NovelToon NovelToon
I AM A GOD IN ANOTHER WORLD

I AM A GOD IN ANOTHER WORLD

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Sistem
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: WERWET

we Lin seorang penjaga toko perhiasan yang di kirim ke dunia lain dan menjadi karakter op di dunia lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WERWET, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6 tamu dari rasi bintang

Keesokan paginya, We Lin terbangun di kasurnya dengan wajah kusut.

Ia menatap langit-langit kayu sambil menghela napas panjang.

“Aku pengen pulang...”

Semalam terlalu kacau untuk otaknya.

Perhiasan terbang sendiri.

Kabut misterius.

Orang-orang yang bisa mengeluarkan aura.

Dan yang paling aneh—

Semua orang terus memanggilnya “senior” seolah dirinya sangat hebat.

Padahal We Lin sendiri bahkan tidak tahu cara menggunakan satu pun perhiasan di toko ini.

Saat We Lin membuka toko pagi itu, sebuah notifikasi sistem muncul.

[Toko telah mencapai reputasi kecil.]

[Jumlah pelanggan potensial meningkat.]

[Peringatan: Beberapa kekuatan mulai memperhatikan tokomu.]

We Lin mengernyit.

“Kedengarannya merepotkan...”

Beberapa jam kemudian.

Bel pintu toko berbunyi pelan.

Ting.

Tiga orang memasuki toko secara perlahan.

Mereka mengenakan mantel putih dengan lambang bintang di dada kiri.

Begitu melihat mereka, We Lin langsung berpikir:

Oh, pelanggan baru.

Namun di sisi lain—

Ketiga orang itu langsung menegang.

Aura toko terasa jauh lebih berat dibanding laporan Teo.

Rak-rak penuh relik misterius.

Perhiasan yang memancarkan tekanan magis.

Dan di balik meja kasir...

Seorang pemuda berwajah tenang sedang menyeruput teh.

Wanita berambut merah di depan melangkah maju perlahan.

“Kami dari organisasi Rasi Bintang.”

We Lin mengangguk santai.

“Oke.”

Jawaban datar itu membuat ketiga tamu saling melirik.

Biasanya, siapa pun yang mendengar nama organisasi mereka pasti gugup atau hormat.

Namun pria ini bahkan tidak bereaksi.

Wanita itu kembali berbicara hati-hati.

“Kami mendengar bahwa Senior telah membantu anggota kami kemarin.”

We Lin hampir keseleo mendengarnya.

Lagi-lagi senior...

“Ah, Teo maksudnya?” jawab We Lin. “Dia cuma mampir beli barang.”

Ketiga anggota Rasi Bintang langsung diam.

Beli barang?

Kalung naga emas yang bisa melacak target.

Cincin penyembuh otomatis.

Liontin pengacau indra.

Dan gelang penyegel energi.

Semua itu disebut “barang” biasa?

Pria berkacamata di belakang diam-diam berkeringat.

Orang ini benar-benar tidak menganggap relik tingkat tinggi sebagai sesuatu yang istimewa...

We Lin sendiri malah sibuk berpikir cara menjual stok toko.

Karena itu, ia langsung berdiri dan tersenyum ramah.

“Mau lihat-lihat? Banyak koleksi baru.”

Kalimat itu membuat jantung ketiga tamu hampir berhenti.

Banyak?

Berapa banyak relik mengerikan yang sebenarnya dimiliki toko ini?

Tiba-tiba—

Salah satu kalung di rak bersinar terang.

Kalung berbentuk sayap perak itu melayang perlahan di udara.

We Lin refleks melirik.

“Eh, jangan jatuh dong...”

Namun kalung itu malah terbang menuju wanita berambut merah tadi.

Lalu—

Klik.

Kalung itu otomatis terpasang di lehernya.

Mata wanita itu langsung membelalak.

Energi hangat mengalir ke seluruh tubuhnya.

Luka lama di lengannya yang tidak bisa disembuhkan selama bertahun-tahun...

Perlahan menghilang.

“A-apa...?!”

Dua rekannya ikut mundur kaget.

We Lin sendiri ikut bingung.

Perhiasan di dunia ini emang suka nempel ke orang ya...?

Wanita itu menyentuh kalung di lehernya dengan tangan gemetar.

Matanya perlahan memerah.

Cedera itu adalah luka akibat kutukan monster tingkat tinggi.

Bahkan organisasi Rasi Bintang sudah menyerah menyembuhkannya.

Namun sekarang—

Hanya dengan memakai satu kalung...

Kutukan itu menghilang begitu saja.

Wanita itu langsung menatap We Lin dengan penuh rasa hormat.

“Senior... berapa harga relik ini?”

We Lin melirik kalung tersebut.

“Hmm...”

Lalu ia melihat layar sistem kecil di sampingnya.

[Kalung Pemulih Sayap Perak.]

[Harga yang direkomendasikan: 5 koin emas.]

We Lin langsung kaget dalam hati.

Murah amat?

Namun karena tidak paham harga dunia ini, ia tetap mengikuti sistem.

“Lima koin emas.”

Ketiga anggota Rasi Bintang langsung membeku.

Relik penyembuh kutukan tingkat tinggi...

Dijual hanya lima koin emas?

Murahnya bahkan terasa menghina logika dunia Hunter.

Ketiga anggota Rasi Bintang terdiam cukup lama.

Wanita berambut merah itu bahkan sempat mengira dirinya salah dengar.

“...Lima koin emas?” ulangnya pelan.

We Lin mengangguk santai.

“Iya.”

Ia malah mulai khawatir.

Apa kemahalan ya?

Di bumi, perhiasan dengan desain sebagus itu pasti mahal. Tapi di dunia ini mungkin bahan bakunya biasa saja.

Karena itu We Lin buru-buru menambahkan,

“Kalau keberatan, bisa dicicil.”

Deg!

Pria berkacamata di belakang hampir jatuh.

Cicilan?

Relik tingkat nasional boleh dicicil?!

Dalam pikiran mereka, tindakan We Lin sudah melampaui konsep seorang ahli tersembunyi.

Ini lebih mirip seseorang yang sama sekali tidak peduli pada nilai harta langka dunia.

Wanita itu segera mengeluarkan kantong kecil berisi koin emas dengan tangan gemetar.

“Saya akan membayarnya penuh.”

We Lin menerima kantong itu sambil tersenyum lega.

Syukurlah, ternyata gak mahal.

Namun tepat saat transaksi selesai—

Layar sistem muncul lagi.

[Penjualan berhasil.]

[Exp toko meningkat.]

[Hubungan dengan Organisasi Rasi Bintang meningkat.]

[Peringatan: Reputasimu mulai menyebar.]

We Lin membaca bagian terakhir dengan wajah khawatir.

“Reputasi apaan...? Aku cuma jualan biasa.”

Sementara itu, ketiga anggota Rasi Bintang mulai merasa tidak nyaman berada terlalu lama di toko itu.

Tekanan misterius yang memenuhi ruangan membuat mereka sulit tenang.

Bahkan beberapa perhiasan di rak terasa seperti sedang “melihat” mereka.

Pria berkacamata diam-diam melirik sebuah bros hitam berbentuk mata.

Dan detik berikutnya—

Duk!

Ia langsung jatuh terduduk.

“Argh!”

Keringat dingin membasahi wajahnya.

Dalam sepersekian detik tadi, ia merasa seperti ditatap monster mengerikan dari jurang tanpa dasar.

We Lin refleks kaget.

“Eh? Kenapa?”

Pria itu buru-buru menundukkan kepala.

“Maaf! Saya tidak sengaja menatap relik itu terlalu lama!”

We Lin bingung.

Lho? Emang lihat barang bisa bikin pusing?

Ia lalu melirik bros hitam tersebut.

Bentuknya memang agak menyeramkan.

“Mungkin desainnya terlalu edgy...” gumam We Lin.

Namun di telinga ketiga tamu itu, kalimat tersebut terdengar berbeda.

Terlalu edgy.

Seolah relik yang mampu menyerang mental seseorang hanyalah karya gagal yang terlalu berlebihan bagi We Lin.

Wanita berambut merah itu kemudian memberanikan diri bertanya,

“Senior... apakah semua relik di toko ini memiliki kesadaran?”

We Lin berkedip.

“Kesadaran?”

“Iya. Mereka seperti memilih pemiliknya sendiri.”

We Lin langsung teringat perhiasan-perhiasan yang suka terbang sendiri.

Namun karena tidak ingin terlihat bodoh, ia menjawab samar,

“Mungkin mereka cuma cocok dengan orang tertentu.”

Jawaban sederhana itu langsung membuat ketiga anggota Rasi Bintang terdiam kagum.

Mencocokkan relik hidup dengan pengguna.

Itu adalah teknik legendaris yang bahkan hanya muncul dalam catatan kuno.

Tiba-tiba—

Ting.

Bel pintu toko berbunyi lagi.

Semua orang langsung menoleh.

Seorang pria tua berjubah hitam memasuki toko sambil membawa tongkat kayu panjang.

Langkahnya pelan.

Namun begitu ia masuk—

Ekspresi ketiga anggota Rasi Bintang langsung berubah.

“...Tetua Morcant?!”

We Lin ikut menoleh penasaran.

Wah, pelanggan baru lagi.

Pria tua berjubah putih itu melangkah pelan ke dalam toko. Setiap langkahnya tidak menimbulkan suara, seolah lantai kayu tidak berani “mengeluh” diinjak olehnya.

Tongkat kayu di tangannya terlihat biasa saja, tapi udara di sekitarnya terasa semakin berat.

Ketiga anggota Rasi Bintang langsung menegang.

“...Tetua Morcant,” ucap wanita berambut merah dengan suara tertahan.

We Lin hanya melirik sekilas.

Pelanggan lagi. Kok toko hari ini rame banget?

Ia lalu tersenyum sopan seperti biasa.

“Mau lihat perhiasan?”

Tetua Morcant tidak langsung menjawab.

Matanya perlahan menyapu seluruh ruangan.

Rak-rak perhiasan.

Etalase kaca.

Dan satu per satu relik yang terpajang di dalamnya.

Namun ekspresinya semakin lama semakin tidak tenang.

Tangannya yang memegang tongkat sedikit bergetar.

“Tempat ini...” gumamnya pelan.

Pria berkacamata dari Rasi Bintang menelan ludah.

Ia bisa merasakan sesuatu yang berbeda.

Tekanan yang dipancarkan Tetua Morcant bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng.

Itu adalah salah satu figur tua yang bahkan organisasi besar harus berhati-hati.

Namun sekarang...

Orang seperti itu berdiri diam di depan seorang penjaga toko muda.

We Lin yang tidak merasakan apa-apa hanya mulai merasa sedikit bosan.

Kalau mau beli ya beli, kalau tidak ya jangan berdiri lama-lama...

Ia mengetuk meja kasir pelan.

“Kalau cuma lihat-lihat, jangan pegang yang belum dibayar ya.”

Hening.

Seluruh ruangan langsung sunyi.

Ketiga anggota Rasi Bintang langsung menoleh panik ke arah We Lin.

Itu Tetua Morcant!

Salah satu eksistensi paling dihormati di dunia Hunter!

Dan We Lin baru saja berkata seperti sedang menegur pelanggan biasa di pasar.

Tetua Morcant justru tertawa kecil.

“Haha... menarik.”

Ia melangkah lebih dekat ke etalase.

Namun setiap kali ia mendekat, perhiasan di dalamnya justru bereaksi.

Sebuah kalung hitam di sudut rak mulai bergetar.

Batu permata di dalamnya menyala redup.

We Lin langsung panik dalam hati.

Jangan lagi... jangan sampai aktif sendiri...

Namun terlambat.

Kalung itu melayang perlahan keluar dari etalase.

Semua orang langsung membeku.

Kalung itu tidak menuju wanita yang ada ditengah anggota.

Tidak menuju anggota Rasi Bintang.

Tapi langsung menuju Tetua Morcant.

Klik.

Kalung itu melingkar otomatis di lehernya.

Ruangan langsung berubah sunyi.

Namun berbeda dengan sebelumnya.

Tidak ada ledakan energi.

Tidak ada peningkatan kekuatan.

Yang terjadi justru—

Ssst...

Seluruh aura Tetua Morcant langsung meredup.

Bahkan tongkat di tangannya hampir jatuh.

Matanya membelalak.

“Ini... segel asal kuno...?”

Pria berkacamata langsung pucat.

“Tidak mungkin... itu relik penyegel level legenda...”

Wanita berambut merah ikut mundur satu langkah.

“Kenapa bisa ada di sini...?!”

Tetua Morcant mencoba melepaskan kalung itu.

Namun tidak bisa.

Tangannya berhenti di udara.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia tidak bisa mengendalikan kekuatannya sendiri.

We Lin yang melihat itu langsung salah paham total.

“Eh... itu rusak ya?”

Ia berjalan mendekat dan menatap kalung itu.

“Kayaknya baterainya habis.”

DEG!

Seluruh orang di toko hampir tersedak.

Baterai?!

Relik penyegel tingkat legenda...

Dianggap seperti alat yang kehabisan daya?!

Tetua Morcant menatap We Lin lama.

Lalu perlahan berbicara dengan suara lebih rendah dari sebelumnya.

“Siapa sebenarnya kau...?”

We Lin menggaruk kepala.

“Aku cuma pemilik toko perhiasan.”

Jawaban itu membuat suasana semakin aneh.

Karena tidak ada satu pun orang di ruangan itu yang percaya.

Di luar toko, langit mendadak menjadi gelap sesaat.

Seolah sesuatu yang jauh lebih besar baru saja “melihat” ke arah tempat itu.

Dan untuk pertama kalinya—

Sistem di depan mata We Lin menampilkan pesan baru yang belum pernah muncul sebelumnya.

[WARNING: Entitas tingkat dunia telah memperhatikan toko.]

We Lin membaca itu sambil menghela napas.

“...Aku cuma mau jualan loh.”

1
WER
assalamualaikum teman-teman maaf di episode ini terasa ngulang karena author lupa cek ulang episode nya, tapi tenang episode nya udah aku benerin jadi gak ada lagi ulang adegan sekali lagi maaf 🙏🙏
Clevareus
wei lin spek kulkas 🥶🧊
WER: ❄️❄️ dingin tetapi tidak kejam 🗿
total 1 replies
grimreaper
aman aja. Ada tetua yang jaga
WER: makasih bang udah support 😆👍👍
total 1 replies
SANG
Lanjutkan💪👍💪👍
SANG
Semangat💪👍
WER
assalamualaikum teman-teman coba kasih aku saran atau masukan,kritik dll supaya ceritanya lebih bagus lagi /Smile/
Quinnela Estesa
tujuan ada, tapi konflik internal dan eksternal masih belum jelas🙄 posisi tokonya seolah berada di antabaranta😌
WER: iya kak karena di episode itu aja yang yambung
total 15 replies
SANG
Lanjut ya Thor👍💪
SANG
Semangat💪
SANG
Asik banget💪👍
SANG
🍒 seru
SANG: Iya masama dek
total 2 replies
SANG
Aku kasih suka ya Thor💪👍
SANG
Aku kasih like ya Thor💪👍
SANG: Oke dek👍💪
total 2 replies
WER
maaf kalo ada yang salah kata kerena ini author ngerjain nya buru buru ✍️
WER
maaf temen temen di episode ini bakalan panjang karena author ingin cerita ini mendapatkan kontrak jadi maaf 🙏
Vida77
hiatus kah? thor
WER: gak juga besok update 😄✍️
total 1 replies
grimreaper
seratus cincin itu over power semua ga Thor?
WER: op semua bang makasih bang udah support 👍👍😆😆👍👍👍👍
total 1 replies
Clevareus
detik detik sebelum gosip panas 🗿
WER: hehh detik detik nya bang, makasih bang udah support 😆
total 1 replies
Clevareus
bro wei lin si penjual yang tidak tahu apa yang dijual 🤣🙏
Clevareus
Bro Teo benar benar ingin mencari informasi kepada orang yang baru datang ke dunianya 😭
WER: ya kan bang Teo kan gak tau kalo we Lin terlempar ke dunia lain.makasih bang udah support dan komentar 😆👍👍👍👍👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!