Jhon sedikit pusing.

"Saya, memang saya adalah seorang mahasiswa. Tapi bukan pindahan,"

Melihat Jhon menjawab dengan sangat gugup, gadis itu segera menyela. "Sudah lah. Kau pasti masuk dari pintu belakang kan. Huh. , dasar tidak kompeten," katanya dengan ketus. Penilaiannya terhadap Jhon menjadi semakin berkurang.

Jhon tidak berkata apa-apa lagi. Memang sangat sedikit yang bisa dia katakan. Mungkin karena ingatannya benar-benar hilang. Jadi, dia sama sekali tidak tau apa-apa. Beruntung baginya bahwa ingatan tulis baca dan bahasa tidak lupa. Andai lupa, kemungkinan dia seperti bayi raksasa yang tidak tau apa-apa.

"Kau tidak ingin tau siapa nama ku?" Tanya gadis itu dengan nada tidak senang.

"Eh ., oh iya. Siapa nama mu nona?" Tanya Jhon dengan wajah polos namun menjengkelkan itu.

"Gggrrrrr...;" ingin rasanya gadis itu menggigit kuping Jhon William yang bodoh itu. Sudah sejauh ini, mengapa seperti paku yang harus ke ketuk baru nancep. "Ada ya laki-laki yang benar-benar memiliki kecerdasan di bawah rata-rata seperti ini?" Pikirnya lagi dalam hati. Dengan gigi terkancing dia menjawab. "Nama ku Lee Na!" Katanya pada akhirnya.

"Oh..," itu saja jawaban dari Jhon yang membuat asam lambung gadis itu seketika mendadak mau kambuh.

Andai di buat barisan antrian, kemungkinan para pemuda yang ingin menarik perhatian nya bisa sepanjang dua kilometer. Tapi pemuda di sampingnya ini benar-benar membuat dirinya meragukan apakah dirinya benar-benar cantik atau jelek. Dia ingin bercermin sekadar untuk melihat wajahnya sendiri. Tapi sial tas nya sudah di rampok. Mati kutu, dia hanya bisa meremas ujung bajunya. Mungkin dengan begitu dia bisa meredam kemarahannya.

Seperti biasa, Jhon William yang seperti tunggul kayu kembali dengan dunianya. Menatap bangunan di luar dari dalam bus sembari memeluk tas usang milik nya yang sudah di acak-acak oleh penjahat tadi.

Tidak terasa waktu terus bergulir dengan cepat tanpa mau menunggu.

Seperti yang dijangka, bus itupun tiba di Canyon City pada jam tiga lebih lima belas.

Para penumpang pun mulai menuruni bus dan segera berangkat ke tujuannya masing-masing. Sedangkan Lee Na, tampak beberapa orang menunggu nya dh perhentian bus untuk menjemputnya.

Terlihat ada banyak kendaraan roda empat yang menunggu di luar menandakan bahwa gadis itu bukan dari kalangan kelas menengah. Setidaknya gadis itu mungkin anak orang kaya minimal kelas dua di Canyon City ini.

"Jhon. Kemana tujuan mu? Aku bisa meminta salah satu dari sopir ku untuk mengantar mu?" Sebelum pergi, Lee Na sempat bertanya kepada Jhon. Walaupun gadis itu mudah marah, setidaknya hatinya baik. Dan ini membuat Jhon sedikit mengaguminya.

"Eh.., aku. Terimakasih," ucap Jhon sembari melambaikan tangannya. Dia tmemang memiliki tujuan. Tapi biarlah dia sendiri saja yang ke sana. Dia tidak ingin menyusahkan apa lagi termakan budi orang lain.

"Baiklah. Sampai bertemu kembali besok di kampus!" Kata Lee Na sembari melambaikan tangannya ke arah Jhon dan segera memasuki mobil.

1
y@y@
👍🏾⭐👍🏻⭐👍🏾
y@y@
👍🏾⭐👍🏼⭐👍🏾
y@y@
👍🏻👍🏿🌟👍🏿👍🏻
y@y@
💥👍🏼⭐👍🏼💥
m.j_yanas314
akhir nya keluarga William kembali,....

semangat author untuk terus berkarya..../Good/💪
Ahmad Fauzi
lanjutt othor ganteng 👍🏽❤️🥰 ,semangatt update nya ,kalo bisa jangan satu lahh minimal update nya 2 atw 3 ..hee hee 😬🤭🙏🏽🙏🏽🙏🏽
Tina aja
Alhamdulillah update lagi 😁
Tina aja: salam kenal juga 🙏😁
total 2 replies
WAHYU
69 Thor, kenapa harus 69?
itu adalah angka keramat 18+++
WAHYU
berarti ayah Jhon Wiliam adalah putra dari pasangan Joe Wiliam & Tiara
Tina aja
nah Jhon dengerin neh petuah otor👍😁
Tina aja
Arden itu ikan yg d awetkan dalam kaleng kan😅....wes jadi nama kota rupanya😅😅
DISTYA ANGGRA MELANI
Lanjut thor... Smngt
y@y@
👍🏿🌟👍🏻🌟👍🏿
y@y@
⭐💥👍🏼💥⭐
Tina aja
Alhamdulillah update lagi 😁😁
Tina aja
David psis ryan🤩
Ahmad Fauzi
aihh ..othor mulai nackhalll ..pikirannya liarrr 🤣🤣😄🤭
Tina aja
jasson Statham 🥰🥰🤩🤩
Tina aja
fix ne orang mirip riko🤩🤩
Tina aja
waaa sama pesis ngga ya dgn wanita pengawas asrama jery🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!