NovelToon NovelToon
Alvaro

Alvaro

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:941
Nilai: 5
Nama Author: Patmandari Nugraheni

Alvaro Zaidan Alexander adalah anak ketiga dari empat bersaudara, ia adalah anak tengah yang hampir terlupakan oleh keluarganya sendiri semenjak sang mamah meninggal, keluarganya yang dulunya harmonis dan hangat sekaranh hanya keluarga dingin dan juga kaku.
Dan ada satu kejadian yang membuatnya berubah yaitu musuh bebuyutan sang Papah yang mengincarnya yang membuat sang Papah dan 3 saudaranya berubah seketika...

Apa yang di inginkan oleh musuh Papah kepada Alvaro?
Apakah mereka berhasil melindungi Alvaro atau tidak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patmandari Nugraheni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 17 Akhir Pekan Bersama Uncle Sam dan Novel Baru

Keesokan harinya, di dalam kamar Alvaro yang tenang dan juga sunyi karena sang pemilik kamar masih belum beranjak dari kasurnya yang sangat empuk itu bahkan belum bergeser sedikit pun dari selimutnya.

[Kamar Alvaro - Pukul 07.30 WIB]

Di luar kamar terdengar suara ketukan yang memanggil sedang namanya dengan cukup keras dan orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah uncle Sam yang sedang membangunkannya.

"Varo apakah kamu sudah bangun?" Ucap Uncle Sam.

"Ya sudah, tapi uncle aku masih ngantuk 5 menit lagi ya" jawab Alvaro dean nada serak sekaligus malasnya tapi dengan mata yang masih tertutup rapat.

"Tidak bisa Varo kamu juga harus bangun karena kamu belum sarapan Varo nanti kamu sakit gimana" ujarnya sambil membangunkan Alvaro yang masih belum bangun juga.

"Atau uncle masuk aja yaa" ucapnya lagi.

"Hah, gak usah uncle aku bakal bangun kok" jawabnya sambil masih bermalas-malasan.

"Ya sudah ayo segera bersiap-siap dan turun kebawah untuk sarapan kasihan nanti tubuhmu" jelasnya.

"Hmm" jawabnya singkat.

Uncle Sam yang mendengar gumaman dari dalam kamar Alvaro pun hanya bisa menghela nafas kasar, lalu ia pun meninggalkan pintu kamar Alvaro dan menuruni tangga untuk pergi ke arah dapur untuk memasak makanan favorit Alvaro di rumah yaitu nasi goreng seafood. Ia pun memaksa kedua matanya untuk membuka matanya, saat ia membuka matanya hal pertama yang ia lihat adalah langit-langit kamarnya yang berwarna biru langit dan selama beberapa menit ia pun mengumpulkan nyawanya dan membuang rasa malasnya itu. Dengan menghela nafas panjang kasar ia pun menyibakkan selimutnya dan ingin pergi bersiap-siap, sesampainya di depan kamar mandi ia pun mencium aroma harum yang sangat ia sukai dan ia ingin cepat-cepat untuk bersiap-siap dan pergi ke bawah untuk pergi ke bawah menuju ke ruang makan.

Alvaro pun cepat-cepat memasuki kamar mandinya, begitu pintu kamar mandi tertutup ia pun segera ingin menyelesaikan ritual mandinya dan cepat-cepat untuk turun kebawah karena sekarang ia sudah sangat-sangat lapar.

Dan ia hanya membutuhkan waktu dua puluh menit untuk mnyelesaikan ritual mandinya, ia keluar dengan handuk yang sudah melingkar rapi di pinggangnya dan meninggalkan sedikit tetesan air yang ada di ujung rambutnya. Langkah kakinya pun menuju ke arah walk in closet untuk memilih baju yang ingin ia pakai, setelah rapi menggunakan baju dan celana yang senada dan juga sangat rapi untuk ia gunakan di dalam mansion.

Alvaro pun melihat pantulan dirinya setelah menggunakan pakaiannya baju putih dengan bahan katun dan juga celana krem, setelah menyisir rambutnya dengan rapi ia pun mengambil salah satu parfum miliknya berbau citrus dan buah-buahan antara segar sekaligus manis yang sangat enak bagi dirinya. Rasa kantuk yang tadi menggelayutinya beberapa saat yang lalu kini telah menguap seketika di gantikan oleh rasa lapar yang sudah menggerogoti dirinya.

Ia pun melangkah keluar keluar dari dalam kamarnya, ia pun turun ke lantai bawah menggunakan lift yang ada di mansionnya menuju lantai satu. Sesampainya di lantai satu ia pun berjalan menuju ke arah ruang makan yang memiliki bau yang sangat amat ia sukai.

Ia melihat uncle Sam yang ternyata yang sedang membuat sarapan untuknya, nasi goreng favoritnya yang dulu sering sang mamah buatkan untuknya dulu. Uncle Sam yang ia lihat masih menggunakan apron berwarna abu-abu yang senada dengan seragam yang ia kenakan.

"Wau uncle aromanya sangat enak" ucap Alvaro dan uncle Sam hanya memberikan senyum tipisnya.

"Uncle tau nasi goreng favoritku dari mana?" tanya Alvaro sambil menyuapkan nasi goreng itu ke dalam mulutnya.

"Kan dulu nyonya sering membuatkan Varo nasi goreng ini ya uncle tau lah" jawab uncle Sam dan di balas anggukan oleh Alvaro.

20 menit kemudian, setelah Alvaro menyelesaikan sarapannya pun membawa alat makannya menuju ka arah dapur supaya bisa ia bersihkan.

"Alvaro mau kemana bawa alat makannya?" tanya uncle Sam.

"Mau nyuci piring uncle" jawabnya.

"Gak usah Varo biar uncle saja" ucap uncle Sam kepada Alvaro.

"Gak papa uncle udah kewajiban Varo, uncle duduk aja cuma sebentar kok" ujarnya kepada uncle Sam supaya ia tidak di larang.

"Ya sudah uncle temenin" ucap uncle Sam lagi dan di angguki oleh Alvaro.

5 menit kemudian, ia pun sudah selesai menyuci alat makannya yang tadi ia gunakan untuk sarapan dan sekarang meja makan dan dapur pun kembali bersih karena di bersihkan oleh Alvaro dan uncle Sam.

"Terima kasih ya Uncle sudah buatin sarapan favoritku" ucapnya kepada uncle Sam.

"Gak masalah Varo uncle sang kalau kamu suka sama makananya" ujar uncle Sam kepada Alvaro sambil memberikan senyum simpulnya.

"Habis ini kamu mau kemana Alva?" tanya uncle Sam.

"Aku mau ke gramedia aja deh uncle mau beli buku novel" jawabnya.

"Biar uncle temenin" ucap Alvaro kepada uncle Sam.

"Gak usah uncle biar Varo pergi sendiri" ujarnya dan di balas gelengan oleh uncle Sam.

"Gak gak boleh, kamu kalau mau pergi keluar sama uncle aja" ujarnya dan di balas helaan nafas dan anggukan kepala sebagai tanda ia setuju.

"Ya sudah aku mah ambil hp dulu uncle" ucapnya dab di balas oleh anggukan oleh uncle Sam.

Alvaro pun bergegas kembali ke arah kamarnya menggunakan lift, sesampainya di kamar ia pun menyambar hpnya yang ada di nangkas.

Dengan perasaan yang sangat semangat ia pun bergegas keluar dari dalam kamarnya menuju ke arah lift mansion dan ia pun turun menggunakan lift dan menghampiri uncle Sam yang sedang menunggunya di ruang tamu mansion.

"Ayo uncle aku sudah siap" ucap Alvaro semangat dan di balas anggukan oleh uncle Sam.

Dan mereka berdua pun keluar menuju ke parkiran mobil mansion Alexander yang berjajar rapi dan juga mahal tentunya.

Mesin mobil dinyalakan dengan halus, dan perlahan kendaraan roda empat itu melaju meninggalkan gerbang mansion yang megah. Suasana di dalam mobil terasa begitu nyaman diiringi alunan musik instrumental yang diputar dengan volume rendah.

"Varo kamu mau gramedia yang mana pusat atau yang deket taman kota?" tanya uncle Sam.

"Yang pusat saja uncle lebih lengkap dan bervariasi" jawabnya dan dia angguki oleh Alvaro.

Perjalanan menuju ke mall pusat hanya membutuhkan waktu dua puluh lima menit, di sepanjang perjalanan mereka hanya mengobrol ringan dan sesekali Alvaro menyenandungkan lagu yang sangat ia suka.

Sesampainya di lobi mall, mereka berdua pun kangsung masuk dan menuju ke gramedia yang ada di lantai dua dan sesampainya mereka berdua di depan gramedia mereka pun kangsung masuk dan Alvaro sudah sibuk memilih-milih novel tang ingin ia beli dan gender kesukaannya adalah brothership, anak tengah dan anak bungsu dan ia mencari yang endingnya happy ending.

30 menit kemudian, Alvaro pun mendapatkan buku yang ingin ia beli dan di belakangnya selalu ada uncle Sam yang menjaganya.

"Sudah Alva?" tanya uncle Sam.

"Sudah uncle" jawab Varo.

"Ya sudah bayar dulu" ucap uncle Sam dan di angguki oleh Alvaro.

"Kak mau bayar" ujar Alvaro.

"Oh iya kak cuma ini aja bukunya?" tanya kasir.

"Iya itu aja kak" jawabnya.

"Harganya 380.000 kak, mau cash atau qris?" tanya kasir.

"Qris aja kak" jawab Alvaro.

"Sudah ya kak" ucapnya lagi sambil menunjukkan hpnya.

"Iya kak sudah, terima kasih ya kak" ujar sang kasir dan di balas senyuman hangatnya.

Setelah mereka pergi dari gramedia, mereka pun bingung mau pergi kemana.

"Alva mau pergi kemana lagi?" tanya uncle Sam.

"Pulang aja uncle" jawab Alvaro dan di angguki oleh uncle Sam.

"Biar uncle bawakan bukunya" ucap uncle Sam.

"Makasih uncle" ujar Alvaro dan di balas anggukan oleh uncle Sam.

Mereka pun berjalan menuju ke arah area parkiran mobil dan mereka pun segera pulang ke mansion, hari pun di tutup dengan Alvaro yang bersantai di dalam kamar sambil membaca novel yang tadi ia beli bersama dengan uncle Sam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!