Seorang Kaisar Abadi yang sedang melewati rangkaian Ujian Langit, mengalami kegagalan karena diserang oleh Pasukan Berjubah. Dirinya yang mengalami luka cukup parah sebab gagal melewati Ujian Langit, serta merasa geram terhadap Pasukan Berjubah. Menggunakan sebuah Teknik Terlarang untuk melawan Pasukan Berjubah hingga menyebabkan tubuh dan jiwanya hancur.
Lima Ribu Tahun kemudian, Ia terlahir kembali sebagai seorang Tuan Muda dari Klan Xiao. Namun sayangnya, Ia terlahir dengan kondisi lautan energi yang tersegel sehingga membuat dirinya tidak bisa berkultivasi.
Tetapi, kondisi yang kurang baik tersebut tidak membuat dirinya menyerah. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya seperti di masa lalu, demi membalaskan dendamnya serta melindungi orang yang ia cintai!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnginBiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 19 - Hutan Spirit Beast
Momen menegangkan tersebut bukan hanya membuat dirinya sedikit merasa takut saat merasakan tekanan aura yang cukup kuat dari Bibi Yi. Tetapi juga memberi tahu Xiao Yun bahwa selama ini, sosok perempuan yang selalu bersikap lemah lembut kepadanya merupakan seorang kultivator. Namun sayangnya, Xiao Yun tidak bisa mengetahui tingkatan kultivasi sebenarnya dari Bibi Yi. Sementara itu, Bibi Yi perlahan mulai menarik kembali tekanan aura yang dikeluarkannya setelah berhasil membungkam mulut Xiao Qinzi serta Ye Wuling.
Ia berusaha untuk mengatur ritme napas dan emosinya agar lebih stabil seperti sebelumnya. Ekspresi wajahnya kini terlihat sangat tenang, namun masih penuh dengan ketegasan. "Maafkan aku, karena sudah bersikap lancang kepada kalian semua. Aku tidak bermaksud untuk menakuti kalian."
"Hanya saja.." Bibi Yi seketika menghela napas panjang. "Selepas melakukan Latihan Bertarung dengan Xiao Lin, kalian seharusnya menyadari satu hal penting. Bahwa, Xiao Yun tidak bisa dikekang oleh aturan apapun di dunia ini."
"Walaupun tindakan yang ia lakukan cukup berbahaya. Namun, itu merupakan caranya untuk berkembang menjadi lebih kuat. Ia tidak dapat disamakan dengan anak-anak sebayanya." seru Bibi Yi sembari memandang lembut wajah Xiao Yun
Tatapan mata Xiao Qinzi mendadak menjadi berat dan intens terhadap putranya. Ia menatap saksama setiap inci tubuh Xiao Yun dengan ingatan berisi segala bayangan kejadian buruk yang sudah menimpa putra kecilnya tersebut. Kata-kata Bibi Yi membuat dirinya mulai memahami jalan takdir yang menemani putranya. Kilauan mata biru di hadapannya menarik kembali ingatan Xiao Qinzi pada masa-masa sulit yang sudah dilewati oleh Xiao Yun hingga saat ini. "Baiklah. Ayah mengizinkanmu untuk pergi ke Hutan Spirit Beast. Tetapi, jika nyawamu sedang dalam bahaya."
"Segera hancurkan Lencana emas Ayah yang masih kau pinjam itu. Lencana tersebut dapat beresonansi dengan Ayah ketika dihancurkan." jelas Xiao Qinzi
Xiao Yun tampak tertegun sejenak saat mengetahui fungsi tersembunyi dari lencana ayahnya. Kemudian, ia segera menangkupkan kepalan tangannya sambil menundukkan kepala. "Aku mengerti, Ayah. Terima kasih karena sudah mengizinkanku untuk pergi."
Xiao Qinzi langsung menghela napas panjang. Ada sebuah penyesalan di dalam lubuk hatinya setelah memberikan izin kepada Xiao Yun. Meskipun ia sudah memahami jalan takdir putranya, tetap ada kekhawatiran yang menjadi duri kecil di dalam hatinya. "Jadi, kau akan pergi sekarang?" tanyanya dengan suara yang berat
"Iya, Ayah. Aku tidak ingin terlalu banyak membuang waktu."
"Kalau begitu, berhati-hatilah selama berada di sana. Dan selalu ingatlah pada ucapan Ayah tadi."
Xiao Yun segera mengangguk pelan. Lalu, ia bergegas pergi meninggalkan Aula Utama dengan langkah yang tegas bersama Bibi Yi. Kepergiannya dari Aula Utama Klan Xiao meninggalkan tubuh Xiao Qinzi yang terpaku tanpa bisa mengeluarkan satu kata pun. Kedua matanya terus menatap bayangan punggung Xiao Yun yang kian pergi menjauh dari pandangannya. "Anak-anak selalu tumbuh dengan cepat." ujar Ye Wuling seraya menggeleng-gelengkan kepalanya
_______
Gerbang Utama Klan Xiao
Sebelum pergi meninggalkan Kediaman Klan Xiao untuk waktu yang lama. Xiao Yun ingin berterima kasih terlebih dahulu kepada Bibi Yi karena sudah membantunya. Di depan Gerbang Utama yang megah tersebut, Xiao Yun segera mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil berisi pil obat. Kedua tangannya menjulur ke depan, memberikan kotak kecil tersebut pada Bibi Yi seraya tersenyum lembut. "Terima kasih karena sudah membantuku, Bibi Yi. Tolong terimalah hadiah kecil ini."
Tubuh Bibi Yi langsung tersentak mundur. Sudut matanya mulai basah saat melihat pemberian tak terduga dari Xiao Yun. Bibirnya bergetar, berusaha mengeluarkan isi hatinya yang dipenuhi oleh kebahagiaan. Kedua tangannya segera meraih kotak kecil tersebut tanpa keraguan, lalu menaruhnya ke dalam pelukan yang hangat. "Terima kasih, Tuan Muda. Aku sangat senang mendapatkan hadiah pemberian Anda ini." ujarnya dengan napas yang berat
Sebuah senyum bahagia terlihat tak bisa lepas dari wajah Bibi Yi. Matanya tertutup lembut, merefleksikan kedalaman rasa syukurnya. Mendapatkan hadiah kecil dari seorang anak laki-laki yang sudah ia rawat dan jaga sejak usia satu tahun, merupakan hal paling terindah yang ia rasakan sepanjang hidupnya. Di sisi lain, Xiao Yun juga merasa senang ketika melihat hadiah kecilnya diterima dengan penuh kebahagiaan oleh Bibi Yi. Walaupun pada awalnya, Xiao Yun tidak mempunyai niat untuk memberikan pil obat tersebut karena hanya bisa digunakan oleh seorang kultivator.
Namun, saat ia merasakan fluktuasi energi murni dari Bibi Yi. Dirinya pun memutuskan untuk memberikan pil obat yang ia dapatkan melalui Gudang Harta Klan Xiao tersebut kepada Bibi Yi. Ia berharap pemberian kecilnya itu dapat membantu perkembangan kultivasi Bibi Yi. "Baiklah. Ini waktunya bagiku untuk berangkat menuju Hutan Spirit Beast. Tolong jaga Klan Xiao selama aku pergi, Bibi." ucap Xiao Yun dengan nada lembut
Bibi Yi segera menundukkan kepalanya. "Baik, Tuan Muda. Aku akan melaksanakan perintah Anda sebaik mungkin. Mohon berhati-hatilah selama berada di Hutan Spirit Beast."
Setelah selesai berpamitan pada Bibi Yi. Xiao Yun langsung bergegas pergi meninggalkan Gerbang Utama Klan Xiao, tanpa melirik kembali ke arah bayangan tubuh Bibi Yi yang mulai terhapus sinar matahari. Langkah kakinya yang penuh semangat, menuntun dirinya menuju Hutan Spirit Beast yang berjarak empat kilometer dari Wilayah Klan Xiao. Xiao Yun akan menempuh perjalanan selama satu jam dengan berjalan kaki untuk sampai ke sana.
_______
"Hahaha, sudah lama sekali aku tidak terbang bebas di dunia luar. Rasanya sangat menyenangkan!"
Suasana dunia luar yang dihiasi oleh berbagai hewan liar, kicauan burung serta embusan angin kencang yang mengibaskan setiap dedaunan. Membuat Yan terlihat lebih bersemangat dibandingkan Xiao Yun. Di dunia luar, ia tidak perlu khawatir terhadap para manusia yang akan melihat keberadaannya. Kedua sayapnya terbuka bebas, menyatu dengan cakrawala biru yang luas. Sedangkan Xiao Yun, sikapnya tampak lebih tenang daripada Yan. Akan tetapi, lubuk hatinya juga merasa sangat senang karena bisa merasakan kebebasan yang diberikan oleh suasana di sekitarnya.
Walaupun sebelumnya ia pernah pergi meninggalkan Wilayah Klan Xiao sesaat. Menuju Istana Pelelangan Sayap Perak, melihat dan merasakan hiruk pikuk pusat Kota Bulan Malam. Namun, atmosfer yang ia dapatkan sangat berbeda. Sebuah senyum kecil merekah yang di sudut bibirnya, menjadi bentuk nyata bahwa dirinya sangat menikmati setiap momem perjalanannya tersebut. Langkah kakinya yang tenang terus berjalan tanpa menemukan hambatan. Hingga akhirnya, sebuah papan nama kayu yang tertancap pada permukaan tanah menghentikan dirinya.
Papan nama tersebut tampak mulai lapuk. Karena terus-menerus terkena sinar matahari serta air hujan secara bergantian. Tetapi, kalimat yang tertulis pada papan kayu itu tetap masih dapat terbaca jelas oleh bibir Xiao Yun. "Hutan Spirit Beast." ucapnya
Tatapan mata Xiao Yun seketika menjadi lurus dan tajam. Ia memperhatikan setiap hal kecil pada bagian luar tempat tujuannya tersebut. Secara kasatmata, Hutan Spirit Beast memiliki tampilan seperti hutan-hutan pada umumnya. Dipenuhi oleh berbagai jenis pohon yang menjulang tinggi serta Spirit Beast liar. Namun, kepekaan indra Xiao Yun samar-samar mampu merasakan pancaran aura kuat dari Spirit Beast yang berada jauh di bagian dalam hutan tersebut. Aroma anyir darah segar yang terbawa oleh embusan angin kencang, menusuk tajam hidungnya tanpa memberi peringatan.
"Apakah kita akan langsung masuk ke dalam, Yun?" tanya Yan
Xiao Yun terdiam. Kedua matanya tiba-tiba terpejam dengan sebuah kerutan dalam di antara alisnya. Tubuhnya tampak terpaku, indranya sedang berusaha menyerap energi murni yang berada di Hutan Spirit Beast. Gelombang energi murni yang cukup instens pun mulai mengelilingi dirinya. Lautan energinya terus-menerus mendapatkan asupan energi murni yang sangat kental. Sampai akhirnya, momentum kenaikan tingkat kultivasi terjadi.
WUSH!
Embusan angin yang mengandung aliran energi murni, mengibas lembut jubah serta rambut putihnya. Matanya berkilat terang, terobosan tingkat kultivasinya yang telah mencapai tahap Pemurnian Energi Lapisan Ketujuh membuat dirinya sangat puas. "Hutan Spirit Beast benar-benar tempat yang menarik." ujarnya seraya tersenyum menyeringai
"Ka, kau langsung naik dua tingkat?! Bukankah ini terlalu cepat untuk seseorang yang baru saja mulai berkultivasi?! seru Yan yang terlihat sangat terkejut
Ia tidak menyangka kalau Xiao Yun masih bisa melakukan hal-hal yang tak normal seperti di kehidupan sebelumnya. Padahal, kondisi Xiao Yun saat ini sangat tidak menguntungkan dalam segala sisi. Xiao Yun hanya mengandalkan instingnya yang sudah tertanam jauh di dalam jiwanya untuk terus berkembang. "Memangnya kenapa? Bagi seseorang yang sudah pernah mencapai puncak dunia bela diri, seperti diriku. Menembus dua tingkat dalam satu tarikan napas adalah hal yang sangat mudah."
Raut muka Yan seketika menjadi masam saat melihat sikap Xiao Yun yang penuh percaya diri. Ia tampak menyesal karena sudah melontarkan beberapa pertanyaan kepadanya. Ia pun segera pergi ke bagian dalam Hutan Spirit Beast sembari mendengus pelan. "Huh! Dasar sombong!"
"Kenapa kau tiba-tiba berkata seperti itu kepadaku, Yan? Aku hanya menjawab pertanyaan darimu." ucap Xiao Yun seraya berusaha mengejar Yan dengan berlari kecil serta senyum lebar pada wajahnya
Xiao Yun terlihat sangat bersemangat setelah kultivasinya berhasil menerobos dalam dua tingkat sekaligus. Pencapaian tersebut menghapus rasa lelahnya yang ia rasakan setelah menempuh perjalanan selama satu jam lamanya. Itu menjadi kekuatan tambahan pada dirinya, untuk menghadapi segala bahaya yang akan ia temui di Hutan Spirit Beast. Langkah kakinya terus berjalan menyusuri jalan setapak yang selalu digunakan oleh para kultivator lainnya. Sepanjang perjalanannya, Xiao Yun akan berhenti sesekali ketika matanya melihat beberapa tanaman obat yang menarik perhatiannya.
Ia mengambil dan menyimpan tanaman-tanaman obat tersebut untuk dibuat menjadi pil obat. Tidak ada larangan tertulis bagi para kultivator yang ingin mencari keberuntungan di Hutan Spirit Beast. Sebab itulah, Xiao Yun tidak menahan diri mengambil beberapa tanaman obat yang berharga dan langka untuk dirinya sendiri. Namun, ia akan selalu meninggalkan sekitar dua hingga tiga tanaman obat yang diambilnya agar tetap bisa berkembang biak. Tindakannya tersebut merupakan hukum mutlak yang dijunjung tinggi oleh para Alkemis di Benua Petarung.
"Hei, Yun! Jika kau sudah selesai memetik tanaman-tanaman obat itu. Cepatlah datang ke sini!" seru Yan melalui transmisi suara
Pandangan Xiao Yun langsung tertuju pada tubuh Yan yang berjarak sekitar tiga puluh meter dari tempatnya berada. Posisi mereka tidak berdekatan, karena Yan berinisiatif memeriksa setiap kondisi yang tak biasa di hutan tersebut. Nada suaranya yang terdengar tegas tadi, membuat Xiao Yun bergegas menghampirinya dengan ekspresi serius. "Ada apa, Yan? Apa kau menemukan sesuatu yang menarik?" tanya Xiao Yun sembari menatap tajam sebuah Gua besar di hadapannya
"Aku merasakan fluktuasi energi murni yang sangat padat dari Gua besar ini." jawab Yan dengan nada suara yang berat