----
"Ugh ..."
Nayra tersentak bangun dari mimpi buruknya ... sebuah mimpi tentang seorang wanita yang di khianati oleh orang-orang terdekatnya.
Namun sialnya, mimpi buruk itu ternyata menimpa dirinya sendiri!
Dia di khianati oleh orang-orang terdekat yang dia percaya, termasuk suaminya sendiri.
Setelah dia mengalami keguguran dan kehilangan bayi yang ada di dalam kandungannya, dia bertekad untuk membalaskan semua rasa sakit yang dia terima.
"Kalian akan merasakan, apa yang aku rasakan! Tunggulah pembalasanku!"
Spin-off dari Novel : Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku.
Bagaimana mana kisahnya....
Yuk baca kisah lengkapnya....
Jangan lupa like, komen dan kasih rating 5.
Follow Ig : Hans_Sejin13.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. RAHASIA
Satu minggu setelah kejadian tempo hari saat diriku nyaris bunuh diri. Suamiku dan seluruh anggota keluarga, kali ini tampak lebih baik kepada ku.
Walaupun demikian, rasanya seperti tidak ada yang berubah di keluarga ini. Mereka semua masih bersikap dingin dan mendiamkan diriku.
Aku akhirnya selesai membuat naskah untuk Aqila. Naskah ini adalah naskah terakhir yang akan di jadikan sebuah film atas namanya.
Tut... Tut... Tut...
Aku menghubungi Aqila. Namun panggilan telepon ku tidak ia angkat.
"Apa sebaiknya aku memberikan naskah ini langsung?" gumam ku berpikir sendiri.
Karena tidak boleh ada yang tahu rahasia di antara kami, aku akhirnya pergi menemuinya langsung.
Sekalian aku membawakan bekal untuk suamiku di kantor. Aku akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantor dengan membawa bekal dan naskah di tanganku.
...══════ஜ▲ஜ══════...
Aku sampai di depan perusahaan, dan masuk ke ruangan suamiku terlebih dahulu untuk memberikan bekal makanan yang aku bawa untuknya.
Tuk... Tuk... Tuk...
Aku mengetuk pintu dari luar dan memanggil suamiku.
"Mas! Apa kamu ada di dalam?"
Tuk... Tuk... Tuk...
Aku kembali mengetuk pintu. Namun belum ada jawaban dari suamiku. Ingin rasanya aku masuk ke dalam, tapi aku takut suamiku akan marah kepadaku lagi sama seperti sebelumnya. Saat aku ingin mengetuk pintu sekali lagi.
Krek...
Suamiku membuka pintu ruangannya.
"Nayra! Kenapa kamu kesini?" tanya suamiku.
"Lalu apa yang ada di tangan mu itu?"
"Ini mas! Aku bawain makanan untuk mu! Sekalian aku mau tanya, Aqila ada di mana?" ucap ku sambil memberikan bekal makanan yang aku bawa kepada suamiku dan bertanya keberadaan Aqila.
"Aqila! Untuk apa kamu mencari dia?" tanya suamiku.
"Tidak apa-apa mas! Aku hanya ada urusan penting sama dia." jawab ku kepada suamiku.
Suamiku mengambil bekal makanan yang aku siapkan untuknya.
"Aqila ada di lokasi syuting.. Ada apa! Apa aku bisa membantu mu?"
"Tidak usah mas!"
"Aku pergi dulu mas!" ucap ku kepada suamiku.
Aku berpamitan kepada suamiku untuk pergi. Aku mencium tangan dan memberikan salam hangat kepada suamiku.
"Dah... Mas! Jangan lupa di makan mas!"
Aku-pun pergi ke lokasi syuting untuk memberikan naskah yang aku bawa.
...══════ஜ▲ஜ══════...
Setelah perjalanan sekitar 40 menitan, aku sampai di lokasi syuting.
Aku melihat-lihat sekeliling mencari keberadaan Aqila. Akhirnya aku melihat Aqila yang sedang duduk manis di lokasi syuting.
Tak... Tak... Tak...
Aku berlari menghampiri Aqila, tiba-tiba saja seorang laki-laki muncul entah dari mana tepat di hadapan ku.
BRUGGG...
Aku menabrak laki-laki itu, dan naskah yang aku bawa jatuh ke tanah.
"Awww..." teriakku ku saat menabrak laki-laki itu.
"Aduhhh... Maaf! Saya tidak sengaja! Sekali lagi maaf! Saya sedang buru-buru." ucapku sambil memungut naskah yang terjatuh itu.
Aku langsung pergi meninggalkan orang itu. Namun anehnya aku sempat berpikir pernah melihatnya. Tapi entah di mana.
Tak... Tak... Tak...
Aku kembali berlari dan sampai di hadapan Aqila sambil terengah-engah.
"Huh... Hehhh... Aqila! Akhirnya aku menemukan mu!" ucap ku sambil menghirup nafas panjang.
"Ini yang kamu minta." aku memberikan naskah terakhir ku kepadanya.
Saat itu mata Aqila terbuka lebar, ia melihat sekeliling dan menarik tangan ku secara kasar.
Aqila membawa ku, ke sudut kamar mandi yang sepi. Dirinya menatap tajam kearah ku. Aku tidak tahu kenapa dia seperti ingin menerkam ku.
"Aqila! Sakit..."
Plek... Aqila melepaskan tangan ku.
"Nayra! Apa-apaan kamu! Kenapa kamu datang kesini?" tanya Aqila.
"A-aku kesini untuk memberikan ini!" ucap ku sambil mengeluarkan naskah yang aku bawa.
Aqila mengambil naskah yang aku keluarkan, namun ia masih saja menatap wajah ku dengan tajam.
"Nayra! Bodoh kamu! Kamu pikir pake otak! Bagaimana jika ada yang lihat... HAAA!" teriak Aqila dengan tatapan tajam.
PLAKKK...
Aqila menampar wajah ku dengan kerasnya.
"Nayra! Kamu dengar! Sekali lagi kamu ceroboh seperti tadi! Kamu tahu apa yang bisa aku lakukan? HAAAA!"
Brak...
Saat itu sebuah suara muncul dari balik kamar mandi sebelah.
Tak... Tak... Tak...
Langkah kaki Aqila yang berjalan mendekati sumber suara itu.
Krek...
Aqila memegang gagang pintu kamar mandi, bersiap untuk membukanya.
Aku hanya melihat dari kejauhan apa yang sedang dilakukan oleh Aqila.
Saat itu seseorang mencari Aqila.
"Non Aqila! Nona di panggil." ucap karyawan.
Aqila menghentikan tangannya dan langsung pergi dari kamar mandi.
...══════ஜ▲ஜ══════...
Aku terdiam sejenak dan duduk di kursi yang ada di dalam kamar mandi. Rasanya aku ingin sekali membongkar rahasia di antara kami berdua.
Aku mengusap wajah ku dengan perasaan yang sangat kesal namun tetap bersabar. Ini semua aku lakukan demi kesehatan kakekku.
Mataku mulai berkaca-kaca seakan ingin menangis, namun aku tetap menahannya. Namun apa? Aku tidak bisa menahan air mata yang keluar dari mataku.
Hiks... Hiks...Hiks...
Krek...
Saat itu aku melihat laki-laki yang keluar dari dalam kamar mandi.
"Hmmm-p -" aku terkejut setelah mati saat laki-laki itu keluar dari dalam kamar mandi.
Aku tidak tahu apakah laki-laki itu mendengar semua percakapan ku dan Aqila atau tidak? Namun yang pasti aku begitu terkejut saat ini.
Laki-laki berjalan mendekati ku, lalu memberikan sapu tangannya.
"Ambil ini... Hapus air matamu itu."
"Si- siapa kamu?" tanya ku melihat wajah laki-laki itu.
"Jangan menatapku seperti itu! Nayra!" ucap laki-laki yang ada di hadapan ku saat ini.
Mataku terbuka lebar saat dia menyebutkan namaku.
"Siapa kamu? Dari mana kamu tahu namaku?" tanya ku tega kepada laki-laki itu.
Laki-laki itu tersenyum menyeringai, menatap wajahku.
"Nayra Atmadja, anak angkat dari keluarga Atmadja! Bukankah itu adalah dirimu... Penulis bayangan adik mu."
Ucapan laki-laki itu semakin membuat ku terkejut. Bagaimana dia bisa mengetahui latar belakang diriku yang tidak diketahui oleh orang lain.
Aku berdiri menatap tajam wajah laki-laki itu. Dan dia semakin tersenyum menyeringai. Seperti ada sesuatu di dalam senyuman itu.
"Katakan! Siapa kamu sebenarnya?" tanya ku semakin penasaran dengan identitas laki-laki yang ada di hadapanku saat ini.
"Shuttt... Tenang dulu! Perkenalkan nama ku Ardiansyah Baskara."
Wajah ku menjadi pucat, saat mendengar nama itu.
...══════ஜ▲ஜ══════...
...𝐁𝐄𝐑𝐒𝐀𝐌𝐁𝐔𝐍𝐆...
...•...
baca nya
kalau aku yang jadi istri mu, wes tak tinggal pergi