Tak pernah mendapatkan cinta dari siapapun termasuk ibu kandungnya, Cinderella Anesya seorang gadis yang biasa di sapa Ella itu berharap ada setitik cinta dari tunangannya.
Sayangnya pria yang menjadi tunangannya itu tak pernah menganggapnya ada dan lebih cenderung pada adik tirinya yang selama ini selalu di sayang oleh keluarganya.
Merasa ketulusannya di khianati, Ella akhirnya menerima pinangan pria yang selama ini diam-diam mencintainya..
Akankah hidupnya berubah setelah bersama pria itu? Atau justru sebaliknya??
•••••
"Berjanjilah untuk selalu mencintaiku.." Cinderella Anesya
"Aku akan selalu mencintaimu, Baik sekarang, Nanti dan selamanya.." Davin Anggara Sanjaya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Davin Dan Nenek Cahya
"Jadi kamu tahu tentang putri saya.." Kaivan mengangguk tersenyum. Pria yang tak lain adalah orang suruhan Davin itu memang sudah beberapa hari ini mengintai kediaman Amran. Setiap kegiatan yang Amran dan keluarganya lakukan pria yang biasa di panggil Kai itu selalu melaporkannya pada sang Tuan.
"Saya berada disini atas perintah Bos saya. Karena yang saya dengar kalau Bos saya hendak menikahi Nona Ella.." Kaivan juga bercerita tentang hidup yang Ella alami selama ini. Kaivan juga bercerita kalau sebentar lagi Ella akan segera bebas dari neraka itu.
Dada Amran naik turun menahan amarah. Yang dia tahu hanya uang yang kirimkan untuk sang putri di ambil oleh Hendra itu saja, Amran tidak menyangka kalau hidup putrinya akan sengsara seperti itu.
Dia tahu dan sangat sadar sekali bahwa selama ini dia sebagai seorang ayah tidak becus karena tak mampu menjaga putrinya. Dia memang terlambat, Namun semua itu ada alasannya. Andai kecelakaan itu tidak terjadi Ella pasti akan baik-baik saja.
Mendengar putrinya di perlakukan tidak baik, Ayah mana yang tidak marah terlebih salah satu dari orang itu adalah ibu kandungnya sendiri.
"Dewi, Dia seorang ibu.. Tapi kenapa dia tega pada putrinya sendiri.." Maureen menggenggam tangan sang suami. Dia mengerti apa yang di rasakan oleh Amran. Ariel yang baru saja pulang sekolah itu ikut bahagia melihat Papanya yang telah bisa berjalan. Akan tetapi mendengar cerita Kaivan dia juga merasa sedih sekaligus geram. Kakak yang sangat ingin dia temui itu ternyata tak seenak hidupnya.
Meski sama-sama tak mendapatkan kasih sayang seorang ayah sejak kecil, Tapi Ariel masih punya Maureen yang sayang padanya. Hidupnya juga enak sekali..
"Kai.. Saya mohon, Tolong pertemukan saya dengan putri saya.. Saya sangat merindukannya.." Kaivan mengangguk.
"Tuan tenang saja, Saya akan segera mengatakan hal ini pada Bos saya. Tuan Amran mohon bersabar dulu.. Nona Ella juga berharap ingin bertemu dengan Tuan. Tapi ini bukanlah waktu yang tepat.. " Amran merasa lega, Ternyata masih ada orang yang peduli pada putrinya.
"Ma... Papa udah gak sabar ingin segera ketemu putri Papa, Ma.."
"Iya, Tapi Papa sabar dulu ya.. Kita pasti akan segera bertemu Ella. Mama juga ingin banget ketemu sama dia.." Ucap Maureen yang sama-sama tidak sabar ingin bertemu dengan putri tirinya. Jika di luaran sana banyak ibu tiri yang kejam, Tapi tidak dengan Maureen. Sejak ia memutuskan untuk menikah dengan Amran, Wanita itu sudah siap dengan status dan kenyataan yang ada.
Jika dia bisa menerima Amran dengan baik, Itu artinya dia juga harus bisa menerima segalanya. Baik dari itu masa lalu dan putri dari suaminya. Jika kita mau pada Ayahnya bukankah harus mau pada anaknya juga.
"Kalau begitu, Saya ingin menghubungi Bos saya dulu.." Kaivan bangkit dari duduknya, Pria itu segera menghubungi Davin tentang kabar Amran.
Sementara di ruang tamu itu, Ariel berpindah duduk di sebelah ayahnya.
"Akhirnya Papa sekarang bisa jalan, Selamat ya Papa.." Gadis itu memeluk Amran penuh dengan kasih sayang.
"Ini semua juga berkat kamu Nak.. Kamulah yang telah memberikan semangat untuk Papa sehingga Papa bisa sembuh dan sehat kembali. Terima kasih sayang.." Amran memeluk putrinya.
"Mama di peluk juga dong...
"Sini sini..." Maureen pun ikut bergabung dalam acara saling peluk tersebut.
...****************...
"Apa? Kau serius? Baiklah, Tetaplah kau disana sampai aku perintah kau untuk bertindak.."
"Baik Tuan..
"Hm.." Davin segera mematikan panggilan teleponnya. Pria itu kembali duduk bersandar di kursi besarannya. Matanya menatap langit-langit ruangannya yang luas itu.
Ceklek..
Seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan dan gagah di usianya yang tak lagi muda masuk ke dalam ruangannya. Sebuah ruangan yang pernah dulu pria itu tempati.
"Ada apa? Kenapa kau memanggil Daddy kemari?" Tanya pria yang tak lain adalah Daddy Nalendra itu.
"Dad.. Aku ada meeting, Tapi aku ada keperluan lain yang harus di hadiri Dad.." Daddy Nalendra memicingkan alisnya, Setahu nya Putranya ini adalah orang sangat profesional dalam hal bekerja. Tak pernah meninggalkan meeting atau kepentingan yang bersangkutan dengan perusahaan. Tapi kenapa hari ini malah mengenyampingkan meeting itu demi acara yang Daddy Nalendra tidak tahu apa itu.
"Kenapa? Hal apa yang membuatmu bisa mempasrahkan urusan meeting pada Daddy, Davin.." Davin menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal itu.
"E.. " Davin merasa bingung ingin menjawab apa. Dia sadar, Wajar saja kalau Daddy nya bertanya karena memang ini baru pertama kalinya Davin tak menghadiri acara meeting ini.
"Dad.. Nanti Davin jelaskan ya. Tapi untuk hari ini Davin mohon wakili dulu.. Davin harus segera pergi.. " Tak mau mendengar apapun lagi dari Daddy nya, Kakak dari Davina tersebut berlalu pergi meninggalkan Daddy Nalendra yang hanya bisa menghela nafas seraya menggelengkan kepalanya.
"Sial! Aku telat lima menit.. Ella dan Nenek itu pasti sedang menungguku sekarang..
Davin menambah laju kendaraan roda empatnya menuju dimana ia membuat janji.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dan disilah sekarang Davin berada. Kakak dari Davina itu duduk di salah satu kursi dimana ada dua wanita beda usia di hadapannya.
Wanita itu adalah Cinderella dan Nenek Cahya. Davin benar-benar datang akan janji yang telah ia sanggupi semalam.
"Jadi ini pria yang akan menikahimu Nak.." Tanya Nenek Cahya pada Davin. Dengan ekspresi yang tenang Davin mengangguk. Tak ada raut wajah gugup dan tegang di sana.
"Iya Nek.. Perkenalkan, Nama saya Davin.. Saya adalah pria yang sudah sejak lama mengagumi dan mencintai Cinderella.." Jelas Davin dengan sopan. Nenek Cahya tersenyum, Jika di perhatikan Davin memang pria yang baik.
"Nama kamu siapa tadi? Nama itu, Nenek merasa tidak asing..
"Davin Nek... Davin Anggara Sanjaya.." Nenek Cahya menutup mulutnya. Wanita yang tak lagi muda itu cukup terkejut setelah Davin menyebutkan nama lengkapnya.
"Kamu.. Kamu putra Nalendra? Cucu dokter Alea??
"Nenek kenal sama Oma?" Nenek Cahya tertawa ringan.
"Dokter Alea itu adalah dokter kepercayaan Nenek.. Dulu saat Nenek sakit, Dia yang selalu memeriksa Nenek. Nenek tidak cocok dengan dokter yang lain.." Davin Tersenyum, Dia ikut terkejut sekaligus senang tentunya.
Di sebelahnya, Ella bernafas lega. Nenek dan Davin cukup ramah saat bertemu.
"Jadi pria yang akan menikahi Ella adalah cucu dokter Alea? Ya Allah nak.. Ternyata kamu sudah sebesar ini. Padahal dulu kamu ini masih kecil, Masih nakal.." Kata Nenek Cahya mengusap kepala Davin dengan lembut.
"Kalau sama yang ini, Nenek sangat setuju sekali.. Nenek yakin kalau Davin ini adalah pria yang baik, Daripada cucu nenek sendiri.." Ucap Nenek Cahya yang sangat yakin dengan keputusan ini. Daripada Ella terus menderita dengan Araka, Lebih baik bersama pria lain asal bisa buat bahagia.
"Pernikahan Araka dan Ella sebenarnya akan di laksanakan sekitar sepuluh hari lagi. Tepat dua hari setelah ulang tahun Ella.. Jadi hari ini, Kalian segera pergi ke kantor KUA untuk mendaftarkan pernikahan kalian. Untuk masalah Araka, Kalian tidak perlu khawatir. Semua sudah Nenek yang atur.." Nenek Cahya seolah punya rencana di balik semuanya yang jelas rencana tersebut tidak di ketahui oleh orang lain ataupun keluarganya sendiri.
Nenek Cahya meraih tangan Davin dan tangan Ella lalu di persatukan lah kedua tangan itu.
"Bersatulah kalian.. Nenek doakan semoga kalian bisa menjadi pasangan yang penuh cinta.. Mengarungi bahtera rumah tangga yang baik selamanya..
"Aamiin..
•
•
•
TBC