seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19. Belanja
Yuda menyebutkan harga seolah tidak menganggap gingseng itu berharga, tapi di balik itu Lukas memandang berbeda, ia lebih mengira kalau Yuda sedang menguji nya apakah membiarkan mengambil dengan harga segitu atau menawarkan harga yang sebenarnya. “Ehehe, tuan Yuda, jangan begitu..! begini saja di dalam kartu ini ada 200 juta, anda ambil.”
Degh!,
Nando dan Helmi sedikit terkejut tapi begitu mereka sadar kalau gingseng itu bahkan harga nya lebih dari segitu, tapi harga segitu sudah sangat tinggi.
“Benarkah? Apakah tuan Lukas tidak rugi?” tanya Yuda, tak percaya dengan angka yang di tawarkan oleh Lukas.
“Ini juga sebagai ucapan terimakasih, karena papah ku sedang sakit dan perusahaan kamu sedang membuat obat dan gingseng ini akan menjadi perantara utama untuk menambah khasiat obat itu,” ujar Lukas, sambil menatap penuh rasa berterimakasih pada Yuda.
Yuda yang mendengar itu pun tersenyum lalu mengangguk. “Saya senang bisa membantu tuan, tapi apa tuan Lukas yakin tidak akan rugi?”
Namun Lukas langsung menggeleng pelan sambil berkata. “Sama sakali tidak, uang ini bisa di dapat dengan mudah, tapi gingseng ini sangat sulit di cari, ke depan nya jika tuan Yuda mempunyai bahan obat lain nya, yang umur nya tua! Bisa langsung menghubungi saya lewat pak Nando.”
“Saya mengerti, kalau begitu saya ambil uang ini, dan terimakasih kepada taun Lukas,” ucap Yuda sudah tak ragu mengambil kartu ATM itu dengan wajah penuh kegembiraan, tampak nya usaha nya mendapatkan gingseng itu tidak sia-sia karena perkiraan Yuda tidak melesat gingseng itu memiliki khasiat yang besar dan memiliki harga yang fantastis.
“Sandi nya ***"**” tuan bisa langsung mengecek nya setelah ini, jika sampai ada masalah langsung hubungi saya, kalau begitu pak Nando, Yuda kami pamit dulu.
Yuda menjabat tangan pak Lukas sebagai tanda mereka selesai melakukan bisnis. “Saya permisi.”
setelah tuan Lukas dan pak Helmi pergi Nando pun menatap Yuda dengan kagum, pemuda ini baru saja membuktikan sebuah kenyataan kalau pemuda miskin bisa bangkit hanya dengan keberuntungan nya.
“Aku tidak menyangka kalau itu beneran asli, mulai sekarang kamu bisa hidup dengan layak Yuda, memang sudah takdir kamu mendapatkan keberuntungan ini,” ujar pak Nando ikut senang melihat keberhasilan Yuda yang benar-benar tidak di sangka oleh siapapun.
Yuda pun hanya tersenyum jujur ini kebetulan sekaligus di rencanakan. “Terimakasih pak Nando, saya akan transfer sedikit uang untuk ucapan terimakasih karena telah membantu bertemu tuan Lukas.”
“Haha Yuda kamu kayak siapa saja, jangan sungkan seperti itu, aku membantu tanpa mengharap apapun,” jawab pak Nando yang memang sudah menganggap Yuda teman dekat nya sendiri.
“Justru itu, aku mendapatkan hal sebesar ini, masa bos gak ngerasain..! ”
“Oke-oke gimana Lo aja, mending Lo beli baju dulu, sumpah pakaian kayak gitu aneh banget, kayak orang zaman dulu,” sergah pak Nando sedikit merasa risih melihat pakaian Yuda.
Yuda hanya tertawa garing karena tebakan pak Nando tidak salah, pakaian nya sangat kuno tapi masih terlihat keren. “Yasudah kalau gitu saya permisi dulu pak, nomer rekening masih yang dulu kan.”
“Iya-iya udah sana...!”
Yuda pun langsung pergi dari sana, ia memang masih memiliki urusan selain untuk belanja kebutuhan yang akan di bawa ke zaman kuno untuk hidup bersama-sama dengan istri nya, Yuda berencana membeli barang yang canggih di zaman ini kecuali hp.
Setelah membeli pakaian dan memakai pakaian modis kemeja dan celana bahan hitam, memakai kacamata, Yuda melanjutkan perjalanan ke mall, ia berkeliling mencari toko tempat membeli bahan makanan dan juga makanan instan.
“Bumbu dapur udah, daging, telor sudah, oke tinggal beli Snack doang buat ngemil..!” gumam Yuda sambil melihat lihat keranjang yang terisi penuh dengan barang belanjaan nya.
Hanya sekilas Yuda sudah berada di rak yang terisi dengan per Snackan yang di sana berbagi makanan instan ada, berhubung di sana memang mall terbesar di kota jadi apa yang di cari mustahil tak ada, kecuali mencari tuhan.
Pemuda itu belanja dengan lepas tidak ingat apapun, tidak melihat waktu hanya fokus dengan belanjaan nya. “Sabun mandi untuk istri ku, agar mereka semakin wangi.”
“Ohya, aku lupa membelikan pakaian baru untuk mereka,” dan Yap, Yuda kembali menyusuri mall untuk mencari pakaian wanita, padahal ini di zaman modern dan ia membawakan istri nya, yang berbeda zaman entah apa ekspresi mereka nanti nya.
“Nggak sekalian pakaian musim dingin, nya mas, ini edisi terbaru kami, menggunakan bulu woll asli,” tawar pegawai di sana memperlihatkan baju musim dingin yang sangat tebal dan terlihat menarik di mata Yuda.
“Boleh, saya mau lima ya, tolong, dan pakaian yang tadi saya pilih juga lima stel bedakan warna nya..!” suruh Yuda, dan pemuda ini benar-benar sudah terlena dengan uang yang ia dapatkan sampai lupa diri belanja sangat boros.
Pokok nya Yuda sore itu belanja bukan karena kebutuhan tapi semua ia beli dengan uang yang baru ia dapatkan, karena Yuda berpikir ia akan membutuhkan banyak barang untuk waktu yang lama di zaman kuno jadinya Yuda harus membeli yang ia butuhkan sekarang.
“Aduh, aku lelah sekali, makan dulu kali ya, jam berapa sekarang kenapa aku sangat laparr..!” gumam Yuda karena perut nya terasa di gerogoti oleh cacing yang sudah kelaparan.
karena sudah tak kuat Yuda langsung singgah di restoran di sana dan memesan beberapa menu untuk dirinya sendiri. “Silahkan mas, nasi goreng spesial ikan bakar jumbo dan sop kambing, minuman nya tadi es campur sama es kelapa ya mas.. Mohon di tunggu sebentar..!”
“Oke,” Yuda langsung menatap hidangan yang begitu menggiurkan, pertama kali di hidup nya makan di restoran mahal seperti ini tanpa harus memikirkan uang.
Di sela-sela makan Yuda menoleh ke barang belanjaan nya, yang isi nya sampai 10 plastik besar, belum termasuk pakaian dan karung beras.
"Aku hampir habis 50 juta hari ini, wahh, ternyata seperti ini belanja tanpa harus memikirkan uang habis,” Yuda mengusap wajah karena merasa puas dengan hari, tidak sebelum ia melirik jam pelintas zaman yang selalu ia bawa, di sana jam sudah menunjukkan pukul 7 malam.
"Astaga..! Apakah aku salah liat jam..!” namun saat melihat jam yang tertata di restoran itu, memang ini sudah malam hari.
"Sistem apakah ruang penyimpanan sistem bisa di gunakan untuk menyimpan barang di sini?” tanya Yuda dengan penuh harap.
“Tentu saja bisa tuan, ruang penyimpanan sistem sebesar satu pulau jadi tidak bisa memasukan apapun ke dalam nya selama limit nya masih tersedia..!”
sebelum memberi arahan Yuda meneh ke kanan ke kiri memastikan tidak ada di rang, yang melihat ke arah nya. “Masukan sekarang.”
cras..!
Semua barang itu menghilang dari sana.