Di dunia yang mengandalkan kekuatan sebagai hal utama, Yan Jian— seorang Tuan Muda yang terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri. Namun, di saat ia benar-benar berada pada titik terendah, ia mendapatkan kepercayaan dari Permaisuri Es, sehingga Permaisuri Es pun mengorbankan dirinya untuk menjadi Roh Bela Diri Yan Jian.
Setelah mendapatkan Roh Bela Diri Permaisuri Es dan Salju, Yan Jian pun bertekad untuk membalaskan dendamnya terhadap kedua pamannya yang telah membunuh orang tuanya. Namun, perjalanannya di dunia kultivasi tidaklah mudah. Berulang kali terjatuh dan hampir mati.
Bagaimana kisah Yan Jian untuk bertahan di kerasnya kehidupan ini? Yuk, ikuti keseruan petualangan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 19
'Hati-hati, Jian! Orang di dalam sana telah berada pada tingkatan ranah ke empat!' Lin Bing memperingati Yan Jian dari alam kesadarannya.
Xiao Yu pun nampak merasakan aura pembunuhan yang begitu pekat itu. Membuat raut wajahnya sangat serius di saat dia menatap ke dalam kedai. Xiao Yu merasakan aura itu memang benar-benar kuat, tetapi ia juga merasakan bahwa tekanan yang dikeluarkan oleh orang itu, berada di bawah tingkatan ranahnya, setidaknya orang itu telah berada pada tingkatan ranah Ahli tahap menengah.
Namun, aura dengan asap hitam yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang itu tiba-tiba menghilang, suasana yang menyekik seketika tenang, dan Xiao Yu pun kembali melangkah maju; memasuki kedai, diikuti Yan Jian yang berjalan dibelakangnya.
Hingga Xiao Yu pun berdiri tepat di depan pintu. Di dalam kedai itu cukup ramai, ada sepuluh sampai sebelas meja kayu dan kursi-kursi kayu, setiap meja memiliki empat kursi, tetapi beberapa meja lainnya memiliki lima sampai enam kursi kayu.
Di saat mereka baru saja memasuki kedai, semua pandangan tertuju kepada mereka berdua. Namun, semuanya kembali pada urusannya masing-masing, dan Xiao Yu pun menarik tangan Yan Jian, membawanya ke meja di sudut ruangan yang masih kosong.
Xiao Yu bersama Yan Jian pun duduk, dan Xiao Yu pun mengangkat sebelah tangannya; memesan makanan dan minuman.
"Paman! Bawakan aku dua kendi arak dan dua sup daging!" seru Xiao Yu, memesan pesanan.
"Dua sup daging dan arak segera datang." sahut pelayan di kedai itu.
"Kak! Kita masih dalam perjalanan, apa kamu yakin memesan dua kendi arak?" Yan Jian bertanya dengan nada yang rendah, hampir tak terdengar.
"Ah, Jian! Kalau kamu tidak ingin minum arak, biar aku saja!" sahut Xiao Yu.
Yan Jian pun menghela nafasnya, namun, pandangan Yan Jian terus berkeliling; mencari-cari siapa yang sempat menyebarkan aura pembunuhan sebelumnya. Hingga pandangan Yan Jian pun mendapati seorang yang duduk di sudut ruangan lainnya, ia duduk sendiri, tidak ada satupun rekan yang menemaninya.
'Jadi dia!' pikir Yan Jian.
Namun, Yan Jian merasa bahwa dia tidak pernah menyinggung siapapun selama tiga tahun kebelakang, membuatnya tak merasa risau akan apa yang ia rasakan sebelumnya.
'Sepertinya ... itu hanya perasaanku saja yang terlalu berlebihan.' batin Yan Jian.
Tidak lama dari itu, arak dan sup telah disajikan di atas meja, bahkan beberapa makanan ringan juga ikut melengkapi meja di depan mereka. Xiao Yu pun menyantap makanannya.
"Ah, Jian, cepat makan!" kata Xiao Yu, menyuruh Yan Jian makan.
Yan Jian pun mengangguk, lalu mengambil sup daging di atas meja. Dia pun makan dengan tenang, berbeda dengan Xiao Yu, dia makan dengan cepat, seolah-olah dia baru saja menemukan makanan lezat setelah sekian lamanya.
"Bolehlah aku duduk di sini?"
Ucapan itu terdengar begitu tenang, tetapi membuat Yan Jian dan juga Xiao Yu merasa terkejut. Xiao Yu yang tengah menikmati dagingnya, ia menoleh, melihat ke samping, di mana seorang pria berdiri.
"Siapa kau?" tanya Xiao Yu, suaranya tidak jelas, mulutnya masih dipenuhi oleh daging yang lezat.
Pria itu tersenyum, jubah luarnya berwarna putih, dan pakaian dalamnya berwarna biru, dia juga mengenakan ikat kepala berwarna putih, dan pedang di pinggulnya. Dia masih terlihat seperti seorang laki-laki muda yang berusia delapan belas hingga sembilan belas tahunan.
"Maaf telah mengganggu anda, Nona!" kata laki-laki itu dengan nada yang ramah.
'Kenapa dia tiba-tiba berada di sini? Bahkan aku sama sekali tidak merasakan kehadiran nya.' gumam Yan Jian, di dalam hatinya.
"Silahkan duduk, Senior!" kata Yan Jian, mempersilahkan laki-laki itu untuk duduk bersama.
Laki-laki tak dikenal itupun duduk, bergabung di meja yang sama dengan Yan Jian dan juga Xiao Yu. Namun, Xiao Yu nampak acuh, dia tidak memperdulikan laki-laki itu dan hanya menikmati makanan dan juga araknya.
Saat itu, Yan Jian menuangkan arak kedalam cangkir, lalu memberikannya kepada laki-laki itu.
"Silahkan, Senior!" kata Yan Jian, memberikan secangkir arak.
"Ah, terimakasih." jawabnya, menerima cangkir itu.
Laki-laki itu pun meminum arak.
Glupppp!
Satu tegukan yang luar biasa. "Ah, arak di Desa Sungai Panjang memang arak terbaik yang ada di kabupaten Tian Nan!" katanya, senyum puas tergambar diwajahnya.
Yan Jian pun tersenyum, dan ia juga menenggak satu tegukan arak dengan tenang.
"Namaku Shi Wang! Kalau boleh tahu, siapa nama kalian, Saudara?" laki-laki muda itu memperkenalkan dirinya, dan bertanya.
"Xiao Yu, Keluarga Xiao!" sahut Xiao Yu, tetapi sebagai seorang wanita, sikapnya terlalu barbar, dia berbicara dengan mangkuk sup yang menempel di mulutnya, menghabiskan sisa-sisa supnya.
Membuat Shi Wang tersenyum, lalu berbicara, "Hm! Ternyata dari keluarga Xiao! Apakah anda memiliki hubungan dengan Tuan Xiao Lang?" Shi Wang kembali bertanya dengan sangat ramah. Tetapi membuat Yan Jian begitu terkejut.
"Kenapa Senior bertanya seperti itu?" Yan Jian berbicara sembari menatap Shi Wang dengan tatapan yang serius.
seorang Xiao Lang kaisar tempur masa kalah sama raja tempur.
sudah jekas tingktan nya lebih tinggi Kaisar tempur dri raja tempur.!!
Raja tempur itu kan di bawah Kaisar tempur,masa menghadapi 2 orang raja tempur kalah si Xiao kang yg tingktan nta Kaisar tempur yg lebih tinggi.
Seru dan sangat mudah dimengerti alurnya Thor. Tapi agak lambat buat naikin kekuatannya Yan Jian. Semangat thor