NovelToon NovelToon
Sang Putri Hutan, Ratu Pilihan Kingdom Conqueror

Sang Putri Hutan, Ratu Pilihan Kingdom Conqueror

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Raja Tentara/Dewa Perang / Fantasi Wanita / Cinta setelah menikah
Popularitas:48.5k
Nilai: 5
Nama Author: Demar

Putri Liliane Thalassa Serene, terlahir sebagai keajaiban yang dijaga Hutan Moonveil. Di hutan suci itulah Putri Lily tumbuh, mencintai kebebasan, menyatu dengan alam, dan dipercaya Moonveil sebagai Putri Hutan.
Ketika Kerajaan Agartha berada di ambang kehancuran atas serangan nyata datang dari Kingdom Conqueror, dipimpin oleh King Cristopher, sang Raja Penakluk. Lexus dan keluarganya dipanggil kembali ke istana.
Api peperangan melahap segalanya, Agartha runtuh. Saat Putri Lily akhirnya menginjakkan kaki di Agartha, yang tersisa hanyalah kehancuran. Di tengah puing-puing kerajaan itu, takdir mempertemukannya dengan King Cristopher, lelaki yang menghancurkan negerinya.
Sang Raja mengikatnya dalam hubungan yang tak pernah ia pilih. Bagaimana Putri Liliane akan bejuang untuk menerima takdir sebagai milik Raja Penakluk?
Disclaimer: Karya ini adalah season 2 dari karya Author yang berjudul ‘The Forgotten Princess of The Tyrant Emperor’.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harga untuk Semua Ini

Alun-alun Imperial Agartha dipenuhi lautan manusia. Rakyat dari berbagai distrik, para bangsawan istana, kesatria, dan pendeta kerajaan berdiri berdesakan di bawah langit kelabu. Tiang gantungan telah didirikan di tengah alun-alun, tiang yang akan menjadi saksi keadilan yang akan ditegakkan hari ini.

Pangeran Leo berdiri di sisi podium. Bayangan Anastasia dan Lexus yang sedang tersenyum terlukis di langit.

“Orang yang menyebabkan kematian ayahanda dan ibunda, tidak layak menghirup udara bebas.” bisiknya tertahan.

Putri Lily berdiri di sisi lain, wajahnya tenang namun dingin seperti bilah pedang.

“Lebih dari itu,” katanya pelan, “nama mereka dan seluruh keturunannya akan dikenang dengan hina, sebagai noda dalam sejarah Imperial Agartha.”

Kaisar Aurelian melangkah ke depan podium. Jubah kekaisaran berkibar tertiup angin. Saat ia berdiri tegak, seluruh alun-alun senyap. Tidak ada satu suara pun yang berani menyela.

“Wahai rakyat Imperial Agartha,” suara Aurelian menggema, dalam dan berwibawa.

“Sejak Imperial Agartha berdiri, anggota kerajaan selalu hidup berdampingan, saling melindungi, dan menjaga kehormatan satu sama lain.”

Ia berhenti sejenak, menatap ribuan wajah di hadapannya.

“Namun tahta, sering kali membutakan manusia yang berpikiran dangkal. Ambisi membuat mereka lupa diri, lupa darah, lupa keluarga, dan lupa nilai yang seharusnya dijunjung.”

Bisik-bisik lirih terdengar di antara rakyat.

“Seperti yang kalian ketahui,” suara Aurelian mengeras, “Permaisuri Isolde Anastasia telah meninggalkan kita secara tragis, dibunuh oleh keponakannya sendiri, Pangeran Evan.”

Amarah rakyat mulai mendidih.

“Pengkhianatan itu, telah merusak tatanan istana dan mencemari keagungan darah Agartha.” lanjut Aurelian.

Ia mengangkat tangannya, menunjuk ke arah panggung eksekusi. “Namun Pangeran Evan tidak bekerja sendiri. Erivana berdiri di belakangnya sebagai dalang yang mengendalikan pion.”

Gemuruh meledak, rakyat berbisik-bisik penuh penghakiman. Anastasia, permaisuri bijaksana yang dicintai rakyat, telah dibunuh secara tidak langsung oleh Erivana. Permaisuri tamak, serakah, yang berbuat sesuka hati pada rakyat kecil.

“Hukum dia!”

“Hukum dia!”

“Hukum dia!”

Teriakan itu bersahutan, mengguncang alun-alun seperti gelombang badai.

Erivana diseret ke atas panggung. Wajahnya pucat, rambutnya kusut, gaun kebesaran telah diganti dengan pakaian tawanan. Ia menoleh liar, mencari satu wajah… Alexius.

Tali gantungan dipasangkan di leher Erivana, tubuhnya seketika bergetar hebat.

“Kalian tidak bisa melakukan ini padaku! Menjauh!” teriaknya histeris. Ia menatap pada satu arah, “Alexius…,” suaranya pecah, napasnya berhembus semakin berat. “Aku istrimu…”

Alexius menoleh ke arah lain. Pria itu menolak menatap Erivana, menolak mengakui perempuan yang pernah menjadi istrinya, perempuan yang telah menjelma menjadi racun bagi darah dan dagingnya sendiri.

“Ayahanda…” bisik Putri Aster dengan suara gemetar, tubuhnya menempel erat pada Alexius. Ia memeluk ayahnya ketakutan, wajahnya tertanam di dada pria itu, tak sanggup melihat ibundanya dihukum mati di hadapan ribuan pasang mata.

Kaisar Aurelian turun dari podium. Setiap hentakan sepatunya membuat bisik-bisik di alun-alun meredup, lalu lenyap. Seluruh kini perhatian berpusat padanya.

“Hukuman ini,” ucap Aurelian dengan suara tenang namun menggetarkan tulang, “akan menjadi penanda era baru bagi Imperial Agartha.”

Angin seolah berhenti berhembus.

“Sejak hari ini, pengkhianat dan pembunuh tidak diizinkan bernapas di tanah Agartha.” lanjutnya tegas.

Bulu kuduk rakyat meremang. Kata-kata itu bukan ancaman, melainkan hukum tak tertulis yang mutlak.

“Gantung dia!” Suara Aurelian menggema dingin di udara.

Perintah menyebar seperti percikan api. Teriakan rakyat membahana, mendukung keputusan Sang Kaisar.

“Gantung dia!”

“Gantung dia!”

“Gantung dia!”

Sisa makanan, lumpur, dan kain kotor menghantam tubuh Erivana tanpa ampun. Mantan Permaisuri yang terhina menangis histeris, rambutnya basah oleh kehinaan.

Algojo menarik tuas perlahan, memastikan simpul berada di posisi yang tepat. Papan pijakan di bawah kaki Erivana berderit pelan, suara kecil yang justru terdengar mengerikan di tengah keheningan yang menunggu. Napas Erivana tersengal, matanya bergerak liar mencari belas kasihan yang tak lagi ada.

Papan ditarik, dalam satu hentakan kuat tubuh Erivana terjatuh. Tali menegang tajam, lehernya tersentak keras. Suara cekikan pecah dari tenggorokannya, kakinya menendang udara kosong, tubuhnya terayun liar untuk beberapa saat. Wajahnya memerah, lalu perlahan membiru. Lidahnya terjulur, matanya membelalak tanpa fokus.

Gerakan itu kian melemah, lalu napasnya perlahan habis. Erivana mati dalam keadaan terhina, sendirian, dan ditolak oleh dunia yang pernah ia kuasai.

“Ibunda…” bisik Putri Aster lirih.

Tubuhnya lemas, kesadarannya runtuh. Ia pingsan di pelukan Alexius.

“Aster…” gumam Alexius panik.

Ia segera mengangkat putrinya, membawanya menjauh dari alun-alun, menjauh dari kematian dan warisan kebencian. Aster, putrinya adalah sisa napas yang masih bisa ia selamatkan agar ia tidak berakhir sia-sia seperti kakaknya.

Tubuh Erivana masih menggantung di alun-alun. Setelah napas terakhirnya lenyap, lemparan benda busuk dari rakyat belum juga berhenti menghantam tubuh tak bernyawa itu. Bahkan kematian tak cukup untuk menebus kebencian yang ia tinggalkan.

Putri Lily menatap pemandangan itu dengan mata berkaca. Pangeran Aurelian dan Pangeran Leo menggenggam tangannya erat. Jemari mereka saling mengunci kuat, memberi kekuatan satu sama lain. Ketiganya saling menatap, lalu berpelukan erat. Tak ada kata yang perlu diucapkan untuk memahami duka dan kehilangan yang sama.

“Ayahanda… Ibunda…” bisik Lily, suaranya gemetar namun teguh. “Berbahagialah dalam keabadian.”

Pangeran Aurelian menunduk, dahinya menyentuh rambut adiknya. Pangeran Leo menutup mata, napasnya berhembus semakin dalam.

“Kami akan terus berpegangan tangan sampai akhir, saling menopang dan saling melindungi.”

Dunia tidak berhenti hanya karena Lexus dan Anastasia telah pergi. Matahari tetap terbit, angin tetap berhembus, dan roda takdir terus berputar. Masih ada jalan panjang yang harus dilalui oleh Aurelian, Leonardo, dan Liliane.

Langkah kaki cepat memecah keheningan. Seorang pengawal menghampiri mereka, lalu berlutut dalam-dalam.

“Mohon ampun, Tuan Putri.” katanya penuh penghormatan.

“Ada apa?” tanya Pangeran Leo, suaranya langsung waspada.

“Utusan dari Kingdom Conqueror telah tiba, Pangeran.” jawab pengawal itu. “Mereka datang untuk menjemput Putri Liliane.”

Wajah kedua pangeran seketika menegang. Mereka menatap Putri Lily, cahaya keluarga mereka. Dalam hiruk-pikuk kematian, pengkhianatan, dan darah, mereka hampir lupa bahwa semua ini memiliki harga. Dan harga itu… adalah kehidupan adiknya.

Pangeran Aurelian mengangkat dagunya, “Adikku adalah Putri yang dikasihi oleh keluarga dan rakyatnya,” ucapnya dingin dan berwibawa. “Sebaiknya King Cristopher menjemputnya dengan cara yang terhormat.”

“Aku datang untuk memenuhi penghormatan itu, Kaisar Aurelian.”

Suara berat itu membuat udara seakan membeku. King Cristopher melangkah maju dari balik kerumunan. Ia mengenakan pakaian kebesaran kerajaannya, mantel panjang berwarna gelap dengan bordir emas rumit di tepiannya, dengan bahu yang dihiasi epaulet logam berkilau. Sepatu bot tingginya mengilap, langkahnya mantap dan penuh kendali. Rambutnya disisir rapi ke belakang, wajahnya tampan namun dingin, seolah emosi hanyalah kelemahan yang tak pernah ia miliki.

Auranya menyedot seluruh perhatian alun-alun. Seorang penakluk dari barat berdiri di hadapan mereka, berhadapan dengan pewaris darah Agartha dan Putri Hutan yang ditakdirkan itu.

1
Asriani Rini
Tantangan pertama ratu lily adalah menaklukkan dua bocil enggak tau anak siapa tapi mudah mudahan bukan anak sekir nya raja
Reva Reva
liat biasa'
Reva Reva
sungguh karya luar biasa
Musdalifa Ifa
up lagi Thor🙏🤭
Bunda Hilal
apakh king christopher seorang duda /NosePick/
Gibran AnamTriyono
Bikin penasarannn bae Demarrr , ah 😄😄😄
nenek sihirny nanti Menjelma jdi Cinderelaa Loh CiLLLL🤣
Engkar Sukarsih
lanjut dong Thor 🥰🥰🥰
Engkar Sukarsih
Alhamdulillah... yang di tunggu"akhirnya update juga🥰🥰 makasih kak demar🙏🙏🙏
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆
🤔 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢? 𝘢𝘱𝘢 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯-𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘶𝘢 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘦𝘱𝘰𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘩𝘳𝘪𝘴𝘵𝘰𝘱𝘩𝘦𝘳 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘢𝘬𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨𝘨𝘰𝘺?
Engkar Sukarsih: ho..ho ..ho siapa dia ada dua bocil lagi ngintip di atas balkon 👀👀
total 1 replies
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆
𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘭𝘦𝘯𝘨𝘬𝘢𝘱 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘷𝘪𝘴𝘶𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 😌
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆
𝘏𝘦𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘶𝘵𝘶𝘣. 𝘚𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘦𝘱𝘰𝘯𝘢 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘱𝘶𝘵𝘳𝘪 𝘭𝘪𝘭𝘭𝘺, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵𝘭𝘢𝘩 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪. 𝘗𝘦𝘴𝘰𝘯𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘪𝘬𝘢𝘱 𝘗𝘶𝘵𝘳𝘪 𝘭𝘪𝘭𝘭𝘺 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘢𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘦𝘴 𝘥𝘪 𝘩𝘢𝘵𝘪𝘮𝘶, 𝘥𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘪𝘢𝘱 𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘶𝘥𝘢𝘬 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 💃💃💃 𝘢𝘩𝘢𝘪𝘪𝘪
MomRea
selalu ada kerikil-kerikil kecil yang tajam
AZLEN HASLINA BT. AWANG KPM-Guru
anak kpd King Christopher...kan 5 thn, tanpa ratu...
Yunita Widiastuti
nenek sihir cantik ....
Titin Rosediana
seruuu iihh.... up yg bnyk ka💪💪❤️❤️
dika edsel
aku tebak ya...dua bocil kematian ini adlh keponakan king chris..,mgkin mereka anak dr kakaknya yg udah meninggal.. dan mereka berharap king menikahi ibunya atau lbh tepatnya ibunya ngarep jd ratu..
dika edsel: diliat dari kaku dan judesnya king chris ini kayaknya gk mgkin dia pny selir deh?? semoga lily jd satu2nya...
total 2 replies
Yana Phung
apakah kaisarnya seorang duda?? 😅😅😅
Dafit Pratama
lanjut 3 bab thor
gaby
Waaah, king ga pny ratu sebelumnya, tp ko ada 2bocil?? Ponakan atau anak dluar nikah??
imel
yaaah 🥹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!