NovelToon NovelToon
Senandung Malam Yang Menghancurkan

Senandung Malam Yang Menghancurkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Pelakor / One Night Stand / Selingkuh / Romansa / Playboy
Popularitas:860
Nilai: 5
Nama Author: Siti yulia Saroh

Felix yang kecewa karena kekasihnya berselingkuh dengan orang lain, menghabiskan malam penuh gairah bersama seorang gadis penyanyi bar.

Syerly adalah seorang penyanyi bar yang cantik. Suara Syerly membuat Felix terpesona.

tetapi, semuanya berubah ketika Felix mengetahui kebenarannya.

Syerly ternyata sudah memiliki kekasih, dan kekasih Syerly adalah orang yang berselingkuh dengan pacarnya sendiri.

"Mengapa kau pura-pura tidak mengenaliku? Apa kau takut, pacarmu tahu?" Felix mendorong tubuh Syerly ke dinding.

Syerly hanya tertawa kecil, sambil menatap Felix.

"Kita hanya cinta satu malam. Mengapa kau menganggap serius? Atau... "
Syerly menarik kerah Felix dan wajah mereka sangat dekat.

"Kau mulai ketagihan denganku." Senyum kecil dari bibir Syerly membuat jantung Felix berdetak kencang.

"Ya." Felix tidak menyangkal. dia berbisik didekat telinga Syerly.

"Bahkan suara desahanmu masih aku ingat dengan jelas."

Hubungan mereka makin rumit dan berbahaya. Dan menja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti yulia Saroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3

 Di depan gedung klub musik, Felix terus mencari bayangan seseorang.

  Siang itu, Felix menghabiskan waktunya, mencari Syerly. Felix pergi ke klub musik, mencari disetiap ruanganan latihan. Tapi Felix tidak menemukannya, ia hanya menemukan sebuah gitar yang sangat akrab disebuah studio tertinggal disana.

  Felix keluar dari klub musik dengan sedikit kecewa.

  "Apa yang sedang kau lakukan disini?"

  Peter yang akan masuk kedalam klub musik bertemu dengan Felix.

  Awalnya Peter ragu, tapi ia memberanikan diri untuk bertanya. Tapi, ia tidak menyangka Felix akan menatapnya dengan tidak ramah.

  "Aku sepertinya salah memasuki gedung." Jawab Felix dengan dingin. Seolah tidak ingin melihat seseorang yang dibencinya, Felix langsung berjalan pergi.

  Peter hanya dapat berdiri diam ketika melihat Felix langsung pergi. Ia masih menatap Felix dengan bingung.

  Jelas-jelas didepan pintu, sudah tertulis dengan jelas. Jika gedung ini adalah klub musik.

  Bagaiman bisa Felix bisa salah masuk gedung?

  Ketika Peter merasa bingung, ia melihat seseorang gadis cantik yang akan menuju ke gedung klub musik. Dengan persaan yang berdebar, Peter segera masuk kedalam gedung dan mengintip melalui kaca jendela.

  ---

  Thea dengan pakaian modis berjalan menuju ke gedung klub musik. Gadis itu sedikit menyenandungkan lagu dengan senyum kecilnya.

  Tiba-tiba langkahnya terhenti, ia melihat pacarnya berjalan mendekat.

  "Felix." Panggilnya tanpa sadar.

  Felix yang frustasi karena tidak dapat menemukan Syerly menatap Thea dengan datar.

  "Thea..." panggil Felix pelan. Lalu ia menatap Thea dengan curiga

  "Apa kau terkejut melihatku?" Suara Felix sedikit dingin.

  "Tidak." Jawab Thea pelan. Sambil menggelengkan kepalanya dengan cepat.

  "Aku... aku hanya terkejut karena melihatmu disini. Apa kau sedang menemukan seseorang disini?"

  Meski Felix tahu, Thea berada disini, untuk menemui seseorang. Tapi, tetap saja, saat mendengar pertanyaa terakhir, Felix merasa sedikit bersalah dengan Thea. Lalu ia menjawab dengan suara yang senormal mungkin.

  "Tidak. Aku hanya berjalan-jalan disini. Ada beberapa hal yang mengganguku, jadi aku memutuskan untuk mencari udara segar."

  Lalu Felix menatap Thea, matanya penuh selidik, membuat gadis itu tanpa sadar merasa tidak nyaman.

  "Sangat aneh." Kata Felix.

  "Bukankah kau tadi malam menelponku berkali-kali? Tapi, hari ini kau belum menelponku sekalipun. Kau sudah berubah. Apa mungkin kau sudah punya pacar dibelakangku?" Tanya Felix dengan tajam.

  Tanpa sadar Thea, melirik kearah Peter yang bersembunyi sambil mengintip mereka. Thea sedikit memberi gerakan kepada Peter untuk tidak keluar.

  Jantung Thea berdebar dengan keras, ia menyelipkan rambut pendeknya dibalik telinganya dengan gugup.

  "Aku... aku hanya sedang marah denganmu." Kata Thea, sambil menggenggam tangan Felix.

  "Aku tahu, kamu tidak suka kalau aku mengganggumu. Tapi, tidak bisakah aku terluka?"

  Thea menatap Felix dengan sedih.

  Tapi, Felix sepertinya tidak luluh dengan wajah Thea yang menyedihkan. Felix menghelai nafas lalu berkata dengan dingin.

  "Jika kau sudah tidak menyukaiku, kau bilang saja. Dan aku akan pergi."

  Lalu Felix berbalik. Tapi, Thea tidak akan membiarkan Felix pergi begitu saja.

  Gadis itu menahan tangan Felix lalu memeluknya.

  "Felix, jangan marah! Aku tidak berkencan dengan orang lain." Thea berbicara dengan lembut mencoba membujuk Felix agar tidak marah.

  "Aku mohon! Jangan pergi! Aku berjanji tidak akan marah lagi."

  Felix menatap Thea sebentar, ia sedikit mendesah.

  "Baiklah." Katanya akhirnya.

  "Tapi, kau tidak boleh melakukannya ini lagi!" Lanjut Felix dan Thea mengangguk dengan cepat.

  "Baiklah." Thea tersenyum lebar dan sangat cantik.

  "Kalau begitu, mari kita cari sesuatu untuk dimakan!" Ajak Thea dengan suara sedikit manja.

  Felix menatap Thea dengan senyum kecil, lalu mengangguk.

  Thea menggandeng tangan Felix dengan bahagia, saat mereka sudah berjalan beberapa meter, tiba-tiba Thea menoleh kearah belakang dengan wajah sedikit cemas.

  Tapi, Thea hanya melihat gedung itu tampak sepi tanpa ada tanda-tanda orang yang akan terlihat. Lalu Thea kembali memalingkan wajahnya dan memeluk lengan Felix dengan hangat.

  Peter yang masih bersembunyi didalam gedung, hanya dapat menyandarkan tubuhnya ke dinding.

  Peter mendesah panjang, sambil menahan dadanya yang tiba-tiba terasa sesak. Ia tidak tahu harus bagaimana lagi untuk menahan perasaan ini.

  Apakah mencintai seseorang begitu sangat sulit?

  Meski sebenarnya ia tahu, Thea sudah mempunyai kekasih, tapi ketika melihat kekasih Thea adalah seseorang yang dekat dengan Syerly, ia marasa tidak tahu harus berbuat apa.

  Peter tahu, ia hanya menjadi pacar kedua Thea. Dan ia rela melakukannya karena ingin bersama Thea.

  Tapi ketika kebenaran ada didepan matanya, ia tetap merasakan sakit.

  ---

  Kamar itu berantakan, baju berserakan di lantai, selimut kacau, dan aroma parfum bercampur dengan napas yang masih berat memenuhi udara.

  Felix memeluk Thea dari belakang. Tangan Thea melingkari tubuhnya, wajahnya bersandar di dada pria itu, seakan momen itu adalah keintiman yang selalu mereka bagikan.

  Namun bagi Felix, semuanya terasa kosong.

  Meskipun tubuh Thea ada di depannya. bayangan Sherly terus memenuhi pikirannya. Senyum tipis gadis itu, tatapan matanya saat bernyanyi, suara yang membuat jantungnya bergetar… semuanya terasa lebih nyata dibandingkan pelukan Thea saat ini.

  Felix menunduk dan menciumi Thea, mencoba menghapus ingatan itu.

  Semakin ia mencium… semakin Sherly muncul.

  Semakin ia menyentuh… semakin ia merasa kehilangan kendali.

  Wajah Sherly seakan muncul di benak Felix dengan jelas, bahkan lebih jelas dari wajah Thea yang sedang ia cintai dengan setengah hati. Frustasi mulai memenuhi dirinya.

  Felix semakin frustasi tapi ia harus menghibur pacarnya.

  Beberapa jam kemudian, dengan bertelanjang Felix langsung turun dari tempat tidurnya.

  Thea menahannya, suaranya serak.

  "Apa kau ingin pergi sekarang? Bukankah kau berjanji hari ini akan menemaniku?"

  "Aku lupa ada janji dengan teman untuk bermain basket." Kata Felix dengan nada menyesal.

  "Maaf." Felix mencium pipi Thea dengan nada lembut.

  "Aku benar-benar lupa."

  Thea mengangguk sedikit cemberut.

  "Kalau begitu, bolehkah malam ini aku pergi bermain dengan temanku?"

  Felix diam beberapa detik. Ia tahu, teman yang dimaksud oleh Thea adalah Peter. Tapi ia tetap mengangguk.

  "Tentu saja, mengapa kau harus bertanya padaku? Kau selalu suka berdiam didalam rumah, kau juga harus pergi, bermain dengan teman-temanmu."

  "Jadi... kapan kita bisa pergi berkencan?"

  Kali ini, Felix diam sebentar.

  "Lain kali, aku akan mengajakmu pergi jalan-jalan."

  Lalu Felix segera pergi ke kamar mandi. Ia merasa lelah berhadapan dengan Thea, tapi jika Thea ingin bermain seperti ini, berpura-pura mencintainya, ia akan menurutinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!