Ketika banyak wanita yang membuangku sistem Harem ku aktiv dan siap untuk membuat mereka yang membuangku menyesal.. !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karensi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
"Ikut saya ke ruangan pribadi saya sebentar yuk. Ada sesuatu yang ingin saya berikan langsung sebagai bentuk penghargaan pribadi dari saya," ajak Amanda dengan nada suara yang sangat lembut dan penuh rahasia.
Gue mengangguk pelan lalu melangkah mengikuti Amanda masuk ke dalam ruang kerja pribadinya yang sangat luas dan mewah di lantai dua. Begitu pintu kayu jati itu tertutup rapat, suasana riuh di luar langsung senyap tergantikan oleh aroma harum parfum melati yang menenangkan dari ruangan ini. Amanda berjalan mendekati meja kerjanya yang besar, membuka sebuah laci kecil, lalu mengeluarkan sebuah kotak beludru hitam eksklusif.
"Ini adalah bentuk apresiasi terkecil yang bisa saya berikan kepada pahlawan saya sore ini," ucap Amanda sambil membuka kotak tersebut dan menyerahkannya ke tangan gue dengan tatapan mata yang sangat memuja.
Gue menerima kotak itu. Begitu tutupnya terbuka, sebuah kilatan cahaya hologram emas transparan mendadak muncul berputar cepat tepat di atas kotak tersebut, memicu suara sistem yang sangat nyaring di dalam kepala gue.
"Efek Keberuntungan Raja Aktif! Hadiah penghargaan dari target Amanda otomatis dikonversi oleh sistem menjadi Hadiah Acak Istimewa. Memulai putaran Hadiah Acak... Selamat! Tuan Rumah mendapatkan Hadiah Utama: Surat Kepemilikan Saham Mutlak Sebesar Tiga Puluh Persen dari Perusahaan Properti Megah milik keluarga Dion!"
Gue tersenyum sangat puas menatap lembaran kertas saham gaib yang mendadak muncul di dalam kotak beludru tersebut. Ini beneran sebuah kejutan besar yang luar biasa mantap dari sistem. Dengan kepemilikan saham sebesar tiga puluh persen ini, gue sekarang resmi menjadi pemilik saham terbesar kedua di perusahaan keluarga musuh gue sendiri. Gue punya kendali penuh untuk menghancurkan bisnis dan masa depan Dion secara finansial kapan saja gue mau.
Amanda yang melihat gue tersenyum misterius hanya bisa tersipu malu, mengira gue senang dengan hadiah pemberiannya. "Semoga kamu suka ya. Kalau ada apa-apa di kampus atau di kota ini, kamu bisa langsung datang menemui saya di sini kapan saja kamu mau, Raka."
Bab Empat Belas
Keesokan pagi harinya, suasana di dalam kamar apartemen mewah milik Bella terasa sangat tenang. Gue terbangun dengan semangat yang membara setelah mengecek kembali surat kepemilikan saham mutlak sebesar tiga puluh persen dari perusahaan properti milik keluarga Dion yang gue dapatkan dari hadiah acak Amanda kemarin sore. Senyum dingin terus menghiasi wajah gue sepanjang pagi. Ini adalah waktu yang sangat tepat untuk memberikan kejutan terbesar dalam hidup Dion dan menghancurkan kesombongannya langsung dari akarnya.
Gue bergegas mandi dan mengenakan setelan jas hitam formal berpotongan pas badan yang dibelikan Bella tempo hari. Penampilan gue pagi ini beneran memancarkan aura seorang pengusaha muda sukses yang sangat berwibawa, karismatik, dan dominan berkat sokongan Fisik Level Dua dan Aura Intimidasi Raja Level Satu.
Bella yang baru saja selesai membuat kopi di dapur langsung melongo kaku menatap penampilan gue dari ujung kaki hingga ujung kepala. Gelas kopi di tangannya hampir saja terlepas karena terpesona melihat ketampanan gue yang luar biasa gagah pagi ini.
"Ya ampun Raka, kamu mau pergi ke mana rapi dan tampan sekali seperti ini? Kamu tidak ada jadwal kelas pagi kan di kampus hari ini?" tanya Bella dengan mata yang berbinar-binar kagum sekaligus penasaran setengah mati.
Gue berjalan mendekati Bella, mengecup keningnya sekilas dengan lembut untuk memberikan ketenangan, lalu tersenyum misterius. "Gue ada urusan bisnis yang sangat penting sebentar di luar, Bel. Hari ini gue mau mengambil alih sesuatu yang sudah lama menjadi hak gue. Lu tunggu saja kabar baik dari gue di apartemen ya."
Tanpa memberikan penjelasan lebih detail yang bisa memicu rentetan pertanyaan panjang, gue langsung melangkah keluar dari apartemen dan memanggil taksi online untuk mengantarkan gue menuju gedung pencakar langit pusat korporasi milik keluarga Dion yang berada di kawasan bisnis elit kota.
Di dalam taksi, layar hologram biru transparan milik sistem mendadak muncul berkedip cepat di depan pandangan mata gue dengan suara bunyi alarm misi utama yang sangat mantap.
"Misi Utama Finansial Diaktifkan. Datanglah ke Rapat Umum Pemegang Saham perusahaan properti keluarga Dion yang sedang berlangsung pagi ini. Gunakan kepemilikan saham tiga puluh persen Tuan Rumah untuk menggulingkan posisi ayah Dion, lalu hancurkan mental Dion di depan umum. Hadiah Penyelesaian: Pembaruan Sistem Bursa Saham Gaib Level Dua, Tambahan Saldo Uang Tunai Dua Ratus Juta Rupiah, dan Poin Sistem bertambah Tiga Ratus Poin. Hukuman Jika Gagal: Hak kepemilikan saham Tuan Rumah akan hangus total dan denda seratus juta rupiah."
Gue tertawa kecil meremehkan hukuman gagal tersebut. Misi kali ini beneran sangat sejalan dengan rencana balas dendam gue. Jangankan gagal, gue justru sudah tidak sabar melihat ekspresi wajah Dion yang pucat pasi saat melihat musuh bebuyutannya di kampus mendadak menjadi bos besarnya di perusahaan.
Begitu taksi berhenti di lobi depan gedung pencakar langit tersebut, gue turun dengan langkah kaki yang sangat tegas dan penuh percaya diri. Gue melangkah masuk melewati pintu kaca besar, mengabaikan tatapan kagum dari beberapa staf wanita di lobi, dan langsung naik menggunakan lift khusus menuju lantai paling atas tempat ruangan rapat utama berada.
Indera pendengaran tajam dari Fisik Level Dua gue langsung menangkap suara perdebatan sengit dari dalam ruangan rapat begitu gue sampai di depan pintu kayu ek besar yang tertutup rapat. Di sana, ayah Dion yang menjabat sebagai Direktur Utama sedang berusaha keras meyakinkan para pemegang saham lain untuk menyetujui proyek pembangunan barunya yang bermasalah.
Gue mengaktifkan Aura Intimidasi Raja Level Satu secara penuh di dalam aliran darah gue, lalu tanpa ragu gue mendorong pintu besar tersebut hingga terbuka lebar dengan suara benturan yang cukup keras.
Brakk
Seluruh pasang mata yang berada di dalam ruangan rapat mewah tersebut, termasuk dua puluh anggota dewan direksi, langsung menoleh tajam ke arah pintu masuk dengan wajah penuh amarah karena merasa terganggu. Dion yang sore itu ternyata ikut duduk di samping ayahnya sebagai manajer magang langsung melotot kaget luar biasa begitu mengenali sosok gue yang melangkah masuk tanpa izin.
"Raka?! Kurang ajar, ngapain lu bocah miskin kampung bisa masuk ke dalam ruangan rapat rahasia perusahaan keluarga gue begini! Satpam! Mana satpam, cepat seret anak sialan ini keluar sekarang juga!" teriak Dion dengan suara melengking panik penuh amarah terhina, wajahnya langsung memerah padam menatap gue.
Ayah Dion, seorang pria paruh baya bertubuh gempal dengan setelan jas mahal, ikut berdiri dari kursinya sambil menggebrak meja dengan sangat kasar. "Siapa kamu?! Berani sekali kamu mengacaukan rapat penting perusahaan saya! Cepat keluar sebelum saya panggil polisi untuk menangkap kamu atas tuduhan penyusupan!"
Gue tetap berdiri tegak dengan sangat tenang di ujung meja rapat yang panjang, melipat kedua tangan di depan dada sambil menatap bapak dan anak itu dengan pandangan mata yang penuh dengan penghinaan mutlak. Tekanan aura intimidasi yang gue pancarkan mendadak membuat atmosfer di dalam ruangan rapat ber-AC ini berubah menjadi sangat mencekam dan kaku, membuat beberapa direktur tua refleks menelan ludah ketakutan melihat sorot mata dingin gue.
"Lu jangan banyak bacot dulu, Dion. Dan buat Anda, Pak Direktur Utama yang terhormat, sebaiknya Anda menjaga ucapan Anda sebelum saya menendang Anda keluar dari kursi empuk Anda itu sekarang juga," balas gue dengan nada suara bariton yang sangat tenang, dingin, namun menggema penuh wibawa mutlak seorang penguasa sejati.
Gue mengeluarkan berkas dokumen beludru hitam bertanda segel resmi otoritas keuangan dari dalam tas kerja gue, lalu melemparkannya ke atas meja rapat hingga meluncur mulus berhenti tepat di depan wajah ayah Dion.
"Buka dan baca baik-baik dokumen resmi itu. Per pagi hari ini, gue adalah pemilik saham mutlak sebesar tiga puluh persen dari perusahaan ini. Jumlah saham yang jauh lebih besar daripada saham pribadi milik keluarga Anda yang cuma berkisar dua puluh lima persen. Jadi secara hukum hukum bisnis, gue adalah pemilik sah terbesar kedua di perusahaan ini, dan gue punya hak penuh untuk membubarkan rapat sirkus kalian ini," ucap gue menjelaskan skenario pembalikan fakta yang sangat telak menghantam logika berpikir mereka.
Ayah Dion dengan tangan yang bergetar hebat langsung membuka dokumen tersebut. Begitu matanya membaca lembaran kertas saham gaib yang ditandatangani resmi dengan nama gue sebagai pemilik sah tiga puluh persen saham, wajah gempalnya langsung memucat pasi seketika seperti mayat. Seluruh tubuhnya lemas tak bertenaga hingga dia terduduk ambruk kembali ke atas kursi kebesarannya dengan napas yang memburu sesak parah.
"Ini... ini tidak mungkin! Bagaimana bisa saham rahasia milik mantan komisaris utama yang hilang kemarin malam bisa beralih kepemilikan atas nama kamu yang cuma anak kuliahan biasa?! Ini pasti palsu!" seru ayah Dion dengan suara memelas yang dipaksakan, mencoba menyangkal kenyataan pahit di depan para direksinya.
"Palsu? Silakan Anda cek langsung kode registrasinya ke sistem pusat digital sekarang juga kalau Anda beneran berani, Pak Tua," tantang gue dengan senyuman paling meremehkan yang membuat mentalnya semakin hancur lebur tanpa sisa.
Dion yang melihat ayahnya syok berat langsung ikut membaca dokumen tersebut. Begitu menyadari bahwa musuh bebuyutan yang selalu dia ejek miskin di kampus kini telah resmi menjadi bos besar yang menguasai hajat hidup seluruh kekayaan keluarganya, dunia Dion seolah runtuh kiamat seketika. Kedua lututnya mendadak menjadi sangat lemas hingga dia refleks jatuh berlutut bersimpuh di atas lantai karpet di samping kursi ayahnya dengan tatapan mata yang kosong, hancur, dan penuh ketakutan gila yang luar biasa besar menatap sosok kegagahan gue yang berdiri bak monster finansial di depannya.
Layar hologram keemasan milik sistem langsung muncul terang benderang di depan mata gue memberikan pengumuman kemenangan yang sangat luar biasa dahsyat.
"Misi Utama Finansial Selesai Sempurna! Mental keluarga Dion berhasil dihancurkan total di depan umum. Posisi kepemilikan saham Tuan Rumah sah mutlak. Mencairkan hadiah baru: Pembaruan Fitur Bursa Saham Gaib Level Dua, Tambahan Saldo Uang Tunai Dua Ratus Juta Rupiah langsung masuk rekening, dan Poin Sistem bertambah Tiga Ratus Poin. Total Poin Sistem saat ini adalah Dua Ribu Empat Ratus Poin!"
Gue tersenyum sangat puas merasakan kemenangan besar ini. Langkah awal ekspansi bisnis gue di luar kampus beneran berjalan sangat sempurna menaklukkan semua musuh dengan kekuatan mutlak sistem gue.