Seorang Kaisar Abadi yang sedang melewati rangkaian Ujian Langit, mengalami kegagalan karena diserang oleh Pasukan Berjubah. Dirinya yang mengalami luka cukup parah sebab gagal melewati Ujian Langit, serta merasa geram terhadap Pasukan Berjubah. Menggunakan sebuah Teknik Terlarang untuk melawan Pasukan Berjubah hingga menyebabkan tubuh dan jiwanya hancur.
Lima Ribu Tahun kemudian, Ia terlahir kembali sebagai seorang Tuan Muda dari Klan Xiao. Namun sayangnya, Ia terlahir dengan kondisi lautan energi yang tersegel sehingga membuat dirinya tidak bisa berkultivasi.
Tetapi, kondisi yang kurang baik tersebut tidak membuat dirinya menyerah. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya seperti di masa lalu, demi membalaskan dendamnya serta melindungi orang yang ia cintai!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnginBiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 20 - Sebuah Gua
Kedua mata Xiao Yun langsung menyipit sedikit. Fluktuasi energi murni yang keluar dari Gua besar di hadapannya membuat dirinya berkonsentrasi penuh. Kumpulan tumbuhan merambat yang menghalangi separuh pintu masuk Gua yang berukuran tiga meter itu, membangkitkan sikap waspada Xiao Yun serta menambah suasana menjadi menegangkan. Sebilah pedang pun segera keluar dari cincin ruang Xiao Yun. Ia sudah bersiap untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang sedang menantinya di dalam Gua tersebut. "Kita akan masuk sekarang?" tanya Yan
"Tentu! Aku ingin tahu, benda seperti apa yang mampu mengeluarkan fluktuasi energi murni sepadat ini." jawab Xiao Yun seraya melangkah masuk ke dalam Gua
Xiao Yun berjalan dengan tegas tanpa ada rasa takut sedikitpun di dalam dirinya. Tangan kirinya menyingkirkan beberapa tumbuhan merambat yang menghalangi jalan masuknya. Lalu, ketika seluruh tubuhnya sudah berada di dalam Gua tersebut. Mata birunya langsung membulat penuh karena tidak percaya. Sesuatu yang baru saja dilihat oleh kedua matanya, membuat mulutnya sedikit terbuka tanpa ada kata yang keluar. Walaupun kondisi di dalam Gua tersebut cukup gelap, karena kurangnya intensitas cahaya matahari. Akan tetapi, mata Xiao Yun dan Yan masih dapat melihat hal berkilau di Gua tersebut secara jelas. "Bukankah itu.. Kristal Ungu Abadi?!" gumam Yan
Yan juga tampak terkejut ketika melihat bagian dalam dari Gua tersebut. Ia belum sepenuhnya yakin terhadap kata-kata yang baru saja diucapkannya. "Se, sepertinya begitu. Tetapi, bagaimana bisa ada begitu banyak Kristal Ungu Abadi di Gua ini?!" seru Xiao Yun seraya mengedipkan matanya beberapa kali
Xiao Yun sungguh tidak menyangka bahwa yang menanti dirinya di dalam Gua tersebut bukanlah hal buruk, seperti Spirit Beast atau semacamnya. Justru sebaliknya, Xiao Yun mendapatkan hal baik yang sangat luar biasa. Kristal Ungu Abadi, merupakan material murni yang terbentuk alami dari campuran antara energi murni langit dan bumi serta energi yang meluap dari beberapa Spirit Beast tertentu. Kristal Ungu Abadi bukanlah material biasa, benda ini mampu meningkatkan kultivasi seorang kultivator dengan lebih efisien dan cepat. Peningkatan yang diberikan oleh Kristal Ungu Abadi sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan menyerap energi murni tanpa bantuan apapun.
Namun terkadang, hal baik dan hal buruk selalu berdampingan. Walaupun Kristal Ungu Abadi dapat memberikan manfaat yang luar biasa. Tetap ada bahaya tersembunyi yang tertanam di Kristal tersebut. Luapan energi dari Spirit Beast yang turut membentuk Kristal Ungu Abadi adalah pedang bermata dua pada Kristal tersebut. Luapan energi yang mengandung sifat buas Spirit Beast akan menyerang kultivator yang menggunakan Kristal Ungu Abadi tanpa pandang bulu. Sementara itu, Xiao Yun sudah mengetahui dan sangat memahami hal berbahaya yang tersembunyi tersebut. Karena itulah, ia terlihat tidak khawatir sama sekali.
Sebelumnya, Xiao Yun sempat terkejut hingga tak bisa berkata-kata ketika melihat Kristal Ungu Abadi yang memenuhi hampir setiap sisi bagian dalam Gua tersebut. Namun sekarang, kedua matanya tampak berbinar sebab kegembiraan yang mengisi hatinya. Tubuhnya bergerak dengan cepat, menghampiri serta memeriksa dengan saksama setiap Kristal Ungu Abadi yang tertanam di beberapa bagian permukaan tanah dan dinding Gua tersebut. "Jadi, Kristal inilah yang mengeluarkan fluktuasi energi hingga keluar Gua?!" gumam Xiao Yun
"Kepadatan energi murni pada seluruh Kristal Ungu Anadi di Gua ini benar-benar yang terbaik." Yan juga turut bersemangat
Mereka berdua sungguh sangat antusias, menikmati keindahan Kristal Ungu Abadi yang menyinari bagian dalam Gua itu. Tidak ada rasa takut atau khawatir yang menghalangi kegembiraan mereka. Tangan Xiao Yun pun segera menyentuh salah satu Kristal yang tertanam di permukaan tanah. Usahanya untuk menarik keluar sedikit energi murni sebagai tindakan percobaan. Membuat Kristal Ungu Abadi yang tepat berada di hadapannya seketika beresonansi. Matanya tampak berkilat saat merasakan gelombang energi murni yang sangat padat, mengalir dengan lembut ke dalam lautan energinya. Egonya pun mulai berbisik, menyuruh Xiao Yun untuk langsung menyerap seluruh energi murni yang terkandung pada Kristal Ungu Abadi.
HOSH! HOSH!
Ketika Xiao Yun ingin segera melakukan proses penyerapan. Bagian belakang lehernya tiba-tiba merasakan sebuah dengus napas yang berat. "Hei, Yan! Jangan bernapas di belakang leherku." ucap Xiao Yun dengan tatapan mata yang masih tertuju pada Kristal Ungu Abadi
"Apa maksudmu, Yun? Aku berada tepat di depanmu. Mustahil aku melakukan hal yang kau bicarakan itu."
"Berhentilah berbohong, burung kecil. Hanya ada kita berdua di dalam Gua ini. Jika bukan kau, lalu siapa?"
Ucapan Xiao Yun sontak membuat Yan tertegun. Nalurinya yang mendadak menyadari hawa keberadaan lain di Gua tersebut, langsung mengalihkan pandangannya ke arah belakang tubuh Xiao Yun. "I, itu.." seluruh tubuh Yan seketika gemetar hebat, kedua matanya memutih
Seekor Serigala berwarna putih dengan tinggi bahu sekitar satu meter, sedang berderam di belakang tubuh Xiao Yun. Serigala tersebut menatap tajam Yan, gigi-giginya yang runcing saling beradu. Ia terlihat sangat marah karena keberadaan Xiao Yun serta dirinya di Gua tersebut. "Yu, Yun! Apa kau bisa berhenti menatap Kristal itu? Ada seekor Anjing besar lapar yang sangat ingin menerkam lehermu."
Xiao Yun langsung menghela napas panjang, kedua bahunya merosot jatuh. Ia tampak kecewa sebab harus mengalihkan pandangannya dari Kristal Ungu Abadi. Ia memandang tubuh gemetar Yan sejenak, sebelum kemudian memutar tubuhnya ke arah belakang. "Hanya seekor Anjing saja, bukan? Kenapa tubuhmu sampai gemetar ketakut.." mulut Xiao Yun mendadak kaku, tidak bisa berbicara lagi setelah melihat seekor Serigala besar di hadapannya. Keringat dingin seketika membasahi pelipisnya. Air liurnya tertelan beberapa kali sebagai tindakan alami dari rasa takut yang sedang dirasakannya. Tatapan mata yang ganas serta suara deram Serigala Putih tersebut, membuat tubuh Xiao Yun membeku. "Jadi bagaimana? Hanya seekor Anjing saja, bukan?" ujar Yan
RAWRR!
Serigala tersebut seketika meraung keras hingga menggetarkan dinding Gua. Lalu, menyerang Xiao Yun dengan cakar kakinya yang tajam dengan ganas.
BOOM! TRASH!
Serangan kuat itu langsung menghancurkan permukaan tanah serta mengubah Kristal Ungu Abadi menjadi beberapa serpihan kecil. Namun untungnya, Xiao Yun dapat menghindari serangan tersebut dengan melompat ke sisi kanan dirinya. "Kau gila, Yan! Kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal?! napas Xiao Yun terdengar tidak beraturan
"Aku sudah melakukannya! Tetapi kau terus saja terobsesi pada Kristal Ungu Abadi itu!" Xiao Yun tidak mampu membantah ucapan Yan. Sebab dirinya memang terpaku pada Kristal Ungu Abadi, hingga menurunkan kewaspadaannya terhadap lingkungan di sekitar. Namun, ini bukan waktunya untuk menegakkan pihak yang benar atau menghukum kesalahannya. Ancaman nyata nan berbahaya dari Spirit Beast tingkat Tiga yang berada di depan matanya, merupakan masalah utama yang harus ia hadapi saat ini.
Xiao Yun segera menegakkan punggungnya, menatap tajam Serigala Putih tersebut hingga menciptakan kerutan di antara kedua matanya. Ia berkonsentrasi penuh untuk menghadapi seekor Serigala yang memiliki kekuatan setara dengan seorang kultivator tahap Master Energi. Ketika pandangan mereka saling bertemu, Serigala Putih tersebut langsung berlari cepat ke arah Xiao Yun dan kembali menyerang dengan gerakan serupa seperti sebelumnya. "Serangan yang sama tidak akan berhasil!" Xiao Yun melesat ke depan, menyerang bagian bawah Serigala yang terbuka lebar dengan pukulan keras
BAMM!
Tubuh Serigala tersebut langsung terhempas kencang ke belakang hingga menghantam dinding Gua yang terdapat beberapa Kristal Ungu Abadi. Tubuhnya tampak terkapar lemas akibat serangan balik Xiao Yun yang tepat mengenai organ vitalnya. Namun, hal mengejutkan tiba-tiba terjadi pada Serigala tersebut. Tubuh lemasnya seketika menyerap energi murni dari serpihan-serpihan kecil Kristal Ungu Abadi yang berada di sekitarnya. Kualitas energi murni pada Kristal Ungu Abadi membuat kondisi tubuhnya bukan hanya mulai membaik. Tetapi juga mendorong batas tingkatannya hingga menjadi seekor Spirit Beast tingkat Empat.
Xiao Yun pun sontak terkejut. Alisnya terangkat sedikit saat melihat beberapa pola garis ungu yang baru saja terbentuk di setiap bagian tubuh Serigala tersebut. Pola garis ungu itu memberikan sebuah informasi penting pada ingatannya. "Sial! Seharusnya sejak awal, aku sudah menyadarinya dengan mudah!" gumamnya
"Inilah akibatnya, jika terlalu serakah pada hal-hal duniawi! seru Yan
Ucapan dari Yan lagi-lagi membuat Xiao Yun tak bisa berkata-kata. Kebenaran mutlak yang diucapkannya, menusuk tajam hati Xiao Yun bagaikan sebilah pedang. Sementara itu, fluktuasi energi murni yang sangat kuat seketika dilepaskan oleh Serigala tersebut dengan posisi tubuh yang telah bangkit kembali. Auranya terasa lebih menyeramkan dari sebelumnya dan tinggi bahunya kini sudah mencapai hampir dua meter. Kekuatannya sekarang setara dengan seorang kultivator tahap Master Duniawi. Ini bukanlah kekuatan yang harus dihadapi oleh Xiao Yun seorang diri.
RAWRR!!
Sebuah raungan keras penuh dominasi, menggetarkan setiap sisi Gua serta menjadi peringatan bahaya bagi Xiao Yun. Tidak ada rasa takut yang terukir di tatapan mata Serigala tersebut. Hanya ada hasrat untuk menyerang dan melenyapkan Xiao Yun agar amarahnya terpuaskan. Lalu, Serigala tersebut segera menyerang Xiao Yun dengan naluri alam liarnya. Serangannya yang lebih cepat dan kuat, memaksa Xiao Yun untuk terus menghindar tanpa memberi kesempatan menyerang balik. "Gua ini terlalu kecil, Yun! Kau akan berakhir menjadi hidangan makan malamnya jika terus berada di sini."
"Aku tahu!" Xiao Yun langsung berlari keluar Gua agar bisa mengurangi ancaman berbahaya dari Serigala tersebut. Langkah kakinya yang cepat, menuntun dirinya menjauh dari mulut Gua hingga beberapa puluh meter. Kemudian, Xiao Yun menyembunyikan tubuhnya di antara pohon-pohon besar seraya mencari cara untuk melawan Serigala tersebut tanpa membahayakan nyawanya. "Sebuah Gua yang dipenuhi oleh Kristal Ungu Abadi serta pola garis ungu yang terbentuk pada tubuh seekor Serigala. Tidak salah lagi.. Kita berdua, baru saja masuk ke dalam sarang milik Serigala Langit Ungu!" ucap Xiao Yun dengan napas yang terengah-engah
"Ini benar-benar berbahaya! Kekuatanku saat ini belum cukup kuat untuk menghadapi seekor Spirit Beast tingkat Empat." napas Xiao Yun terdengar semakin cepat. Raut mukanya terlihat keruh, menunjukkan tanda bahwa ia sedang memikirkan sesuatu yang sangat berat. Bola matanya terus melirik ke sisi kanan dan kiri, berusaha mencari solusi dari lingkungan di sekitarnya.
"Sepertinya kita harus bertukar sebentar, Yun!" seru Yan