NovelToon NovelToon
CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Action / Dark Romance / Mafia / Office Romance
Popularitas:20.4k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

SEQUEL ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO!


Theodore Morelli, pria cerdas dan berkharisma yang melanjutkan perusahaan teknologi keluarga, hidup dengan prinsip bersih dan profesional. Sosok yang dikenal orang sebagai pria tak kenal ampun dan ditakuti karena kesempurnaannya, harus jungkir balik ketika dia berurusan dengan seorang office girl baru di perusahaannya.

Celina Lorenzo, yang menyamar sebagai Celina Dawson, office girl sederhana, masuk ke perusahaan itu sebagai mata-mata mafia keluarganya untuk menyelidiki sesuatu di perusahaan Theo.

Awalnya mereka hanya dua orang dari dunia berbeda.

Tapi semakin dalam Celina menyelidiki Morelli Corporation, semakin ia sadar:
Theo bukan musuh yang ia cari. Dan Theo yang ditakuti justru memiliki sisi paling lembut untuk Celina.

Lalu bagaimana jadinya jika Theo yang lembut itu tahu identitas asli dari Celina yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19. ALASAN

Kesadaran datang perlahan, seperti kabut yang menipis di pagi hari.

Celina merasakan sesuatu yang asing terlebih dahulu, aroma antiseptik yang tajam, bunyi pelan air infus yang berbunyi ritmis, dan sensasi dingin dari seprai putih yang menyentuh kulit lengannya. Kepala Celina terasa berat, seolah pikirannya baru saja kembali dari perjalanan jauh.

Kelopak matanya bergerak.

Lalu terbuka.

Pandangan pertama yang tertangkap bukan langit-langit putih rumah sakit, bukan pula lampu neon yang menyilaukan, melainkan wajah seorang wanita paruh baya yang cantik, kulitnya terawat, matanya lembut namun penuh wibawa, dengan aura kehangatan yang tidak dibuat-buat.

Celina tertegun.

Butuh beberapa detik baginya untuk benar-benar memeroses apa yang ia lihat. Otaknya masih bekerja lambat, menyesuaikan antara ingatan dan kenyataan.

Wanita itu tersenyum kecil saat menyadari Celina sudah sadar.

"Syukurlah kau sudah bangun," gumam wanita itu penuh kelegaan, seolah baru saja melepas napas yang ia tahan sejak lama.

Jantung Celina berdetak lebih cepat.

Refleks, ia mencoba bangkit duduk.

Namun tangan lembut namun tegas segera menahan bahunya.

"Jangan bergerak dulu, Sweetie," ucap wanita itu lembut. "Dokter bilang kau harus banyak istirahat."

Celina berhenti bergerak, napasnya sedikit terengah. Matanya menelusuri wajah wanita itu lebih dalam, garis wajahnya, tatapan mata yang terasa ... familiar.

Dan di sanalah pengenalan itu datang.

"Elena ... Morelli?" suara Celina nyaris berbisik, bercampur ragu.

Senyum wanita itu mengembang.

"Ya," jawabnya hangat. "Aku Elena, Mama dari Theo dan si kembar."

Kening Celina berkerut. Kebingungan segera menyusul.

"Bagaimana ... bagaimana Anda bisa ada di sini?" tanya Celina dengan suara parau.

Elena tertawa kecil, suara tawanya lembut dan menenangkan.

"Aku di sini karena anak-anakku hampir membuat rumah sakit ini jungkir balik saat tahu apa yang terjadi padamu," kata Elena sambil menggeleng pelan. "Mereka panik."

Celina terdiam sejenak, lalu bertanya dengan nada cemas, "Mereka ... mereka baik-baik saja?"

Elena mengangguk mantap. "Mereka baik-baik saja. Theo, Lucy, Leo, semuanya selamat," jawabnya.

Celina menghela napas lega tanpa sadar.

Elena mengangkat tangannya dan mengusap pelan kepala Celina, gerakannya begitu alami seolah sudah melakukannya sejak lama.

"Terima kasih," ucap Elena pelan namun tulus. "Terima kasih karena sudah menyelamatkan putraku."

Celina terkejut.

"Aku tidak melakukan apa pun," bantah Celina spontan.

Elena tersenyum, kali ini lebih dalam, lebih emosional.."Kau meremehkan dirimu sendiri. Dan kau ... benar-benar mirip sekali dengan ibumu," kata Elena.

Kalimat itu membuat Celina membeku.

Matanya membesar, dadanya terasa sesak.

"Anda kenal ibuku?" tanya Celina hati-hati.

Elena mengangguk perlahan.

"Tentu saja," jawab Elena. "Celina Lorenzo. Aku dan suamiku adalah teman ayah dan ibumu. Aku bahkan pernah menggendongmu saat kau masih sangat kecil. Dan sekarang ..." Elena memandang Celina dengan mata penuh sayang, "... kau sudah sebesar ini."

Celina menelan ludah.

"Anda tahu siapa aku?" suara Celina nyaris bergetar.

"Tentu," jawab Elena tanpa ragu.

Celina terdiam. Selama ini ia hidup dengan menyamar, bersembunyi di balik seragam office girl, mengubur identitasnya sendiri, dan kini, di hadapannya, seseorang menyebut namanya dengan begitu jelas.

Elena lalu bertanya dengan nada yang lebih serius namun tetap lembut. "Tapi aku penasaran, Celina. Kenapa kau bisa ada di Los Angeles? Dan menjadi office girl di Morelli Corporation?"

Elena berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Theo bilang kau punya urusan di perusahaan kami. Kenapa harus menyamar? Kau tahu, kau bisa langsung datang. Kami akan membantumu tanpa perlu kau bekerja sekeras ini."

Celina tersenyum kecil, senyum yang mengandung kelelahan dan ketulusan.

"Aku tidak tahu kalau Anda dan keluarga mengenal Dad dan Mom," kata Celina jujur. "Aku hanya ... ingin memastikan sesuatu."

"Memastikan apa?" tanya Elena.

Celina menarik napas panjang.

"Aku sedang mencari informasi," ucapnya pelan, "tentang sesuatu yang bahkan orang tuaku sendiri belum tentu tahu."

Elena memiringkan kepala. "Informasi apa, Sweetheart?"

Celina menatap langit-langit sejenak, lalu kembali menatap Elena. "Aku mencari seorang teman. Dia hilang sejak setahun lalu," jawab Celina.

Elena terdiam, memberi ruang.

"Jejak terakhir yang aku temukan mengarah ke Morelli Corporation," kata Celina.

Elena tersentak kecil. "Apa yang terjadi pada temanmu?" tanyanya.

Celina mengepalkan jari-jarinya di atas selimut. "Dia teman baikku sejak kecil. Tapi setahun lalu dia beberapa kali bilang seperti diawasi. Aku pikir dia bercanda. Dia memang tipe orang yang suka bercanda. Tapi ... tiba-tiba dia menghilang."

Suara Celina sedikit melemah.

"Sebelum menghilang, dia sempat mengirim pesan. Katanya ada orang yang mengejarnya. Setelah itu ... tidak ada apa-apa lagi," sambung Celina.

Elena mendengarkan dengan wajah serius.

"Saat aku menyelidiki," lanjut Celina, "aku menemukan jejak human trafficking. Dan ... nama Morelli Corporation muncul di beberapa potongan informasi."

Keheningan jatuh di antara mereka.

Elena mengangkat tangan dan mengelus pipi Celina dengan penuh kasih.

"Oh, Sweetie. Seharusnya kau meminta bantuan ayahmu. Kau tahu betul betapa handalnya Lucas dalam menemukan orang," kata Elena.

Celina tersenyum tipis. "Aku tahu."

Elena melanjutkan dengan nada tegas namun penuh keyakinan, "Aku berani bersumpah, Morelli tidak pernah terlibat penculikan atau hal ilegal seperti itu. Justru kami adalah mitra bisnis terdekat Lorenzo. Teman."

Celina mengangguk. "Aku tahu. Apalagi setelah mengenal Theo dan si kembar. Dan setelah kekacauan kemarin ... aku justru yakin seseorang sedang menargetkan Morelli dengan tujuan buruk."

Elena hendak mengatakan sesuatu, namun ...

"Celina?"

Suara itu memecah udara.

Theo.

Langkah kakinya cepat saat memasuki ruangan. Wajahnya yang biasanya tenang kini penuh kelegaan bercampur kecemasan yang tak bisa ia sembunyikan.

Ia langsung menuju sisi ranjang.

"Bagaimana keadaanmu?" tanya Theo tergesa. "Apa kau masih sakit? Pusing? Kepalamu-"

"Theo, pelan-pelan bicaranya," potong Elena lembut sambil bangkit. "Aku akan mencari Papamu. Kalian bicara saja."

Elena melangkah pergi, meninggalkan keheningan yang berbeda ... lebih intim.

Celina menoleh pada Theo dan menyapanya santai, "Hai.$

Theo langsung menegang.

"Jangan bilang 'hai' padaku," kata Theo keras, emosinya meluap. "Kau tahu apa yang kau lakukan? Kau membuatku takut setengah mati!"

Celina terdiam.

"Kau tidak seharusnya menarikku di tangga itu," lanjut Theo. "Kau bisa mati!"

Celina memandang Theo yang napasnya tak teratur, matanya merah oleh emosi yang belum reda. Ia lalu mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Theo.

"Tenang," ucap Celina lembut. "Aku baik-baik saja."

Theo menatap tangan mereka, lalu kembali menatap wajah Celina.

"Bagaimana mungkin aku bisa tenang," katanya parau, "saat kau terluka seperti ini? Jelas kau tidak baik-baik saja."

Celina tersenyum tipis.

"Aku pernah mengalami yang lebih buruk dari ini," katanya jujur. "Jadi aku masih baik-baik saja."

Theo menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri.

Tangannya terangkat, mengelus wajah Celina dengan gerakan hati-hati, seolah takut menyakitinya.

"Kumohon," ucapnya lirih, "jangan terluka lagi."

Ia menelan ludah.

"Kau tidak tahu betapa takutnya aku melihatmu tidak bergerak dan berdarah seperti itu," ucap Theo dengan wajah sendu.

Celina membeku.

Ia tak pernah menyangka akan mendengar kata-kata itu dari Theo.

Dan di saat itu ... tanpa mereka sadari, sesuatu di antara mereka telah berubah, pelan namun pasti.

1
Miss Typo
beritahu ayahmu Theo, biar langsung bertindak .
semoga gak terlambat menyelamatkan twins
Miss Typo: boleh update 1 bab lagi thor 🫢✌️
total 1 replies
Endah Lestary
ceritanya masuk akal .. penuturannya tidak membosankan...👍👍👍👍👍💝
PengGeng EN SifHa
q bacane dredeg thoooorrrr😟😟😟😟
Miss Typo
Theo pawangnya Celine 😁
Miss Typo
hayo lho hati² dgn Cedric ya Celine 🤣
A R
aduhh leo lucy diculik
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙘𝙧𝙖𝙯𝙮 𝙪𝙥 𝙩𝙝𝙤𝙧🤣🤣
mimief
ehhh...kata orang Betawi juga
lo jual gw beli
maaf ye,bukan kita yg mulai, ini namanya mekanisme perlindungan diri.
kan..bukan aku yg mulai🤣🤣
mimief
ga seruu dia, mainya aduan 😌🫣🤣
mimief
🤣🤣🤣🤣
mulut mu
tapi bener lah
mimief
kelamaan di sekep sama keluarga Lorenzo begini ni...
dibully malah menikmati sensasi nya🫣
Miss Typo
karna keahlian kepintaran Celine
PengGeng EN SifHa
akhirnya...ADA TOMMY & JERRY kwwkwkkwkwkwkw


bagus

bagus

bagus

bagus thooorr...
q suka...q suka❤️❤️❤️❤️❤️
Asyatun 1
lanjut
A R
😂😂😂
Wulan Sari
waaaah cerita ini sangat menarik dan selalu biat penasaran intrik2 di Kantor selalu ada yg berbuat jahat semoga nanti akhir cerita bahagia CEO nya dan tukang bersih2 yg nyamar, happy end ya Thor semangat 💪 salam sukses selalu ya cip 👍❤️🙂🙏
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
MODE BERUANG INGIN MENERKAM IKAN SALMON🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: iya juga ya 🤣
total 1 replies
Jelita S
ternyata Cedric punya tatapan maut jga🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Galak dia itu 🤭
total 1 replies
Dew666
🪸🪸🪸🪸
Archiemorarty: terima kasih udah baca ceritanya 🥰
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!