NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Berawal dari selembar struk pembayaran sebuah tas branded yang harganya mahal, Kirana mencurigai Rafka sudah berselingkuh di belakangnya. Dia pun mulai memantau suaminya secara diam-diam.

Sampai suatu hari Kirana sadar Rafka lebih mengutamakan Kinanti dan putrinya, Ara, dibandingkan dengan dirinya dan Gita, putri kandungnya sendiri.

"Bukannya Mas sudah janji sama Gita, lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara? Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!" ucap Kirana dengan berderai air mata.

"Ma, Papa sudah tidak sayang lagi sama aku, ya?" tanya Gita lirih, menahan isak tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Kirana sempat menemui seorang perempuan paruh baya yang rumahnya di samping kantor kecamatan, tidak jauh dari warung milik Dina. Wanita itu bernama Bu Widya, langganan di warung nasinya Dina.

Dulu Bu Widya pernah bekerja sebagai staf administrasi di Pengadilan Agama. Bukan untuk berkonsultasi resmi. Hanya berbincang.

“Kalau kamu yang menggugat cerai, Ki ....” Bu Widya menatap Kirana dengan lembut. “Maka kamu tidak semua hak akan kamu dapatkan.”

Kirana tangannya refleks mencengkeram tas saat mendengar kalimat itu.

“Bukan berarti kamu tidak punya hak sama sekali,” lanjut perempuan itu hati-hati, “tapi negara melihatnya berbeda.”

“Kalau aku menggugat Rafka ....” Kirana menghela napas panjang. “Berarti aku dianggap pihak yang memutuskan.”

Keputusan itu, rupanya, punya harga. Kenyataan yang jauh lebih berat dari yang Kirana bayangkan.

“Biasanya seorang istri yang diceraikan suaminya akan mendapatkan beberapa kompensasi. Seperti nafkah iddah, mut'ah, nafkah tertunggak, hak asuh anak, nafkah anak, dan harta gono-gini,” jelas Bu Widya.

Kirana tersenyum pahit. Selama menikah, dia nyaris tak pernah meminta. Bahkan ketika uang belanja semakin menipis. Sekarang malah Rafka lebih sering “jajan di luar”.

“Kalau cerai gugat, biasanya tidak ada nafkah iddah,” kata Bu Widya.

Biasanya.

Nafkah iddah itu uang untuk bertahan hidup selama masa tunggu setelah perceraian.

Artinya, kalau pun Rafka jelas-jelas berselingkuh,

kalau pun pengkhianatannya sedarah, uang itu tetap bukan hak yang otomatis.

“Seakan-akan karena aku yang tidak sanggup bertahan, aku juga harus siap menanggung semuanya sendiri,” gumam Kirana lirih.

Kirana tertawa kecil. Tawa tanpa suara yang terasa getir.

“Mut’ah itu biasanya untuk cerai talak,” kata Bu Widya lagi menjelaskan. “Kalau kamu yang gugat, ya, jarang sekali yang dapat. Jarang, bukan mustahil.Tapi jangan berharap.“

Mut’ah, uang pemberian penghibur setelah cerai.

“Penghibur apa yang bisa menebus luka karena dikhianati oleh dua orang yang paling dia percaya?” batin Kirana.

Kirana menutup mata. Dia sedang menguatkan dirinya. Dia harus berpikir panjang dan menyusun rencana untuk masa depannya. Jangan sampai setelah bercerai hidupnya lebih menderita.

“Berarti aku harus siap pergi tanpa apa pun, selain harga diriku,” bisik Kirana.

“Tapi, tidak semua hak kamu hilang," ujar Bu Widya yang iba melihat keadaan Kirana.

“Kamu bisa mendapatkan nafkah yang tertunggak. Semua uang yang seharusnya dia dapat selama menikah, tapi tidak pernah benar-benar diterima,” jelas wanita paruh baya itu.

Kirana teringat bulan-bulan terakhir. Uang belanja yang sering kurang karena bahan-bahan harganya naik. Ketika dia minta uang tambahan, selalu saja alasan-alasan Rafka yang terdengar masuk akal. Kini dia tahu, ke mana sebagian uang itu mengalir.

“Aku masih berhak menuntut ini,” kata Kirana pelan.

“Tapi ... itu kalau kamu berani menuliskannya dalam surat gugatan cerai.”

Kirana mengepalkan tangan. Dia tidak ingin lagi menjadi perempuan yang diam.

“Nah, untuk mendapatkan hak asuh anak, kamu masih bisa atas hak asuh Gita.”

Ini satu-satunya bagian yang membuat air mata Kirana jatuh tanpa bisa ditahan. Anaknya masih lima tahun. Masih memeluknya setiap malam sebelum tidur. Masih sering bertanya dengan polos.

“Selama Gita di bawah dua belas tahun, hak asuh di tanganmu,” kata Bu Widya dengan nada tegas.

“Kecuali kamu terbukti tidak layak. Maka, pengadilan bisa memberikan hak asuh kepada bapaknya.”

Kirana menggeleng kuat. “Aku akan berjuang,” bisiknya.

“Apa pun yang terjadi, Gita tidak boleh kehilangan rumah di dalam pelukanku,” lanjut Kirana.

“Jika kamu mendapatkan hak asuh, maka Rafka harus memberi nafkah anak. Yang ini tidak bisa ditawar.”

Kirana mengangguk.

“Ayah tetap wajib memberi nafkah,” kata Bu Widya. “Tidak peduli siapa yang menggugat.”

Kirana menghela napas. Setidaknya negara masih berpihak pada anak-anak yang tidak pernah meminta dilahirkan di keluarga yang retak.

“Lalu, Bu ... Mengenai harta gono-gini?” tanya Kirana.

Harta bersama yang dibangun selama pernikahan mereka, cuma bersisa sebuah rumah sederhana yang mereka tempati. Lalu, uang tabungan, tinggal sedikit lagi.

“Dibagi dua,” kata wanita paruh baya itu. “Tidak peduli siapa yang salah.”

Kirana menatap Bu Widya dengan banyak pikiran. Sungguh ironis. Kesetiaan bisa hancur, tapi harta tetap dihitung adil.

“Lalu untuk biaya perkara, biasanya ditanggung penggugat,” kata Bu Widya. “Artinya, kamu yang mengeluarkan uang.”

Kirana tersenyum lemah. Dia sudah siap dengan itu.

“Aku sudah bayar mahal dengan air mata,” gumamnya. “Uang itu hanya angka.”

Rafka baru saja pulang. Ia belum sempat mengganti pakaian kerja ketika Kirana memintanya duduk.

“Mas,” ucap Kirana pelan, tetapi nadanya dingin. “Kita perlu bicara.”

Rafka menghela napas, lalu menarik kursi dan duduk. Ada sesuatu di mata Kirana yang membuat dadanya tidak nyaman, tatapan yang tidak biasa, tidak memohon, tidak bertanya. Tatapan orang yang sudah tahu jawabannya.

Kirana duduk tegak. Wajahnya tenang, ketenangan yang biasanya muncul ketika hati sudah melewati titik kecewa paling dalam. Di tangannya, segepok kertas terlipat rapi. Itu adalah rekening koran yang menjadi bukti.

“Kamu tahu tabungan mobil kita?” Kirana meletakkan kertas-kertas itu di atas meja, mendorongnya perlahan ke arah Rafka. “Aku ke bank hari ini.”

Jantung Rafka langsung berdegup kencang. Tangannya refleks meraih kertas itu, matanya menyapu cepat deretan angka dan tanggal.

“Kenapa saldonya tinggal lima juta?” suara Kirana tetap datar, tetapi justru itu yang membuatnya terdengar mengerikan. “Delapan puluh juta, Mas. Delapan puluh. Sekarang hampir habis.”

Rafka menelan ludah. Otaknya bekerja keras, mencari celah, mencari alasan.

“A-ku ... aku pakai untuk keperluan mendesak,” ujarnya akhirnya. “Ada banyak kebutuhan yang nggak bisa ditunda.”

“Kebutuhan apa?” Kirana mencondongkan tubuh sedikit. “Lima puluh juta ditarik sekali. Sisanya hampir setiap hari. Tolong jelaskan satu per satu, Mas.”

Rafka mengusap wajahnya, berpura-pura lelah. “Ibu sempat sakit, aku bantu. Ada urusan kerja juga. Kadang harus nombok dulu. Kamu tahu sendiri, kan?”

Kirana tersenyum tipis. Senyum yang sama sekali tidak sampai ke matanya.

“Ibu sakit sampai lima puluh juta?” tanya Kirana lirih. “Atau kerja Mas sekarang mengharuskan tarik uang ratusan ribu tiap hari?”

Rafka terdiam. Keringat dingin mulai muncul di pelipisnya.

“Kamu nggak percaya sama aku?” Rafka balik menyerang, nada suaranya sedikit meninggi. “Aku ini kepala keluarga, Ki. Aku tahu apa yang kulakukan.”

“Justru karena aku istrimu, aku berhak tahu ke mana uang keluarga kita pergi,” suara Kirana akhirnya bergetar. “Uang masa depan keluarga dan masa depan Gita, Mas. Uang yang kita kumpulkan bertahun-tahun!”

Mendengar nama putrinya membuat Rafka terdiam sesaat.

Di balik pintu depan rumah, seorang gadis kecil berdiri mematung. Gita baru saja pulang dari bermain bersama anak tetangga. Awalnya ia hendak berlari memeluk papanya, seperti dulu. Namun, langkahnya terhenti ketika mendengar suara mamanya yang dingin, asing, dan penuh luka.

Gita tidak jadi masuk. Dia tidak mengetuk. Hanya berdiri di sana, menempelkan telinga kecilnya ke pintu yang tidak sepenuhnya tertutup.

1
Nor Azlin
kalau mereka berdua tidak mau mendengarkan mu kamu ikut aja Kirana & tinggal lah sama nya pasti hidup mu akan bahagia biarkan Maya sama Kinati dengan angan-angan nya yang tinggi itu untuk menjadi kaya yah ...kamu akan tau nanti siapa AL yang sebenarnya 😂😂😂 sampai suatu saat nya nanti kamu akan hidup damai bersama AL juga Kirana juga Gita yah ...pokok nya kamu ikut aja Kirana sudah tentu kamu tidak dalam bahaya deh🤭🤭🤭 lanjutkan thor
Nor Azlin
itu pasti bu maya yah ibu nya kirana orang yang paling tidak becus menjadi ibu ...kenapa juga harus ketemu sama si nenek lampir deh 😂😂😂walau pun kenyataan nya dia ibu kandung kirana bagi aku dia seperti ibu angkat bagi kirana nya yah ...semoga di saat kamu bahagia lagi keluarga mu jangan ikut campur lagi deh ...terutama di saat kebahagian kecil akan di bina yah ...semoga berbahagialah Kirana Gita nya lanjutkan thor oh ya thor bagai mana khabar Kinati setelah di pindahkan yah pasti kali ini pun berilah lagi dengan gaya hidup nya yang glamor pasti akan mengait suami orang lagi tu 😏😏😏kali ini kalau dia berilah lagi bencana bagi diri nya deh kalau dia tidak berubah yah dulu adik mu cuman membongkarkan perselingkuhan nya bersama suami adik nya yah kali ini kalau dia berilah pasti kena keroyok ni🤭🤭
Nor Azlin
iya ni sekarang Kirana sudah cerai dari kamu wajar aja lah ada orang lain di samping nya ....tidak kayak kamu dulu masih suami Kirana malah jalan barang Kinati sama anak nya bukan hanya itu kamu sudah menggarap nya sampai kamu puas bersama2 nya yah ingat itu jangan sok pengertian sekarang ini ...ingat bagai mana janji2 kosong yang kamu berikan pada anak mu Gita hati dia hancur kerana kamu bohongi tau sudah nya dia juga tau kenapa kamu tidak jadi menepati janji mu kerana kamu berselingkuh bukan dengan wanita lain melainkan tante nya sendiri kakak kandung ibu nya lho ...kalau aku jadi Gita aku akan abaikan terus ni biar dia tau rasa yah 😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu itu bego apa sih katanya orang pintar bukan nya kamu sendiri yang mengirim aib mu sendiri ....kamu pikir kirana akan diam gitu nah terbukti nya semua orang tau tu itu salah mu sendiri yang mengirim video nya pada Kirana kan jadi kamu sendiri yang menjual aib mu pada orang lain Tampa bersusah payah di cari tu😏😏😏berkat kamu terlalu gentel lubang & gatel Tangan jadi berkirim deh aib mu itu ...kamu ingin membuat Kirana mengamuk2 tapi tidak dia memperlihatkan pada keluarga suami nya sendiri lho🤣🤣🤣🤣ayo Kirana jangan nangis2 deh usahamu sudah mendapat rezeki menggunung tu lanjutkan dengan rasa gembira pasti rezeki mu mencanak naik bagai roket deh ...jadi lah pengusaha yang sukses yah aku dukung kamu ...biar banyak uwang & menjadi kaya raya bahagiakan Gita kalau sudah banyak uwang kamu bisa membawa Gita pergi kemana2 aja keluar negeri pun boleh aja tu😄😄lanjutkan thor
Nor Azlin
aku tuntut rumah itu yang kamu duduki sama Rafka itu biar dia memberikan & langsung kasih nama kamu di setifikat rumah nya untuk masa depan Gita yah pasti Rafka mau tu jangan kasih Kinati itu menduduki nya biar dia di tempatnya deh kalau perlu biar Rafka tau siapa yang tulus mencintai nya kan ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah aku katakan pasti berilah dengan kehilangan itu semua kan ...nanti juga akan memberi alasan juga saat perselingkuhan nya terbongkar kan ...ayo kirana kamu kasih tahu aja deh biar dia terdiam atau atau tidak bukti nyata nya kamu sudah melihat mereka pergi ke hotel pandai2 lah kamu reka biar terkesan nyata kering juga kamu sudah tau lebih dalam lagi biar mati kutu tu si Rafka ...paksa aja mengaku atas nama anak mu Gita pasti mau tu 😂😂😂jangan kalah ekting dari Kinati gatel tu ...lanjutkan thor
Nor Azlin
ayo lah Ki kamu ambil semua nya jangan kasih ada uwang di tabungan nya lagi kamu simpan kan di tabungan peribadi mu itu uwang kamu juga kan namanya pun uwang bersama kamu lagi berhak atas tabungan itu dari si Kinati itu deh bahagian Rakan kan sudah habis di gunakan buat foya2 sama janda kegatalan itu deh 😂😂😂kamu berhak ambil semua pun tidak mengapa biar tau rasa ni ...apa Kinari akan mau sama Rafka lagi kalau keutuhan nya sudah tidak dipenuhi lagi ...aku percaya selagi ada uwang di rekening bersama itu Kinati menempel bagai lintah ...apa cinta nya itu tulus saat uwang tidak ada puii pasti tidak gitu kan ada uwang abang sayang tidak ada uwang abang boleh hilang deh 😂😂😂🤣🤣🤣lanjutkan thor
Nor Azlin
semoga kecelakaan nanti saat pulang baru tau rasa biar Rafka cacat yah apa dengan itu Kinati mau lagi sama Rafka nya 😏😏😏beci bangat dengan alasan anak yatim juga janda ...pantasan orang-orang benci yang namanya janda ada di lingkungan orang-orang yang berkeluarga yah nahh ini sebab nya kerana segelintir jandanya yang seperti Kinati ini lah nama janda yang betul2 menjanda jadi rusak yah 😂😂😂 lanjutkan thor
Nor Azlin
pasti kalau sudah ketahuan selingkuh nya pasti Rafka akan menyalahkan kirana kerana tidak pernah ambil tau tentang dia lagi kan ...bodoh amat lah mau ambil tau lagi kalau burung mu itu sudah kecelup pada lubang kakak ipar mu sendiri ...kalau aku jadi kirana pun tidak akan bersama lagi dengan laki2 yang sudah kecelup lubang kakak nya sendiri atau wanita lain nya kerana aku merasa jijik deh mau bersentuhan pun rasa enggak mau yah sama kayak nya kirana yah ...kalau itu yang di persoal kan nanti kamu tinggal bicara aja kamu sudah tau sejak awal tapi kamu tidak mendapatkan bukti yang kukuh lagi kerana kakak mu itu ratu kering nya tinggi yah ...saat itu tiba nanti kamu luahkan kesemua nya aja biar dia tau rasa jangan beri ampun mereka berdua yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
betul tu jadi jangan pernah menyakiti hati kedua nya kalau kamu banget sama apam kinati ceraikan aja kirana senangkan ...katakan aja sama keluarga mu berterus-terang aja sama keluarga mu jangan membebani kirana seorang diri ...kirana sesudah kamu menemukan bukti kukuh tolong bagi tau keluarga mertua mu biar mereka yang memberi ceramah pada Rafka ... lanjutkan thor
Nor Azlin
saran aku deh buka Restoran aja tu gunakan uwang tabungan kalian deh bukan nya kamu boleh merasakan hasil nya pun yang menggunakan uwang itu kakak kamu yang gatel itu 😏😏😏kalau aku jadi kamu aku pergi aja ke bank untuk mengeluarkan sehabis mungkin biar kinati tidak bisa seenak nya menggunakan hasil simpanan kalian itu deh ...bukan nya boleh belikan rumah impian kamu malah habis di jadikan uwang untuk membelikan kangkang kakak mu yang gatal itu 😂😂😂katanya uwang simpanan bersama kan harusnya kamu gunakan lah untuk diri mu nanti nya yah kamu keluarkan aja dari simpanan itu masukan ke simpanan peribadi mu aja demi masa depan mu sama Gita nanti nya sekurang nya hasil simpanan mu tidak sia2 deh ..ayo lah thor tolong ni kirana nya dia bisa masak kan jadi gunakan kelebihan nya itu untuk membuka Restoran aja dari minta kerja di mana2 ...atau kamu minta aja teman mu yang kamu temui dulu deh 😂😂😂lanjutkan thor
personal taste
aaa nangis
Nor Azlin
kamu bisa masak kan apa kata kamu buka aja kedai makan gunakan aja uwang yang kalian kumpul kan itu dari pada habis di makan Kinatinya juga Ara dasar suami enggak becus dayus sekali kamu itu yah kalau kamu maunya kinati lepaskan kirana biar dia hidup bahagia bersama orang lain deh ... lanjutkan thor
Nor Azlin
jangan jadi bodoh lah kirana bukti sudah di depan mata mu masih mau membiarkan nya yah ...kalau aku jadi kamu aku cek aja saldo bersama di bank baru kamu tau kegunaan apa uwang yang kalian hemat itu ...katanya simpanan bersama jadi kamu bebas mengecek nya di bank juga tu biar kamu tau pergi kemana uwang masa depan kalian rencanakan itu yah ...stop berpura-pura tidak tau deh lagi satu buat apa kamu harus ambil jemput anak nya kinati itu ibu mu itu masih ada kan jangan selalu dibodohkan deh tinggalkan keluarga mu itu hanya fokus aja dengan diri mu ...kalau perlu kamu cari lah pekerjaan yang membuat diri mu bahagia jangan mengurus lagi makan minum suami mu itu lagian dia juga tidak pernah mengurus kalian berdua ...thor boleh tidak peranan nya di Karina itu dibagi cerdas dikit atau cerdas banyak deh biar dia bisa kerja mencari uwang tidak perlu masak memas ngepel & mengurus si Rafka lagi dia mau bebaskan biar dia bebas melakukan dosa bersama ipar nya itu 😂😂tapi bebaskan kirana ceraikan dulu baru tau rasa kamu nya Rafka ... lanjutkan thor
Nor Azlin
aku jadi tidak suka sama ibu nya kirana yah masa anak buntut nya di jadikan babu sudah tu selalu ngalah aja sama kakak nya apa kirana itu bukan anak nya yah thor ...semoga perselingkuhan mereka di ketahui banyak orang deh terutama kirana yah ...kasihan geram banget sama suami nya itu sok perihatin banget sudah ngadon sama kakak ipar nya mau pegang2 kirana najis tu orang ...thor kebuka aib mereka di kelayakan aja deh biar tau rasa atau kasih nikah aja deh mereka biar kirana jadian sama orang lain yang lebih menyayangi nya & kalau perlu lebih kaya biar tau rasa si Rafka itu ...lanjutkan thor
Bundo yenti
Takkan pernah berobat anjing makan tahi selamanya akan tetap sepert itu
Gadis misterius
Merasa jd korban pdahal dia pelaku
cinta semu
bagus Thor ..q suka ...love sekebon untuk u♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
cinta semu
rafka lihat anak nikah langsung berasa banget kalo kebahagiaan anak adalah segalanya ...hemmm jadi ingat pas rafka khianati Kirana dgn kakak kandungnya ..tapi sudahlah yg penting sekarang Gita udah ada yg bertanggung jawab di hidup ny
guntur 1609
begitulah. kalain harus saling terbuka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!