NovelToon NovelToon
Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: LEVIATHAN_M.S

“Ayam kecil, berhenti berlari dan kembalikan buah persikku!”

Ladang herbal memenuhi lereng gunung sementara asap putih mengepul dari dapur-dapur besar di berbagai area. Aroma daging panggang memenuhi udara dan di kejauhan ratusan hewan spiritual terlihat berkeliaran bebas di padang rumput pegunungan.

“Mulai hari ini kandang ayam spiritual bagian timur menjadi tanggung jawabmu.”

Di sisi lain, Suara pisau, dentuman panci, dan teriakan para murid dapur bercampur menjadi satu seperti pasar pagi yang kacau. Aroma makanan memenuhi seluruh udara pegunungan.

“Adik kecil! Cepat potong sayuran itu!”

“Siapa yang membakar daging bagian utara?!”

“Tambahkan garam spiritual ke sup nomor tiga!”

Ini adalah kehidupan yang tenang dan penuh kejadian dramatis tak terlupakan dari Sekte Forgotten Blade. Kehidupan beternak ayam Bai Fengxuan sebelum ia tahu kebenaran pahit dari dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LEVIATHAN_M.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 8 - Dapur yang Sibuk

Kabut malam masih menyelimuti lereng-lereng Puncak Awan Pengembara ketika Bai Fengxuan akhirnya tiba di depan gubuk kayunya sambil membawa karung besar di punggungnya. Jalan setapak pegunungan tampak sunyi dan hanya diterangi beberapa lentera merah yang bergoyang pelan tertiup angin malam. Dari kejauhan suara jangkrik terdengar samar bercampur dengan kokok ayam spiritual yang sesekali menggema dari kandang-kandang besar di lereng bawah.

Napas Bai Fengxuan sedikit memburu.

Bukan karena karung di punggungnya terlalu berat, melainkan karena ia terus merasa seperti seorang pencuri yang sedang melarikan diri setelah melakukan kejahatan besar.

Padahal ia hanya mencuri dua ayam.

Namun di Puncak Awan Pengembara, ayam spiritual adalah sumber makanan utama sekte. Kalau sampai ketahuan mencuri hasil panen, Han Gu mungkin benar-benar akan menggantungnya di depan kandang sebagai contoh buruk bagi murid luar lain.

Bai Fengxuan buru-buru membuka pintu gubuk kayunya lalu masuk sebelum menutup pintu rapat-rapat dari dalam. Ruangan kecil itu langsung menjadi sunyi.

Cahaya lampu minyak di sudut ruangan berkedip pelan dan menerangi dinding kayu tua yang dipenuhi bayangan hitam samar. Aroma kayu lembap bercampur rumput kering memenuhi udara sementara angin dingin gunung sesekali masuk dari sela-sela papan kayu.

Bai Fengxuan menghela napas panjang sebelum menjatuhkan karung itu perlahan ke lantai.

Dua ayam spiritual merah di dalamnya langsung bergerak panik sambil mengepakkan sayap dan mengeluarkan suara pelan yang terdengar menyedihkan.

Tatapan Bai Fengxuan perlahan jatuh pada mereka.

Perutnya langsung terasa lapar kembali.

Aroma samar qi spiritual yang keluar dari tubuh ayam-ayam itu terasa jauh berbeda dibanding ayam biasa. Bahkan tanpa dimasak pun Bai Fengxuan dapat merasakan energi spiritual lembut yang keluar dari daging mereka.

Tidak heran para murid sekte selalu terlihat jauh lebih sehat dibanding orang biasa di luar. Makanan mereka saja sudah berbeda.

Malam itu Bai Fengxuan benar-benar berniat menikmati hasil kerja kerasnya selama beberapa bulan terakhir.

Ia segera bergerak cepat. Pertama-tama ia mengambil beberapa rempah sederhana hasil barter diam-diam dengan Luo Ming beberapa hari lalu. Lalu ia mengeluarkan pisau kecil, talenan kayu, serta beberapa sayuran spiritual sisa dapur umum yang sebelumnya ia simpan diam-diam.

Tak lama kemudian dua ayam spiritual itu akhirnya menyerah pada nasib mereka.

Bai Fengxuan membersihkan bulu-bulunya dengan cukup rapi meskipun beberapa kali ia masih harus berjuang karena kulit ayam spiritual jauh lebih keras dibanding ayam biasa. Setelah selesai ia mulai menyiapkan tungku batu kecil di sudut ruangan.

Api segera menyala.

Cahaya jingga perlahan memenuhi gubuk kecil itu dan menghangatkan udara dingin malam pegunungan. Saat itulah Bai Fengxuan perlahan mengeluarkan wajan hitam besar yang ia temukan di sungai beberapa waktu lalu.

*Dukkk…

Lantai kayu langsung mengeluarkan suara berat ketika wajan itu diletakkan di atas tungku.

Bai Fengxuan masih belum terbiasa dengan benda aneh tersebut. Sampai sekarang ia tetap merasa tidak masuk akal bagaimana sebuah wajan tua bisa seberat batu gunung.

Namun malam ini ia tidak terlalu memikirkannya. Fokus utamanya sekarang hanyalah makan. Ia menuangkan sedikit minyak ke dalam wajan lalu mulai menunggu dengan wajah penuh harapan.

Api di bawah tungku perlahan membesar. Kayu bakar mulai berderak dan bara merah menyala memenuhi tungku batu.

Namun beberapa saat kemudian kening Bai Fengxuan mulai mengernyit. Tidak ada suara minyak mendesis. Tidak ada uap panas.

Permukaan wajan hitam itu tetap dingin seperti bongkahan besi mati.

Bai Fengxuan menatapnya cukup lama sebelum akhirnya menempelkan tangannya pada permukaan wajan.

Masih dingin.

Ia menambah kayu bakar lagi.

Api semakin besar hingga hampir keluar dari sela-sela tungku batu. Cahaya merah api memenuhi seluruh ruangan kecil itu dan membuat udara mulai terasa panas.

Namun wajan itu tetap tidak bereaksi sedikit pun.

Ekspresi Bai Fengxuan perlahan berubah gelap.

“Apa benda ini memang wajan?”

Ia mulai menusuk bara api dengan kayu sambil menatap curiga benda hitam di depannya.

Waktu terus berlalu.

Kayu bakar di samping tungku mulai habis satu per satu, namun wajan itu bahkan belum cukup panas untuk merebus air.

Pada akhirnya Bai Fengxuan hanya bisa terduduk lemas di depan tungku sambil memandangi ayam spiritual mentah di sampingnya dengan wajah frustrasi.

Perutnya semakin lapar. Namun wajannya tetap dingin. Malam itu Bai Fengxuan tidur dengan suasana hati buruk.

Keesokan paginya ia bangun lebih awal dari biasanya lalu berjalan menuju dapur umum Puncak Awan Pengembara sambil membawa salah satu potongan kayu bakar yang telah habis terbakar.

Kabut pagi masih tebal ketika ia tiba di area dapur umum sekte.

Tempat itu jauh lebih ramai dibanding area kandang ayam spiritual. Bangunan dapur utama berdiri megah di lereng tengah gunung dengan puluhan cerobong asap besar yang terus mengeluarkan kepulan asap putih ke langit.

Suara pisau, dentuman panci, dan teriakan para murid dapur bercampur menjadi satu seperti pasar pagi yang kacau. Aroma makanan memenuhi seluruh udara pegunungan.

Sup spiritual. Daging panggang. Roti kukus. Rempah-rempah. Minyak panas.

Semua aroma bercampur menjadi satu hingga membuat perut Bai Fengxuan langsung berbunyi keras begitu ia masuk ke area dapur.

Puluhan murid luar lalu-lalang membawa bahan makanan dan kayu bakar. Sebagian sibuk mengangkut keranjang sayur spiritual sementara yang lain membawa panci besar menggunakan tongkat bambu.

Dan saat itulah Bai Fengxuan menyadari sesuatu yang cukup mengejutkan. Sebagian besar murid dapur umum bertubuh gemuk.

Bukan sekadar gemuk biasa.

Beberapa kakak senior bahkan memiliki tubuh sebesar tong kayu berjalan dengan wajah merah berminyak akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan spiritual setiap hari.

Salah satu dari mereka bahkan masih menggigit paha ayam sambil mengaduk sup menggunakan tangan lain.

Xu Liang ternyata tidak berbohong. Murid dapur umum benar-benar kelompok paling “makmur” di seluruh Puncak Awan Pengembara.

“Hei! Jangan melamun di tengah jalan!”

Sebuah suara keras tiba-tiba terdengar.

Bai Fengxuan langsung menoleh dan melihat seorang pria gemuk sedang mendorong kereta kayu penuh karung tepung spiritual ke arahnya.

Bai Fengxuan buru-buru menyingkir.

Kereta besar itu meluncur melewati samping tubuhnya sambil menimbulkan angin cukup kuat hingga jubahnya berkibar.

Pria gemuk tadi berhenti beberapa langkah kemudian lalu menatap Bai Fengxuan dari atas sampai bawah.

“Kau murid baru?”

Bai Fengxuan mengangguk.

“Aku ingin meminta kayu bakar berkualitas tinggi.”

Pria gemuk itu langsung tertawa keras sampai dagunya bergetar.

“Kayu api spiritual?” Ia menyeringai lebar. “Untuk apa?”

“Memasak.”

“Memasak apa?”

Bai Fengxuan terdiam beberapa saat sebelum menjawab pelan.

“…Ayam.”

Tatapan pria gemuk itu langsung berubah aneh. Beberapa kakak senior di dekat sana ikut menoleh dengan ekspresi curiga.

“Dari mana kau dapat ayam?”

Bai Fengxuan langsung merasa situasinya berbahaya.

Untungnya pria gemuk itu tidak melanjutkan pertanyaan tersebut dan hanya mendengus sambil menyilangkan tangan.

“Kayu api spiritual tidak murah. Bahkan murid luar biasa tidak bisa mengambilnya sembarangan.”

Tatapan Bai Fengxuan sedikit turun.

Namun sesaat kemudian pria gemuk itu kembali berbicara. “Tapi kalau kau mau membantu di dapur hari ini… mungkin aku bisa memberimu sedikit.”

Mata Bai Fengxuan langsung menyala.

“Aku akan membantu.”

Pria gemuk itu tertawa kecil lalu menepuk bahunya cukup keras sampai tubuh Bai Fengxuan hampir oleng.

“Bagus! Mulai sekarang kau ikut kami.”

Dan sejak saat itu Bai Fengxuan akhirnya memahami bahwa dapur umum Puncak Awan Pengembara jauh lebih menakutkan dibanding kandang ayam spiritual.

Seluruh area dapur terasa seperti medan perang. Api menyala di mana-mana. Asap memenuhi udara sampai mata terasa perih. Puluhan koki spiritual berteriak tanpa henti sambil mengaduk panci sebesar bak mandi.

“Adik kecil! Cepat potong sayuran itu!”

“Siapa yang membakar daging bagian utara?!”

“Tambahkan garam spiritual ke sup nomor tiga!”

Bai Fengxuan dipaksa berlari ke sana kemari sepanjang hari. Awalnya ia membantu mencuci sayuran spiritual di sungai belakang dapur. Namun belum sampai satu jam ia sudah dipanggil untuk membantu mengangkut karung tepung. Setelah itu ia disuruh membersihkan panci raksasa.

Kemudian mengejar seekor babi spiritual yang kabur dari kandang belakang dapur dan menghancurkan dua meja kayu. Belum lagi para kakak senior gemuk itu ternyata sangat suka makan sambil bekerja.

Setiap beberapa saat selalu ada seseorang yang menyelipkan makanan ke mulutnya sendiri diam-diam.

“Kakak Senior…” Bai Fengxuan akhirnya bertanya saat melihat seorang pria gemuk memakan enam bakpao sekaligus. “Apa kalian tidak takut dimarahi tetua karena mengambil makanan dapur?”

Pria gemuk itu hanya mendengus sambil terus mengunyah. “Kalau koki tidak mencicipi masakan sendiri, bagaimana tahu rasanya enak?”

“Bukankah Kakak sudah mencicipinya tujuh kali?”

“Itu namanya memastikan kualitas.”

Seluruh dapur langsung dipenuhi gelak tawa. Di tengah kekacauan itu Bai Fengxuan perlahan mulai mengenal para murid dapur umum sedikit demi sedikit.

Mereka mungkin terlihat kasar dan berisik, namun suasananya terasa hangat. Kadang seseorang diam-diam memberinya bakpao ketika melihatnya terlalu lelah.

Kadang seorang kakak senior menyuruhnya duduk dan minum teh hangat sebentar sebelum kembali bekerja. Dan kadang mereka semua tertawa bersama hanya karena satu panci sup meledak akibat terlalu banyak qi spiritual.

Hari itu berlalu sangat cepat.

Saat matahari mulai tenggelam di balik pegunungan, seluruh tubuh Bai Fengxuan terasa pegal dan bau minyak memenuhi pakaiannya.

Namun anehnya ia cukup menikmati suasana di sini. Setidaknya ia tidak akan diseruduk ayam keparat itu seperti di kandang ayam timur miliknya. Dan sebenarnya Bai Fengxuan berpikir akan lebih baik baginya jika pindah ke tempat ini.

Sebelum ia pergi, pria gemuk tadi akhirnya melemparkan beberapa potong kayu merah gelap padanya. Kayu itu memancarkan panas samar bahkan tanpa dibakar.

“Kayu Api Scarlet.” Pria itu menggigit paha ayam sambil menyeringai. “Biasanya dipakai untuk memasak makanan spiritual tingkat tinggi.”

Bai Fengxuan segera menangkap kayu itu dengan hati-hati. Ia mengucapkan terimakasih yang mendalam dan membungkuk berkali-kali sambil tersenyum lebar.

Namun tepat ketika ia hendak pergi pria gemuk tadi kembali meliriknya sambil menyipitkan mata.

“Ngomong-ngomong…”

Tatapan Bai Fengxuan langsung waspada.

“Kalau kayu ini masih tidak bisa memanaskan wajannya…” pria itu tertawa kecil sambil menunjuk potongan kayu di tangannya, “mungkin benda milikmu memang bukan wajan biasa.”

1
awan irwan
cukup bagus dan menarik
Marthen
tetap ketahuan sama zhso yuan apa lagi gadis pendiam Qing Rou...dan itu akan menjadi rahasia mereka masing-masing.. adik bai harus secepatx menenukan teknik menutupi aura yg sebenarx.....
ok Lanjut bagi hasiL Panen....dan unduj afik Bai sukses dgn teknik pedang tak terlihat yg akan menjadi senjata andaLan untuk jarak yg sangat dekat dgn Lawan....
tariii
masih menyembunyikan kekuatan yg sebenarnya.. 👍👍👍
awan irwan
hanya Han gu yang memahami adik bai😄
tariii
bocah 10 th udah punya jurus aja..😍👍
tariii
weehhh... bisa ketemu lagi...😂😂😂
tariii
kereeeenn.... sudah level 4...👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!