NovelToon NovelToon
Jaka Srenggi

Jaka Srenggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Iblis
Popularitas:619
Nilai: 5
Nama Author: MartimbulSiregar

kematian membuat dia hancur, namun kematian orang yang disayang juga yang membuat dirinya bangkit.

Berjuang dan bertarung menjadi jalan hidupnya yang baru, jalan hidup menuju keabadian. Anak polos yang menjadi harapan bagi semua manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartimbulSiregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Jaka Srenggi menggali sebuah lubang besar dan menjadikannya untuk makam gurunya. air mata tak berhenti mengalir dari mata pemuda yang baru tumbuh dewasa itu.

Sungguh memang malang nasib yang di alami oleh Jaka Srenggi, jarang mendapatkan kebahagian dalam hidupnya, selalu dipayungi oleh kematian. Setiap yang dekat dengannya berakhir dengan kematian.

"Haaaaaaaaa!!" Jerit Jaka Srenggi sekuat tenaga tepat dinisan gurunya.

"Guru! Aku akan membalas semua dendammu. Aku tak akan mencari kebahagian sebelum aku mencapai puncak dunia persilatan. Dan aku akan membawa mu bersamaku ke puncak dunia. Lihat aku dari sana guru!!" Kembali Jaka Srenggi berteriak di makam guru nya.

Kembali sebuah janji telah diucapkan oleh Jaka Srenggi.

"Tenanglah disana guru, aku tak akan melupakan semua jasa yang telah kau berikan pada ku. Aku akan mengikuti jalan dari jalan kependekaran mu." bisik Jaka Srenggi.

Jaka Srenggi masih berbicara didepan nisan gurunya, bahkan sampai pagi hari Jaka Srenggi tak beranjak dari nisan itu.

Dua hari dua malam Jaka Srenggi menemani gurunya diperistirahatan terakhirnya, tapi itu tak mampu menghilangkan rasa sedih anak muda itu. Air matanya sudah tak ada lagi untuk menetes, semua sudah habis karena menangisi kepergian salah satu orang yang dicintai nya, Petapa muka dua.

Jaka Srenggi mengingat semua pesan-pesan dari gurunya, dan dia pun tersadar jika dia harus berlatih demi mengangkat nama gurunya.

"Guru, aku akan berlatih sendiri, aku tak akan mengecewakan mu. Percaya padaku guru."ucap Jaka Srenggi dan berdiri melangkah pergi.

Sebelum jauh Jaka Srenggi menoleh kearah makam gurunya.

"Aku akan sering mengunjungimu guru, Selamat tinggal, semoga guru damai disana." ucap Jaka Srenggi masih dengan wajah yang sedih dan mata yang masih bengkak.

Jaka Srenggi yang sudah memiliki tenaga dalam memusatkan tenaga dalam dikakinya, dia terbang menuju gua tempat dia tinggal bersama gurunya, Petapa muka dua.

"Semua kenanganku bersama guru di mulai dari sini. Aku tak akan bisa melupakan tempat ini." ucap Jaka Srenggi.

Jaka Srenggi merogoh saku nya dan melihat kitab pemberian gurunya.

"kitab Seribu pedang!" desis Jaka Srenggi.

Jaka Srenggi melompat ke dalam jurang dan menghilang ditelan dalamnya jurang di gunung kemelut.

Jaka duduk termenung tak jauh dari air mancur tempat biasa dia berlatih.

Jaka membuka lembar demi lembar kitab di depannya, d kitab itu ada gambar-gambar yang memang jurus dari salah satu jurus tingkat tinggi yang paling dicari di dunia persilatan.

Jaka Srenggi masih memandangi kitab di depan nya, dia memperhatikan semua pola pada gambar dan menyimpannya dimemori otaknya.

Ada tujuh belas jurus yang di perlihatkan oleh gambar gambar itu. dan semuanya sangat sulit untuk dipelajari.

Jaka Srenggi berdiri dan mengambil posisi pertama dalam berlatih jurus pedang, dia berdiri cukup tegap. Jaka menarik napas panjang, dan itu posisi utama dalam setiap jurus, pernapasan yang baik.

"Aku tak memiliki pedang, sebaiknya aku coba dengan menggunakan kayu." gumam Jaka Srenggi.

Di tangan Jaka Srenggi, sudah ada kayu bulat yang akan Jaka jadikan sebagai pedang untuk mempelajari kitab pedang seribu.

"Jurus pertama!"

"Pedang ilusi!"

Jaka Srenggi mencontoh gerakan yang di perlihatkan oleh gambar itu, tapi dengan belajar ortodoks tak semudah yang Jaka bayangkan. Jaka Srenggi sampai geleng kepala karena merasa sangat kesulitan mempelajari jurus itu.

"Baru pada jurus pertama sudah begitu sulit, apalagi jurus berikut nya." gumam Jaka Srenggi.

Jaka Srenggi masih terus berusaha, meskipun belum sempurna dia mencoba dan terus mencoba.

***

Kediaman topeng hitam.

"Kami kembali ketua" ucap iblis Jerangkong dan memberi hormat pada topeng hitam, ketua dari kelompok rahasia golongan hitam. kelompok itu bernama lima lorong.

"Bagaimana tugas kalian??" tanya topeng Hitam.

"Kami berhasil membunuh Petapa itu ketua, tapi kitab tak ada padanya." jawab iblis Jerangkong ketakutan dan memberikan kepala Petapa muka dua pada topeng hitam.

"Apa? Tak ada??"

"Bodoh!" bentak topeng hitam dan menekan kepala Petapa muka dua sampai pecah.

"Bagaimana mungkin tak ada? Atau kalian ingin memilikinya??" tuduh topeng hitam.

"Tidak ketua! kami tak berani!" ucap iblis Jerangkong dan berlutut ketakutan.

"Huhhhhh!!"

Topeng hitam berdiri dan berjalan tepat di dekat Gopal. Gopal bergetar karena gemetaran.

"Bagaimana bisa kalian sebodoh itu??"

Tangan topeng hitam bergerak cepat kebatok kepala Gopal.

"Prakkkkk ... krakkk!"

Suara berderak batok kepala pecah terdengar jelas. Dan batok kepala Gopal. Gopal langsung muntah cairan merah dan tewas tanpa melawan sedikitpun.

Iblis Jerangkong mundur ketakutan, begitu juga dengan setan bungkuk, mereka tak mau menjadi sasaran berikutnya kemarahan dari topeng hitam.

Berbeda dengan Ragil yang emosi, dia tak terima jika saudaranya tewas mengenaskan didepan matanya. Dia mengeluarkan tenaga dalamnya dan memusatkan di tangannya.

"Biadab....!!" jerit Ragil dan tiba-tiba menyerang topeng Hitam. Tapi lawannya bukanlah pendekar biasa, topeng hitam sudah malang melintang di dunia persilatan.

Tangan Ragil yang sudah terisi tenaga dalam hampir menyentuh bagian depan topeng hitam, tapi dengan kecepatan yang luar biasa topeng hitam menghindar dan malah menyerang balik.

Ragil kaget, karena itu sedang yang sangat cepat dan penuh dengan tenaga dalam, belum hilang rasa terkejutnya tangan topeng hitam sudah sampai dilehernya.

Ragil mengayunkan pukulannya, tapi sebelum pukulannya sampai suara berderak kembali terdengar keras.

"Crakkkkkk!!"

Suara dari leher yang patah, dan itu lehernya Ragil. Ragil tewas dengan mata melotot kearah topeng hitam.

"Bukkkkk!"

"Mencoba menyerangku!!" ucap topeng hitam sinis dan menendang mayat Ragil sampai kepintu keluar.

"Apa kalian juga ingin melawanku?"

"Iblis Jerangkong! setan bungkuk!"

"Apa kalian ingin melawanku??" teriak topeng hitam yang masih sangat emosi.

"Tidak ketua! Tidak! kami tak berani!" ucap setan bungkuk dan berlutut dikaki topeng Hitam.

"Aku tak menyangka, kalian ternyata sangat bodoh, tugas semudah itu tak berhasil kalian laksanakan dengan baik. Dimana wajahku akan aku letakkan jika dunia persilatan mengetahui aku telah kehilangan salah satu kitab terbaikku." kembali topeng hitam membentak.

"Maafkan kami ketua, kami salah." ucap iblis Jerangkong yang semakin gemetaran.

Iblis Jerangkong dan setan bungkuk tak yakin akan bisa mempertahankan selembar nyawanya jika harus bertarung dengan topeng hitam, meskipun sudah menggunakan semua tenaga dalam yang mereka miliki, sedikit pun tak akan ada peluang untuk menang melawan salah satu orang terkuat di dunia persilatan saat ini.

"Aku sangat percaya pada kalian, tapi kalian merusak kepercayaanku. Aku mengampuni kalian, tapi kalian harus tetap mencari kitab itu. Aku akan kembali memberikan kalian kepercayaan setelah kalian menemukan dan memberikan kitab itu padaku" kata topeng hitam pada dua orang di.

Iblis Jerangkong dan setan bungkuk diam tak berani menjawab.

"Pergilah dari sini." usir topeng hitam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!