Bumi mengalami kehancuran dengan munculnya banyak Monster melalui retakan dimensi, hingga bencana ini disebut sebagai The Chaos.
Manusia mulai beradaptasi dan berevolusi. Kini setiap manusia punya Status Window sebuah layar hologram mengambang yang hanya dapat dilihat oleh pemiliknya. Dan manusia pun disebut sebagai Userator. Namun tidak semua Userator itu kuat, karena syarat menjadi kuat adalah Awakening.
Arka adalah Userator biasa yang belum Awakening, ia bekerja sebagai kuli bangunan. Tiba-tiba dinikahkan dengan seorang gadis bernama Sisil untuk melunasi hutang Ibunya.
Siapa sangka setelah menikah—Arka malah Awakening, kekuatannya meningkat.
[Bahagiakan Istrimu untuk mendapatkan banyak keuntungan dan meningkatkan kekuatanmu!]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramirisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20 Kejutan
Halaman depan vila mewah di kawasan super elite PIK 2 itu mendadak diselimuti keheningan yang canggung. Chika masih berdiri mematung, menatap Sisil yang sedang bergelayut manja di lengan Arka.
Sadar bahwa sahabatnya tampak seperti baru saja melihat hantu, Sisil melepaskan pelukannya pada Arka dan melangkah menghampiri Chika.
"Sisil... Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Chika dengan suara tertahan, matanya bergerak panik antara Sisil dan Arka. "Dan... kenapa kamu bisa bersama dengan Tuan Arka?!"
Sisil mengerjap ganjil, lalu mengulas senyum polos. "Apa maksudmu, Chik? Tentu saja aku bersama dengannya. Kan Mas Arka ini suamiku."
DHUAR!
Pikiran Chika rasanya seperti baru saja dihantam oleh benda padat dan berat. "Haahh?! S-Suami?!" pekik Chika, nyaris kehilangan keseimbangan.
"Tuan Arka ini... sangat kaya raya, Sil! Tapi, kenapa waktu aku berkunjung kemarin, kamu malah tinggal di kontrakan sempit distrik bawah itu?!"
"Eh? Kan itu memang rumah kami sebelumnya, Chik," jawab Sisil jujur.
Chika memegangi kepalanya yang mendadak pening. Di hadapannya berdiri salah satu pembeli VVIP paling ia hormati, dan pria itu ternyata adalah sosok suami yang selama ini ia kasihani karena dikira miskin!
Melihat kepanikan Chika, Arka melangkah maju dan merangkul pinggang Sisil dengan lembut.
"Kontrakan itu memang rumah kami sejak awal menikah. Untungnya, setelah menikah dengan Sisil, jalanku terbuka lebar. Aku mengalami Awakening dan mendapat banyak rezeki. Makanya, aku sekarang bisa membahagiakannya dan memberinya tempat tinggal yang jauh lebih layak di sini."
Chika menatap Arka, lalu beralih ke Sisil dengan tatapan takjub. "Jadi... pas kamu bilang di pesan kalau kamu mau pindah rumah... maksudmu pindah kesini?"
"Iya, hehe," Sisil menyengir tanpa dosa.
Mendengar penjelasan itu, rasa syok di dada Chika perlahan menguap, digantikan oleh kehangatan dan rasa lega yang amat besar.
‘Syukurlah...’ batin Chika gembira. ‘Ternyata sahabat baikku tidak hidup dalam kesulitan. Dia justru dinikahi oleh pria mapan yang luar biasa luar biasa!’
Chika buru-buru merogoh tasnya, mengeluarkan sebuah kotak beludru hitam berisi kunci elektronik berlogo Bentley dan menyodorkannya ke hadapan Sisil.
"A-Apa maksudnya ini, Chika?" tanya Sisil bingung, menatap bimbang kotak tersebut.
Chika terkekeh geli, melirik Arka. "Eh, jangan tanya aku. Kamu tanya saja langsung pada suamimu itu."
Sisil menoleh, menatap suaminya dengan mata bulat penuh tanya. "Mas?"
Arka tersenyum hangat, mengelus rambut panjang Sisil penuh kasih. "Mobil baru yang berwarna putih di depan itu sengaja kupesan khusus untukmu, Sayang. Mulai sekarang, mobil itu milikmu. Jadi, kamu bisa pergi jalan-jalan atau belanja ke mana saja dengan aman tanpa harus kepanasan naik angkutan umum lagi."
Bersamaan dengan kalimat itu, tim mekanik menurunkan mobil Bentley Continental GT putih murni tersebut ke atas aspal halaman. Desainnya yang elegan dan interiornya yang mewah berkilau sangat anggun di bawah sinar matahari sore.
"Selamat ya, Sil, atas mobil barunya!" seru Chika tulus sembari bertepuk tangan riang.
Air mata haru kembali menggenang di sudut mata Sisil. Tanpa memedulikan keberadaan Chika dan tim pengantar, ia langsung menghambur memeluk erat tubuh Arka, menyurukkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Makasih banyak ya, Mas... Kamu selalu memanjakanku..." bisik Sisil dengan suara bergetar lembut.
"Sama-sama, Sayang," balas Arka, mengecup puncak kepala Sisil dengan dekapan yang tak kalah erat.
Chika yang menyaksikan pemandangan romantis itu dari dekat hanya bisa tersenyum lebar dengan mata berbinar.
‘Sisil terlihat sangat bahagia... Aku benar-benar ikut senang melihatnya mendapatkan hidup yang indah setelah semua penderitaan masa lalunya.’
"Oh iya," Arka melepaskan pelukannya, menatap Chika dengan senyum ramah. "Aku benar-benar tidak menyangka kalau sahabat dekat yang sering diceritakan Sisil belakangan ini ternyata adalah dirimu."
"Haha! Bukan sekadar teman lagi, Tuan Arka. Kami ini sudah bersahabat dekat sejak zaman sekolah!" sahut Chika bangga. "Terima kasih banyak ya, Tuan Arka, karena sudah menjaga, melindungi, dan mencintai Sisil dengan tulus."
"Itu sudah menjadi kewajibanku," ucap Arka serius. Ia menangkup kedua pipi lembut Sisil dengan sepasang tangannya, menatap wajah cantik istrinya yang merona merah. "Sampai kapan pun, aku akan tetap menyayangi dan menjadikannya prioritas utamaku."
Chika memekik gemas di dalam hatinya melihat perlakuan manis Arka. "Oh iya, Sil! Kebetulan komplek perumahan vilaku juga berada tidak jauh dari sektor PIK 2 ini, lho! Jadi ke depannya, aku bisa sering-sering berkunjung dan main ke rumahmu!"
"Eh, beneran?!" Mata Sisil seketika berbinar riang. "Wah, aku senang banget kalau rumah kita dekatan, Chik!"
Arka melirik ke arah Bentley putih yang terparkir anggun. "Sayang, kamu tidak mau langsung mencoba mengendarai mobil barumu itu?"
Sisil merona malu, menggelengkan kepalanya pelan. "Eh... tapi aku tidak terlalu mahir menyetir mobil, Mas. Terakhir kali belajar sudah lama sekali, jadi aku harus mengulang latihan lagi dari awal."
Mendengar hal itu, Chika langsung menyambar kesempatan. "Kalau begitu, ayo kita jalan-jalan keliling kompleks PIK 2 ini sekarang, Sil! Kebetulan areanya sangat sepi dan aman. Aku yang setir duluan, sekalian nanti aku ajarkan kamu dasarnya sedikit demi sedikit!"
Sisil tidak langsung mengiyakan. Ia menoleh menatap Arka, memberikan sorot mata bulat yang seolah meminta izin.
Arka melembut, mengacak rambut istrinya gemas. "Pergi saja, Sayang. Tapi ingat, harus tetap hati-hati, ya?" ucap Arka, lalu menundukkan kepalanya untuk mendaratkan sebuah kecupan singkat namun intens di belahan bibir Sisil sebelum melepaskannya pergi.
‘Astaga... Tuan Arka romantis dan manis banget! Sisil beneran beruntung bisa dapat suami sesempurna dia!’ batin Chika menjerit iri, wajahnya ikut memerah melihat kemesraan pasutri di depannya.
Kedua sahabat itu pun akhirnya pergi meninggalkan pelataran vila menggunakan Bentley baru milik Sisil, dengan Chika yang mengambil alih kemudi. Mobil mewah itu melaju halus menyusuri jalanan aspal mulus kawasan PIK 2 yang dipenuhi pemandangan taman futuristik dan dijaga ketat oleh pelindung.
Di dalam kabin mobil yang kedap suara, Chika dan Sisil mulai asyik mengobrol bebas layaknya wanita pada umumnya.
"Sungguh, Sil, aku masih tidak habis pikir kamu bisa menikah dengan pria seluar biasa Tuan Arka," ucap Chika memecah keheningan sembari mengendalikan setir.
Sisil tersenyum tipis, menatap keluar jendela. "Sebelum kami menikah, Mas Arka juga hidup seadanya kok, Chik. Hidupnya berubah dan dia mengalami Awakening justru setelah kami menikah."
"Benarkah? Wah, pantesan saja Tuan Arka terlihat sangat sayang setengah mati padamu!" seru Chika takjub. "Itu artinya kamu adalah jimat pembawa keberuntungan murni baginya, Sil! Begitu menikahimu, keberuntungannya langsung meledak!"
Wajah Sisil spontan memerah sempurna mendengar godaan sahabatnya. Ia memalingkan wajahnya ke samping, menggembungkan pipinya malu. "A-Aku... Aku juga sangat menyayangi Mas Arka kok! Bukan cuma Mas Arka saja yang sayang padaku!"
"Hahaha! Iya, iya, aku tahu! Kalian berdua saling bucin, aku yang jomblo ini jadi sangat iri melihatnya," Chika terkekeh renyah.
Sisil meremas sabuk pengamannya, sorot matanya melembut penuh ketulusan. "Bagiku, Mas Arka juga merupakan pembawa keberuntungan terbesar yang pernah ada, Chik. Semenjak hidup bersamanya, aku merasa sangat dihargai, dijaga, dan dilindungi dengan begitu baik. Sesuatu yang tidak pernah kudapatkan dari keluargaku dulu."
"Mungkin kalian berdua memang sudah ditakdirkan oleh alam semesta untuk saling melengkapi satu sama lain," ucap Chika tulus.
"Iya. Aku akan terus berada di sisinya dan mendukungnya selamanya," balas Sisil mantap.
"Aw, romantis banget sih sahabatku ini..." Chika tertawa kecil, menikmati kebahagiaan Sisil. Namun, sedetik kemudian, sebuah seringai nakal khas wanita dewasa muncul di wajah Chika. Ia menyikut pelan lengan Sisil. "Jadi... omong-omong... kalian berdua... sudah melakukan 'itu'?"
Sisil yang awalnya tersenyum langsung membeku. Ia tentu tahu persis ke mana arah pembicaraan Chika. Hubungan intim suami istri.
"U-Udah kok... Kami kan sudah resmi jadi suami istri," jawab Sisil dengan volume suara yang mengecil, wajahnya sudah memerah sempurna hingga ke ujung telinga.
"Heee~" Chika menaikkan sebelah alisnya, makin gencar menggoda. "Lalu, lalu... bagaimana rasanya? Apakah Tuan Arka... jago di atas ranjang?"
"Ihh, Chika! Jangan bahas hal-hal sensitif seperti itu, ah!" pekik Sisil malu, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
Bersambung...
like+ bunga🌹✍️
kalo berkenan mmpir y thor😉
Btw saya pun baru mula menulis novel, kalau ada masa boleh singgah profile dan like .. terima kasih /Grin/