NovelToon NovelToon
Maaf Aku Memilih Pergi

Maaf Aku Memilih Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Poligami
Popularitas:289.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mayra Zahra

Nafisha Retno Kinathi adalah seoarang ibu muda yang harus berjuang sendiri menghidupi rumah tangganya, meskipun sosok suaminya masih berdiri gagah.

Hidup berdampingan dengan suami yang begitu menjunjung tinggi rasa hormatnya kepada ibundanya membuat Nafis harus sering mengalah. suaminya selalu menyerahkan segala keputusan di tangan umminya. Termasuk dalam hal urusan rumah tangganya.

Dalam segala hal Nafis mencoba mengalah tapi, ketika ibu mertuanya mengingikan suaminya menikah lagi Nafis berontak.

Masih sangupkah Nafis mempertahankan rumah tangganya, atau dia memelih menyerah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

  Perjalanan panjang harus Nafis tempuh demi bisa menjumpai putri pertamanya ke Tuban berakhir sia-sia. Kini dia sedang duduk di cafetaria bandara menunggu rombongan Farid yang akan membawanya bersama terbang ke Semarang. Sekali lagi dia akan berusaha untuk bisa menjumpai putrinya.

   Di Semarang nanti dia akan di jemput kang Tejo untuk melanjutkan perjalanan menuju Pati bersama dengan Andini juga. Semalam dia sudah mengontak Andini dan kebetulan tidak ada sidang yang harus di jalani Andini hari ini.

  Hampir lima belas menit dia menunggu dan beruntung Farid mengabari jika mereka sudah sampai di parkiran bandara. Karena jet pribadi milik Farid sudah siap makan mereka pun bergegas.

  Sempat khawatir ada kamera wartawan yang melihat. Nafis hanya tidak mau menambah kesemrawutan di hidupnya. Itu kenapa semalam dia sempat menolak di ajak bareng oleh Farid.

  Pesawat mengudara dengan tenang. Sepanjang mengudara Nafis terus diam menatap gumpalan awan dari jendela pesawat yang di tumpanginya. Tak ada yang berani menegur, karena semua tau suasana hari Nafis.

  Begitu sampai Nafis pun segera turun dari jet pribadi milik Farid. Tak lupa dia mengucapkan terima kasih kepada Farid karena sudah di beri tumpangan.

  Sebenarnya Farid mengatakan akan mengantar Nafis hingga ke Pati tapi, Nafis tolak dengan halus. Ia tau akan sangat beresiko jika dia terus berada di sekitar Farid. Dan juga kang Tejo juga sudah menjemputnya.

  " Terima kasih banyak atas niat baik mas Farid dan kamu Mir tapi, jemputan saya juga sudah datang. Jadi mohon maaf sekali lagi, tidak bermaksud menolak tapi, terima kasih sudah di antar sampai sini."

  " Ya sudah kalau mbak Nafis sudah ada yang menjemput. Soalnya kami juga mau melanjutkan perjalanan darat ke Kudus, jika belum di jemput bersama kami saja "

  " Terima kasih banyak mas, mohon maaf saya duluan njeh, karena sopir dan sahabat saya sudah menunggu "

  " Silahkan "

  Nafis bergegas menemui kang Tejo dan Andini yang sudah menunggunya di terminal kedatangan domestik. Sementara Farid hanya menatap wanita itu dari jauh. Berharap usaha perempuan itu untuk menemui putrinya membuahkan hasil.

   " Kasian kak Nafis ya bang, semoga saja dia bisa segera bertemu dengan putrinya "

   " Aamiin "

Sementara itu

Begitu bertemu dengan Nafis, Andini langsung membawa sahabat baiknya itu masuk kedalam mobil. Banyak hal ingin dia tanyakan pada sahabatnya itu. Tapi tentu tidak di ruang terbuka begini. Bagaimana pun sahabatnya sekarang banyak di kenal publik.

" Capek ya, nih aku beliin kamu kopi ?" Ucap Andini begitu mereka duduk di dalam mobil milik Nafis.

" Makasih Din "

" Kita langsung ke Pati bu ?"

" Iya kang tapi, ke rumah budhe Nur dulu ya kang ?"

" Baik bu "

" Gimana ceritanya bisa tidak ketemu Azizah ?" Nafis menghela Nafas.

" Aku sampek sana Zizah sudah di bawa Hanafi Din, mungkin baru 10 menitan mereka keluar dari pondok."

" Hanafi benar-benar menguji kesabaranku kali ini Din. Dia sendiri yang bilang tidak bisa menjemput Azizah, Sudah begitu dia memboyong Azizah tanpa pamit sama pengurus pesantren nunggak Administrasi 20 juta lebih Din ?"

" Nggak ada akhlak ya begitu "

" Aku hanya takut jika ibunya Hanafi benar-benar melakukan ancamannya Din, membawa Zizah menjauh. Kasihan Zizah Din, harus terombang-ambing begini. Dia pasti bingung sekarang, pulang yang awalnya aku yang mau jemput, malah abinya. Sampai rumah aku dan adiknya tidak ada. Takutnya malah dia ketemu istri baru abinya Din. Dia pasti terluka "

" Aku rasa baik Hanafi maupun ibunya belum tentu sudah berani mempertemukan Zizah sama ibu sambungnya. Secara pria gila itu ngakunya lajang sama mertuanya"

" Semoga saja "

Dua jam mereka tempuh dengan perjalanan darat. Begitu sampai rombongan Nafis Langsung menuju rumah budhe Nur, terlebih dahulu. Kebetulan rumah budhe Nur, tidak jauh dari Rumah Nafis. Kedatangan mereka sudah di tunggu oleh budhe Nur.

" Assalamu'alaikum budhe " ucap Nafis.

" Wa'alaikumsalam nduk, Hayo masuk. Naufal tidak ikut ?"

" Tidak budhe, Nafis belum kembali ke Jogja. "

" Budhe sudah bertemu Zizah belum ?" Budhe Nur mengeleng.

" Istri abinya Zizah di sini Budhe ?"

" Nggak nduk, budhe saja belum pernah ketemu"

" Tapi, mas Hanafi di rumah kok mbak, tadi pas lewat aku lihat sedang bersihin halaman. Coba aja mbak Nafis kesana, siapa tau masih ada "

" Gimana Din ?"

" Ada baiknya memang kamu bicara sama Hanafi secara baik-baik Fis."

Nafis memilih berjalan kaki menuju rumahnya. Benar saja gerbangnya terbuka. Ada motor milik Hanafi di garasi yang biasa penuh dengan mobil Nafis.

Usai mengucap salam, Nafis langsung masuk dan mendapati Hanafi sedang menurunkan foto-foto mereka dulu. Dia begitu terkejut melihat Nafis ada di hadapannya.

" Zizah mana mas, anakku mana ?" Nafis tidak mau bertele-tele.

" Zizah sama ummi dek "

" Di bawa kemana, kembalikan anakku mas. Aku mau Zizah. Tolong jangan menambah daftar rada benciku kepadamu mas "

" Aku tidak tau dek "

" Kemaren kamu yang bilang agar aku yang menjemput Zizah, lalu kenapa kamu datang lebih dulu kesana. Maksud kamu apa mas ?"

" Ehm...aku hanya di suruh ummi dek, kata ummi ada pesantren bagus di Kudus yang santrinya khusus perempuan semua ?"

" Terus pesantren yang di Tuban bagaimana ?"

" Zizah sudah boyong kok dek ?"

" Tanpa Izin kepada bu Nyai dan nunggak Administrasi sebanyak itu ?"

" Ya kan ATM mas yang biasa buat membayar administrasinya Zizah kamu blokir dek, gimana mas mau bayarnya ?" Nafis terkekeh.

" Kamu pikir setelah semua kegilaan ini kamu lakukan, aku masih mau membantu kamu secara finansial seperti sebelumnya ?"

" Oya, aku baru memblokir Rekening itu selama 4 bulan. Kenapa bisa Azizah nunggak administrasi 8 bulan, kamu kemanakan yang 4 bulan lagi. Dan jangan bilang kamu juga tidak pernah mengirimkan uang sakunya Azizah mas ?" Hanafi terlihat gelagapan.

" Maaf dek, uangnya untuk biaya mas menikah siri dengan Ning Hafizah."

" Jedaaaarr....." Rasanya bagai tersambar petir. Tubuh Nafis sedikit limbung, beruntung dia lekas menguasai diri.

" Kamu bilang apa tadi mas?"

" Untuk biaya menikah siri, kapan ?"

" Satu tahun lalu, setelah hari raya " Sesak dada Nafis mendengarnya. Rupanya sudah selama itu dia di khianati.

" Jadi... Waktu ummi bilang itu kalian sudah menikah ?"

" Iya dek, maaf. "

Nafis tidak mampu membendung tangisnya. Kegilaan ini benar-benar melukainya. Tidak pernah menyangka suaminya berkhianat sedemikian rupa padanya.

" Jahat kamu mas, jahat " Ucap Nafis dengan air mata berderai.

" Tolong lepaskan aku mas, jatuhkan talak atasku. Biarkan aku lepas dari rasa sakit ini " Ucap Nafis lirih.

" Jangan begini dek, mas tidak bisa lepas dari kamu " Hanafi berusaha meraih tubuh Nafis tapi, dengan keras Nafis menepisnya.

" Kamu tidak bisa lepas dariku apa uangku mas ?" Teriak Nafis lantang.

" Kenapa kamu ngomong begitu dek, aku tulus sayang kamu "

" Bohong banget kamu mas, kalau kamu sayang kamu nggak akan melukai aku seluar biasa ini. "

" Aku tunggu sampai besok. Kalau kamu kembalikan Zizah ke aku. Akan aku pastikan, aku sendiri yang akan mengambil sendiri Azizah dan tidak akan satu orang pun yang bisa menghalangiku, termasuk ummimu " Dengan lantang Nafis berbicara sembari menunjuk Hanafi.

Sepanjang jalan menuju ke rumah budhe Nur, air mata Nafis sudah tidak bisa di bendung. Dia tak lagi peduli dengan tatapan para tetangga. Toh semua orang sudah tau kondisi rumah tangganya.

Begitu sampai di di rumah budhe Nur, tangis Nafis semakin tumpah dalam dekapan budhe Nur.

" Zizah tidak ada dimana-mana budhe. Di rumah Ummi juga tidak ada "

" Yang sabar, kita tunggu Abimu nduk. Siapa tau abimu atau adikmu ada yang tau Aminah membawa Zizah kemana "

" Ternyata budhe ..."

" Iya nduk, budhe juga baru tau dari adimu dua minggu lalu. Maaf budhe bingung bagaimana mau menyampaikan ini ke kamu nduk "

" Mas Hanafi memakai uang pendidikan Zizah untuk menikahi maduku budhe. Uang yang aku hasilkan dengan keringatku sendiri budhe " Budhe Nur hanya bisa memeluk Nafis dengaj erat. Dia malu dengan kelakuan adik ipar dan keponakannya itu.

" Rada-rada memang Hanafi itu. Nikah lagi kok pakai harta istri tua, nggak takut karma apa ya ?" ucap salah satu putrinya budhe Nur.

Selang tidak lama datang abi Rahmad dan dua adik Hanafi. Usai saling mengucap salam, qonita langsung memeluk tubuh kakak iparnya.

" Bagaimana kabarnya mbak ?" Nafis kembali menangis di pelukan adik iparnya itu.

" Maafin kami ya mbak, kami benar-benar tidak bisa berbuat banyak. Mbak tau ummi kan, kalau punya kemauan susah buat di bujuk."

" Abi juga minta masf ya nduk, abi sudah berusaha sedemikian rupa agar pernikahan itu di batalkan. Tapi, rupanya mereka sudah menikah siri satu tahun yang lalu. "

" Dan gongnya paklik, Hanafi nikah pakai uang pendidikannya Azizah dan hasil menguras isi ATM Nafis. Seserahan saja ambil di butiknya Nafis."

" Betul begitu nduk ?" Nafis mengangguk.

" Abi tolong bicara dengan Kyai Ubaidillah. Mas Hanafi memboyong Zizah tanpa pamit dan belum menyelesaikan administrasi sebanyak 20 juta lebih "

" Astagfirullah.. Anak itu "

" Nanti biar Abi menghubungi beliau nduk, jadi kemaren kamu juga ke Tuban nduk ?"

" Iya Abi, karena mas Hanafi bilang tidak bisa menjemput. Tapi, waktu Nafis sampai sana ternyata Zizah sudah di ambil mas Hanafi."

" Kamu sudah ketemu Hanafi ?" Nafis mengangguk.

" Tolong njeh abi, atau yang lain. Kalau mengetahui Azizah di bawa ummi kemana segera hubungi Nafis "

" Iya nduk "

Nafis memilih kembali ke Jogja sore ini juga. Permintaan abi Rahmad untuk menginap dia tolak dengan halus. Pikirannya tidak tenang sebelum ketemu dengan orang tuannya. Tekadnya sudah bulat. Toh sudah tidak ada yang bisa dia pertahankan dari pernikahannya dengan Hanafi.

"

1
WHATEA SALA
Keras kepala juga ya si Nafis ini,sok kuat,padahal kalau dia cerita sama orang tua nya akan terasa ringan dan tentu ada solusi dan banyak membantu,tapi lihat semakin pontang panting kan..semua mau di pikul sendiri seolah gak punya orang tua.
𝐈𝐬𝐭𝐲
akhirnya sah juga setelah lama menunggu...
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah sesuai harapan dan semoga pas akad semoga lancar tak ada halangan... saatnya Nafis berbahagia...
Susi Lawati
saatnya kamu bahagia fish segala sesuatunya jangan di pendam sendirian sekarang ada tempat yg nyaman dan leluasa tanpa harus merasa sungkan untuk kamu berbagi suka dan duka...
nunik rahyuni
menuju halal.. langsung gaaasszz biar louncing nafisa versi saset ato farid versi saset.banyak anak banyak rejeki
Agus Munib
top
nunik rahyuni
terlalu banyak liku liku ....kisah perjalann yg kurleb sama dg sebelum2nya
.langsung menuju pelaminan tanpa banyak acara
🌷tinull💞
inti nya komunikasi harus lancar jangan dipendem sendiri 😍
semangat terus Thor 👍
Hastutik cairn Brisbane
ruwet bin mbulet...simple lebih enak...bisa buat santai...
Tarwiyah Nasa
Nafis tu keras kepala
Susi Lawati
sepertinya trauma Nafis juga belum sembuh total, harus di sembuhkan dulu itu
Lee Mba Young
Nafis kelelahan tanpa mikir dirinya, pdhl anak nya masih butuh dia lo. kl terus bgini yg ada dia cpt mati.
bnyak TKW yg sakit hati tp masih bisa mikir, oiya kl Aku kerja rodi tanpa mikirin diri sendiri yg ada mlh rugi, kesehatan menurun ya kl ttp sehat kl sakit parah gimana nasib anak nya.

pdhl para TKW itu sdh nabung uang Dr luar Negri buat rumah eh suami di rumah mlh nikah lagi akhir nya rumah di bulldozer, tp mereka tau cara agar trauma hilang. healing tipis tipis, konseling juga.
kl nafis ini pdhl psikolog tp gk bisa nolong diri sendiri alasan trauma. yg ada mlh sakit sakit an. ya krn gk mau healing tipis tipis, nilmati Alam, nikmati karya Tuhan.
𝐈𝐬𝐭𝐲
Nafis suka abai dengan kesehatan selalu kerjaan yg di pikirkan sampai lupa tubuh juga perlu istirahat..
Siti M Akil
inaroh yang tidak tahu lelaki nya punya istri 🤣🤣
Adi Sudiro
panggilan nya umi tapi kelakuan nya umami🤭🤭🤭
Mayra Zahra: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Susi Lawati
wajar sih kalau zizah kecewa Ama bapaknya...
Kale
mertua laknat,,
Kale
sesakit itu ya menikah dng lelaki yg mengutamakan ibunya,,,hanafi jadi suami gk ada ketegasannya sama sekali,,,klau punya ibu sprti itu ,bukan surga yg kmu dapat fi,,,terimakasih kak author,,tokoh wanitanya gk menye",,,sukses slalu buat kak author/Rose/
Kale
apakah pak farid jodohnya nafis?
Kale
ya Allah,,,aku lihat suaminya pingin ikut gampar aja,,biar otaknya waras dikit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!