Samanta tidak menyangka,setelah ia bertemu dengan pria bernama Alfin ia meras hidup di antara dua alam, akankah tumbuh perasaan di antara mereka, bisakah hantu dan manusia bisa bersama.
Yuk ikuti kelanjutan ceritanya,,..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deii Haqil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CINTA DUA DUNIA
Bab 19
Sam yang diliputi perasaan cemas sudah berdiri di depan kantor
menunggu kedatangan Bos nya, tak lama sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti di depan nya.
Terlihat seseorang yang duduk di kursi belakang menurun kan kaca mobilnya.
"Masuklah.." Dengan suara bariton nya Radit menyuruh Sam untuk masuk ke dalam mobil.
Sam yang bingung pun membuka pintu depan mobil lalu duduk di sebelah sopir.
"Siapa yang menyuruhmu duduk di depan..? memang nya kamu asisten saya..?!"keluh Radit saat melihat Sam.
"Terus saya duduk di mana pak..?" tanya Sam heran.
Radit melirik kursi di sebelah nya " Disini," Balas Radit masih dengan ekspresi datar nya.
Sam yang sedikit kesal pun akhirnya keluar dari dalam mobil lalu masuk kembali dan duduk di samping atasan nya ini.
"Jalan.." Radit menyuruh sopir nya untuk melaju meninggalkan gedung perkantoran tersebut.
Di sepanjang perjalanan, mereka hanya terdiam tanpa sepatah kata, suasana pun menjadi hening tanpa ada yang mau memulai percakapan.
Sam yang ragu ingin memberanikan diri untuk bertanya, tetapi ia urungkan setelah mobil berhenti tepat di depan sebuah restoran.
"Kita sudah sampai, ayo turun." ucap Radit sambil memberikan senyuman manis nya kepada Sam.
Sam hanya bengong sambil melihat ke arah Radit yang membuka pintu mobil dan berjalan keluar.
WHAT!! Ini orang kenapa sih?.. Nggak waras apa yah, tadi di kantor dan saat masuk mobil gaya nya kayak kulkas 7 pintu, tapi lihat sekarang,, pake senyum segala... ramah lagi ngomongnya... Jadi makin bingung gue...
Sam yang tersadar dari lamunan nya bergegas keluar dari mobil dan mengikuti Bos nya yang sudah lebih dulu memasuki Restoran.
Radit berjalan menuju meja yang berada di lantai dua, terlihat suasana restoran yang indah dan sangat aestetik membuat Sam yang terus berjalan di belakang nya merasa takjub dengan desain interior nya yang bagus, sampai mereka tiba di depan sebuah meja yang menghadap keluar kaca jendela, membuat pemandangan perkotaan terlihat dari atas sana.
"Silahkan duduk."
Radit menarik kursi untuk Sam, dan ia pun duduk berhadapan dengan nya.
"Terimakasih.." balas Sam.
"Gimana kabar kamu selama ini,maaf saat kamu berada di rumah sakit aku tak sempat menengok,karena aku sangat sibuk.." ucap radit membuka obrolan.
"Tidak apa² pak, itu sudah berlalu.." jawabnya gugup.
"Bagaimana keluarga mu..? Apa mereka baik baik saja.."
Sam heran mengapa Radit terus bertanya hal tentang diri nya, apakah pertemuan ini bukan membahas tentang urusan pekerjaan, pikirnya.
"Mereka baik,,, Maaf pak,apakah kita keluar hanya untuk membincangkan urusan pribadi bukan urusan kantor..?!" jawab Sam tak tahan dengan situasi saat ini. Padahal ia sudah cemas memikirkan pekerjaan nya yang terancam di ujung tanduk.
Radit pun menanggapi nya dengan tersenyum dan menggelengkan kepala nya.
"Maaf ya,saya tidak memberi tahu sebelum nya,karena takut kamu menolak ajakan saya, saya hanya ingin makan siang bareng kamu..itu saja, tidak ada urusan apapun.." jawab nya tidak merasa bersalah.
tapi sikap lo itu bikin gue jantungan tau,,!! huuh.. ucap Sam dalam hati.
"Jadi saya tidak di pecat Pak,,maksud nya saya tidak melakukan kesalahan..?" ucap Sam menggebu gebu.
"Tidak, kenapa harus di pecat, memang nya kamu kenapa..?" Radit malah balik bertanya dan sedikit bingung.
Sam seperti kena prank oleh Bos nya sendiri, kenapa tidak bilang saja dari awal.
Sungguh saat ini ia ingin sekali mencubit jantung si Bos, dan menendang nya sampai terbang menuju antartika dan bergabung bersama para beruang kutub disana.
"Ekhem, tidak.. sepertinya saya hanya salah sangka, maaf pak" Jawab sam sambil tersenyum garing ,tapi dalam hati nya ia sangat kesal.
"Panggil saja Radit, ini di luar kantor." ucap nya sambil memandang ke arah Sam.
Sam yang di tatap seperti itu merasa tidak nyaman, ia bergegas mengalihkan perhatian nya agar tidak beradu pandang dan untung saja pegawai restoran segera datang untuk menyerahkan buku menu dan menanyakan pesanan.
.
.
.
Setelah pesanan datang Radit pun mempersilahkan Sam untuk menyantap hidangan. Banyak berbagai menu yang tersaji di atas meja,,dari steik daging sampai ayam betutu over rice, dan berbagai hidangan pendamping lain nya terlihat sangat menggugah selera.
"Maaf pak, maksud saya mas, bang..atau akang..?" tanya Sam kikuk.
"Kalau kamu sungkan, boleh panggil saya 'kak',," jawab radit masih dengan Senyum di bibir nya.
"Eum.. Apa kak Radit mengundang orang lain untuk makan bersama? Ini makanan nya banyak sekali.." tanya Sam sangat heran. melihat makanan yang hampir penuh sampai memenuhi seisi meja.
"Tidak, ini hanya untuk kita berdua." jawab Radit.
"Makanlah, mumpung masih hangat." sambungnya ramah.
Sam yang di buat melongo pun akhirnya mulai makan, ia hanya mengambil sedikit nasi dan sayuran dengan porsi kecil, Sam sengaja menjaga image nya agar terlihat anggun dan sopan,, tidak seperti aslinya yang bar bar ketika sedang kalap kalau makan.
"Kok cuma makan sedikit, apa mau pesan yang lain..?" tanya Radit heran.
"Tidak usah, kak.. saya masih kenyang, tadi sebelum kesini saya sempat makan bekal, yang di bawa dari rumah.."elak Sam. Padahal pagi ini ia sampai melewatkan sarapan dari tadi pun perutnya menjerit jerit minta di isi saking lapar nya.
Padahal kalau tidak malu ia ingin sekali melahap steik dan ayam yang ada di hadapan nya ini.. Sungguh terlihat sangat enak, sampai Sam beberapa kali menelan air liur saat melihat nya.
"Oh, begitu.. ya sudah.. nanti minta tolong bungkuskan saja ya, untuk di bawa pulang, nanti kamu bisa memakan nya setelah pulang kantor.." ujar radit kepada Sam.
Walau pun ia merasa heran kenapa Bos nya ini sangat perhatian pada nya padahal ini pertemuan pertama mereka, tetapi kenapa seolah olah Radit sudah kenal dengan nya sejak lama? Tapi nama nya rezeki mana boleh ditolak, jadi terima saja.
"Terimakasih kak, tidak usah repot-repot.." jawab Sam sungkan.
"Sama sekali tidak,,oh iya Sam..boleh tidak kalau saya mengajak kamu untuk makan siang bersama lain waktu.?"
Radit sangat tertarik kepada Sam sejak awal ia berjumpa, kala itu ia baru menjabat menjadi pemimpin perusahaan untuk menggantikan ayah nya satu setengah tahun lalu, karena sang ayah telah pensiun dan memilih untuk menyerahkan nya pada sang putra untuk di kelola, pada saat itu Radit baru saja menyelesaikan study nya di luar negri.
Semenjak itu Radit diam² selalu memperhatikan Sam, terkadang saat waktu istirahat kantor, dan semua hal tentang nya membuat ia semakin tertarik, Radit bahkan tau jika Sam seperti seorang mukbang'ers jika sedang makan. Sam sangat suka makan dengan porsi yang banyak, tapi itu tidak mengurangi penampilan nya yang cantik,
Tapi kali ini ia memberanikan diri untuk bisa lebih dekat dengan nya.
"Eum,, boleh..tapi saya tidak janji ya kak" jawabnya. Antara bingung dan masih tidak percaya dengan sikap atasan nya ini.
"Ya sudah,jangan di ambil hati..ayo selesai kan makan nya, jam makan siang sebentar lagi habis, kita harus segera kembali ke kantor." Titah Radit sambil menyeruput kopi pesanan nya.
Sam pun cepat menyudahi acara makan nya lalu mereka bersiap untuk turun dan berjalan menuju keluar Restoran.
Saat sampai di parkiran, seseorang pegawai restoran datang menghampiri mereka dan menyerahkan paper beg, yang berisi makanan tadi dan memberikan nya kepada Radit.
"Ini,nanti di makan ya." ucap nya. Sambil menyerahkan paper bag itu kepada Sam.
"Makasih pak Radit," Sam pun menerima nya, walau pun sangat sungkan dan merasa tidak enak.
"Sama-sama,,ayo !"
Radit meminta Sam untuk segera masuk ke dalam mobilnya, lalu mereka melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arah kantor.
.
.
"Terimakasih pak,makanan..saya akan ke meja saya kembali." pamit Sam. Setelah ia turun dari dalam mobil.
Radit hanya menurun kan kaca mobil nya sambil tersenyum, dan berlalu menuju basement.
Buru² Sam masuk ke kantor dan duduk di meja nya, ia bahkan menyembunyikan paper bag,di belakang badan nya agar tidak terlihat oleh karyawan yang lain, Sam juga sempat dengar gosip dari kak Sinta bahwa Bos nya ini banyak di kagumi oleh karyawan wanita di tempatnya bekerja.
Ia tidak ingin sampai ada kesalah faham an, tentang apa yang di ucapkan Sinta pada nya tentang Bos nya itu, Sam hanya menghormati nya sebagai atasan saja, tidak lebih.
* Bersambung..*